DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 7: Hutan Monster


__ADS_3

"Anu ... apa kau baik baik saja?"


Sepertinya dia menyadari ketika aku melihat tubuhnya. Tapi sama halnya seperti gadis polos biasa, dia tidak peka dan hanya bertanya dengan polosnya.


"Hm, aku baik baik saja," balasku sedikit merasa bersalah karena berpikir buruk pada gadis polos ini.


"Selain itu ... benarkah kau yang merawatku semasa aku pingsan?" tanyaku mengalihkan perhatian.


"It— itu benar ... sebenarnya aku tidak terlalu hebat dalam pedang ataupun sihir serangan, tapi mis Ayla melihat jika aku memiliki bakat dalam sihir penyembuhan. Jadi dia mengangkatku menjadi murid pribadinya...."


Finley menceritakan dirinya.


Seperti yang kubilang sebelumnya, di dunia ini semua manusia bisa menggunakan sihir dengan seluruh elemen dasar yang ada, tapi tidak semua orang mampu menguasai semua elemen yang ada dengan baik.


Dan dalam kasus Finley agak berbeda, dia kesulitan menggunakan sihir lain dan hanya menguasai sihir cahaya dengan lebih baik, sekalipun dia bisa mempelajari elemen lain, dia akan kesulitan meningkatkan kekuatannya.


Jadi kalimat 'semua orang lahir dengan bakat yang berbeda' cocok untuk manusia di dunia ini.


"Jadi begitu, kurasa kau cukup beruntung karena masih bisa menggunakan sihir..." kataku menunjukkan ekspresi murung.


Finley yang hanya hebat dalam sihir cahaya saja merasa dirinya lemah dan tidak berbakat, apalagi diriku yang sama sekali tidak bisa menggunakan sihir sekalipun itu sihir Buffed.


Sekarang aku benar benar merasa seperti sampah....


"Tapi kemampuan berpedang River sangat hebat!"


"!!!"


Aku sedikit terkejut karena dia tiba tiba menaikan nada suaranya, aku menatapnya dan melihat jika dia memasang ekspresi wajah yang serius.


Ini sangat berbeda dengan sikapnya yang biasa.


"Apa maksudmu?" tanyaku heran.


"Sepanjang hidupku, aku tidak pernah melihat orang yang bisa bertarung dengan intens tanpa menggunakan sihir dan melawan musuh yang menggunakan sihir, jadi River adalah orang yang sangat hebat!" jawabnya bersikeras.


Aku terdiam. Ini adalah pertama kalinya aku dipuji sebagai orang yang hebat. Selama ini aku selalu dihina dan diejek karena kelemahanku ini, jadi aku memiliki berbagai perasaan untuk situasi ini.


Tapi walaupun begitu aku tidak terima dengan pujiannya.....


"Kurasa kau belum tahu seberapa luas dunia ini, di luar sana pasti ada orang yang lebih hebat daripada diriku, jadi kurasa kekagumanmu itu salah-"

__ADS_1


"Tidak. Mungkin bagimu dunia ini sangat luas, tapi bagiku dunia ini sangat kecil dan sempit ... itu bagaikan berada di dalam sebuah lemari kecil..."


Dia memotong perkataanku, mengutarakan isi hatinya dengan penuh kesedihan.


Aku tahu apa yang dia dirasakan, dia pasti merasa jika dirinya dikucilkan oleh dunia, tidak ada yang menginginkannya, tidak ada yang memperdulikannya, tidak ada lingkungan yang nyaman baginya sehingga dia membenci dunia.


Aku tahu betul apa yang dia rasakan karena aku juga merasakannya.


Semenjak di tinggalkan Olivia, tidak ada lagi tempat yang nyaman bagiku, aku sudah tidak dibutuhkan lagi oleh siapapun.


Padahal sebelumnya aku memiliki banyak teman saat pertama kali masuk akademi karena memang sikap dan kepribadianku yang baik dan ramah.


Aku bisa berbincang bincang dengan siapapun, selalu memiliki topik pembicaraan yang menarik sehingga didekati banyak orang.


Tapi kurasa sekarang semuanya sudah berubah, aku tidak lagi memiliki sikap baik dan ramah karena sejatinya tidak ada yang bisa kudekati. Aku tidak banyak bicara, kepribadianku juga sudah sangat berubah, aku selalu mengutuk dan membenci semua orang dalam hatiku.


Seluruh kepala dan pikiranku sekarang ini penuh dengan sesuatu yang negatif.


Jadi aku sangat ketakutan ... aku takut jika suatu hari nanti aku akan menjadi seseorang yang berbeda...


..


..


..


Hubunganku dengan Finley juga semakin membaik karena dialah yang merawatku selama ini.


Bisa dibilang aku dan dia sudah berteman dengan baik karena memiliki banyak kesamaan, aku senang karena bisa mengenalnya lebih jauh lagi.


Ternyata Finley itu tidak seburuk yang orang pikiran, dia pintar memasak dan bersih bersih, masakannya sangat enak dan sangat mirip dengan masakan ibuku.


Tapi walaupun hubungan kami sudah dekat, aku memintanya untuk bersikap seperti biasa ketika di depan umum.


Aku menyuruhnya begitu agar tidak menarik perhatian orang lain sehingga dia ikut di benci orang orang. Walaupun sedikit enggan namun Finley mau menyetujuinya karena tahu jika itu dilakukan demi dirinya juga.


...


...


...

__ADS_1


Jadwal pembelajaran hari ini telah selesai, dan seperti biasa siswa siswa langsung bergegas untuk bersenang-senang di luar akademi.


Namun itu tidak berlaku untukku, aku sadar jika aku belum pernah menjalani latihanku selama beberapa hari terakhir karena sedang dirawat.


Ini sangat gawat, master pasti akan marah kepadaku....


Oleh karena itu aku bergegas dan berlari dengan cepat menuju hutan monster.


Hutan monster. Seperti namanya itu adalah sebuah hutan terluas yang dipenuhi dengan monster dan merupakan salah satu tempat paling berbahaya di benua Lhigor.


Hutan monster sendiri terletak di tengah-tengah benua Lhigor dan merupakan satu satunya wilayah yang tidak mempunyai penguasanya selain monster-monster kuat yang setara dengan seorang penyihir level 7.


Tingkatan level monster sendiri dibedakan menjadi 9 tingkatan yaitu, level-F, level-E, level-D, level-C, level-B, level-A, level S, level SS, dan yang terkuat adalah level-SSS.


Monster level-SSS diketahui pernah terlihat terakhir kali pada 5000 tahun di masa lalu atau juga dikenal sebagai zaman kekacauan.


Tapi bukan saatnya untuk membahas hal itu.


Saat ini aku sedang berada di pinggiran hutan monster, jika dilihat dari luar maka itu terlihat bagaikan lautan pepohonan yang memenuhi segala tempat.


Aku berjalan masuk ke dalam hutan dan menelusuri jalan hutan yang kian menggelap semakin aku masuk ke dalam.


Seharusnya di titik ini aku sudah menemui beberapa monster level-F sampai level-E seperti goblin dan kobold, tapi anehnya tidak ada satupun monster seperti itu.


Tentu saja tidak ada karena aku memasuki hutan monster melalui jalan rahasia tanpa diketahui oleh seekor monsterpun.


Setelah berjalan beberapa menit, aku akhirnya sampai di sebuah gua dengan banyak tanaman rambat yang menutupi mulut gua itu.


Aku membuka tanaman menjalar itu lalu memasuki gua, sangat berbeda dengan gua normal yang biasanya terdapat bebatuan di dalamnya, dibalik gua itu aku justru melihat padang rumput yang lumayan luas dan terdapat sebuah gubuk tua di tengahnya.


Tapi aku tidak terkejut sama sekali karena tempat ini memang tujuannya dan sudah datang kesana berkali kali.


Di atas sebuah batu besar, aku melihat seseorang yang sedang duduk diatas batu itu dengan tenang. Itu adalah seorang pria paruh baya.


Pria itu mengalihkan pandangannya kepadaku dengan sorot matanya yang tajam dan mengintimidasi diriku hingga berkeringat dingin.


"Aku harap kau memberiku alasan yang bagus karena tidak datang kesini beberapa hari ini...."


Kata katanya sedingin puncak es di pegunungan Frostland! aku yakin dia pasti akan memberiku hukuman yang sangat berat nanti.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 7 : 1133 kata~...


__ADS_2