
Semua orang yang ada di ruangan rapat sangat terkejut dengan kedatangan Leon yang sangat tiba-tiba, terlebih lagi penampilannya sangat berbeda dengan yang mereka kenal.
Sebuah armor silver terpasang di tubuhnya yang jauh lebih tinggi dan dewasa dibandingkan saudari kembarnya yaitu Leyn, auranya juga terasa lebiberkharisma daripada sebelumnya yang terkesan kekanak-kanakan dan naif.
Leyn tidak percaya dengan kedatangan kakaknya yang sangat tiba-tiba itu, beberapa tahun mereka berpisah dan bertemu kembali dalam situasi yang benar-benar berbeda.
Leyn tidak tahu harus berkata seperti apa kepadanya, tidak mungkin dia akan menyambut kedatangan Leon yang jelas tidak datang dengan damai.
Leon menatap mata Leyn secara langsung, kemudian senyuman terbentuk di bibirnya, "Lama tidak bertemu, Leyn..."
"Apa aku harus menyambut kepulanganmu?" tanya Leyn sinis.
Dia memang mengakui kesalahannya yang mengakibatkan pertengkaran diantara dirinya dan Leon, tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk meminta maaf dan berbincang santai.
Senyuman Leon menghilang, "Sepertinya kau sudah tidak menganggapku sebagai bagian dari keluarga Nereida lagi..."
Leyn terdiam, dia tidak bermaksud untuk menelantarkan Leon dari keluarga Nereida.
Leyn ingin lanjut berbicara namun sudah dipotong terlebih dahulu oleh Leon bahkan sebelum dia berbicara.
"Lupakan tentang masalah pribadi kita, aku datang kesini hanya untuk memperingatkan dirimu dan seluruh kota Lumise bahwa kerajaan Mazzarri akan menjadi musuhmu jika kau tidak menuruti perintah Yang Mulia Raja."
"Perintah macam apa itu?"
"Kota ini telah berdiri tanpa izin di wilayah kekuasaan kerajaan Mazzarri, jadi kau harus bersedia untuk bergabung dengan kerajaan dan menyerahkan segala desain teknologi kota ini."
Leyn sangat terkejut mendengar perkataan Leon yang terdengar sangat serius.
"Kau salah, wilayah ini adalah bagian dari kerajaan Victoria, mana mungkin-"
"Lihatlah kenyataannya Leyn. Kerajaan Victoria telah hancur dan seluruh wilayah yang ditinggalkannya sekarang telah menjadi bagian dari kerajaan Mazzarri termasuk kota ini!" sargah Leon sedikit meninggikan suaranya.
"Tidak mungkin..." gumam Leyn lirih.
Mengklaim suatu wilayah kekuasaan kerajaan lain adalah hal yang sangat lancang, meskipun kerajaan Victoria telah hancur tapi selama masih ada keturunan keluarga kerajaan maka wilayahnya masih milik kerajaan Victoria.
Leyn sedikit berpikir, satu satunya keturunan keluarga kerajaan adalah putri Arcadia, dan sekarang dia tengah berada di kerajaan Mazzarri karena Raja Gallagher memutuskan untuk merawatnya seperti putrinya sendiri...
Jadi begitu, Raja licik itu hanya beralasan merawat putri Arcadia hanya demi keuntungannya sendiri... - pikir Leyn.
"Pikirkan sekali lagi sebelum kau memutuskan jalan yang akan kau pilih..." kata Leon dengan tubuhnya yang mulai menghilang.
"Tunggu!"
__ADS_1
Leyn berteriak untuk menghentikan kepergian kakaknya, namun itu sudah terlambat karena Leon sudah menghilang begitu saja dari tempat itu.
"Sihir bayangan?" gumam Leyn memastikan sihir yang Leon gunakan.
Dengan kata lain yang tadi itu bukanlah tubuh asli Leon melainkan sebuah sihir yang menyerupai dirinya, itu adalah salah satu sihir langka yang membuat Leyn semakin yakin kekuatan Leon sudah jauh lebih kuat di atasnya.
Leyn menggertakkan giginya merasakan kemarahan yang bergejolak di dadanya, padahal dia sedang mempersiapkan pasukan untuk menghadapi Ratu Iblis Estienne tapi sekarang kerajaan Mazzarri ingin membuat masalah kepadanya.
"Apa mereka sadar kalau umat manusia sedang terancam!" teriak Leyn penuh kemarahan.
Saking marahnya sampai-sampai dia mengangkat kakinya untuk menendang meja rapat hingga hancur berkeping-keping menghantam dinding.
Nafas Leyn tersengal-sengal ketika ia mulai meredakan amarahnya. Setelah menghembuskan nafas panjang Leyn berbalik dan menatap orang-orang yang mengganga lebar melihat tindakan Leyn barusan.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Leyn dengan polosnya.
Semua orang terkesiap sebelum meneguk ludah kasar.
""K- kami baik-baik saja nona..." jawab mereka bersamaan.
Siapa sangka gadis muda, imut, dan manis di hadapan mereka itu bisa menjadi harimau yang ganas ketika sedang marah. Lain kali mereka harus berpikir dua kali agar tidak membuat Leyn marah.
"Mengenai kakak anda tadi-"
Dia tidak boleh mengutamakan urusan pribadi ketika masalah yang rumit telah berdiri di hadapannya. Leyn tetap profesional dalam mengemban tanggung jawabnya walaupun pikirannya sedang diselimuti oleh kedatangan kakaknya beberapa saat lalu.
...
...
...
Disisi lain Leon membuka matanya yang sedari tadi terpejam dan sedikit tersenyum ketika mengetahui informasi dari bayangannya yang baru saja menemui adiknya, Leyn.
"Ternyata dia sudah jauh berkembang sejak kita berpisah..." gumamnya.
Leon berdiri dan menatap kota Lumise dari jauh, tepatnya saat ini dia sedang berada di sebuah dataran tinggi sehingga bisa melihat kota Lumise dengan cukup jelas.
Tak lama kemudian seorang pria paruh baya dengan tubuh kekar dan sebuah luka tebasan di satu matanya datang menghampiri Leon sambil berlutut di belakangnya.
"Seluruh personil telah siap Jendral!" kata pria paruh baya itu tegas.
"Kerja bagus, Johan. Kita akan melakukan pergerakan setelah aba-abaku nanti." ucap Leon tanpa menatap pria bernama Johan itu.
__ADS_1
Johan mengangguk patuh dan kemudian pergi dari sana karena dia tahu betul jika Leon adalah orang yang suka menyendiri.
Beberapa tahun lalu orang yang memegang gelar Jendral kerajaan Mazzarri adalah Johan sendiri. Dia adalah orang yang kuat namun dirinya pernah kalah ketika berduel dengan Leon yang menjadi momen lepasnya gelar kebanggaannya itu.
Dan sekarang status Johan hanyalah tangan kanan Leon yang patuh dan setia.
"Jadi seluruh personil telah siap ya..." gumam Leon dengan pandangan yang melemah mengingat dia harus melawan adik dan kampung halamannya sendiri.
Namun tidak ada yang bisa dia lakukan karena hanya dengan cara ini maka orang yang dia cintai akan terbebas dari penderitaannya.
Setelah berpisah dengan Leyn beberapa tahun lalu, Leon berinisiatif untuk bergabung dengan kemiliteran kerajaan Mazzarri karena hanya dirinya yang cukup mampu untuk mewakili warga kerajaan Victoria.
Leon merasa punya tanggung jawabnya tersendiri untuk berkorban demi warga kerajaan Victoria yang tengah mengungsi di kerajaan Mazzarri.
Selain itu tujuan Leyn bergabung dengan kemiliteran kerajaan Mazzarri juga karena adanya putri Arcadia sebagai orang yang dia cintai.
Leon sangat sedih ketika melihat kondisi gadis itu, mata emasnya yang sebelumnya bersinar terang sekarang telah redup. Dia tidak bisa lagi tersenyum ataupun berbicara, satu satunya yang bisa dia lakukan hanyalah berdiam diri dengan tatapan kosong.
Tabib istana telah memeriksa keadaannya dan menemukan bahwa putri Arcadia mengalami sakit mental yang serius diakibatkan oleh kematian kakaknya, pangeran Alexander dan ayahnya Raja Laurence.
Kematian mereka berdua masih menjadi misteri karena tidak adanya bukti yang nyata, tidak ada yang tahu pasti dalang dari kematian kedua anggota kerajaan itu.
Yang jelas sekarang adalah sakit putri Arcadia yang tidak bisa disembuhkan dengan sembarang obat.
Di tengah keputusasaan Leon, Raja Gallagher datang dan mengatakan jika dirinya tahu obat yang bisa menyembuhkan gadis yang ia cintai, tapi nyatanya itu hanyalah kebohongan semata untuk mengendalikan Leon layaknya sebuah boneka...
...
...
...
Sementara itu di depan gerbang masuk kota Lumise terlihat dua orang anak kecil yang sangat menawan, salah satunya adalah gadis imut berambut biru muda sementara yang satunya adalah anak laki-laki dengan rambut biru panjang dan sebuah simbol bintang di dahinya.
Ketika memasuki kota Lumise, gadis kecil itu terlihat sangat kagum dengan pemandangan kota modern di depannya dan sedikit dibuat kebingungan olehnya.
"Yui, kita sudah selesai menangkap seluruh roh yang lepas dari alam kematian dan melarikan diri ke benua ini, jadi bisakah kita pulang sekarang?" ujar Neo kepada Yui.
Yui tidak menjawab dan hanya fokus memperhatikan desain kota yang mengingatkannya akan dunianya yaitu Bumi, bahkan beberapa teknologi yang ada di dunianya juga tersedia di tempat ini.
"Ayolah, Kak River tidak akan marah kalau kita bermain-main di tempat ini sebentar, kan?"
"Kau ada benarnya..."
__ADS_1
Neo akhirnya pasrah dengan kemauan Yui dan berakhir berkeliling di kota modern itu yang membuat Yui semakin yakin jika kota itu memang ada hubungannya dengan dunianya.