DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 9: Benua


__ADS_3

Ugh..... Situasi kami sekarang benar benar canggung setelah kejadian tadi....


Kami berdua tidak berani berbicara satu sama lain, kami hanya menundukkan kepala dan memalingkan wajah agar tidak saling bertatapan.


Finley juga tampaknya sudah sadar dengan perbuatannya yang berlebihan tadi, kekhawatirannya terhadap lukaku membuatnya tidak berpikir jernih dan melakukan hal yang ambigu.


Tidak bisa dipungkiri jika aku juga merasa senang karena di khawatirkan oleh seseorang sampai seperti itu.


Sudah lama sejak seseorang begitu peduli terhadapku, kalau tidak salah Olivia juga pernah mengkhawatirkanku sampai seperti ini....


"Em ... maaf karena sudah menyulitkanmu...."


Finley menguatkan dirinya untuk meminta maaf kepadaku.


"Tidak masalah ... aku tahu kalau kau hanya khawatir dengan kondisiku, tapi sepertinya yang tadi itu agak berlebihan...." balasku.


"Uh ... sekali lagi aku minta maaf...." ujarnya dengan wajah memerah.


* KRRIIINGG.... *


Bel masuk telah berbunyi, ini menjadi pertanda jika pelajaran berikutnya akan segera dimulai. Tidak baik jika kita terlambat masuk jadi aku langsung mengajak Finley untuk masuk kelas.


"Ayo kita masuk." ajakku.


"Eh? Tapi bagaimana dengan lukamu?" balasnya khawatir.


"Itu urusan untuk nanti, sekarang yang lebih penting adalah masuk kelas tepat waktu."


Setelah membujuknya beberapa kali, akhirnya dia mau mendengarkan saranku.


Pelajaran selanjutnya adalah pelajaran untuk mengenal tentang benua dan dunia Aquila Phoroneuse17.


Dunia ini sangat luas, jadi para siswa siswa akademi Nethilor harus tahu semua bagian-bagian dunia yang mereka tinggali itu, ini dilakukan untuk jaga jaga kalau musuh dari benua lain datang menginvasi benua Lhigor.


Saat ini kami sedang berada di kelas kami sendiri dan mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru kami. Guru yang mengajar dalam pelajaran ini adalah seorang wanita tua bernama Magnolia Sage.


Kami tidak memiliki hubungan khusus apapun seperti hubunganku dengan profesor Watson, mis Ayla, atau guru Fanela.


Mungkin dia juga membenciku tapi ia sembunyikan dengan baik dan tidak memperlihatkannya.


"Sekarang buka halaman 147, BAB 2 keberadaan benua di dunia Aquila Phoroneuse17. Asher, bisa kau bacakan materinya?"


"Baik."


Asher berdiri dengan percaya diri.


Aku mengakui kalau dia tidak hanya hebat dalam sihir, teknik berpedang, ataupun seni bela diri, tapi sebenarnya dia juga sangat pintar dalam pelajaran lisan.


Asher mendapatkan peringkat kedua dalam pelajaran lisan, sementara aku mendapatkan peringkat pertama dalam pelajaran lisan. Kurasa ini juga yang membuatnya sangat membenciku.


"Dunia Aquila Phoroneuse17 memiliki 5 benua utama di dalamnya, yaitu benua Lhigor atau benua manusia, benua Plovyn atau benua Elf, benua Dyuraz atau benua iblis, benua Ealorath atau benua Dwarf, dan benua Vergesne atau benua monster dan binatang suci."


Seperti yang Asher bilang, dunia Aquila Phoroneuse17 memiliki 5 benua utama dan masing masingnya memiliki penghuninya tersendiri.

__ADS_1


Tapi bukan berarti suatu benua hanya memiliki 1 ras saja sebagai penghuninya, misalnya benua Lhigor atau benua manusia yang memiliki monster juga sebagai penghuninya, begitupun dengan benua lainnya.


"Bagus Asher." kata guru Magnolia, lalu melanjutkan,"Kita akan membahas tentang benua Lhigor terlebih dahulu...."


Diapun mulai menjelaskan tentang benua Lhigor, benua yang kita tempati saat ini.


Benua Lhigor dibagi menjadi beberapa wilayah yang dikuasai oleh kerajaan kerajaan besar seperti kerajaan Victoria.


Kerajaan Mazzarri dan kerajaan Arandelle merupakan dua kerajaan yang menjalin kerjasama dengan kerajaan Victoria dan memiliki ikatan persaudaraan yang erat.


Ketiga kerajaan ini kemudian di juluki kerajaan selatan karena letak mereka di sebelah selatan benua.


Selain itu ada juga tiga kerajaan yang merupakan musuh kerajaan selatan, mereka terdiri dari kerajaan Frostland, Sirius, dan Avantazia.


Ketiga kerajaan itu kemudian di juluki kerajaan Utara karena letak mereka di sebelah utara benua.


Selama beberapa tahun ini belum pernah ada peperangan yang terjadi antara kerajaan selatan dan kerajaan utara, hal itu dikarenakan adanya hutan monster yang terletak di bagian tengah benua.


Selain hutan monster, sebenarnya masih banyak lagi wilayah berbahaya yang dinamakan wilayah merah.


Akan tetapi hutan monster merupakan wilayah yang paling diwaspadai untuk saat ini karena luasnya yang setara dengan kerajaan Victoria dan monster monster kuat di dalamnya.


Oleh karena itu tidak ada kerajaan yang ingin membuang buang nyawa pasukannya demi melewati hutan monster.


Tapi walaupun begitu kerajaan kerajaan lain tetap mengembangkan kekuatan militer yang kuat untuk persiapan peperangan yang mungkin akan di masa depan.


Dan kami, siswa akademi Nethilor adalah bibit pasukan yang unggul....



..


..


..


Jadwal pembelajaran telah selesai, sebenarnya aku ingin langsung pergi ke hutan monster untuk latihan karena takut terkena hukuman kakek tua itu lagi.


Namun tiba-tiba aku diminta untuk datang ke ruang kesehatan oleh mis Ayla bersama dengan Finley.


Dan disinilah kami berdua berada, berdiri di depan pintu ruang kesehatan dengan perasaan gugup dan takut....


"Ba— bagaimana ini ... Kita pasti akan dihukum karena kejadian yang tadi...." kata Finley terlihat sangat gugup.


"Mis Ayla adalah guru yang baik, dia pasti tidak akan menghukum kita dengan keras." kataku menenangkannya.


Sebenarnya aku juga gugup tapi aku berusaha keras untuk memenangkan Finley.


Aku tahu jika mis Ayla adalah orang yang baik, tapi jika menyangkut masalah ketertiban akademi maka dia akan menjadi orang yang mengerikan.


Apa yang kami lakukan sebelumnya bisa dibilang sebagai tindakan sek*ual, dan itu adalah jenis pelanggaran yang sangat parah di akademi Nethilor.


Hukuman yang paling berat karena pelanggaran ini adalah.... dikeluarkan dari akademi!

__ADS_1


* GLUK! *


Aku menelan ludah kasar.


Aku tidak tahu bagaimana nasibku jika dikeluarkan dari akademi, bukan hanya aku tapi juga Finley pasti akan sangat terpukul karenanya.


Oleh karena itu aku akan berusaha keras untuk mencegah hal itu terjadi!


"Ayo masuk!"


"Hm."


Aku membuka pintu ruang kesehatan dan memasukinya bersama dengan Finley yang ikut di belakangku sambil memegang ujung bajuku.


Di meja ruang kesehatan, aku melihat dua orang wanita yang duduk sambil menyeruput secangkir kopi dengan tenang dan santai menunggu kedatangan kami, mereka adalah Mis Ayla dan guru Fanela.


"Kalian terlalu lama berdiri di depan pintu, jadi kita sedikit bosan...." ujar guru Fanela.


Seperti yang diharapkan dari penyihir level-5, dia bisa tahu keberadaan kita dengan mudahnya.


Mis Ayla hanya diam dan memandangi kami berdua dengan mata menyelidik, itu membuat kami semakin gugup dan bertanya-tanya apakah dia sudah memberitahu guru Fanela tentang kejadian itu...


Tapi ... ada baiknya aku meminta maaf terlebih dahulu dan meluruskan kesalahpahaman sebelumnya...


"M-Mis Ayla ... tentang apa yang kau lihat sebelumnya, itu sebenarnya hanya salah paham saja, kami berdua tidak bermaksud-"


"Bukan saatnya membahas hal itu, River!" potong Mis Ayla.


Kami sedikit kebingungan.


Guru Fanela langsung mengalihkan pandangannya kepada Mis Ayla dan bertanya dengan heran, "Apa ada masalah?"


"Hanya masalah kecil, kau tidak usah memikirkannya, hahaha..." balas Mis Ayla tertawa canggung.


Aku mulai bertanya tanya ada apa dengan situasi ini?


Mis Ayla terlihat menyembunyikan masalah sebelumnya dari guru Fanela, entah apa tujuannya yang pasti kami sangat terbantu karenanya...


Guru Fanela dan mis Ayla bisa dibilang adalah sahabat baik dan memiliki hubungan layaknya saudari, jika diibaratkan maka Guru Fanela adalah seorang kakak dan mis Ayla adalah seorang adik.


Kepribadian mereka juga sangat mendukung untuk menjadi seorang adik kakak. Guru Fanela memiliki kepribadian yang baik, ramah, dewasa, namun tegas di waktu yang bersamaan.


Sementara mis Ayla memiliki kepribadian yang baik, perhatian dan sedikit kekanak-kanakan.


"Hah... kau ini...." kata guru Fanela menghela napas panjang menghadapi mis Ayla yang kekanak-kanakan.


Dia kembali mengalihkan pandangannya kepadaku dan berkata, "River, aku memiliki kabar buruk untukmu ... apa kau siap mendengarnya?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 9 : 1175 kata~...

__ADS_1


__ADS_2