
"Jadwal pelajaran sudah selesai, jadi apa yang ingin kau lakukan, River?" tanya Finley kepadaku.
"Kurasa aku akan membuat tugas yang diberikan oleh guru sejarah kepadaku." balasku.
"Bukankah batas pengumpulannya itu akhir pekan?"
"Justru lebih cepat lebih baik."
Setidaknya aku ingin memanfaatkan waktu luang yang kupunya dengan baik.
Setelah ini aku pasti akan sangat sibuk karena banyak mata pelajaran yang sudah kulewatkan, aku harus berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan nilaiku di akademi ini.
"Baiklah, kalau begitu aku juga akan ikut membantu mengerjakan tugasmu." kata Finley.
"Aku bisa melakukannya sendiri, jadi kurasa itu tidak perlu-"
"Tidak, lagipula aku juga punya waktu luang yang banyak."
Seperti biasa Finley selalu bersikeras terhadapku, padahal aku tidak ingin merepotkannya karena selama ini aku sudah sering merepotkannya.
Selain itu aku juga bisa mengerjakan tugas yang diberikan sendirian.
Aku menghela nafas panjang, "Hah ... lakukan sesukamu..."
Setelah itu akupun mengajak Finley menuju ke asramaku.
Sebenarnya ada larangan yang mengatakan jika siswi perempuan tidak boleh masuk ke asrama laki-laki, begitupun sebaliknya.
Tapi mengingat tujuan kita saat ini adalah untuk belajar bukan berbuat macam macam, jadi kurasa tidak masalah.
Yah, tidak masalah jika tidak ketahuan...
Kamar asramaku terletak di paling ujung gedung asrama dan merupakan satu satunya tempat yang jarang dilewati orang orang, jadi kurasa kami akan aman disana.
* CKLEK! *
Aku membuka pintu kamarku dan menuntun Finley untuk memasukinya, aku bisa melihat ekspresi kagum di wajah Finley dengan jelas.
"Wahh!! aku tidak percaya kalau kamar seorang laki-laki bisa serapi ini..." ujarnya dengan kagum.
Sebenarnya kamar ini sebelumnya adalah ruangan semacam gudang kotor dan berantakan yang pihak akademi berikan kepadaku.
Tapi aku sudah mendekorasinya dengan berbagai buku dan tempelan kertas di dinding yang sangat berguna untuk belajar.
Aku juga menyimpan pakaianku dengan rapi di lemari dan merapikan tempat tidurku sehingga tampak sangat elegan.
"Hm, karena aku menyukai kebersihan jadi aku selalu merawat asramaku, walaupun tampaknya ini sudah sedikit berdebu setelah kutinggalkan selama berhari-hari...." kataku.
"Kau bersih bersih sendiri?"
"Memangnya siapa yang bisa aku andalkan di tempat ini?"
Finley lantas mengembungkan pipi mungilnya mendengar perkataanku.
"Kau anggap aku ini apa? Seharusnya kau meminta bantuanku tanpa sungkan." katanya.
Belum sempat aku menjawab, Finley sudah mengambil peralatan pembersih untuk membersihkan rak buku, lemari, dan meja.
Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku dan mengambil sapu untuk menyapu lantai yang sedikit berdebu.
Beberapa saat kemudian kami akhirnya selesai bersih bersih.
__ADS_1
"Hm? River buku apa ini?"
Aku menoleh kearah Finley dan melihatnya sedang membawa buku yang sebelumnya aku pinjam dari profesor Watson dengan penasaran.
"Oh, itu adalah buku yang kupinjam dari profesor Watson beberapa hari lalu, kalau kau tertarik kau boleh membacanya."
"Tapi ... ketebalan ini sungguh tidak masuk akal, aku sudah kehilangan minat untuk membacanya..."
Yah, buku setebal itu tidak cocok untuk dibaca sembarang orang, bahkan aku masih belum selesai membacanya.
"Tapi karena kau sudah merekomendasikannya, jadi akan kuusahakan untuk membacanya."
'Pada akhirnya kau membacanya juga...' batinku dengan ekspresi datar.
Finley duduk di pinggir ranjang dan mulai membuka halaman pertama dari buku tebal itu sementara aku duduk di kursi belajarku dan mengambil dua buku yang berjudul History Of The Lhigor Continent, dan History Of Aquila Phoroneuse17.
Soal dari tugas yang diberikan kepadaku itu adalah tentang sejarah umat manusia di dunia ini, jadi aku juga membutuhkan buku History Of Aquila Phoroneuse17.
Setelah mengambil buku catatanku aku mulai meringkas materi yang ada di kedua buku itu.
...
...
...
Umat manusia di dunia ini memiliki dua sejarah besar, yaitu era kehancuran dan era kekaisaran.
Sekitar 7000 tahun lalu dunia Aquila Phoroneuse17 hanya memiliki satu benua besar di dalamnya dan dihuni oleh berbagai ras yang ada termasuk ras manusia.
Kehidupan pada era itu bisa dibilang cukup damai karena diatur oleh 6 entitas tertinggi yang pernah kubaca sebelumnya, mereka kemudian disebut sebagai dewa dan dipuja oleh seluruh ras yang ada.
Tingkat peradaban di era itu juga bisa dibilang masih sangat kuno dan hanya mengandalkan sihir untuk kehidupan sehari-hari mereka seperti memasak, mandi, bahkan membangun rumah menggunakan sihir tanah.
Sebenarnya peradaban seluruh ras di benua itu akan sangat maju karena bantuan Carvath Gaedistrer yang terus-menerus mewariskan ilmu pengetahuannya.
Rumah rumah dan pedesaan dibangun, perburuan menjadi lebih mudah, memasak menggunakan api, dan pengobatan sudah mulai maju.
Tapi semua itu tidak terjadi karena pengkhianatan satu orang dari pihak 6 entitas tertinggi, yaitu Dewa Kegelapan atau penguasa malam, Arshadow Sizraes.
Akibat dari pengkhianatannya itu membuat malam hari menghilang dari dunia karena dewa Arshadow Sizraes yang tidak menjalankan kewajibannya.
Karena tiadanya malam hari membuat suhu dunia menjadi naik drastis karena terus-menerus terpapar sinar matahari.
Ras-ras yang hidup di malam hari punah karena kejadian itu, bahkan sebagian besar ras manusia juga punah.
Seluruh pepohonan gugur dan sungai menjadi kering, membuat tingkat bertahan hidup di era itu menjadi sulit hingga membuat mereka terpaksa harus merampas dan membawa kehancuran pada orang lain.
Melihat hal itu 5 entitas tertinggi yang masih tersisa memutuskan untuk membagi benua utama menjadi 5 bagian, yaitu benua Lhigor, benua Plovyn, benua Dyuraz, benua Ealorath, dan benua Vergesne beserta dengan ras penghuninya.
Tapi bukan berarti satu benua hanya dihuni oleh satu ras, contohnya benua Lhigor yang dianggap sebagai benua manusia juga memiliki ras monster di dalamnya.
Itu karena beberapa ras monster ikut terseret ketika benua dipisahkan.
Itulah latar belakang Era Kehancuran.
...
...
__ADS_1
...
Dan yang kedua adalah Era Kekaisaran.
Malam hari telah hadir kembali sebagaimana biasanya, tidak ada yang tahu bagaimana 5 entitas tertinggi melakukan hal itu.
Setelah benua Lhigor terpisah dari benua utama, ras manusia di benua ini mulai membangun peradaban baru yang hanya dihuni oleh ras manusia.
Berawal dari pedesaan, menjadi perkotaan, berkembang menjadi kerajaan, dan terbentuklah Kekaisaran Equestria yang dipimpin oleh Raja Magdalen Questria sekitar 5000 tahun lalu.
Manusia di era ini sangat mementingkan status keluarga dan kekayaan yang melimpah, yang miskin akan menjadi budak dan yang kaya akan berkuasa.
Bangsawan bangsawan di era ini lebih menjijikkan daripada bangsawan di kerajaan Victoria, mereka dapat dengan mudah menggunakan kekuasaannya untuk menindas rakyat kecil.
Di era kekaisaran ini juga muncul sebuah kepercayaan cahaya dan memuja Dewi Lightosy Savannah sebagai pelindung mereka.
Padahal di era sebelumnya ras manusia begitu menderita karena cahaya matahari, tapi sekarang mereka memujanya.
Itu dikarenakan hanya kekuatan cahaya yang mampu melindungi mereka dari serangan ras iblis yang ingin menginvasi benua mereka.
Semenjak pengkhianatan Dewa Arshadow Sizraes sebagai penguasa ras iblis dan kegelapan, ras iblis sekarang sudah menjadi musuh setiap ras yang ada terutama ras manusia dan ras Elf.
Tapi sayangnya Era Kekaisaran Equestria tidak berlangsung lama karena setelah kaisar Magdalen Questria meninggal karena dibunuh Master, 6 putranya melakukan perang saudara demi mewarisi kekaisaran Equestria.
Ini membuat kekaisaran Equestria yang terkenal tangguh itu terpecah belah menjadi 6 kekuasaan dan berkembang menjadi 6 kerajaan yang menguasai benua Lhigor.
Inilah latar belakang terbentuknya 6 kerajaan di benua Lhigor yang terdiri dari Kerajaan Victoria, kerajaan Mazzarri, kerajaan Arandelle, Kerajaan Sirius, Kerajaan Avantazia, dan Kerajaan Frostland.
Jadi bisa dibilang seluruh raja dari 6 kerajaan itu mewarisi darah dari kaisar Magdalen Questria.
Itulah sejarah Era Kekaisaran.
Ras manusia memiliki sejarah dan sistem pemerintahan yang panjang di dunia ini tapi ego dan hasrat mereka masih tetap sama, mereka memiliki keserakahan yang berlangsung selama ribuan tahun.
Mereka serakah akan makanan di era kehancuran, atau serakah akan kekayaan dan kekuasaan di era kekaisaran, dan sekarang mereka masih serakah akan kekayaan, kekuasaan, dan kekuatan.
Aku tidak bisa menyalahkan hal itu, aku sendiri juga memiliki keserakahan dalam menjadi kuat, tapi setidaknya aku tidak menggunakan cara yang salah dalam memenuhi keserakahanku itu.
Tidak seperti para bangsawan yang rala membunuh dan menipu untuk memenuhi keserakahan mereka.
..
..
..
"Selesai sudah...." kataku.
Setelah mencatat seluruh sejarah umat manusia, aku menutup buku catatanku dan menghembuskan nafas panjang sambil bersandar di kursi belajarku.
Tiba tiba aku ingat dengan keberadaan Finley di kamarku dan menoleh ke belakang, tepatnya kearah kasur.
Disana aku melihat Finley telah tertidur pulas di kasurku dengan buku tebal itu sebagai bantalannya.
Aku hanya bisa menghela nafas panjang lagi melihat tingkah lakunya.
'Dia bahkan tidak membantuku mengerjakan tugas....'
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...
...~Chp 17: 1342 kata~...