
'Apa kau tahu sesuatu tentang Naga kecil ini, Zetton?' tanyaku dalam hati.
{Entahlah. Tapi jika dilihat dari penampilannya sepertinya dia masih sangat muda, mungkin usianya sekitar 7.000 tahun. Itu setara dengan anak manusia yang berusia 7 tahun.}
'Begitu ya... lalu kenapa dia menggunakan namamu?'
{Entahlah.}
Zetton benar-benar tidak bisa diharapkan dalam situasi ini...
"Hei, kenapa kalian hanya diam?! Berlututlah di hadapanku sekarang!!"
Naga kecil itu berteriak dengan kencang, membuat suaranya bergema di lorong sempit itu dan membuat telinga kami bertiga sedikit kesakitan.
"Bolehkah aku membunuh Naga menyebalkan ini?" tanya Riona kepadaku.
Aku ingin bicara untuk mengizinkannya, tapi Naga kecil itu kembali berteriak dengan kencang terlebih dahulu.
"Kau?! Kau ingin membunuhku? Hahaha, lucu sekali. Kau bahkan tidak akan bisa menangkapku!"
Riona menyeringai mengerikan, "Oh ya? Kebetulan aku sedang sedikit kesal hari ini, jadi akan kubuat kau sebagai pelampiasanku..."
"Lakukan saja jika kau bisa..."
Mereka berdua saling bertatapan dengan sorot mata yang tajam, Riona mengeluarkan aura membunuh yang sangat pekat begitupula dengan Naga Kecil itu.
Mereka saling bersiap untuk melancarkan serangan satu sama lain...
"Apa kita akan membiarkannya begitu saja?" tanya Finley tampak khawatir.
"Kau mengkhawatirkan Riona?" tanyaku.
Ini sedikit mengejutkan jika Finley mengkhawatirkan keadaan Riona, tapi jawaban yang ia berikan selanjutnya membuatku benar-benar tak habis pikir.
"Tidak, aku hanya mengkhawatirkan keselamatan Naga menggemaskan itu..."
'Seharusnya aku tidak bertanya...'
Lupakan tentang itu, sebaiknya aku melihat kemampuan Naga kecil itu.
* SWOOOSH! *
* BOOOOM! *
Riona melesat terlebih dahulu dan mendaratkan tendangannya ke tubuh Naga kecil itu.
Tapi tapi Naga kecil itu telah menghilang terlebih dahulu dari sana sehingga tendangan Riona menghancurkan tanah.
Kecepatan gerak Naga kecil itu benar-benar tidak bisa diremehkan.
"Tch! Jangan remehkan aku!" teriak Riona.
Wanita itu kemudian mencabut pedang besar yang tersimpan di punggungnya, itu adalah pedang yang sama dengan yang sebelumnya dia gunakan untuk bertarung denganku.
Riona bisa mengangkat pedang besar itu hanya dengan satu tangan, membuktikan kekuatan fisik Riona yang luar biasa.
* SWOOOSH!! *
Riona kembali melesat dan menyerang Naga kecil itu, tapi serangannya selalu meleset karena kecepatan Naga kecil itu yang sangat luar biasa.
__ADS_1
"Hahaha, sudah kubilang bukan jika kau tidak akan bisa menangkapku!" ejek Naga kecil itu.
Sontak Riona langsung emosi karena ejekan Naga kecil itu. Dan ketika Riona tengah lengah, Naga kecil itu langsung menyundul perut Riona dengan kecepatan penuh hingga membuatnya terlempar dan menabrak dinding.
"Apa kau butuh bantuan?" tanya Finley yang semakin membuat Riona merasa jengkel karena diejek.
"Itu tidak perlu." balas Riona kesal.
Ia kemudian bangkit dan mengelap mulutnya yang sedikit berdarah lalu menatap Naga kecil yang menggoyangkan ekornya dengan sombong.
"Jangan salahkan aku bersikap kasar dasar Naga sialan..." gumam Riona dengan tatapan tajam.
Beberapa saat kemudian rambut Riona mulai memutih, sayap tumbuh di belakang punggungnya dan tanduk tumbuh di dahinya.
Mata predator Riona menatap Naga kecil itu dengan penuh intimidasi.
Keringat dingin terlihat di sekujur tubuh Naga kecil yang terlihat sangat panik itu.
"K-kau seorang Demon Ancestor!! Kenapa tidak bilang? Tidak seharusnya kita berdua bertarung!"
"Sudah terlambat untuk berdamai sekarang!" teriak Riona.
Dia sudah berada dalam wujud Demon Ancestor yang sesungguhnya, dengan wujud ini maka dia sudah bisa menghancurkan sebuah kerajaan dengan sendirian.
Walaupun wujudnya yang sekarang tidaklah sekuat sebelumnya mengingat dia sudah menggunakan cukup banyak kekuatannya sebelumnya untuk menghantarkan benua Lhigor.
"M-Maafkan aku!!" teriak Naga kecil itu ingin melarikan diri.
Tapi Riona sudah muncul di belakangnya terlebih dahulu seolah-olah dia berpindah tempat, ia kemudian memegang ekor Naga kecil itu untuk mencegahnya lari.
"Ini pelecehan!" teriak Naga kecil itu tampak putus asa.
Riona berjalan menghampiri Naga yang tidak berdaya itu dan menghunuskan pedangnya tepat di bola mata Naga kecil itu.
"Aku menyerah...." ujar Naga itu dengan lirih.
Aku dan Finley berjalan menghampiri Riona lalu menepuk pundaknya, "Sudah cukup sampai disini." kataku.
Riona menghembuskan nafas panjang lalu berubah kembali menjadi dirinya, yaitu perempuan cantik berambut hitam.
"Kau lihat kekuatanku yang tadi?" kata Riona sombong kepada Finley.
"Yah, aku melihat kau menyiksa seorang bayi tanpa ampun." balas Finley cuek.
"Apa katamu!"
Mereka berdua kembali bertengkar di belakangku.
Aku menghiraukan mereka dan menghampiri Naga kecil yang itu dan melihatnya dengan baik-baik, ternyata di dahi Naga kecil itu terdapat sebuah simbol bintang yang meredup.
Simbol itu terlihat kurang jelas, jadi aku tidak menyadarinya sebelumnya.
{Aku tahu sekarang siapa Naga kecil itu!} teriak Zetton tiba-tiba.
'Kau tahu?'
{Benar, simbol bintang meredup itu adalah simbol dari ras Naga Bintang. Tidak salah lagi jika dia adalah keturunan dari Naga Bintang yang tinggal di kekaisaran Bulan!}
Kekaisaran Bulan, itu adalah nama kekaisaran milik Dewa Kegelapan yang merupakan tempat yang akan kami tuju. Seperti namanya kekaisaran itu berada jauh di bulan sana.
__ADS_1
Dan tentang Naga Bintang, aku tidak pernah mendengar tentang hal itu...
{Bocah, tolong sentuh kening Naga Kecil itu.}
'Baiklah.'
Seperti kata Zetton, aku menyentuh kening Naga Kecil yang sedang tidak berdaya itu, dan setelah itu ... tidak ada yang terjadi...
"Yang mulia Dewa Naga!"
Naga kecil itu tiba-tiba berteriak dengan ekspresi yang sangat terkejut.
Aku bertanya-tanya apa yang terjadi padanya, tapi Zetton langsung menjawab kebingunganku itu.
{Aku baru saja bicara dengannya, jangan khawatir dia bukan lagi musuhmu melainkan rekanmu.}
'Baguslah kalau begitu, bertambah satu orang kuat akan sangat membantu kita...' batinku.
Aku kemudian meminta Finley untuk menyembuhkan Naga kecil yang sedang terluka parah itu dan mengatakan jika ia akan menjadi rekan kita.
Walaupun sedikit enggan tapi Riona mau menerimanya setelah aku membujuknya.
...
...
...
"Jadi ... kita gagal mendapatkan seekor tunggangan lagi ya...." gumam Riona.
"Yah, mau bagaimana lagi..." balasku.
Pandangan Riona langsung menuju si Naga kecil dengan tatapan licik, "Bagaimana jika kita menjadikannya sebagai tunggangan kita?"
"Apa!?" teriak Naga kecil.
Dalam waktu kurang dari 1 hari, ia sudah mendapatkan trauma baru yaitu Riona.
"Tidak usah khawatir Naga kecil ... River tidak akan membiarkan kau disakiti lagi oleh wanita busuk itu..." kata Finley sambil mengelus kepala Naga kecil itu.
"Ngomong-ngomong, na- namaku yang sebenarnya adalah Neo, jadi berhentilah memanggilku Naga kecil."
"Baiklah, mulai sekarang panggil aku Kak Finley juga."
Finley terlihat sangat senang mendapatkan teman baru, atau mungkin rekan baru untuk membully Riona...
"Soal tunggangan apa boleh buat, kita harus turun ke lantai bawah lagi untuk mendapatkannya," kataku memasuki percakapan.
Mungkin akan membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan tunggangan, sementara kita juga butuh istirahat setelah berjalan dan bertarung melawan banyak monster selama berhari-hari.
"Oh, mengenai tunggangan, aku punya cukup banyak bawahan kuat dan bisa bergerak dengan cepat, mungkin mereka bisa menjadi tunggangan kita untuk menuju benua Dyuraz." kata Neo tiba-tiba.
"Kaulah yang terbaik, Neo!" kata Finley senang sembari memeluk tubuh Neo layaknya sebuah boneka.
Walaupun terkesan aneh jika Naga kecil seperti Neo memiliki banyak bawahan yang katanya cukup kuat. Tapi mengingat kekuatannya yang luar biasa, mungkin saja dia bisa menundukkan banyak monster di dungeon ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...
__ADS_1
...~Chp 54 : 1142 kata~...