
...[๐๐๐ซ๐๐ง ๐ผ๐๐๐๐จ๐ค๐ฃ ๐๐๐]...
Semakin lama cahaya yang dia keluarkan semakin kuat, jika terus begini dia pasti bisa memusnahkan seluruh benua Lhigor beserta umat manusia.
Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Teman-temanku masih berada di dekat sini, begitupun dengan keluargaku di desa.
Jadi aku akan menghentikannya!
Aku mencabut pedangku dari sarungnya, biasanya ketika aku melakukannya tidak akan ada hal aneh yang terjadi, tapi sekarang pedang hitam peninggalan Master itu mengeluarkan aura ungu yang lebih pekat dari kegelapan.
Aku sudah tahu jika pedang hitam itu bukanlah pedang biasa, jadi aku tidak terlalu terkejut dengan ini.
ใDark God Sword Technique : Third Technique : Impossible God Slashใ
SWOOOSH!
Aku menggunakan teknik ketiga dari teknik berpedang dewa kegelapan milikku, tebasan yang aku lancarkan itu mengeluarkan cahaya ungu dan melesat dengan sangat cepat kearah Riona.
Itu adalah serangan yang jauh lebih kuat dari biasanya.
Riona berdecak kesal, dia melihat serangan itu dengan mata predatornya dan menghisapnya ke sebuah dimensi buatannya. Itu sukses mengagalkan seranganku.
Tapi karena kejadian yang tiba-tiba itu membuat sinar yang Riona pancarkan ke langit menjadi tidak stabil dan hampir redup.
Dia baru saja berevolusi, jadi kekuatannya pasti masih belum stabil.
'Aku hanya harus terus menyerangnya.' batinku.
ใDark God Sword Technique : Fourth Technique : Darkness Explosion Waveใ
ใDark God Sword Technique : Fifth Technique : Invisible Dark Slashใ
ใDark God Sword Technique : Sixth Technique : Supernova Speed โโExceeds Limit.ใ
Tiga teknik berpedang dewa kegelapan aku gunakan secara beruntun, membuat tempat itu dihiasi oleh banyak kilatan cahaya ungu yang sangat mematikan.
Riona menciptakan sebuah barrier di sekelilingnya untuk melindungi dirinya, dalam situasi ini dia tidak bisa bergerak karena masih melancarkan sinar kehancuran ke langit.
Tapi lama-kelamaan barrier itu juga menjadi retak dan hampir hancur karena terkena serangan beruntunku.
Aku tidak berhenti begitu saja dan terus melancarkan serangan untuk menghentikan wanita gila itu menghancurkan seluruh kehidupan di benua ini. Hingga sampai di titik ini wanita itu sudah sangat terpojok.
"Dimana saja kalian dasar sialan!!!" teriak Riona putus asa.
Tak lama setelah itu orang-orang berjubah hitam yang merupakan bawahan Riona mulai bermunculan di sekelilingku, ternyata Riona berteriak untuk memanggil para bawahannya.
Semua orang berjubah hitam itu kemudian langsung menyerbu diriku secara bersamaan dengan bersenjatakan pedang dan belati.
ใDark God Martial Art : Fourth Arts : Intimidate Auraใ
__ADS_1
"AAAAAARRRRGGGHHH!!!"
Aku berhasil menumbangkan mereka semua hanya dengan satu jurus seni bela diri, yaitu jurus intimidasi aura yang langsung menyerang mental mereka.
Ini adalah jurus yang sama seperti yang aku gunakan untuk melawan Raymond dan pasukan Undeadnya sebelumnya. Bahkan Undead saja bisa tersiksa karena jurus ini apalagi makhluk hidup.
Aku bisa melihat Riona yang menggunakan sihirnya untuk melindungi kondisi mentalnya.
Semua orang-orang berjubah hitam telah mati. Tapi beberapa orang-orang berjubah hitam kembali bermunculan dari atas tanah, tepatnya dari lubang yang dibuat oleh Riona menggunakan sinar mengerikannya itu.
Aku tidak tahu berapa jumlah orang-orang berjubah hitam ini, yang pasti kami sudah menghabisi cukup banyak dari mereka tapi mereka terus berdatangan layaknya serangga.
Mengetahui kebingungannku, Zetton langsung memberikan kesimpulannya.
{Sepertinya orang-orang berjubah hitam itu kembali hidup beberapa saat setelah mereka dibunuh, apa kau ingat dengan sihir realitas milik wanita itu sebelumnya?}
Tentu aku mengingatnya, makhluk hidup tidak akan bisa dibunuh secara permanen jika tidak berada di realitas asli mereka.
Orang-orang berjubah hitam ini tidak berada pada realitas asli mereka, oleh sebab itu mereka bisa kembali hidup setelah dibunuh. Tapi nyatanya aku berada di realitas asliku sekarang.
Hanya ada satu jawaban untuk ini, yaitu Riona bisa membuat 2 realitas ini berlangsung secara berdampingan.
'Wajar saja dia menjadi incaran 5 entitas tertinggi dengan kekuatan seperti ini....' batinku.
Sekilas aku bertanya-tanya apakah kepala akademi, Aria Scarlet juga memiliki kekuatan yang sama atau mirip dengan Riona mengingat dia bisa hidup kembali walaupun sudah aku bunuh berkali-kali.
Tapi bukan saatnya untuk memikirkan hal itu karena orang-orang berjubah hitam itu kembali menyerangku secara bersamaan!
"Jangan lari dari pertempuran dasar pengecut!!!"
Aku ingin menggunakan serangan mental untuk kedua kalinya, tapi bersamaan dengan itu sebuah teriakan dari atas membuatku berhenti sebelum bisa menggunakan serangan itu.
Dengan mengalihkan pandanganku keatas, aku melihat Raja Laurence yang meluncur turun memasuki lubang dungeon. Tubuhnya penuh dengan luka dan darah menandakan seberapa sengit pertempurannya tadi.
Bahkan armor emas miliknya sudah tidak terpasang lagi di badannya dan memperlihatkan bentuk tubuhnya yang kekar penuh dengan otot.
ใDivine Light Sword Technique : Third Technique : Purgatory Light!ใ
SWIING!
SWIING!
SWIING!
Dia menggunakan teknik berpedang cahaya ilahi miliknya dan membunuh sekumpulan orang-orang berjubah hitam yang menyerang diriku tadi.
Itu adalah serangan yang sangat suci hingga membuatku sedikit tertekan.
"Hahaha! Betapa bodohnya kalian menuntunku ke tempat pimpinan kalian!" kata Raja Laurence sambil tertawa lebar.
__ADS_1
Dia kemudian melirik ke arahku dan berkata, "Sepertinya kau terjebak dalam situasi yang merepotkan lagi Nak. Terima kasih sudah mau bertahan, sekarang pergilah mengungsi bersama yang lainnya!"
'Ada apa dengan pria ini yang terus-terusan mengusirku dari medan pertempuran?' batinku kesal.
Walaupun begitu aku tidak menunjukkan kekesalanku sama sekali karena tidak ingin memusuhi orang sepertinya sementara aku masih memiliki musuh yang sama merepotkannya.
"Itu tidak perlu karena aku masih bisa bertarung." balasku.
Raja Laurence ingin menentang keputusanku, tapi beberapa orang berjubah hitam kembali bermunculan.
Dia bisa membunuh semua orang-orang berjubah hitam itu dengan mudah, tapi bersamaan dengan itu dia tiba-tiba memuntahkan seteguk darah segar karena lukanya yang sangat parah.
"Kurasa aku memang membutuhkan bantuan disini...." ujarnya lirih.
Aku tidak menjawab melainkan hanya mengangguk tanda setuju dengan perkataannya.
Tak lama setelah itu pedang hitamku bergetar lagi karena berdekatan dengan pedang emas milik Raja Laurence, tapi aku menyembunyikan pedang itu di dalam cincin ruang milikku agar tidak disadari oleh Raja Laurence.
Aku mengganti senjataku dengan sebuah pedang lain, itu bukan pedang biasa melainkan pedang yang merupakan salah satu benda sihir milik Raymond.
"Jangan terlalu fokus pada orang-orang berjubah hitam itu karena mereka akan terus hidup walau sudah kita bunuh, satu-satunya target kita adalah wanita itu." kataku.
Ekspresi terkejut bisa aku lihat dari wajah Raja Laurence, "Jadi mereka mirip dengan Aria Scarlet ya...." gumamnya.
Ternyata bukan hanya aku yang mengetahui kemampuan Aria Scarlet....
"Jadi kita harus memusatkan seluruh kekuatan kita kepada wanita itu sebelum dia menyelesaikan sihirnya untuk melenyapkan seluruh benua." kataku pura-pura tidak mendengar gumaman Raja Laurence.
"Tentu kita akan menghentikannya, aku juga akan membalaskan kematian istriku!" kata Raja Laurence dengan penuh semangat.
Ini bagus, dia akan menjadi bonekaku untuk sekarang. Pikirannya terlalu kacau untuk memikirkan alasan kenapa seorang siswa bisa bertahan dalam situasi mengerikan ini sementara dirinya terluka parah.
Untuk sekarang kami akan bekerja sama. Setelah semua ini selesai lukanya pasti akan semakin parah, lalu aku akan menyingkirkannya karena terlalu berbahaya membiarkannya tetap hidup.....
...--------------------------------...
...[๐๐ค๐ง๐ข๐๐ก ๐๐๐]...
Sementara itu di sisi lain, terlihat Finley yang sedang berlari dengan susah payah untuk sampai ke sumber sinar yang memancarkan tinggi ke langit.
Beberapa kali dia terjatuh karena tersandung reruntuhan dan membuat kakinya terluka, tapi dia kembali bangkit dan terus berlari tanpa memikirkan kondisi lukanya.
Finley menutupi mata kanannya menggunakan telapak tangannya, terlihat mata kanannya itu mengeluarkan sinar emas yang sangat terang dengan simbol matahari di pupil matanya.
'Siapa aku? Kenapa aku bisa berada disini? Aku adalah Finley Belle, anak dari seorang pedagang kaya! Tapi sepertinya itu salah.......Jadi siapa sebenarnya aku?' itulah yang ada dalam pikiran Finley.
Dia kehilangan arah, pikirannya semakin kacau seiring berjalannya waktu. Sekilas ingatan seseorang masuk melalui kepalanya dan memutar sebuah gambaran kasar mengenai kehidupan jauh di masa lalu.
...โฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆ...
__ADS_1
...๐ฟ๐๐๐, ๐๐๐ก๐, ๐ด๐๐ ๐ถ๐๐๐๐๐๐ก ๐๐๐ก๐ข๐ ๐๐๐๐๐ข๐๐ข๐๐ ๐ด๐ข๐ก๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐ ๐ต๐๐๐๐๐๐ฆ๐...
...~Chp 47 : 1224 kata~...