DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 88: Rencana Penaklukan


__ADS_3

Setelah penaklukan yang direncanakan oleh River telah direncanakan dengan baik, ketika Raja dan Ratu Iblis itu langsung melaksanakan tugas yang diberikan oleh River.


Estienne akan menaklukkan sebagian besar ras manusia di benua Lhigor, dia harus mampu meraup pasukan kuat dari benua itu walaupun harus mengorbankan berjuta-juta nyawa.


River tidak akan ragu walaupun harus mengorbankan kampung halamannya demi tujuannya untuk mengalahkan sistem dunia dan melepaskan orang tuanya.


Eve bertugas menaklukkan ras Elf di benua Plovyn karena mereka adalah sumber kekuatan yang sangat penting, sementara Boris menaklukkan ras Dwarf benua Ealorath.


Sementara untuk benua Vergesne River sendiri yang akan menaklukkannya, namun tujuan utamanya bukan hanya untuk menaklukkan monster di benua itu....


"Kalau begitu lakukanlah tugas kalian dengan benar!" titah River.


""Baik Yang Mulia!"" jawab mereka semua serentak.


Mereka kemudian pergi dari hadapan River untuk segera menuju tempat penaklukan mereka masing-masing, mereka tidak perlu khawatir tentang perjalanan menyebrangi lautan karena River sudah menyiapkan banyak rune teleportasi.


River juga bersiap, ia mengganti jubah kekaisarannya dengan sejumlah armor hitam mengkilap yang merupakan armor terkuat Dewa Kegelapan.


"Apa kau yakin tidak ingin kami menemanimu?" tanya Riona.


"Kami pasti bisa membantumu walaupun sedikit." sambung Finley sedikit khawatir.


River menghampiri kedua wanita itu dan menepuk pundaknya pelan dengan sebuah senyuman yang terlukis di wajahnya.


"Aku akan baik-baik saja, kalian tunggulah di tempat ini bersama dengan Neo dan Yui. Benar juga, dimana mereka sekarang?" kata River yang baru menyadari jika belum melihat kedua anak itu sejak pagi.


"Mungkin mereka sedang berduaan di taman seperti biasanya..." jawab Riona sambil memutar bola matanya malas.


Semenjak Neo mendapatkan wujud manusianya entah kenapa dia dan Yui menjadi sering bersama.


Mereka menjadi sangat dekat bahkan saat sarapan Neo sering menyuapi Yui yang membuat pipinya merah merona.


Yah ... apapun yang terjadi diantara mereka berdua biarlah mereka menjalaninya tanpa gangguan....


"Kalau begitu aku berangkat dulu."


""Berhati-hatilah..."" kata Finley dan Riona bersamaan.


Sama halnya seperti Neo dan Yui yang menjadi dekat, Riona dan Finley juga sudah jauh lebih bersahabat tanpa pertengkaran yang membuat River pusing seperti sebelumnya.


Mungkin mereka telah saling memahami dan berakhir memiliki rasa empati antara satu sama lain.


River langsung berteleportasi ke benua Vergesne karena ia adalah seorang Dewa yang tidak terikat pada konsep kekuatan duniawi, dia bisa menciptakan sihir tak terbatas hanya dengan membayangkannya saja.


Ini adalah pertama kalinya River ke benua Vergesne dan dia terlihat sangat kagum dengan pemandangan di tempat itu yang ia lihat dari atas langit.


Tidak ada peradaban yang terlihat di benua itu kecuali hanya hutan lebat yang menjangkau semua bagian benua, ada juga beberapa sungai dengan air yang jernih.


Dedaunan di pepohonan yang itu terlihat sedikit basah yang menandakan jika hujan baru saja turun di tempat itu yang menciptakan beberapa pelangi indah.


Suara burung-burung eksotis juga terdengar berkicau dengan riang di tempat itu.

__ADS_1


"Tempat ini seperti surga, namun..." gumam River berhenti ketika melihat beberapa Wvren yang menerjang ke arahnya dari jauh.


"Namun tempat ini nyatanya adalah neraka..." lanjut River lalu menjentikkan jarinya membuat Wvren itu hangus terbakar api hitam.


Tempat ini menganut hukum rimba, yang kuat akan berkuasa sementara yang lemah akan mati.


Tidak ada belas kasihan sama sekali di tempat ini kecuali bersikap kejam demi bertahan hidup di tempat penuh dengan monster Rank-SSS itu.


Namun semua itu bukanlah masalah besar bagi River dengan kekuatannya yang sekarang ini, tujuan utamanya ke tempat ini sebenarnya adalah untuk melepaskan sosok yang ada di dalam dirinya itu.


"Apa kau sudah siap Zetton?"


{Aku siap kapanpun!}


River berkonsentrasi untuk memanggil sebuah sistem yang ia dapatkan dari hasil evolusinya itu.


...[Sistem selalu siap membantu Anda Yang Mulia]...


Suara sistem yang berupa seorang suara seorang wanita itu terdengar di benak River siap untuk melakukan apapun yang River suruh.


"Tolong perlihatkan persentase keberhasilan pelepasan Zetton." ujar River.


[Zetton sang Dewa Naga, ia disegel di dalam tubuh Anda oleh Lilith Schwarzer menggunakan rantai ilahi dalam wujud Roh karena wujud fisiknya telah mati ketika melawan 5 entitas tertinggi. Anda tidak bisa mengeluarkannya sebelum menyiapkan tubuh untuknya.]


"Kalau begitu buatkan tubuh untuknya."


...[Baik, pembuatan tubuh dimulai!]...


System adalah entitas misterius yang dipunyai oleh para Dewa, bukan hanya River saja. Mereka ada untuk mengikat para Dewa pada sistem dunia dan membuatnya selalu setia padanya.


Namun Sistem milik River sedikit berbeda karena tidak terikat oleh sistem dunia, oleh karena itu dia memiliki kebebasan bertindak yang tidak dimiliki para Dewa lainnya.


Beberapa hari ini River telah mencari tahu tentang Sistem yang dia miliki dan mendapatkan informasi jika sistem miliknya sebelumnya adalah sistem milik ayahnya, Arshadow Sizraes.


Ayahnya telah memodifikasi sistem itu sedemikian rupa agar tidak terikat oleh sistem dunia demi melindungi anaknya yaitu River.


Dia adalah pria berdedikasi tinggi dan memiliki pandangan jauh ke depan, oleh sebab itu River tidak sabar lagi untuk bertemu dengan ayahnya.


...[99%.....100%]...


...[Pembuatan tubuh Dewa Naga telah berhasil!]...


Beberapa saat kemudian sistem milik River telah selesai menciptakan tubuh baru untuk Zetton, River kemudian mengeluarkan tubuh yang berbentuk manusia pada umumnya dan memiliki gender laki-laki.


River menyentuh kening tubuh tanpa roh atau jiwa itu lalu berkata kepada Sistem, "Semuanya telah siap, mulailah proses pemindahan roh!"


...[Baik Yang Mulia! Memulai pemindahan roh Dewa Naga!]...


...[10%......30%.....60%......]...


Tangan River mengeluarkan aura ungu pekat memasuki kening tubuh yang telah dibuatkan itu, seiring berjalannya waktu aura yang keluar semakin banyak hingga mengintimidasi seluruh makhluk hidup di benua Vergesne itu.

__ADS_1


Hingga akhirnya indikator keberhasilan pemindahan roh mencapai 100%, tubuh tanpa jiwa itu tiba-tiba membuka matanya pertanda jika di dalamnya sudah berisi jiwa atau roh Zetton.


Tubuh itu bersinar gelap ketika menampung kekuatan dari Zetton yang amat besar itu, perlahan-lahan bentuknya mulai berubah menampilkan sesosok pria dewasa dengan rambut hitam panjang yang acak-acakan.


Zetton yang telah mendapatkan tubuh baru itu menghirup udara dunia yang sangat segar sebelum meneriakkan kebebasannya.


"Akhirnya aku bebas!"


Suaranya bergema sangat keras di tempat itu hingga mengguncang pepohonan dan membuat seluruh makhluk hidup di benua Vergesne gemetaran.


Sosok leluhur dari ras terkuat yaitu Naga dan merupakan Dewa bagi seluruh monster akhirnya telah bangkit kembali setelah menghilang selama ribuan tahun tanpa diketahui keberadaannya.


"Senang kau bisa kembali bebas!" kata River sambil tersenyum walaupun agak kesal karena sikapnya yang mungkin saja akan diketahui oleh 5 entitas tertinggi dan sistem dunia.


"Kau telah membebaskanku seperti janjimu waktu itu..." jawab Zetton tersenyum senang.


"Aku selalu menepati janjiku."


Zetton sangat senang dan menganggap River sebagai satu-satunya sahabat yang ia miliki walaupun sebenarnya River itu adalah tuannya.


"Jadi ... apakah aku harus memanggilmu dengan sebutan Yang Mulia?" tanya Zetton terkekeh.


"Itu terdengar aneh, jadi panggil saja aku seperti biasanya."


"Baiklah bocah." ujar Zetton menunjukkan satu jempolnya.


River tersenyum pahit, "Tolong jangan panggil aku seperti itu di hadapan bawahanku..."


"Okay!"


Zetton setuju, ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah bawah atau tepatnya ke hutan lebat di bawahnya yang sedang melayang di langit.


"Kau ingin menaklukkan seluruh penghuni benua ini kan?" tanya Zetton.


River mengangguk kepalanya membuat Zetton menyeringai senang.


"Kalau begitu biarkan aku melakukannya!" Zetton memandang benua Vergesne dengan matanya yang bersinar merah.


Ia memberikan sebuah pesan telepati kepada seluruh makhluk di benua itu yang berisi perintah untuk tunduk atau mati.


Dan sontak saja semua makhluk di tempat itu meraung secara bersamaan tanda mereka ingin tunduk daripada harus mati.


"Dengan ini kau sudah memiliki sekitar 7 juta pasukan monster yang terdiri dari berbagai ras dan Rank." kata Zetton santai.


Ini jauh lebih mudah bagi River, awalnya dia ingin membantai sebagian monster untuk menaklukkan mereka, tapi sepertinya itu sudah tidak perlu....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 88 : 1242 kata~...

__ADS_1


__ADS_2