DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
SPESIAL CHAPTER — Kota Modern Fantasi


__ADS_3

Setelah mengatakan semua rahasia kepada keluarga tercintanya, Leyn akhirnya bisa berangkat bekerja dengan hati yang riang dan lega.


Namun dia sedikit sedih karena masih belum mengatakan rahasianya kepada kakaknya, Leon.


Leon adalah satu satunya orang yang selalu menemani Leyn dari dalam kandungan ataupun saat masih bayi.


Mereka berdua tidak pernah berpisah terlalu lama sebelumnya tapi sekarang sudah lebih dari 1 tahun mereka berpisah karena pertengkaran mereka.


Apakah semua ini salahku? - batin Leyn yang mulai sadar akan kesalahannya.


Selama ini dirinya sudah banyak merepotkan kakaknya, setiap masalah yang di sebabkan olehnya pasti akan diselesaikan oleh sang kakak.


Mereka bertengkar karena Leyn terbawa emosi dan menyalahkan kakaknya sebagai penyebab kematian River, tidak ada yang salah dalam kejadian itu kecuali Leyn yang menyalahkan orang lain.


Kurasa aku harus meminta maaf padanya jika mendapatkan kesempatan - pikir Leyn.


...


...


...


Walaupun dikatakan sebagai 'berangkat bekerja', namun nyatanya tempat kerja Leyn itu berada di kediamannya sendiri yaitu balai kota.


Di ruang rapat sudah ada beberapa orang yang memegang peranan penting dalam kota Lumise.


Seorang wanita berusia sekitar 30 tahunan bernama June, dia berstatus sebagai menteri pendidikan karena kepintaran dan kemuliaannya.


Seorang pria muda berusia sekitar 20 tahunan yang bernama William, dia berstatus sebagai menteri perdagangan karena strategi penjualannya yang hebat.


Seorang pria paruh baya berumur sekitar 30 tahunan yang bernama Edward, dia berstatus sebagai komandan militer karena kemampuan berpedangnya yang hebat.


Seorang wanita paruh baya berumur sekitar 30 yang bernama Carina, di berstatus sebagai kepala hukum di kota Lumise.


Dan yang terakhir adalah seorang wanita muda yang memiliki usia tidak jauh dari Leyn, ia mengenakan pakaian jas hitam layaknya seorang pria yang membuatnya terlihat seperti wanita tomboy tapi memiliki paras yang cantik.


Dia adalah Myra yang menjadi sekretaris Leyn sekaligus pengawal pribadinya karena memiliki kemampuan bertarung dan kepintaran yang baik.


"Maaf telah membuat kalian menunggu." kata Leyn sambil duduk di kursi khususnya.

__ADS_1


"Karena nona Leyn sudah datang, sebaiknya kita segera memulai rapatnya." sambung Myra.


Semua orang mengangguk pelan termasuk Leyn, rapat yang kesekian kalinya itu akhirnya dimulai.


Pembahasan pertama rapat itu adalah laporan pedagangan oleh William, semuanya berjalan dengan baik kecuali adanya beberapa gangguan dari bandit yang mencoba membajak kereta.


Perlu diketahui jika kereta api yang dirancang oleh Leyn telah beroperasi selama beberapa bulan ini, target perjalanan kereta itu adalah beberapa kota yang telah menandatangani kontrak kesepakatan termasuk kota Vince.


Pedagang dari kota tersebut bisa melakukan perjalanan menaiki kereta api itu bersama barang dagangannya hanya dengan menunjukkan kartu identitas dan membayar beberapa uang sesuai dengan kota yang ingin mereka tuju.


Semakin jauh letak kotanya maka semakin mahal pula biaya yang harus dibayar si pedagang.


Masalah yang dilaporkan oleh William selaku menteri perdagangan adalah tentang adanya sekumpulan bandit yang berniat membajak kereta api yang penuh dengan barang dagangan berlimpah itu.


"Kalau itu masalahnya sepertinya kita harus menambah jumlah ksatria yang mengawal kereta api kita. Apa kau bisa melakukan itu tuan Edward?" ujar Leyn sambil melirik Edward selaku komandan militer.


"Serahkan saja itu kepada saya, saya akan mengutus beberapa orang yang cocok untuk tugas pengawalan." jawab Edward patuh.


Tapi tentunya Leyn tidak ingin menggunakan orang-orangnya terlalu banyak, oleh karena itu ia meminta Myra mengirimkan surat kepada kota-kota yang bekerjasama dengannya untuk menyumbangkan beberapa ksatria milik mereka.


Myra mengangguk patuh sebelum Leyn beralih ke laporan dari Carina selaku kepala hukum di kota Lumise.


Leyn berpikir sejenak sebelum berkata, "Apakah kebanyakan pelaku kejahatan itu pendatang baru?"


"Itu benar Nona."


Semenjak kota Lumise menjadi sebuah kota yang bisa terbilang cukup besar dengan produksi makanan yang berlimpah, banyak orang-orang yang memilih tinggal di kota itu.


Leyn tidak melarangnya melainkan senang karena semakin banyak penduduk maka akan semakin pesat juga perkembangan kota.


Namun orang-orang yang disebut pendatang baru itu tidak memiliki sifat loyalitas tinggi kepada sesama seperti halnya penduduk asli kota Lumise, hal itu yang membuat tingkat kriminalitas di kota itu mulai meningkat.


"Laksanakan saja hukum yang tertera di undang-undang kota kita, kriminal tetaplah kriminal walaupun dia adalah penduduk asli kota Lumise."


"Tidak ada yang namanya perlakuan khusus di tempat ini, aku ingin orang yang masih menjadi buronan agar segera ditangkap dan ditangani dengan benar." lanjut Leyn.


Melalui kehidupan sebelumnya, Leyn belajar jika tidak ada hukum yang sempurna di mata orang-orang. Yang berduit akan selalu menang di meja hijau sementara yang miskin akan selalu kalah.


Leyn tidak ingin hukum asal-asalan seperti itu ada di kehidupannya saat ini, karena itu dia telah bekerja keras untuk menulis undang-undang yang akan mengatur hidup masyarakat kota Lumise tanpa merenggut kebebasan mereka.

__ADS_1


Carina bergidik kagum melihat keseriusan dalam diri Leyn, dia mengangguk dengan penuh kesetiaan demi membawa masa depan yang cerah di kota tercintanya itu.


"Bagaimana dengan pembangunan akademi di kota ini, June?" tanya Leyn mengalihkan pandangannya.


"Kabar gembira Nona, Akademi tersebut sudah berhasil dibangun dengan sempurna! Anda hanya perlu meresmikannya agar bisa segera digunakan." jawab June gembira karena telah melaksanakan pekerjaannya dengan baik.


Leyn juga gembira mendengar kabar itu, "Kalau begitu aku ingin melihatnya secara langsung."


"Tentu saja. Saya akan menemani anda untuk berkeliling disana!"


Rapat ditutup dengan kabar gembira setelah beberapa kabar buruk yang di awal tadi. Sebenarnya rapat kali ini jauh lebih singkat daripada sebelumnya yang memakan waktu sampai setengah hari.


Akhirnya aku bisa beristirahat dari kesibukan ini walaupun hanya sementara... - pikir Leyn.


Sebenarnya ikut melihat-lihat akademi baru hanyalah akal-akalan Leyn untuk melarikan diri dari rapat yang sangat menguras tenaga dan emosinya itu.


...


...


...


Leyn, Myra, dan June pergi ke akademi baru dengan menaiki sebuah alat transportasi yang mirip seperti kereta kuda namun tidak digerakkan oleh kuda melainkan oleh mesin.


Kendaraan itu seperti mobil namun memiliki desain yang lebih simpel dan elegan layaknya kereta kerajaan mewah, namun tetap saja itu dinamakan dengan mobil.


Kendaraan bermesin sudah mulai digunakan dalam kehidupan masyarakat, namun bukan sebagai kendaraan pribadi melainkan kendaraan pabrik dan semacamnya yang digunakan untuk bekerja.


Satu satunya kendaraan pribadi di kota itu hanyalah mobil milik Leyn selaku walikota.


Melihat kota Lumise yang terus-menerus mengalami perkembangan walaupun hanya sedikit membuat Leyn berpikir - Jika terus begini maka kota ini lambat laun akan menjadi sebuah kerajaan...


Itu adalah hal yang cukup besar mengingat sebuah kerajaan harus memiliki sistem pemerintahan yang kompleks dan pastinya harus mendapatkan pengakuan dari kerajaan lainnya.


Jadi Leyn lebih memilih untuk menunda kota Lumise menjadi sebuah kerajaan walaupun gelar Ratu cukup menarik bagi Leyn daripada harus menyandang gelar Walikota.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...

__ADS_1


...~Chp 85 : 1083 kata~...


__ADS_2