
...[๐๐๐ซ๐๐ง ๐ผ๐๐๐๐จ๐ค๐ฃ ๐๐๐]...
Perjalanan kami menuju Ibukota Kerajaan Underland bisa dibilang tidak berjalan mulus karena banyaknya rintangan seperti monster dan para bandit.
Walaupun mengalahkan mereka tidak terlalu sulit, tapi mereka selalu menghambat kami dengan gangguan mereka yang merepotkan.
Seperti saat ini, kami sedang beristirahat di bawah pohon besar sembari memperbaiki roda kereta kami yang hancur karena serangan bandit sebelumnya.
Tidak jauh dari tempat kami juga terlihat sekumpulan mayat bandit yang baru saja terbunuh karena saking kesalnya kami, mereka sungguh tidak tahu malu membuat jebakan untuk menghancurkan roda kereta kami.
Mungkin memang seperti itulah cara mereka untuk mengait mangsa mereka yang lewat...
"Sudah selesai." kata Riona setelah memperbaiki roda kereta yang sebelumnya hancur menggunakan sihirnya.
"Ibukota sudah dekat, jadi sebaiknya kita segera bergegas sekarang." kataku sambil melihat peta.
Aku kemudian mengalihkan pandanganku kearah sekumpulan mayat bandit itu, disana ada seseorang berjubah hitam yang sedang berdiri di tengah-tengah mayat itu.
Sambil mengangkat tongkat sihirnya tinggi-tinggi, dia mulai menggunakan sihirnya.
ใDeath Magic : Raise Of The Dead!ใ
Sekumpulan mayat itu mengeluarkan asap hitam pekat sebelum tenggelam ke tanah yang sudah sepenuhnya menghitam.
Aura kematian terasa begitu pekat dari tempat itu, dan tiba-tiba sebuah tangan merangkak keluar dari dalam tanah hitam itu hingga memperlihatkan mayat bandit yang sudah menjadi Undead sepenuhnya.
"Apa kau sudah selesai, Raymond?" tanyaku kepada sosok berjubah hitam itu yang adalah Raymond.
Raymond berbalik dan memperlihatkan wajahnya pada kami, itu bukanlah wajah seorang Undead mengerikan seperti yang dulu, melainkan seorang pria yang cukup tampan dan muda.
"Aku sudah selesai." balas Raymond sembari mengubah Undead yang baru ia bangkitkan itu menjadi asap hitam dan memasuki tongkat sihirnya.
Dia berjalan menghampiri kami dan langsung menaiki kereta.
Aku, Riona, Finley, dan Yui juga menaiki kereta untuk melanjutkan perjalanan menuju Ibukota.
"Apa kau tidak masalah membuat orang-orang lemah seperti para bandit itu menjadi pasukan Undeadmu?" tanya Riona.
"Tentu, semakin banyak pasukan maka akan semakin baik." jawab Raymond.
Kami sudah menghabiskan cukup waktu cukup banyak dalam perjalanan ini, jadi Riona dan yang lainnya sudah akrab dengan Raymond.
__ADS_1
"Selain itu ... aku tidak pernah menyangka akan bisa kembali ke wujud manusiaku, terlebih lagi ini adalah wujudku saat masih muda. Semua ini berkatmu River." lanjut Raymond.
"Tidak, ini semua karena usahamu sendiri dalam mencapai evolusi selanjutnya dari rasmu." balasku.
"Tapi aku bisa berevolusi seperti ini karena dirimu yang memberikan Dark Orb."
Seperti kata Raymond, aku menggunakan Dark Orb yang kudapatkan dari tuan walikota untuk membantu Raymond dalam memulihkan dirinya, tapi tanpa aku sangka dia juga berevolusi karena Orb itu.
Sekarang rasnya bukan lagi Undead King, melainkan True Undead Lord yang memiliki penampilan fisik layaknya manusia tapi memiliki aura Iblis.
Untuk tingkat kekuatannya sendiri Raymond sudah mencapai ranah Half God Level 1. Dia 2 level lebih rendah dariku.
Kemampuannya untuk menghidupkan orang yang telah mati dan mengubahnya menjadi Undead sudah jauh lebih kuat, sekarang setiap Undead yang dia ciptakan akan memiliki kekuatan 10 kali lipat lebih kuat daripada saat Undead itu masih hidup.
Dengan kekuatannya itu sudah menjadikan Raymond setara dengan satu pasukan yang memiliki kekuatan besar....
...
...
...
Tak berselang lama setelah itu akhirnya kami sampai di Ibukota Kerajaan Underland, di depan gerbang Ibukota itu sudah terlihat sangat banyak rombongan orang-orang yang ingin memasuki Ibukota.
Namun rombongan orang-orang itu yang masih mengantri itu sontak minggir untuk memberi jalan kepada kami, mereka membiarkan kami lewat terlebih dahulu karena kereta spesial yang kami naiki.
Para penjaga gerbang itu juga tampak memberikan penghormatan kepada kami dan langsung membiarkan kami masuk setelah aku memberitahu jika tuan walikota Kota Alba yang merekomendasikan kami.
Jadi kami bisa langsung memasuki Ibukota dengan mudah tanpa harus melalui pemeriksaan ketat seperti orang biasa.
Namun ... ada yang aneh ketika seorang pria berpakaian armor lengkap yang terlihat sangat mewah menghentikan jalan kereta kami.
"Apa dia musuh? Bolehkah aku membunuhnya?" tanya Riona sambil mempersiapkan sabit besarnya.
"Tunggu dulu, aku tidak merasakan ancaman darinya..." sangkalku.
Aku kemudian turun untuk memastikan alasan dirinya menghalangi jalan kami, tapi sebelum aku bisa bertanya dia sudah berbicara terlebih dahulu.
"Raja Iblis Clarion telah menunggu kedatangan Anda sekalian, dimohonkan untuk segera menuju Istana kerajaan sekarang."
Kami sedikit kebingungan, 'Sepertinya kedatangan kami sudah diperkirakan...' batinku.
__ADS_1
Karena tidak merasakan adanya ancaman, aku akhirnya menyetujui untuk ikut ke istana. Aku juga sedikit penasaran dengan Raja kerajaan ini...
Dikala perjalanan menuju istana yang terletak di tengah-tengah Ibukota, aku melihat-lihat ke sekeliling ibukota.
Jalanan ibukota sangat ramai dengan pengunjung dan pedagang di pinggir jalan. Ras Iblis yang ada disini jauh lebih beragam jenisnya dibandingkan dengan di Kota Alba, itu wajar mengingat ini adalah pusat perdagangan.
Tapi kerumunan orang-orang yang sangat banyak itu langsung menepi untuk memberikan jalan pada kami.
Tak berselang lama kemudian akhirnya kami sampai di Istana. Sangat berbeda dengan istana kerajaan manusia yang seluruh dekorasinya berhiaskan warna emas, sebaliknya istana di depan kami itu berwarna gelap dengan hiasan tengkorak.
'Jadi disinilah Raja Iblis Clarion tinggal....' pikirku.
"Raja Iblis Clarion sudah menunggu, silahkan ikuti saya." kata pria itu lalu menuntun kami memasuki istana.
Dekorasi gelap dan antik terlihat menghiasi lorong istana kemanapun kami pergi, pria itu terus menuntun kami dalam diam hingga sampai ke sebuah ruangan.
Itu bukan ruang singgasana, melainkan ruangan kerja Raja Iblis.
"Silakan masuk." ujar pria itu sambil membukakan pintu.
Kami memasuki ruangan, aku sedikit terkejut setelah melihat seorang pria tua yang duduk di meja kerjanya, dia memiliki satu tanduk di dahinya.
Aku tahu jika dia adalah Raja Iblis, tapi bukan itu yang membuatku terkejut.
"Profesor Watson?!" kataku sambil menunjuk pria tua itu.
"Lama tidak bertemu River...." ujar pria tua itu yang ternyata memang profesor Watson, salah satu guru di akademi Nethilor dulu...
"Kau, Raja Iblis? Bagaimana bisa?" ujarku tak percaya.
Setelah kupikir-pikir, aku memang tidak pernah melihat profesor Watson di akademi semenjak aku meminjam sebuah buku darinya.
Bahkan dia tidak ada ketika gelombang monster yang menyerang Ibukota Kerajaan Victoria.
Keberadaannya yang menghilang tiba-tiba secara misterius terlalu mencurigakan, dan dia sekarang muncul di hadapanku sebagai Raja Iblis Clarion?
"Ceritanya panjang, jadi sebaiknya aku ceritakan nanti saja..." balas profesor Watson lalu berdiri dari tempat duduknya.
Dia kemudian berjalan menghampiriku dan langsung berlutut di hadapanku, "Saya sudah menantikan kedatangan Anda selama 5000 tahun, putra Dewa Kegelapan."
...โฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆ...
__ADS_1
...๐ฟ๐๐๐, ๐๐๐ก๐, ๐ด๐๐ ๐ถ๐๐๐๐๐๐ก ๐๐๐ก๐ข๐ ๐๐๐๐๐ข๐๐ข๐๐ ๐ด๐ข๐ก๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐ ๐ต๐๐๐๐๐๐ฆ๐...
...~Chp 64 : 1228 kata~...