
...[𝘼𝙨𝙝𝙚𝙧 𝘿𝙚𝙖𝙣 𝙋𝙊𝙑]...
"Asher! Ayo kita beri pelajaran pada peringkat terendah itu lagi!"
"Tinggalkan aku sendiri dasar sialan!" bentakku pada salah satu temanku.
Dia terlalu bodoh hingga tidak bisa membedakan orang kuat dan orang lemah. Dalam hal ini aku termasuk orang lemah sementara River adalah orang kuatnya.
"Tidak biasanya kau menolak untuk memberi pelajaran kepada orang itu, apakah itu karena kekalahanmu tadi?"
"Kekalahan yang tadi hanyalah kebetulan belaka, kau tidak usah terlalu memikirkannya."
Kedua orang bodoh itu bersikeras mengajakku untuk mengganggu River lagi.
Mereka adalah orang-orang yang juga membenci River, merekalah yang biasanya membully River secara tidak langsung seperti merusak mejanya dan lain sebagainya.
Tapi mereka terlalu bodoh untuk membedakan perubahan River yang sekarang.
Apanya yang kalah secara kebetulan? Aku hampir saja mati jika tidak ditolong oleh para guru....
"Jika kalian ingin menggangunya maka ganggu saja sendiri, aku tidak ingin berurusan dengannya lagi..." ujarku.
"Kau tidak menyenangkan lagi Asher....."
"Ayo kita pergi."
Mereka berdua kemudian pergi meninggalkanku.
Sebenarnya mereka bukanlah teman-temanku, mereka hanyalah rekan yang biasanya ada bersamaku ketika membully River, selain dari itu mereka tidak akan muncul lagi di hadapanku.
"Hah......"
Aku menghela nafas panjang dan sambil duduk di bangku taman dan merenungkan kekalahan yang baru saja aku terima.
Itu adalah kekalahan yang sangat menyedihkan....
Aku bertanya-tanya bagaimana dia bisa menjadi begitu kuat hanya dalam beberapa minggu, bukan hanya kekuatannya yang berubah tapi juga kepribadiannya.
Aku mulai memikirkan semua hal yang telah aku lakukan padanya, semua tindakan jahat dan tidak beradab yang pernah kulakukan padanya, memangnya untuk apa itu semua?
Padahal awalnya kami berdua adalah teman yang bisa dibilang cukup dekat ketika awal memasuki akademi.
Dia sangat baik dan ramah saat pertama kali kita bertemu, akupun juga begitu, aku hanyalah siswa biasa yang tidak memiliki keistimewaan apapun saat itu.
Sekarang aku merenungkan semua kesalahanku.
"Bisa-bisanya aku melakukan hal jahat seperti itu pada teman pertama yang aku memiliki....." gumamku.
...--------------------------------...
...[𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠]...
Namaku Asher Dean, seorang putra kedua dari keluarga bangsawan Cout Dean.
Sangat berbeda dengan kakakku yang bisa dibilang sangat jenius karena sudah memiliki elemen spesial dari usia muda, aku hanyalah aib bagi keluarga Dean karena sangat lemah dibandingkan dengan kakakku.
Penyebab dari kelemahanku itu adalah karena penyakit yang talah aku miliki sejak lahir, itu adalah penyakit yang membuat tubuhku sangat lemah dibandingkan orang lain.
Tapi aku masih bisa bertarung dengan baik asalkan menggunakan sihir Buffed pada tubuhku.
Tapi tetap saja aku adalah anak lemah di mata kedua orang tuaku. Pada akhirnya aku tidak mendapatkan kasih sayang apapun dari kedua orang tuaku, itu membuatku menjadi orang yang pemurung dan tidak memiliki teman.
Hingga tiba ketika usiaku menginjak 12 tahun, aku dikirim ke akademi Nethilor, tempat dimana anak anak bangsawan dan anak anak berpotensi bersekolah.
__ADS_1
Kakakku sudah masuk ke akademi Nethilor terlebih dahulu beberapa tahun lalu dan mendapatkan hasil ujian yang bagus hingga direkrut ke dalam organisasi Osis.
Karena pencapaian kakakku itu aku jadi dituntut oleh kedua orang tuaku agar mencapai tingkatan yang sama dengan kakakku.
Pada saat semua peserta ujian berkumpul untuk mengikuti ujian, Aku sangat gugup karena tidak ada satupun orang yang aku kenal disana.
Hingga akhirnya seseorang yang tidak aku kenali menyapaku.
"Hai, wajahmu terlihat pucat, apa kau baik-baik saja?" tanyanya dengan senyuman hangat.
Itu adalah seorang anak seusiaku yang memiliki rambut hitam dan wajah yang cukup tampan, tapi dia hanya mengenakan pakaian biasa tidak seperti pakaian seorang anak bangsawan.
Itu berarti dia bukanlah seorang bangsawan.
"E-Em, aku baik-baik saja...." jawabku sedikit gugup.
"Oh benar, aku belum memperkenalkan diri. Namaku River Addeson dari desa Lumise, salam kenal." ujarnya sambil mengulurkan tangannya.
"A-ah..."
Aku menerima uluran tangannya.
"N-Namaku Asher Dean...." balasku.
"Kau belum menjawab pertanyaanku, apa kau gugup karena ujian ini?" tanyanya masih dengan senyuman.
'Dia sangat ramah.....' batinku.
"Em ... aku sangat gugup karena tidak ada seorangpun yang aku kenali di tempat ini....." balasku.
Aku melihat wajahnya yang sama sekali tidak terdapat ekspresi gugup dan sedikit kebingungan dengan itu.
Bagaimana dia bisa tetap tenang dalam situasi ini, dia hanyalah anak dari desa, seharusnya dia gugup di hadapan banyak bangsawan seperti rakyat biasa lainnya.
"Kau tahu? Sebenarnya aku juga sangat gugup karena sedang berada di tempat asing yang sangat jauh dari desaku, tapi aku memiliki seseorang yang selalu menyemangatiku agar melalui semua ini dengan baik dan percaya diri." ujarnya.
Saat aku tengah sedih, dia tiba-tiba menepuk punggungku dengan agak keras dan membuatku sedikit tersentak.
"Aku ada disini untuk menyemangatimu, jadi tenang saja dan percaya dirilah dengan kekuatanmu." katanya sambil sedikit tertawa.
Apa apaan sikapnya ini? Dia bisa begitu dekat dengan seseorang hanya dalam beberapa menit.
Dia pasti orang yang populer di kalangan masyarakat dengan sikapnya yang seperti ini, terlebih lagi dia pasti punya banyak sekali teman.
Terlepas dari itu, aku menjadi semakin termotivasi untuk menjalani ujian masuk akademi ini dengan percaya diri.
"Hm, terima kasih banyak." balasku sambil tersenyum.
Kami pasti bisa menjadi teman baik.
Ujian telah dimulai, satu persatu peserta diuji dalam kekuatan sihir, teknik berpedang, seni bela diri, dan ujian lisan.
Seharusnya itu hanyalah ujian masuk akademi tanpa kejadian apapun, tapi ada kejadian yang tidak terduga ketika salah satu peserta perempuan menunjukkan aksinya dalam teknik berpedang dan kekuatan sihir.
Dia memiliki kemampuan yang benar-benar hebat dan kecantikan yang luar biasa, rambut putihnya yang seputih salju tergerai dengan menawan ketika dia mengayunkan pedangnya seolah-olah sedang menari.
'Dia sangat cantik.....' batinku.
Semua peserta pria dibuat terpesona olehnya, termasuk diriku.
Aku merasa jantungku berdetak semakin kencang ketika melihat perempuan itu, aku sama sekali tidak bisa memalingkan pandangan mataku darinya.
Dia benar-benar sudah membuatku jatuh cinta....
__ADS_1
Ketika ujiannya sudah selesai dengan hasil yang sangat sempurna, pandangan matanya tiba-tiba mengarah kepadaku.
Aku menjadi salah tingkah ketika dia mulai berjalan kearahku dengan senyuman manisnya.
Seluruh tubuhku berkeringat ketika cintaku semakin dekat denganku.
Hingga jarak kami tersisa lima meter, aku mulai mengangkat telapak tanganku untuk menyapanya, tapi yang ada sesuatu yang membuatku sontak tertegun.
River yang sejak tadi berdiri di sebelahku untuk melihat jalannya ujian tiba-tiba berjalan maju dan menghampiri perempuan itu untuk mengelap keringatnya.
"Selamat atas hasil ujiannya yang sangat sempurna, Olivia."
"Terima kasih banyak River."
Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Mereka, saling kenal?
Aku tidak bisa berkata-kata dan hanya diam membisu dengan telapak tangan yang terangkat dengan hampa.
Mereka berdua terlihat sangat dekat hingga menghancurkan hatiku yang baru saja merasakan cinta itu....
"Dia....."
Perempuan itu melihatku.
"Oh, dia adalah teman baruku, mau berkenalan?" kata River.
"Tentu."
Perempuan itu menghampiriku dan mengulurkan tangannya.
"Namaku Olivia Briar, kekasihnya River. Salam kenal.... Em...."
"A-Ah.... Namaku Asher Dean, salam kenal Olivia." kataku memberikan senyuman palsu sambil menerima uluran tangannya.
Dia kemudian melepaskan genggaman tangan kami beberapa detik setelah bersentuhan dan beralih merangkul lengan River.
Ugh ... ini menyakitkan.....
...--------------------------------...
...[𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠 𝙀𝙣𝙙]...
Aku bisa merasakan sakit hati yang sangat mendalam ketika mengingat pertemuan kami.
Itu adalah momen pertama kalinya aku mendapatkan teman sekaligus merasakan rasanya jatuh cinta, tapi aku juga merasakan patah hati di saat yang sama....
Walaupun begitu aku tidak pernah menggangu hubungan mereka berdua, aku hanya pura-pura tersenyum ketika melihat kebersamaan mereka yang begitu romantis.
Aku sudah merasakan kebahagiaan tersendiri ketika melihat senyuman Olivia yang selalu berhasil melelehkan perasaanku walaupun senyuman itu tidak dia tujukan padaku.
Tapi kenapa kau malah mengkhianatinya, River..... Kenapa kau membuat Olivia menderita karenamu.....
Oleh sebab itu aku sangat membencimu.....
...****************...
Hai, Author disini 👋
•Masih ingat dengan kemunculan Asher pertama kali di Chp 2? Disana diperlihatkan Asher yang begitu terobsesi dengan Olivia. So...... inilah alasannya (sad boy).
Anyway, Thank you for reading this novel ♥️
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...
...~Chp 28 : 1264 kata~...