
Pria itu menggerakkan tangannya dan menciptakan sebuah bilah lagi melalui sesuatu berwarna merah yang menyelimuti tubuhnya.
Dia melakukannya dengan perlahan untuk memberikan serangan kejutan, tapi ketika ia sudah bersiap untuk melempar bilah miliknya, Zetton sudah menghilang dari tempatnya semula.
Xander melototkan matanya ketika menyadari jika ternyata Zetton sudah ada di depan tubuhnya dan langsung memukul perutnya.
* BUGH!! *
* DUUAAR!! *
Tubuh Xander terpental jauh ke belakang hingga menabrak dinding batu hanya karena satu pukulan Zetton, tapi sebenarnya itu bukan pukulan biasa karena Zetton menggunakan Martial Magic tanpa merapal mantra.
"Gukhak!"
Xander memuntahkan seteguk darah, sambil mengelap bibirnya ia menatap Zetton dengan penuh selidik.
Kekuatannya bertambah drastis - pikir Xander.
Zetton masih diam tak bersuara ketika ia kembali menerjang Xander yang masih tenggelam dalam retakan berbentuk jaring laba-laba di dinding, namun kali Zetton menggunakan kakinya untuk menendang pria itu.
Xander waspada, ia kemudian memiringkan kepalanya yang menjadi target tendangan Zetton yang membuatnya menabrak dinding batu hingga hancur berkeping-keping.
Debu yang sangat pekat bertaburan di udara hingga menutupi jarak pandang keduanya, tapi Zetton mengaktifkan sihir di matanya untuk menanggulangi masalah itu.
* SWOOOSH!! *
* SWIIING!! *
* SWIING!! *
Beberapa serangan sabit darah mengarah ke punggung Zetton, itu adalah serangan yang harus diwaspadai olehnya karena bisa menyerap energi kehidupan dan sumber kekuatan hanya dengan goresan kecil.
Zetton terbang ke atas langit dari yang awalnya berada dalam retakan dataran bulan untuk menghindari serangan itu.
Namun serangan itu masih mengejar dirinya bagaikan sebuah bumerang hingga akhirnya Zetton bisa menghancurkan sabit darah itu dengan memotongnya.
Zetton bersiap dengan pedang hitamnya, mengalirkan mana ke dalamnya hingga membuat pedang itu dilapisi aura ungu lalu menebaskannya ke sekumpulan debu itu.
Bilah ungu berbentuk sabit tercipta dari tebasannya dan menghujani tempat dimana Xander masih berada, namun merasakan jika lawannya belum terkena serangan, Zetton kembali membuat satu tebasan besar.
* SWOOOSH!! *
* JEDDAAAR!! *
Tebasan maha dahsyat itu melesat dan menghancurkan retakan tempat dimana Xander berada hingga menciptakan lubang besar disana.
Zetton mengalihkan perhatiannya untuk melihat sesosok manusia berkepala burung yang membawa dua perempuan di punggungnya, itu adalah Finley, Riona, dan Yui.
Yui pergi membawa kedua wanita yang sedang dalam pengaruh hipnotis itu menjauh dari pertempuran.
River yang melihat itu dalam dirinya menjadi lega, ia dan Zetton kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke arah bawah, tepatnya Xander yang berlindung menggunakan tameng darah.
Beberapa saat kemudian tameng darahnya meleleh menjadi gumpalan darah yang sangat menjijikkan.
Sepertinya kemampuannya untuk menggunakan serangan yang dapat menyerap energi jiwa itu terbatas - batin River setelah mengamati perubahan yang terjadi pada Xander.
__ADS_1
{Kalau begitu sepertinya aku tidak perlu ragu lagi untuk menyerangnya.} balas Zetton lalu menerjang ke arah Xander.
"Tch!"
Xander berdecak kesal melihat Zetton yang menyerangnya tanpa henti karena seperti perkiraan River, Xander memiliki batasan untuk menggunakan kekuatan spesialnya.
Selama menjabat menjadi pengganti Dewa Kegelapan, Xander sangat terobsesi untuk menjadi seorang Dewa seutuhnya karena dia sudah muak dengan julukan Dewa palsu.
Mulai saat itu dia terus membawa malapetaka seperti bencana alam ataupun wabah penyakit di dunia Aquila Phoroneuse17, pastinya bencana itu memakan banyak korban jiwa yang dia manfaatkan untuk berevolusi menjadi Dewa seutuhnya.
Xander tidak ragu melakukan hal itu karena ia tidak terikat hukum kuat seperti para Dewa dan Dewi lainnya.
Entah sudah berapa banyak jiwa yang dia kumpulkan untuk menjadi sosok entitas yang ia impikan, tapi semua itu masih belum cukup untuk membuatnya berevolusi.
Hingga akhirnya dia bekerjasama dengan Demon Ancestor Simon yang menawarkan untuk menggunakan jiwa manusia dari dunia lain.
Xander setuju tapi tidak semua manusia dari dunia lain akan dia bunuh, orang berbakat seperti Yui akan dia jadikan sebagai bonekanya sementara orang yang tidak berbakat akan dibunuhnya.
Semuanya berjalan dengan lancar sejak Simon bekerjasama dengannya, hingga suatu ketika muncullah seseorang yang mengaku sebagai pewaris Dewa Kegelapan...
Xander sangat frustasi, dia tidak ingin menyerahkan singgasananya kepada siapapun.
Karena itu juga Xander akan mengorbankan siapapun untuk menyukseskan impiannya termasuk mengorbankan putri Dewi Cahaya. Dewi Cahaya pasti akan sangat murka jika tahu hal ini jadi dia tidak membunuh Finley.
Walaupun Finley sudah dibawa pergi oleh musuhnya, tapi sebenarnya Xander sudah berhasil menyerap sebagian kekuatannya.
"Jadi evolusi bisa dimulai sekarang..." gumam Xander pelan namun bisa di dengar oleh Zetton dan River.
Apa maksudnya? Apa dia ingin memulai evolusinya sekarang?! - pikir River sangat terkejut.
Zetton mempercepat terjangannya untuk menghentikan pergerakan Xander yang dianggapnya akan sangat merepotkan nantinya, tapi itu sudah terlambat karena Xander sudah memegang sebuah kristal merah di tangannya.
Ia mengangkat kristal merah di tangannya tinggi-tinggi, membuat cahaya merah yang sangat terang menyinari tempat itu hingga mengubah bulan menjadi berwarna merah darah.
Hempasan angin yang ditimbulkan juga sampai menghempaskan Zetton hingga membuatnya gagal menerjang ke arah Xander.
{Tch! Ini akan semakin sulit!} geram Zetton.
Zetton kembalilah, biarkan aku mendapatkan kembali kendali tubuhku - kata River dalam hatinya, membuat Zetton sontak kebingungan.
{Kau tidak bisa menatap matanya, kau tahu sendiri kan konsekuensi yang terjadi jika kau terkena hipnotisnya?}
Aku tahu, tapi aku punya rencana untuk mencegahnya berevolusi. Percayalah padaku... - kata River meyakinkan Zetton.
Zetton berpikir sejenak sebelum akhirnya dia menganggukkan kepalanya tanda setuju, {Kalau begitu hati-hatilah...}
Zetton kemudian memberikan kembali kendali tubuhnya kepada River.
"Yosh! Kalau begitu bantu aku sesuai aba-abaku, Zetton."
{Dengan senang hati.}
"Kalau begitu aku akan mulai!" ucap River lalu kembali menerjang ke arah Xander, menembus hempasan angin yang terus mendorongnya.
Bersamaan dengan itu River juga menyiapkan pedang hitamnya lalu menggunakan teknik berpedang terkuatnya.
__ADS_1
「Dark God Sword Magic : Seventh Technique : The God of Darknes's Rage」
Itu adalah teknik yang sama dengan yang dahulu River gunakan untuk melawan Raja Laurence, namun kali ini jauh lebih kuat karena menggunakan mana atau Sword Magic.
Aura ungu kemerahan menyelimuti pedang River dan terus membesar hingga sulit untuk diangkat oleh River, namun ia masih berusaha keras untuk mengangkat pedangnya tinggi-tinggi lalu melakukan tebasan vertikal.
Bagaikan gemuruh di langit, serangan dahsyat River membuat angkasa lepas bergemuruh saat tebasan besar itu mengarah langsung ke tubuh Xander.
* SWOOOSH!! *
* BOOOOOOOMMMM!! *
Ledakan dahsyat terjadi di permukaan bulan akibat serangan itu, membuat sebagian bulan itu langsung terbelah menjadi dua dengan rapi.
Disisi lain Xander terlihat terluka parah akibat terkena serangan telak itu, tapi ia tetap menyerap kristal merah di tangannya itu karena evolusinya akan segera berhasil.
Sebentar lagi ... sebentar lagi mimpiku selama 5000 tahun ini akan terwujud - batin Xander merasakan jika evolusinya itu sudah hampir selesai.
Senyuman kepuasan muncul di bibir Xander ketika impiannya selama ribuan tahun itu akhirnya terwujud, namun sebuah kejadian yang tidak terduga tiba-tiba terjadi yang membuatnya langsung tertegun.
"Dapat!"
River tiba-tiba muncul entah darimana dan langsung mengambil kristal merah milik Xander di detik-detik terakhir sebelum dia berevolusi.
"Tidak!" Xander berteriak histeris ketika efek Evolusi yang sudah dia dapatkan mulai menghilang dari tubuhnya perlahan-lahan.
Ia kemudian menoleh ke arah dimana River sudah pergi menjauh membawa kristalnya dengan geram, "Dasar bocah, kembalikan benda milikku!" teriaknya.
Disisi lain River hanya tersenyum licik ketika mendengar teriakkan kemarahan Xander, dia kemudian melihat kristal merah di tangannya itu dengan teliti sembari berlari.
Dia bisa merasakan banyak jiwa makhluk hidup yang terperangkap dalam kristal itu, mereka berteriak dan merintih memohon untuk diberi kebebasan.
Sepertinya semua jiwa yang mati karena Xander dikurung di kristal ini untuk evolusinya ... sungguh sangat kejam - pikir River.
{Ini kesempatan yang bagus bocah, kau bisa menggunakannya untuk berevolusi sekarang!} saran Zetton yang membuat River mengernyitkan dahinya.
Jadi aku harus mengorbankan semua jiwa ini?
{Itu sudah pasti...}
Saran Zetton itu sangat bertentangan dengan hati nurani River, dia memang ingin berevolusi dan menjadi lebih kuat lagi untuk mengalahkan sistem dunia dan membebaskan kedua orang tuanya.
Satu-satunya cara untuk berevolusi adalah dengan mengorbankan jiwa makhluk hidup, sekarang dia sudah memiliki jutaan jiwa makhluk hidup di tangannya.
Mereka terus memohon kepada River untuk membebaskan mereka yang membuat River sedikit enggan melakukannya.
Tapi daripada harus melakukan pembantaian lagi untuk mendapatkan banyak jiwa, menggunakan jiwa yang sudah ada jauh lebih baik.
Setelah meyakinkan dirinya beberapa kali, River akhirnya membulatkan keputusannya.
"Maaf ... aku tidak bisa membebaskan kalian untuk saat ini, tapi setidaknya aku akan membebaskan kalian dari penderitaan semasa hidup kalian. Jadi berbahagialah di dalam diriku..." kata River tulus lalu menggenggam kristal itu penuh haru.
"Evolusi God Of Darkness dimulai..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...
...~Chp 80 : 1354 kata~...