
Xander ingin menggapai River, namun itu sudah terlambat karena nyatanya evolusi River berlangsung jauh lebih cepat dari yang ia perkirakan.
"M- mustahil..." gumam Xander dengan mata yang terbelalak.
River terlihat dengan wujud barunya yang jauh lebih dewasa daripada sebelumnya.
Tinggi badannya setara dengan orang dewasa sementara rambut hitamnya jauh lebih panjang hingga mencapai pinggangnya tapi sedikit acak-acakan.
Dan yang paling mencolok dari itu semua adalah pakaian hitam yang dihiasi dengan perpaduan warna biru dan ungu yang ia kenakan, itu merupakan tanda dari kebesaran seorang Dewa.
Auranya juga sudah sangat berubah, dia bukan lagi seorang manusia setengah Dewa melainkan sudah merupakan Dewa seutuhnya!
"Ini tidak mungkin! Bagaimana mungkin bocah rendahan sepertimu bisa mendapatkan kekuatan sebesar ini!" teriak Xander tidak percaya.
River tidak menjawabnya melainkan hanya menatapnya tanpa emosi sama sekali, membuat Xander menahan nafasnya merasakan kebesaran dari sosok yang merupakan musuhnya itu.
Xander bisa merasakan kematian sudah dekat di depan matanya saat mata mereka berdua saling bertemu.
Seketika dia sudah melupakan semua tujuannya itu, mulai dari kemarahannya karena usaha kerasnya telah dirampas dan tekadnya untuk menjadi seorang Dewa.
Satu satunya yang ia inginkan adalah pergi dari tempat itu secepatnya....
Aku harus cepat pergi! - pikir Xander dengan tubuh gemetaran.
Namun sebelum ia bisa melangkahkan kakinya, River sudah menggenggam wajahnya terlebih dahulu lalu membantingnya ke bawah.
* BUGH!! *
* DUUAAR!! *
"Gukhak!"
Xander mengeluarkan seteguk darah segar saat kepalanya di banting hingga menghancurkan sebagian dataran bulan itu.
"Le- lepaskannnn!!" teriak Xander dengan susah payah ketika lehernya di cekik dengan keras oleh River.
Menuruti perkataan pria yang tengah putus asa itu, River melepaskan cekikikan lalu melempar tubuhnya ke atas atau lebih tepatnya ke luar angkasa lepas.
Sebagian dari bulan telah hancur dikarenakan pertarungan mereka yang sangat sengit, puing-puing yang hancur itu lantas menjadi batu asteroid yang memutari bulan.
Melihat Xander yang masih terlempar tanpa henti, River juga langsung melesat terbang keatas langit dengan kecepatan yang tidak dapat dilihat dengan mata.
Kecepatannya itu hanya memperlihatkan kilatan hitam yang melesat dengan cepat.
Xander melihat Merlin melesat kearahnya dengan cepat menjadi sangat kesal dibuatnya, dia tidak mempunyai pilihan lain lagi selain menggunakan kemampuan terkuatnya jika ingin lolos dari River.
[Blood Demon Magic : Invisible Blood Attack!]
Merlin merasakan serangan tak terlihat yang mengarah langsung kepadanya, namun dia tidak menghindar sama sekali yang membuat Xander menaikan sudut bibirnya menyeringai.
Tidak peduli seberapa kuat kekuatannya, dia hanyalah seorang bocah yang baru belajar bertarung - pikir Xander.
Xander mendapatkan kembali harapan dan kepercayaan dirinya itu sebelum kembali dihancurkan dengan kenyataan mengejutkan yang terjadi di hadapannya.
Serangan tak terlihat miliknya itu tidak berpengaruh sama sekali walaupun sudah mengenai River.
Apa yang terjadi? Itu adalah serangan yang bisa menyerap energi kehidupan, kenapa itu tidak berpengaruh!! - batin Xander kesal.
Tapi tidak masalah karena seranganku masih belum berhenti sampai disana - lanjutnya.
Serangan susulan kembali mengarah kepada River, namun lagi-lagi serangan itu tidak mempan sama sekali kepadanya dan membuat Xander kembali putus asa.
__ADS_1
Semua hal yang terjadi itu disebabkan oleh kemampuan spesial River yaitu First Attack Immunity dan Preoceeding Attack Immunity yang dapat meniadakan serangan pertama dan serangan lanjutan musuh.
Kalaupun serangan itu mengenai River maka itu tidak akan berpengaruh sama sekali karena ia memiliki kemampuan Illness Immunity.
Dan bertepatan dengan itu, sehelai rambutnya telah terpotong tanpa alasan yang jelas tetapi Demon System telah memberitahunya jika itu adalah Special Skill milik Horrowitz.
Kalau begitu ini giliranku - batin River.
Ia kemudian menggunakan kemampuan dimensi miliknya hingga membuat tempat itu diselimuti aura hitam pekat.
Xander refleks menutup matanya, dan ketika dia membuka matanya kembali dirinya sudah tidak berada di luar angkasa melainkan di sebuah tempat antah berantah yang memiliki paduan warna yang tidak jelas.
Mustahil! Ini dimensi buatan! - batin Xander tak percaya karena elemen dimensi sangatlah langka dan sudah tidak pernah terlihat lagi selama ribuan tahun.
Xander melihat kesekelilingnya untuk menemukan musuhnya hingga matanya membulat sempurna ketika melihat River yang berada tepat diatasnya yang menatapnya dengan dingin.
Merlin mengangkat tangannya dan sebuah pedang seperti hitam pekat tiba-tiba muncul dari kehampaan.
Dari awal River sudah menduga jika pedang itu bukanlah pedang biasa, dan ternyata itu memang benar....
...----------𝔖𝔱𝔞𝔱𝔦𝔰𝔱𝔦𝔨----------...
...Sword Of Serenity...
...Rank: SSS+ (GOD)...
...Elements:...
...Dark...
...Special Effect:...
...[Super Immunity]...
...[Magic Absorber]...
...Dapat menyerap sihir dan melepaskannya kembali....
...[Permanent Wound]...
...Luka terhadap terkena pedang ini akan bersifat permanen dan tidak dapat disembuhkan tanpa izin pengguna....
...[The Curse Of Death]...
...Makhluk hidup yang terbunuh oleh pedang ini tidak akan mengalami perputaran evolusi lagi....
...Keterangan:...
...Sebuah pedang yang ditempa langsung oleh Dewa ilmu pengetahuan Carvath Gaedistrer untuk diberikan kepada Dewa Arshadow Sizraes....
...----------𝔖𝔱𝔞𝔱𝔦𝔰𝔱𝔦𝔨----------...
River yang baru mengetahui kekuatan sebenarnya dari pedang itu tanpa pikir panjang langsung menggunakannya dan membuat kekuatan dahsyat muncul tiba-tiba dari pedang itu dan terpancar keseluruh dimensi buatannya.
Xander menggigit bibirnya, dia merasa malu pada dirinya sendiri karena ketakutan ketika melawan River saat ini...
Tapi walaupun ketakutan, dia sudah tahu jika dirinya tidak bisa mengalahkan River sama sekali, akan tetapi dia tetap menguatkan dirinya untuk memberikan perlawanan.
* SWOOOSH!! *
* SLASH!! *
__ADS_1
River menebaskan pedangnya dan sebuah kilatan berwarna ungu melesat dengan cepat kearah Xander, ia ingin menghindarinya tetapi entah kenapa serangan itu masih tetap mengenai dirinya.
* CRASSH! *
"Aaaarrgh!"
Xander berteriak kesakitan karena lengannya yang terpotong dengan sempurna oleh River, tapi River tidak berhenti sampai disana dan kembali memberikan tebasan yang lebih banyak.
* SLASH!! *
* SLASH!! *
* SLASH!! *
Tiga tebasan beruntun dilancarkan kepada Xander dengan cepat, dan seperti sebelumnya ia masih terkena serangan itu walaupun sudah menghindarinya.
Tentu saja dia tidak dapat menghindarinya karena dimensi itu adalah buatan River, jadi River dapat melakukan hal apa saja sesuai dengan keinginannya.
Selain itu dengan bantuan kemampuan spesialnya yang banyak, River dapat membunuh Xander dengan sangat mudah.
Xander benar-benar sedang dalam keadaan sekarat, seluruh tubuhnya terluka parah dan tidak dapat disembuhkan karena salah satu efek spesial dari Sword Of Serenity.
Merlin mendekati Xander yang tengah sekarat dan langsung menginjak kepalanya hingga membuat pria dengan harga diri besar itu menjadi sangat marah.
"Sistem dunia akan membalas perbuatanmu kepadaku dasar sialan!" ujar Xander memelototi River.
"Kebetulan sekali aku ingin melenyapkannya juga..." kata Merlin dingin dan tanpa emosi.
"Kau-"
* CRASSH! *
Dengan satu ayunan pedangnya, River menebas kepala Xander hingga terpotong dan membuat darah menyembur dengan deras dari lehernya.
Setelah membunuh Xander, rasa sesak di hati River akhirnya mereda dan ia sudah bisa tenang kembali...
...
...
...
River keluar dari dimensi buatannya dan muncul di angkasa sebelumnya sambil menatap dunia Aquila Phoroneuse17 yang jauh berada di ujung penglihatannya.
Akhirnya semuanya telah selesai... - pikir River.
{Apa kau melupakan sesuatu?}
Zetton tiba-tiba berbicara, membuat River berpikir sejenak sebelum ia menyadari sesuatu yang sangat penting.
Sekarang aku sudah berevolusi, jadi aku bisa mengeluarkanmu dari tubuhku
{Aku tahu dan cukup senang karena hal itu, tapi sepertinya ada seseorang yang gagal membalaskan dendamnya hari ini...}
River akhirnya paham dengan perkataan Zetton yang selalu membuatnya berpikir itu, orang yang dia maksud itu adalah Riona yang gagal balas dendam karena tidak menemukan keberadaan Simon.
"Aku akan mengurusnya nanti..." kata River serius.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...
__ADS_1
...~Chp 82 : 1228 kata~...