DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 37: Misteri Terungkap! Musuh Baru?


__ADS_3

Setelah berjalan di lorong akademi selama beberapa saat, akhirnya aku tiba di kelas baruku untuk kedua kalinya.


Aku membuka pintu kelas itu untuk masuk, bersamaan dengan itu seisi kelas yang awalnya ribut langsung hening seketika.


Semua orang mengalihkan pandangannya kepadaku seolah-olah mereka telah menunggu kedatanganku.


"Hei, bukankah itu orang yang akhir-akhir ini sering dibicarakan?"


"Itu benar, aku dengar dia mendapatkan rangking 3 dari yang awalnya rangking terendah."


"Apakah kepala akademi melakukan kesalahan?"


Itulah bisik-bisik yang terdengar untuk kedua kalinya.


Seperti hari sebelumnya, aku melihat Alexa Northern dan Issac Ryker di tempat duduknya dengan tenang.


Aku mengabaikan mereka dan langsung duduk di bangku yang sudah aku pilih kemarin yaitu bangku paling belakang.


Tak lama kemudian seorang wanita cantik datang memasuki kelas kami. Aku sudah mempersiapkan diriku menemui Ariella Rutherford untuk kedua kalinya, tapi sayangnya yang datang itu bukanlah dia melainkan guru wanita lainnya.


"Selamat pagi semuanya." sapa guru wanita itu.


""Pagi bu."" balas para siswa tapi tidak termasuk diriku.


"Mungkin sebagian dari kalian belum mengenalku disini, jadi biarkan aku memperkenalkan diri terlebih dahulu sebagai wali kelas kalian. Namaku Nicole Roosevelt, kalian bisa memanggil Guru Nicole atau Mis Nicole agar terdengar lebih dekat, untuk status kebangsawananku sepertinya tidak usah aku katakan karena statusku disini hanyalah sebagai Guru. Begitupun dengan kalian yang hanyalah seorang siswa." lanjutnya.


Aku mulai merasakan deja vu disini....


"Hah!? Kami hanyalah seorang siswa!? Jangan bercanda! Kami adalah seorang bangsawan, bangsawan yang seharusnya mendapatkan perlakuan hormat dari siapapun! Kami tidak seharusnya diperlukan setara dengan orang desa!"


Salah seorang siswa tiba-tiba berteriak dengan bodohnya, aku melihat siswa yang berteriak itu dan membuatku sangat terkejut.


'Bukankah itu adalah orang yang sudah dibunuh oleh Ariella Rutherford sebelumnya?' batinku.


Tidak salah lagi, itu adalah siswa yang sudah dibunuh oleh Ariella Rutherford menggunakan sebuah jarum sebelumnya.


Aku melihat dengan jelas kematiannya, tapi dia masih hidup dengan jelas sekarang di depanku!


"Hei, murid baru ... apa kau baru saja menyindirku?"


Issac menjadi emosi mendengar ejekan siswa itu dan langsung bangkit dari duduknya, kejadiannya sama persis seperti kejadian sebelumnya.


"Memangnya kenapa? Bukankah itu memang benar? Dasar orang desa...."


"Tch! Hanya karena kau berhasil masuk ke kelas ini dengan sekali ujian, kau jadi bersikap sombong seperti ini?"


"Itu benar, aku memang jenius karena aku seorang bangsawan, tidak sepertimu dasar orang desa."


"Sepertinya aku harus mengajari bocah ini tentang sopan santun...."


"Tolong hentikan itu, Issac. Kau seharusnya bersikap lebih baik kepada murid baru, biar bu guru yang mengajari anak ini tentang sopan santun."


"Baik, Mis Nicole."


Issac langsung duduk kembali di kursinya.


Semua percakapan yang terjadi di kelas ini sama persis seperti sebelumnya.


Dan kalau tidak salah sekarang adalah momen itu.....


"Hah! Kau bahkan tunduk begitu saja kepada seorang wanita dasar lemah!"


* SWOOOSH! *


* CRASSH! *


"Eh?"


Kilatan putih melalui leher murid baru itu dengan sangat cepat, membuat murid itu sangat kebingungan.


Bersamaan dengan itu darah menyembur keluar dengan deras dari leher murid baru itu yang baru saja terpotong dengan sempurna.


Ini adalah pembunuh yang sama persis dengan sebelumnya, Guru itu menggunakan sebuah jarum yang berisi sihir untuk memenggal kepala siswa itu.

__ADS_1


Setelah membunuh siswa bodoh itu, guru itu menenangkan para siswa dan mengatakan sesuatu tentang para guru tingkat atas memiliki izin untuk melakukan apapun kepada siswanya.


Itu adalah hal yang sama persis dengan yang dikatakan Ariella Rutherford....


Aku sangat kebingungan, bersamaan dengan itu aku mulai mengingat perkataan Finley sebelum kita berpisah tadi.


Semoga hari pertamamu di kelas baru berjalan dengan lancar!


Itulah yang dia katakan.


Apa itu berarti sekarang adalah hari yang sama dengan kemarin?


{Hahahaha!!}


'Zetton? Kenapa kau tiba-tiba tertawa?'


Suara Zetton tiba-tiba terdengar lagi dalam benakku. Tapi anehnya dia tiba-tiba tertawa begitu saja tanpa alasan yang jelas, tidak, sepertinya dia menertawakanku...


{Tampaknya kau sudah dikecoh olehnya, bocah! Hahahaha!}


Itu benar, aku memang sudah dikecoh oleh musuhku....


{Kau penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, kan?}


'Bisa kau katakan?' tanyaku.


Otakku sudah benar-benar buntu menghadapi teka-teki membingungkan sejak kemarin.


{Wanita yang kau cari, Ariella Rutherford memang sudah mati 10 tahun lalu seperti yang kau lihat di peti mati kemarin malam. Sedangkan wanita yang datang sebagai wali kelasmu kemarin hanya meminjam wujud Ariella Rutherford yang telah mati itu untuk bertemu denganmu.}


Aku mengerti, tapi masih sedikit janggal karena seharusnya aku bisa merasakan jika seseorang menggunakan penyamaran sekuat apapun itu.


Seolah tahu keraguanku, Zetton langsung mengatakan yang sebenarnya terjadi.


{Alasan kenapa kau tidak bisa mengetahui orang itu menggunakan sihir penyamaran adalah karena tingkat kekuatannya yang setara denganmu, yaitu tingkat Half God.}


Ini sedikit mengejutkan karena tidak ada yang tahu tentang tingkat kekuatan Half God di benua ini karena orang-orang hanya mengenal tingkat kekuatan sampai level 7.


Jadi kemungkinan besar orang yang Zetton maksud adalah orang yang berasal dari luar benua Lhigor.


{Itu benar, tampaknya dia juga waspada denganmu sehingga menyiapkan sihir sekelas dewa yaitu sihir rekayasa ruang, waktu, beserta takdir hanya untuk bertemu denganmu.}


Jadi seluruh kejadian sebelumnya itu adalah kejadian yang sudah direkayasa olehnya.


Dia menciptakan sebuah realitas lain, tempat dimana dia bisa melakukan apapun sesuka hatinya. Dia kemudian menelan seluruh dunia ke dalam dimensi buatannya itu agar tidak merusak realitas aslinya.


Disana dia menemuiku sebagai Ariella Rutherford dan menyatakan niatnya yang sebenarnya.


Dia memiliki satu keunggulan besar dalam realitas buatannya itu, yaitu dia tidak bisa dibunuh karena itu bukanlah realitas yang aslinya.


Begitupun dengan siswa yang baru saja dia bunuh, nyatanya sekarang siswa itu masih hidup karena inilah realitas aslinya.


Tapi seperti yang dikatakan Zetton, dia juga menggunakan sihir untuk merekayasa takdir, dan takdir siswa itu adalah mati di tangan wali kelas karena kesombongannya sendiri.


Sebenarnya aku juga memiliki keunggulan tidak bisa dibunuh di realitas buatannya itu, oleh karena itu dia tidak membunuhku walaupun dia bisa melakukannya.


Setelah itu semua yang terjadi selanjutnya mulai dari sekarang sudah sesuai dengan takdir. Siswa sombong yang mendapatkan kematian, penculikan Alyssa, dan hancurnya makam Ariella Rutherford yang asli.


Semua itu akan terjadi ke depannya nanti walaupun bukan aku sebagai penyebab kejadian itu.


Mungkin saja ada penculik lain yang menculik Alyssa, mungkin saja akan ada kejadian tidak masuk akal seperti petir yang menghancurkan makam Ariella Rutherford. Tapi semua itu memang telah ditakdirkan.


Apakah aku harus menyelamatkan Alyssa dari penculikan? Sepertinya tidak perlu karena Alyssa memiliki takdir diselamatkan oleh para prajurit.


Tapi apa yang akan terjadi jika aku mengubah takdir itu? Misalnya aku menyelamatkan Alyssa dari penculikan, itu sama saja aku telah membuatnya terhindar dari takdirnya.


{Bocah, jangan-jangan kau ingin melakukan sesuatu seperti mengubah takdir...}


Zetton benar-benar bisa tahu jalan pikiranku dengan baik.


'Memangnya apa yang terjadi jika aku melakukan hal itu?' tanyaku.


{Aku hanya menyarankanmu untuk tidak melakukan itu. Takdir adalah sesuatu yang tidak seharusnya makhluk seperti kita ketahui, jika kau ikut campur dengannya maka kau akan menghadapi resiko yang lebih besar daripada 5 entitas tertinggi....}

__ADS_1


Aku bisa merasakan nada keseriusan dari perkataan Zetton, jadi sebaiknya aku menuruti perkataannya tanpa banyak protes.


Sesuatu yang lebih beresiko daripada 5 entitas tertinggi? Aku baru ingat jika 5 entitas tertinggi juga terikat takdir untuk mengurus dunia ini, jadi sebaiknya aku tidak ikut campur lebih dalam lagi.


'Tapi pada akhirnya siapa sebenarnya musuhku itu.....' batinku.


{Aku memiliki suatu kesimpulan tentang identitas musuhmu itu, apa kau ingin mendengarnya?}


Rupanya Zetton sudah memperkirakan identitas musuhku.


'Tentu aku ingin tahu.' balasku.


{Satu-satunya makhluk yang memiliki kekuatan ruang dan waktu sebegitu kuatnya hanya satu orang. Dia adalah salah satu leluhur Iblis dan merupakan satu-satunya iblis yang pernah mengkhianati Dewa Kegelapan. Dia adalah Laplace sang Demon Ancestor.}


Aku sedikit menaikan alisku, "Demon Ancestor?"


{Itu adalah sebutan bagi leluhur iblis yang menjadi bawahan langsung dari Dewa Kegelapan. Tapi setahuku Laplace telah dibunuh oleh Dewa Kegelapan secara langsung karena telah melakukan pengkhianatan.}


"Lalu kenapa kau mencurigai Laplace sebagai musuhku sedangkan dia telah mati?"


{Tentu saja aku menyimpulkan hal itu bukan tanpa alasan. Seperti dirimu yang menjadi menjadi pewaris Dewa Kegelapan, tidak menutup kemungkinan ada seorang pewaris Demon Ancestor Laplace.}


Jadi kemungkinan besar pewaris Demon Ancestor Laplace ingin membalaskan dendam Laplace kepadaku yang adalah pewaris Dewa Kegelapan.


Tapi mengingat kekuatan besar yang dia miliki, 5 entitas tertinggi pasti memburu dirinya juga sama sepertiku, jadi bisa dibilang kami memiliki situasi yang sama.


Mungkin sekarang kami adalah musuh, tapi tidak menutup kemungkinan kami berdua akan menjadi sekutu yang melawan 5 entitas tertinggi bersama-sama.


Yah ... perlu usaha keras untuk meyakinkannya agar kita berdua menjadi sekutu, jadi sebaiknya aku tetap waspada apapun yang terjadi.


...--------------------------------...


...[๐™‰๐™ค๐™ง๐™ข๐™–๐™ก ๐™‹๐™Š๐™‘]...


Sementara itu di dalam hutan kematian, terlihat sebuah singgasana berdiri dengan megah yang terbuat dari es yang beku dan sangat dingin.


Singgasana itu terletak di tengah hutan yang terlihat hancur berantakan karena sebuah bekas pertarungan, itu adalah tempat yang sama dimana River mengalami pertempuran dahsyat melawan ratusan Naga darat.


Singgasana itu bersinar terang selama beberapa saat sebelum seorang wanita cantik yang berpakaian guru akademi terlihat duduk di singgasana ini dengan elegan.


"Keluarlah semuanya." kata wanita itu yang ternyata adalah Ariella Rutherford.


Setelah dia mengatakan itu, muncullah puluhan orang berjubah hitam dari dalam tanah yang langsung membungkukkan badannya kepada wanita itu.


"Ketua, apakah ketua harus turun tangan langsung hanya untuk mencari tahu pewaris Dewa Kegelapan itu?" tanya salah seorang pria berjubah hitam.


Wanita itu tersenyum manis, "Aku hanya ingin menemuinya sekali untuk mencari tahu seperti apa dirinya, dan hasilnya sangatlah memuaskan..."


"Lupakan tentang itu, segera siapkan persiapan pemanggilannya, kita akan segera menyerang kerajaan Victoria!" lanjutnya.


""Siap Ketua!"" balas mereka serentak lalu kembali memasuki tanah.


Wanita itu tersenyum manis, dia lalu menyadari jika dirinya masih dalam penyamaran sebagai Ariella Rutherford.


Dengan sekali lambaian tangan, penyamaran sempurnanya itu langsung menghilang seketika dan memperlihatkan wujud aslinya yang jauh lebih cantik daripada wujud Ariella Rutherford.


"Begini lebih baik." gumam wanita itu yang sebenarnya adalah ketua dari sekte hitam.


Wanita itu bersandar di singgasananya sambil menatap awan mendung di atasnya lalu mengulurkan tangannya seolah ingin menggapai awan itu.


"River Addeson ... kau adalah seorang pewaris Dewa Kegelapan yang hebat, aku tidak sabar bersekutu denganmu walaupun itu sepertinya tidak akan mudah....." gumamnya.


...****************...


Hai, Author disini ๐Ÿ‘‹


โ€ขJujur ini adalah salah satu chapter paling menguras tenaga dan pikiran yang pernah aku buat๐Ÿ—ฟ.


โ€ข Oh ya, dan jika kalian punya saran atau masukan jangan ragu untuk berkomentar supaya cerita ini tetap berjalan sesuai ekspektasi kita semua.


Anyway, Thank you for reading this novel โ™ฅ๏ธ


...โ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆ...

__ADS_1


...๐ฟ๐‘–๐‘˜๐‘’, ๐‘‰๐‘œ๐‘ก๐‘’, ๐ด๐‘›๐‘‘ ๐ถ๐‘œ๐‘š๐‘š๐‘’๐‘›๐‘ก ๐‘ˆ๐‘›๐‘ก๐‘ข๐‘˜ ๐‘€๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘ข๐‘˜๐‘ข๐‘›๐‘” ๐ด๐‘ข๐‘ก๐’‰๐‘œ๐‘Ÿ ๐ท๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘š ๐ต๐‘’๐‘Ÿ๐‘˜๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ฆ๐‘Ž...


...~Chp 37 : 1722 kata~...


__ADS_2