DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 89: Dunia Modern


__ADS_3

"E- eh? R- River apa yang kau katakan tadi?"


Finley, Riona, Neo, dan Yui dibuat sangat kebingungan dengan perkataan River yang tiba-tiba memperkenalkan seorang pria yang tidak diketahui asal usulnya.


Terlebih lagi River memperkenalkannya sebagai Dewa Naga Zetton yang membuat semua orang jauh lebih kebingungan.


"Sudah kubilang dia adalah Zetton sang Dewa Naga yang telah menghilang ribuan tahun lalu, penampilannya dan auranya memang jauh berbeda karena aku menyuruhnya untuk menyembunyikannya..." kata River serius.


Tapi walaupun begitu mereka masih belum sepenuhnya mempercayai perkataan River yang terkesan aneh itu.


Sampai pada akhirnya Zetton mengeluarkan sedikit aura keagunganya yang membuat keempat orang itu langsung tertekan.


"A- aku percaya!" teriak Riona menyerah akan tekanan luar biasa yang ia alami itu begitupun dengan yang lainnya.


Bagaimanapun tingkat kekuatan mereka jauh di bawah tingkat kekuatan Zetton yang notabenenya juga adalah seorang Dewa.


"Tuan Zetton aku sudah lama merindukanmu!" ujar Neo penuh haru lalu memeluk tubuh Zetton.


Ia sangat senang karena akhirnya bisa bertemu lagi dengan sosok yang membuatnya bisa menjalani hidup dengan penuh semangat secara langsung.


Zetton merasa terharu, ia kemudian menepuk kepala Neo dengan halus dan berkata, "Sepertinya kau sudah bertambah kuat daripada sebelumnya."


"Ya itu benar, sekarang aku telah menjadi True Heavenly Dragon!" kata Neo bangga karena memiliki tingkat kekuatan ataupun ras yang setara dengan Zetton.


"Rajinlah berlatih mengendalikan kekuatanmu agar tidak lepas kendali." saran Zetton.


Neo masih belum memiliki sifat yang dewasa, dia masih mudah terbawa emosi dan berakhir melakukan sesuatu yang diluar nalar.


Dengan kekuatannya yang sekarang Zetton merasa khawatir jika Neo kehilangan kendali dan berakhir menghancurkan dunia sama seperti yang pernah ia lakukan di dunia cermin.


Untungnya tidak ada yang mengetahui hal itu....


"Tapi kau sangat hebat bisa menemukan kembali sosok Zetton yang telah menghilang selama ribuan tahun itu, River..." kata Riona kagum.


River masih belum memberitahu mereka jika Zetton selama ini ada dalam dirinya, tidak ada yang tahu hal itu kecuali Neo yang tahu saat di dalam Great Dungeon.


Lagipula memberitahu mereka hal itu tidak akan mengubah hal apapun, jadi ia tidak berniat untuk memberitahunya.


Zetton disambut dengan baik oleh sahabat River, mereka sama sekali tidak perlu bersikap formal kepadanya karena status mereka yang sama-sama sahabat River.

__ADS_1


Dan setelah semua orang pergi untuk melakukan aktivitas mereka masing-masing, River memanggil Yui untuk berbicara empat mata.


Awalnya Yui sedikit kebingungan mengenai alasannya dipanggil, tapi seketika dia sadar saat River melontarkan pertanyaan yang tidak mampu dijawabnya.


"Apa kau ingin pulang ke duniamu?"


Yui merenungkan pertanyaan River, awalnya Yui berusaha mati-matian demi bisa kembali ke dunianya berasal tapi sekarang dia tidak tega meninggalkan sahabatnya yang sekarang khususnya Neo.


Lagipula kalaupun Yui kembali ke dunia aslinya dia ragu apakah bisa mendapatkan kasih sayang sama seperti di tempatnya sekarang ini.


Gadis itu masih ingat betul bagaimana keluarganya bersikap cuek padanya ketika di mobil....


Yui menggigit bibirnya ketika mengingat hal itu, dia kemudian memutuskan keputusannya.


"Aku tetap disini!" ucap Yui.


"Apa kau serius dengan keputusanmu itu? mungkin saja orang tuamu sedang menunggu kepulanganmu di rumah." ujar River, ia tidak ingin membuat Yui menyesal di kemudian hari karena keputusannya yang sembrono.


Yui terdiam, sejujurnya dia sangat merindukan ayah, ibu, dan kakaknya tapi dia masih ragu untuk berpisah dengan River dan yang lainnya.


Melihat keraguan Yui, River berinisiatif untuk menawarkan sesuatu yang membuat Yui penuh harap.


"Bagaimana kalau aku ikut mengantarmu ke duniamu itu? Kau bisa menemui keluargamu terlebih dahulu sebelum benar-benar memutuskan untuk tinggal dimana."


"Tentu, kenapa tidak?"


Yui sangat senang dengan tawaran River dan tanpa pikir panjang ia langsung menerimanya.


River menggenggam tangan Yui sebelum menciptakan sebuah lingkaran sihir di bawah mereka.


"Traveler ke dunia Bumi." gumam River sambil memejamkan matanya.


Lingkaran sihir melahap habis tubuh mereka berdua dan langsung meluncur bebas di sebuah tempat yang disebut lorong dunia, itu adalah tempat dimana setiap dunia saling terhubung.


Salah satu persyaratan untuk pergi ke dunia lain adalah harus mendapatkan izin dari sang pengatur dunia atau yang lebih dikenal sebagai Dewa atau Dewi.


Namun River memiliki cara untuk mengelabui hal tersebut agar tidak harus bertemu dengan sosok pengatur Bumi itu, River pernah mengirim Riona ke Bumi sebelumnya jadi dia sudah pernah berhasil mengelabui mereka.


Hingga pada akhirnya River dan Yui telah sampai dengan selamat di Bumi, tepatnya di atas sebuah gedung pencakar langit yang sangat tinggi.

__ADS_1


Dari atas sana River bisa melihat pemandangan dunia modern yang berbeda jauh dari dunianya berasal.


Selain itu ia juga bisa merasakan perbedaan yang sangat mencolok di dunia itu.


"Tidak ada mana dunia ini, dan sepertinya para manusia di dunia ini juga tidak mempunyai sihir..." gumam River.


Ia tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan tanpa sihir di tempat ini, namun mereka memiliki tingkat teknologi yang jauh lebih maju daripada dunianya berasal.


"Kekuatan utama dan terbesar di dunia ini adalah teknologi, mereka bisa menghancurkan sebuah negara hanya dengan duduk di meja kerja dan menekan beberapa tombol untuk meluncurkan bom nuklir..." kata Yui menjelaskan.


River sangat kagum dengan penjelasan Yui, setelah dipikir-pikir kembali dunia ini tidak kalah hebatnya dengan dunia Aquila Phoroneuse17 yang memiliki sihir sebagai kekuatan utamanya.


Sekilas River membayangkan apa jadinya jika kedua dunia itu saling berperang satu sama lain, apakah penyihir bisa menang melawan orang yang duduk di meja kerja?


Yang pastinya itu akan menjadi sebuah bencana yang sangat mengerikan, jadi River berhenti memikirkan hal itu.


"Sebaiknya kita segera bergegas mencari orang tuamu, apa kau masih ingat letak rumahmu?" tanya River.


"Aku ingat. Tapi sebaiknya kita mengubah penampilan kita dulu sebelum turun ke kerumunan orang-orang." saran Yui.


Dengan penampilan mereka yang sekarang mungkin saja akan menarik perhatian dari orang-orang, jadi mereka harus mengubahnya.


River menajamkan pandangannya matanya bagaikan sebuah mikroskop untuk melihat orang-orang yang tengah berlalu lalang di jalanan kota yang sangat padat.


Sebuah style fashion Hoodie hitam, celana jeans, sepatu Nike hitam, dan kacamata hitam sedikit menarik perhatian River.


Langsung saja ia mengubah pakaiannya seperti yang dilihatnya itu, dan benar saja dia sangat cocok dengan penampilannya yang lebih modern itu.


"Aku mau yang itu!" kata Yui menunjuk salah satu gadis yang mengenakan gaun biru sampai lutut dengan pita biru di rambutnya.


"Baiklah." kata River lalu mengubah penampilan Yui sesuai yang dia inginkan.


Melihat Yui yang jauh lebih cantik dengan pakaian modernnya membuat River tersenyum lembut.


"Kalau begitu ayo kita turun!" ajak River.


Sambil menggenggam tangan Yui mereka berduapun langsung berteleportasi ke bawah untuk membaur dengan masyarakat kota modern itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 89 : 1061 kata~...


__ADS_2