DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
SPESIAL CHAPTER — Belum Selesai


__ADS_3

Napas Leyn sedikit terengah-engah. Langit mendung di atasnya sudah berhenti menangis tepat ketika dia berhasil memusnahkan ke-enam prajurit Leon.


Kini tersisa pemimpinnya, Leon yang sedari tadi hanya menonton di belakang enam prajuritnya.


"Leon!!" geram Leyn. Hebatnya perempuan itu melawan enam prajurit Leon seorang diri tanpa segores lukapun di tubuhnya membuat Leon terkagum-kagum.


Senyum Leon terbentuk menyeringai melihat kehebatan adiknya yang dahulu kala dia anggap sebagai perempuan lemah yang selalu membutuhkan perlindungan dirinya, tidak bisa dipungkiri jika Leon sangat bangga dengan Leyn.


"Lawan aku, Leyn. Kau takan bisa membuatku bertekuk lutut di bawahmu." pongahnya mengangkat dagu.


"Hah! Kesombonganmu terlalu tinggi, Leon!" Leyn membuang napas kasar.


Dia bersiap untuk kembali menyerang sehingga dalam sedetik kemudian wujudnya sudah melesat ringan tanpa menyentuh tanah dengan cepat ke depan, menuju Leon yang masih berdiri tenang menunggu Leyn datang.


Leyn sudah pernah menyerang Leon menggunakan senapannya, namun bisa dihalau dengan mudah menggunakan pedang perak miliknya. Jadi Leyn meraih pedang katana di belakang punggungnya untuk melakukan serangkaian serangan kepada Leon.


「Lightning Magic : Lightning Prison!」


Namun pada detik itu juga tangan kanan Leon terulur ke depan, membuat Leyn terkejut sebelum dia merasakan tubuhnya bagai disambar petir dan aliran listrik tampak berkilat-kilat memeluk tubuh mungil Leyn.


"Aaargh!"


Teriakan kesakitannya menggema seolah membelah keheningan. Di tengah kekangan listrik yang melilit sekujur raga, sekuat tenaga Leyn menggerakan diri agar terlepas dari jeratan ini hingga rahangnya menggertak marah.


"Leyn! Menyerahlah atau kau akan merasakan rasa sakit lebih dari ini!" teriak Leon.


"Tidak akan pernah!" balas Leyn berani sebelum dia berteriak kesakitan lagi dan napasnya memburu penuh amarah.


"Aku sudah berbaik hati melepaskanmu tapi kau menolaknya dengan arogan, kalau begitu aku tidak akan segan lagi." ujar Leon dingin.


"Aku tidak peduli!!" teriak Leyn yang secara bersamaan listrik di tubuhnya merenggang kemudian pecah seketika, membuat ekspresi terkejut Leon tercipta dengan jelas di wajahnya.


Mustahil seorang manusia biasa bisa melepaskan diri dari belenggu petirnya, tidak ada yang pernah lepas dari sihir andalannya itu termasuk seekor naga sekalipun.


Bagaimana dia bisa sekuat ini? - pikir Leon keheranan.


Leyn mengatur nafasnya pelan sebelum menatap Leon yang terlihat sangat kebingungan, setelah itu seringai dingin tercipta di wajah munggil Leyn seolah mengejek Leon yang terlihat konyol dengan wajah kebingungannya.


Ketika itu juga suara derap kaki kuda terdengar kian mendekat sehingga dapat Leon lihat dari arah jam dua belas, sekelompok prajurit kavaleri berjumlahkan lima mendekat dari belakang tubuh Leyn.


Leon mengenal dua orang yang memimpin prajurit kavaleri itu, mereka adalah Gerald Briar dan Lovita Briar yang namanya sebagai seorang petualang Rank Adamantite sudah sangat terkenal, mereka juga patut dia waspadai selain Leyn.


Leon mendecih mengeluhkan pertarungannya harus terganggu oleh kedatangan tamu tak diundang.


"Leyn! Kau baik-baik saja?" tanya Lovita langsung turun dari kudanya, dia ingin menghampiri Leyn tapi dihentikan olehnya.

__ADS_1


"Ini adalah pertarunganku melawan kakakku, jadi jangan ikut campur."


"Tapi Leyn-"


Lovita ingin membantah ketika melihat kondisi fisik putrinya dari kehidupan sebelumnya sangat memprihatikan, dia mengalami banyak luka bakar akibat serangan petir Leon tadi.


"Biarkan dia menyelesaikan urusannya sendiri." kata Gerald menghentikan istrinya untuk ikut campur.


Dia sangat tahu perasaan Leyn yang ingin menyelesaikan masalah yang di mulai sejak dulu, dia tidak ingin ada orang yang menggangunya.


Walaupun sebenarnya Gerald ingin melaporkan sesuatu yang sangat penting kepada Leyn, yaitu kemenangan yang telah mereka peroleh setelah berhasil menaklukkan kerajaan Mazzarri.


Rencana yang Leyn dan yang lainnya susun beberapa bulan lalu rupanya membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Disana dijelaskan jika mereka tidak hanya akan menyerang kerajaan Mazzarri dari luar tapi juga dari dalam.


Gerald dan Lovita memimpin penyusupan ke dalam kerajaan, mereka mengumpulkan berbagai macam informasi mengenai kekejian Raja Gallagher yang disembunyikan dari masyarakat dan menggunakan itu juga untuk membuat pasukan pemberontak.


Sekarang kemenangan telah berhasil diraih berkat pasukan pemberontak yang memiliki jumlah hampir setengah dari penduduk kerajaan Mazzarri, ditambah lagi dengan bantuan balon udara yang merupakan senjata terbaru Leyn membuat kemenangan bisa didapatkan dengan mudah.


Gerald dan Lovita telah mengeksekusi keluarga kerajaan di hadapan seluruh rakyatnya, namun yang menjadi masalah adalah Raja Gallagher yang telah melarikan diri membawa putri Arcadia.


Dan Leon ... sepertinya dia tidak tahu menahu tentang kekalahan kerajaan yang sangat dibanggakannya itu sebelum sebuah pesan telepati terkirim padanya.


'Leon! Kemana saja kau, apa kau tidak tahu kalau istana diserang ketika kau tidak ada disana?!'


Suara seorang pria paruh baya terdengar marah dalam benak Leon, melalui telepati Leon menjawab kaget, 'Hah?! Bagaimana bisa itu terjadi? Bukankah istana memiliki banyak ksatria kuat?!'


Leon tidak percaya dengan perkataan orang yang adalah Raja Gallagher itu yang sudah dengan terang-terangannya menyuruhnya mati sendirian.


'Apa yang anda maksud Yang Mulia? Bagaimana dengan pertunangan yang sudah anda janjikan kepada saya, dan obat untuk menyembuhkan penyakit mental Arcadia?'


'Dasar bodoh, tidak ada cara untuk menyembuhkan penyakit yang sudah melekat pada jiwa seseorang bahkan jika kau mencarinya hingga ke ujung dunia!'


Leon tertegun karena untuk pertama kalinya Raja Gallagher membentak dirinya, selama ini dia selalu disanjung dengan penuh kebanggaan karena dirinya yang merupakan salah satu orang terkuat di kerajaan Mazzarri.


Tapi sekarang dia baru saja dibentak? Terlebih lagi Raja Gallagher baru saja mengatakan dengan jelas bahwa dia telah membohongi Leon dengan banyak janji-janji palsu.


Leon menggelengkan kepalanya tak percaya dengan semua kenyataan yang menimpa dirinya itu, hingga teriakan Leyn menyadarkan dirinya.


"Kau lengah, Leon!"


Seketika Leyn sudah muncul di depan matanya begitu dekat. Pada detik berikutnya, Leon yang terkejut tidak sempat menghindari serangan mendadak perempuan itu sehingga membuat dia terpental jauh.


Selagi melayang terdorong, Leyn muncul kembali di atas Leon dan mengayunkan pedangnya dalam gerakan menusuk.


Leon yang tidak memiliki banyak pilihan langsung mengulurkan tangannya, 「Lightning Magic : Lightning Prison!」

__ADS_1


Kini Leyn kembali merasakan sengatan hebat dari sihir petir Leon yang maha dahsyat itu bagai menghanguskan tulang-tulangnya. Rasanya jauh lebih menyakitkan dibanding saat pertama dijerat langsung.


Namun Leyn masih tidak menyerah dan melanjutkan serangannya yang mematikan itu.


"Hiyaa!" teriak Leyn penuh tekad.


Sebenarnya Leon masih bisa bertahan dengan menciptakan barrier seperti pertama kali atau melakukan serangkaian serangan petir yang lebih kuat daripada sebelumnya, namun dia tidak melakukannya dan pasrah akan kematiannya.


* SWIIING!! *


* BRUK! *


Tubuh Leon tergeletak tak berdaya bersamaan dengan tebasan Leyn yang secepat kilat, Leon memegangi tubuhnya namun tidak ada luka sama sekali hingga dia menyadari jika tebasan yang dilakukan oleh Leon bertujuan hanya untuk memotong armornya.


Leon bangkit dan melihat Leyn yang baru mendarat tidak jauh dari tempatnya, "Kau-"


"Kau sudah kalah, jadi semua pertikaian ini telah berakhir..." potong Leyn tanpa menatap Leon yang sangat tertegun.


Sejak awal semua ini hanyalah kesalahpahaman semata, mereka berdua saling bermusuhan bukan karena keinginan mereka tapi karena keadaan yang memaksa mereka.


Leon yang memiliki tanggung jawab dan rasa kasih sayang yang dalam terhadap cinta pertamanya hingga rela melakukan apapun demi cintanya, dan tanpa dia sadari sifat naifnya telah dimanfaatkan dengan baik oleh Raja Gallagher.


Dan Leyn, orang yang menjadi dalang dari pertengkaran pertama mereka dan memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi kampung halamannya sebagai pemimpin, dia sangat bimbang dengan keputusannya dan berakhir pada peperangan.


Tapi sekarang semua itu telah berakhir dengan kedamaian yang terjalin diantara mereka.


Leon tersenyum lembut, "Maaf telah banyak menyulitkanmu..."


Leyn juga tersenyum lega dibarengi dengan senyuman hangat Gerald dan Lovita.


"Akhirnya semuanya telah berakhir ..." gumam Leyn lembut.


Tapi tanpa mereka sadari, bahaya dan ancaman yang lebih besar baru saja datang ke hadapan mereka....


* DUUUAAARR!! *


Ledakan yang sangat besar hingga mengguncang dataran dan hati nurani mereka terjadi tidak jauh dari tempat mereka berada, semua orang sontak waspada termasuk Leon.


Jauh di depan mereka, debu berterbangan sehingga menutupi jarak pandang mereka terhadap sesosok yang baru saja mendarat dengan sangat menggemparkan itu.


Tak berselang lama sepasang sorot mata bagaikan predator terpancar dari dalam sekumpulan debu di hadapan mereka, membuat tubuh mereka sontak merinding ketakutan.


Mereka akhirnya bisa melihat wujud orang yang baru saja mendarat itu, ia bukanlah seorang manusia melainkan seorang iblis yang jauh lebih kuat daripada iblis biasa.


Dia adalah sosok yang tengah panas diperbincangkan beberapa bulan lalu, sosok yang menjadi ancaman benua manusia dan dalang dari musnahnya kerajaan Frostland.

__ADS_1


Ratu Iblis Estienne!


__ADS_2