DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 25: Sebuah Perubahan [ARC 2]


__ADS_3


...๐ƒ๐ซ๐š๐ ๐จ๐ง ๐‚๐ก๐š๐ข๐ง ๐„๐ฆ๐ฉ๐ž๐ซ๐จ๐ซ...


...<๐€๐‘๐‚ ๐ˆ๐ˆ : ๐๐„๐‘๐’๐Ž๐๐€๐‹๐ˆ๐“๐˜ ๐‚๐‡๐€๐๐†๐„>...


...--------------------------------...


...[๐™‰๐™ค๐™ง๐™ข๐™–๐™ก ๐™‹๐™Š๐™‘]...


Di sebuah lapangan latihan akademi Nethilor, kelas 5-E yaitu kelas River sedang melakukan pelatihan pedang dengan Cedric sebagai gurunya.


Seperti biasa Cedric memilih Asher dan River untuk bertarung bersama di awal pelatihan.


Semua orang yakin jika River pasti akan kalah dengan menyedihkan sama seperti sebelumnya, tapi kali ini berbeda karena River terlihat sangat percaya diri dan menghadapi Asher dengan senyuman sinis.


"Ada apa dengan peringkat terendah itu sekarang? Dia terlihat sedikit berbeda...."


"Aku tidak tahu tapi aku yakin jika Asher pasti akan memenangkan pertandingan lagi seperti terakhir kalinya."


Begitulah bisik-bisik yang terdengar.


Sangat berbeda dengan siswa lainnya yang memiliki keyakinan jika River akan kalah lagi, sebaliknya Finley selalu yakin akan kemenangan River.


Asher mengangkat dagunya dengan sombong, "Setelah sekian lama akhirnya kita bisa berhadapan lagi, kuharap kau tidak mengecewakanku seperti terakhir kali." kata Asher dengan sombong.


"Tenang saja ... akan aku pastikan kau puas dengan pertarungan ini." balas River.


Asher merasa sangat kesal, ini adalah pertama kalinya River membalas perkataannya dengan penuh percaya diri.


"Akan kuhancurkan kepercayaan dirimu itu!" teriak Asher kesal.


"Coba saja kalau bisa," balas River untuk kedua kalinya.


"Sudah cukup basa-basinya, pertarungan akan segera dimulai!"


Teriakan guru Cedric bergema di lapangan latihan itu dan membuat perdebatan antara Asher dan River terhenti.


Aba-aba tanda pertarungan segera dimulai telah diberikan, Asher menggunakan sihir Buffed dan langsung melesat dari tempatnya kearah River dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelumnya.


* SWOOOSH! *


* BOOOOOOOM! *


Ledakan besar terjadi di tempat itu ketika Asher menebaskan pedangnya kearah River, tapi River sudah menghilang terlebih dahulu dan membuat pedangnya menghantam tanah.


Bersamaan dengan itu River tiba-tiba muncul di belakang Asher sambil menebaskan pedangnya.


Asher menyadari hal itu dan memutar badannya untuk menangkis tebasan River menggunakan pedang besarnya.


* TING! *


Percikan bunga api terlihat setelah kedua pedang itu beradu dengan keras.


Dalam sepersekian detik itu juga Asher langsung menggerakkan kakinya untuk menendang dagu River keatas, tapi River sudah melompat terlebih dahulu sebelum kaki Asher menyentuh dagunya.


River berputar kebelakang di udara dan mendarat dengan sempurna sementara Asher juga mundur untuk menjaga jarak dari River.


'Pergerakannya sangat cepat!' batin Asher.


Sejak awal River menghilang dari tebasan pedang Asher itu sudah sangat cepat, Asher bahkan tidak bisa melihat pergerakannya dengan baik melainkan hanya bisa melihat siluet hitam yang bergerak dengan cepat.


Asher juga merasa jika refleks River sudah sangat berbeda dari sebelumnya, jika sebelumnya refleknya sudah cepat maka sekarang jauh lebih cepat juga.


'Bagaimana dia bisa berubah drastis hanya dalam beberapa bulan? Ini tidak masuk akal....' batin Asher.


Disisi lain Cedric dan siswa lainnya juga sangat terkejut dengan pertukaran singkat itu, mereka tahu jika River saat ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan Asher.


Tapi mereka masih berpikir jika River masih belum bisa menang ketika Asher sudah menggunakan sihirnya.


Bagaimanapun perbedaan sihir dan teknik berpedang itu jauh berbeda.


Pertarungan masih berlanjut, kali ini River yang maju terlebih dahulu untuk menyerang Asher.


Dengan pergerakannya yang sangat cepat, River sudah mampu mencapai tempat Asher dalam sekejap mata.

__ADS_1


Asher sangat panik, dia kemudian melompat mundur sambil menggunakan sihir Nerffed kepada River untuk menghambat pergerakannya, akan tetapi-


* CRACK! *


"Apa!"


Asher sangat terkejut.


'S-Sihir Nerffedku hancur?' batin Asher dengan ekspresi tak percaya.


Sihir Nerffed yang dia berikan kepada River langsung hancur seketika bahkan sebelum sihir itu bekerja.


River tersenyum dan langsung melayangkan tebasannya kepada Asher.


Dengan susah payah Asher menangkis tebasan itu dan membuat tubuhnya terlempar jauh ke belakang hingga tergeletak di tanah.


Asher terbatuk beberapa kali sebelum melihat River yang belum berhenti dan kembali melesat kearahnya.


"Sialan kau dasar peringkat terendah!"


Asher menjadi sangat marah hingga dia berteriak dengan bruntal.


Dia menggerakkan tangannya kearah River dan kembali menggunakan sihir Nerffed.


ใ€ŒMagic : Nerffed Power!ใ€


ใ€ŒMagic : Nerffed Agility!ใ€


ใ€ŒMagic : Nerffed Stamina!ใ€


Tidak tanggung-tanggung Asher menggunakan tiga jenis sihir Nerffed sekaligus kepada River, tapi tidak ada satupun yang bekerja dan menghambat pergerakan River.


"D-Dasar brengsek!"


Asher semakin marah dan putus asa.


Dia kemudian menggunakan sihir yang sama dengan sihir yang dia gunakan ketika menumbangkan River di pertarungan sebelumnya.


[Earth Magic : Sandstrom Vortex]


Pusaran itu semakin lama semakin kuat, membuat kepercayaan diri Asher kembali pada tubuhnya setelah sempat putus asa.


"Bagaimana dengan sihir itu? Aku sudah melatih sihir itu hingga ke tingkat terkuatnya untuk momen ini, sekarang menderitalah disana, Hahahaha!"


Asher tertawa lebar, dia sudah merasa mendapatkan kemenangan dengan sihir terkuatnya.


Tapi apa yang terjadi selanjutnya langsung menjatuhkan kepercayaan dirinya hingga ke dasar jurang.


* SWIING! *


* SWOOOSH! *


"I-Ini mustahil!"


Sihir badai pasir milik Asher tiba-tiba terbelah hanya dengan satu tebasan River, membuat Asher tercengang tak percaya.


Asher kembali putus asa setelah melihat River yang kembali menghampirinya, dia sangat panik bahkan sampai menangis dan mengompol.


Tapi Asher kembali melayangkan semua sihir yang dia bisa sebagai harapan terakhirnya.


ใ€ŒFire Magic : Fire Burst!ใ€


ใ€ŒWind Magic : Wind Vortex!ใ€


ใ€ŒWater Magic : Water Waves ใ€


Dia mengeluarkan semua sihir yang dia kuasai dengan penuh keputusasaan, berharap jika sihirnya itu bisa menghambat pergerakan River yang semakin dekat dengannya.


Tapi semua itu sia-sia karena River bisa menebas semua sihir itu.


Asher sangat khawatir akan keselamatannya ketika melihat mata River yang tanpa rasa belas kasihan dan haus darah.


Dengan penuh penyesalan, diapun memilih untuk menyerah.


"A-Aku menyerah-"

__ADS_1


* SWOOOSH! *


Sebelum Asher bisa menyelesaikan kalimatnya, pedang tipis milik River sudah melayang terlebih dahulu di lehernya.


Asher bisa merasakan kematian walau hanya sesaat, dia hanya bisa memejamkan matanya karena refleks.


Tapi setelah beberapa saat kemudian, tidak ada tanda tanda kematian yang sudah Asher perkirakan.


Dia kebingungan dan kemudian membuka matanya dengan hati hati dan melihat jika pedang milik River hanya berjarak beberapa milimeter dari lehernya, dia bisa merasakan hawa dingin dari pedang itu.


Asher mengalihkan pandangannya kearah River dan melihat sesuatu yang sangat mengejutkan.


Itu adalah pemandangan River yang di halangi oleh 3 orang guru untuk menghentikannya melayangkan tebasan kepada Asher.


Yang pertama adalah Guru Cedric yang menangkis pedang River menggunakan pedang emas miliknya.


Guru Fanela terlihat menggunakan sihir spesialnya yang berelemen gravitasi seperti Alexa untuk menghambat pergerakan River.


Sedangkan Mis Ayla menggunakan sihir cahaya untuk menyembuhkan atau menenangkan pikiran River.


Guru Fanela mulai bicara, "Apa kau tidak mendengar teriakkan kami untuk menghentikan pertarungannya?"


"Aku tidak akan membiarkanmu melukai murid favoritku," lanjut Cedric.


"Kembalilah ke ruang kelasmu," perintah Guru Fanela.


"........"


River terdiam, dia hanya menatap Asher yang wajahnya sudah memucat dengan tatapan sinis lalu menyarungkan pedangnya sebelum kembali ke ruang kelas seperti perintah Guru Fanela.


Dia pergi begitu saja meninggalkan semua tatapan ketakutan dari murid lainnya.


...


...


...


Dalam perjalanan River menuju ruang kelas, Finley tiba-tiba menghampiri dirinya.


"River, bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja? Kau terlihat agak aneh akhir-akhir ini...." ujar Finley tampak khawatir.


"Aku baik-baik saja." balas River tanpa menatap Finley.


Finley merasa aneh, tapi tidak terlalu memikirkannya.


"Oh benar, kau belum sarapan kan? Aku membawa bekal lebih jadi ayo kita sarapan bersama." ajak Finley.


River melirik kearah Finley dan melihat dia membawa kotak bekal yang cukup besar.


"Aku tidak lapar sekarang." balas River agak cuek karena dia memang tidak lapar.


Finley tidak terima lagi dengan sikap River yang tiba-tiba menjadi menjadi cuek dengannya.


"Sudah kuduga ada yang aneh denganmu River ... kenapa kau tiba-tiba cuek denganku? Apa yang sebenarnya terjadi? Tolong katakan padaku, aku pasti akan membantumu...."


Finley sangat sedih dengan perubahan River, dia juga sedikit menangis ketika mengutarakan perasaannya dan memegang tangan River lalu mengguncangnya.


River menepis tangan Finley karena merasa risih.


"Hentikan itu, dasar cengeng! Memangnya apa yang bisa kau lakukan selain menangis? Aku benci orang yang cengeng!" bentak River.


Melihat ekspresi menyedihkan Finley, River jadi teringat dengan dirinya yang dulu, jadi dia membencinya....


Setelah membentak Finley, River kemudian pergi meninggalkannya terdiam di tempat.


Setelah berada cukup jauh dari Finley, River langsung bersandar di dinding dengan pikiran yang kacau.


"Bisa-bisanya aku marah karena alasan sederhana seperti itu......" gumam River.


...โ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆ...


...๐ฟ๐‘–๐‘˜๐‘’, ๐‘‰๐‘œ๐‘ก๐‘’, ๐ด๐‘›๐‘‘ ๐ถ๐‘œ๐‘š๐‘š๐‘’๐‘›๐‘ก ๐‘ˆ๐‘›๐‘ก๐‘ข๐‘˜ ๐‘€๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘ข๐‘˜๐‘ข๐‘›๐‘” ๐ด๐‘ข๐‘ก๐’‰๐‘œ๐‘Ÿ ๐ท๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘š ๐ต๐‘’๐‘Ÿ๐‘˜๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ฆ๐‘Ž...


...~Chp 25 : 1302 kata~...

__ADS_1


__ADS_2