DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 53: Mencari Hewan Tunggangan


__ADS_3

"Jadi bagaimana caraku untuk berevolusi menjadi Dewa Kegelapan sepenuhnya?" tanyaku penasaran.


"Umumnya ada dua cara kita sebagai para pewaris berevolusi, yang pertama adalah dengan cara menyerap energi dunia, ini terlalu beresiko karena dapat meruntuhkan pondasi dunia ini yang sudah kokoh." jawab Riona.


Cara yang pertama memang terlalu beresiko. Yang aku inginkan adalah berevolusi, bukan menghancurkan dunia. Walaupun aku membenci dunia busuk ini tapi jika tidak ada dunia ini lalu bagaimana caraku untuk hidup?


"Lalu bagaimana dengan cara yang kedua?" tanyaku.


Riona menatap mataku dalam-dalam sambil tersenyum, lalu berkata, "Kau harus memanen jiwa manusia."


"Apa harus ras manusia?" tanyaku sedikit tidak terima.


"Ya, ras manusia adalah ras unik yang bisa menggunakan segala jenis elemen sihir termasuk elemen spesial. Jadi wajar jika jiwa mereka adalah bahan evolusi yang berharga." jawab Riona santai.


Sekarang aku memikirkannya. Riona telah hidup selama ratusan tahun karena dia adalah ras iblis, dia berkeliling di seluruh benua Lhigor dan membawa memanen jiwa para manusia dengan menggunakan gelombang monster.


Semua itu dia lakukan demi bisa berevolusi menjadi Demon Ancestor sesungguhnya.


{Sepertinya kau juga harus berevolusi, bocah. Lawanmu semakin hari akan semakin kuat, jadi kau harus memilih apa yang akan kau korbankan untuk berevolusi, apakah itu energi dunia atau jiwa rasmu sendiri.}


Sekarang Zetton malah membuatku semakin bimbang.


Tapi apa yang dia katakan memang benar, dengan berevolusi menjadi Dewa Kegelapan sepenuhnya maka kekuatanku akan setara dengan para Dewa dan Dewi, mereka tidak akan menjadi ancaman terbesarku lagi jika aku sudah berevolusi.


'Kurasa aku harus mempersiapkan diri untuk membantai rasku sendiri....' batinku.


「Dark God Sword Technique : First Technique : Dark Slash」


* SWOOOSH!! *


* SLASH!! *


Puluhan monster Rank-A berjenis Minotour di depanku langsung terbunuh dengan begitu mudahnya hanya dengan menggunakan teknik pertamaku.


Aku melihat kearah Riona yang juga telah membunuh para monster yang mengepungnya, sementara Finley dia sedang bersiap menggunakan sihir cahayanya.


「Light Magic : Purgatory Light!」


Cahaya Penyucian yang begitu suci menyinari para monster hingga berubah menjadi abu, akan tetapi sihir itu juga sedikit mengenai lengan Riona hingga membuat wanita itu berteriak kesakitan.


"Aww!! Apa kau ingin membunuhku perempuan sialan!" teriak Riona memegangi lengannya yang sedikit hangus.


"Maaf, aku kira kau monster." balas Finley dengan wajah datar.


"Dasar...." gerutu Riona.


Aku mulai kasihan dengan Riona yang selalu dibully oleh Finley, tapi mengingat Riona yang telah membunuh ayah Finley membuatku mewajari semua perlakuan kasar Finley.

__ADS_1


Tidak masalah menghukumnya asal tidak terlalu berlebihan dan di luar batas wajar.


"Kalian berdua hentikan itu, kita harus merencanakan perjalanan kita untuk kedepannya," kataku memisah pertengkaran mereka berdua.


"Baik..." jawab Finley lalu menghampiriku.


Setelah selesai istirahat sebelumnya, stamina dan kekuatan kami sudah kembali pulih walau tidak 100%, tapi setidaknya kami bisa melanjutkan perjalanan di dalam dungeon ini.


Ngomong-ngomong kami bertiga masih berada di Great Dungeon bagian benua Lhigor, tapi kami telah mencapai lantai 5 dari entah berapa banyak lantai yang ada.


Disini monster terkuat yang kami temui hanyalah monster Rank-A yang baru saja kami bunuh dengan mudah, mungkin di lantai selanjutnya kami akan menemui monster Rank-S keatas.


Tapi yang pasti kami tidak bisa menghabiskan terlalu banyak waktu kami di lantai ini.


"Kita harus mendapatkan tunggangan," kataku.


"Apa kau bercanda? Setiap makhluk yang kita temui di tempat ini ingin memangsa kita, bagaimana cara kita mendapat tunggangan?"


"Aku percaya padamu, River..."


Riona membantahku, sementara Finley mempercayaiku.


"Tidak usah khawatir. Aku mempunyai cara khusus untuk menjinakkan seekor monster, bahkan monster terkuatpun bisa aku jinakkan." kataku.


Lebih tepatnya Zetton yang akan menjinakkannya, dia adalah naga kegelapan yang dikenal juga sebagai leluhur para naga dan Raja para monster.


"Kau selalu saja bisa melakukan hal yang mustahil, baiklah aku mempercayaimu..." kata Riona pasrah.


Aku tersenyum, "Kalau begitu kita harus mencari monster yang kuat, lincah, dan besar untuk membawa kita melintasi dungeon ini." kataku.


Ciri-ciri monster yang aku sebutkan tadi tidak mungkin ada di lantai ini, jadi kami harus turun ke lantai berikutnya untuk menemukan monster yang sesuai dengan seleraku.


Beberapa hari kemudian kami akhirnya sampai di lantai 6 dengan cukup mudah karena lawan kami yang hanyalah monster Rank-A.


Dan seperti yang telah aku perkirakan, monster yang menyambut kami di lantai 6 adalah monster Rank-S, bukan hanya satu melainkan 5 monster Rank-S sekaligus.


Namun kami bisa mengatasi semua itu dengan bekerja sama, sihir suci milik Finley benar-benar sangat berguna untuk melawan monster dengan elemen kegelapan walaupun Finley terkadang mencari kesempatan untuk menyerang Riona.


Tapi sayangnya aku tidak menemukan monster yang sesuai dengan seleraku untuk menjadi tunggangan kami, alhasil kami kami bertiga langsung turun ke lantai 7 tanpa beristirahat sama sekali...


"Kuharap kita menemukan monster yang kau inginkan di lantai kali ini..." ujar Riona tampak sangat kelelahan.


Dia bukan kelelahan karena melawan monster, melainkan kelelahan karena harus menghadapi Finley yang selalu mengganggunya.


Kami bertiga sedang berjalan di lorong dungeon yang sangat gelap, tidak seperti sebelumnya yang diterangi oleh kristal bercahaya seperti yang ada di dungeon bawah tanah ibukota.


Finley dan Riona masih asyik bertengkar di belakangku, sementara aku merasakan ada sesuatu yang aneh dengan kegelapan di lorong dungeon ini.

__ADS_1


'Sepertinya Riona dan Finley tidak menyadarinya...' batinku.


* swooosh.... *


Hembusan angin lembut menerpa rambut hitamku, seketika aku langsung waspada dan memegang gagang pedang hitam peninggalan Master yang tersarungkan di pinggangku.


"Ada apa River?"


"Apa ada sesuatu?"


Mereka berdua benar-benar tidak menyadari jika ada makhluk yang bersembunyi di kegelapan lorong ini.


Aku tidak menjawab pertanyaan mereka karena masih fokus.


「Dark Magic : Night Vision!」


Mataku bersinar merah dan bersamaan dengan itu aku bisa melihat pemandangan lorong dungeon itu dengan lebih jelas, itu hanyalah lorong gelap biasa, tapi ... ada makhluk yang bersembunyi di dalam sana.


Makhluk galap dengan sayap dan ekor yang sangat panjang..


"Semuanya, waspada!" teriakku.


Walaupun mereka berdua tidak bisa merasakan adanya bahaya di dalam kegelapan itu, tapi mereka tetap menuruti perkataanku dan menjadi waspada.


Suara dengkuran makhluk buas terdengar dari dalam kegelapan, bersamaan dengan sepasang mata predator berwarna kuning tampak melayang di langit-langit lorong.


"Serang!" perintahku tegas.


「Demon Ancestor Magic : Red Blood Strike!」


Serangan darah merah Riona melesat dengan kencang dan menghantam langit-langit lorong hingga hancur, tapi aku bisa melihat makhluk itu bergerak sangat cepat hingga meninggalkan siluet hitam.


「Light Magic : Ambient Lighting!」


Merasa tempat ini terlalu gelap untuk melawan makhluk itu, Finley langsung menerangi tempat ini dengan sihir cahayanya. Ini bukan sihir serangan, jadi tidak berdampak pada siapapun kecuali tempat yang awalnya gelap menjadi terang.


Kami bisa melihat dengan jelas wujud makhluk itu sekarang, dia adalah seekor naga kegelapan sama seperti Zetton tapi memiliki tubuh yang jauh lebih kecil.


Makhluk itu tersenyum, memperlihatkan seluruh taring tajamnya, "Hehe, aku tidak pernah menyangka jika putri Dewi Cahaya akan tersesat di tempat ini."


"Makhluk itu bisa bicara? Bagaimana bisa?" kataku sedikit terkejut.


"Sepertinya dia setara atau melebihi monster Rank-SSS ... terlebih lagi bagaimana bisa aku tidak menyadari keberadaannya..." gumam Riona.


"Ternyata kau tahu banyak hal juga padahal kau itu seorang wanita. Perkenalkan, namaku adalah Zetton sang Dewa Naga, berlututlah di hadapanku sekarang! Hahahaha...."


{Eh?}

__ADS_1


Tampaknya Zetton sangat terkejut mendengar naga kecil itu mengaku sebagai dirinya, sementara aku sedikit kebingungan.


'Apa apaan dengan Naga Kecil ini....' batinku.


__ADS_2