DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 101: Kerjasama


__ADS_3

"M- mustahil, neraka milikku bisa dihancurkan olehnya!"


Nolectre yang merasakan kehancuran neraka tingkat 9 miliknya menjadi sangat terkejut karena sebenarnya itu adalah hal yang mustahil.


Mengingat kekuatan serangan yang dihasilkan dari lemparan antara River dan Beelzebub, mungkin jika itu dilepaskan di dunia nyata maka akan bisa membawa kehancuran bagi alam semesta.


Tapi keterkejutan Nolectre tidak berhenti sampai disana karena ternyata ledakan besar di neraka tingkat 9 juga menghancurkan neraka tingkat 8 sampai tingkat 5.


Nolectre merasa sangat putus asa, tubuhnya lemas dan tidak bisa ditopang lagi sehingga dirinya memutuskan untuk duduk bersandar di singgasana miliknya.


Ia memijit keningnya pusing, "Apakah aku harus bekerjasama dengannya?"


"Tentu itu harus." kata River memotong gumaman Nolectre.


Wanita itu bangkit dari singgasananya dan menatap River yang sudah berdiri tepat di belakang dirinya setelah keluar dari neraka tingkat 9 dengan cara berteleportasi.


"Kau..."


"Jangan bilang kau ingin mengatakan jika aku tidak memenuhi tantanganmu karena tidak bertahan hidup selama 100 tahun?" sargah River yang sudah menebak arah pembicaraan.


Nolectre terdiam, dengan begini dia sudah tidak bisa mengelak lagi untuk bekerjasama dengan River.


"B- baiklah kalau begitu, a- aku bersedia untuk bekerjasama denganmu." kata Nolectre sambil menggigit bibirnya enggan.


River tersenyum karena akhirnya bisa membuat orang berpengaruh seperti Nolectre bekerjasama dengannya, tapi tentu saja ia tidak bisa percaya begitu saja dengan perkataan wanita licik itu.


River menciptakan selembar kertas di tangannya yang berisi beberapa patah kata dan memberikannya kepada Nolectre.


Nolectre membacanya dan terlihat sangat terkejut dengan isi yang tertulis di kertas itu.


"Apakah harus menggunakan hal seperti ini?" tanya Nolectre gugup.


"Tentu, aku butuh jaminan agar kau tidak bisa mengkhianatiku di masa depan." jawab River tersenyum licik.


Tulisan yang tertera pada kertas pemberian River itu adalah beberapa perjanjian yang akan mengikat mereka berdua dalam kerjasama dalam jangka panjang, salah satu larangan untuk saling mengkhianati dan harus selalu berkata jujur.


Setelah berpikir sejenak, Nolectre akhirnya sadar jika tidak ada jalan lain lagi baginya. Jika dia menolak untuk bekerjasama maka ada kemungkinan River akan menghancurkan seluruh alam kematian.


Jika itu terjadi maka tidak akan ada lagi yang dinamakan kematian dan kelahiran di dunia, makhluk hidup tidak akan pernah mengalami siklus kehidupan pada umumnya melainkan terjebak dalam umur yang sama. Mereka tidak akan pernah menua.

__ADS_1


Mungkin itu terdengar baik karena tidak akan ada penderitaan jika tidak ada kematian, namun nyatanya itu malah akan menyebabkan neraka yang sesungguhnya di dunia nyata. Kekacauan akan tersebar di seluruh belahan dunia.


"Kalau begitu aku setuju..." kata Nolectre pasrah.


Ia kemudian menggigit jarinya hingga meneteskan sedikit darah lalu menempelkannya ke atas kertas di tangannya.


Nama Nolectre Thanaesah telah tercatat secara otomatis di kertas perjanjian, River juga melakukan hal yang sama sehingga namanya juga tertulis disana pertanda jika perjanjian telah terjalin diantara mereka.


Teknik perjanjian yang digunakan oleh mereka berdua adalah teknik perjanjian yang biasanya digunakan oleh para Dewa, jika salah satu pihak melakukan pelanggaran maka ia akan terkurung dalam kehampaan tak terbatas.


Itu sejenis penjara abadi bagi para Dewa.


"Kalau begitu mulai sekarang kita telah resmi menjadi rekan demi tujuan yang sama, senang berkerjasama denganmu Nolectre..." ujar River sambil tersenyum.


Nolectre sedikit terpana melihat senyuman River yang kali ini terlihat lebih tulus, sekilas dia mulai mengingat Dewa Kegelapan terdahulu yaitu Arshadow Sizraes.


Hubungan Nolectre dan Arshadow bisa dibilang tidak terlalu dekat tapi juga tidak bisa dibilang terlalu asing. Mereka sering bertemu karena tugas mereka yang seiringan.


Sebenarnya dimata Dewa dan Dewi lainnya Nolectre dianggap sebagai orang yang menjijikkan dan kumuh. Yah ... itu wajar mengingat dia adalah Dewi Kematian yang sering berurusan dengan mayat dan sebagainya.


Jadi para Dewa dan Dewi lainnya menganggap bahwa Nolectre itu sangat kotor dan busuk, walaupun mereka tidak mengatakannya secara langsung dihadapkan Nolectre tapi wanita itu tahu jalan pikiran orang-orang itu dengan jelas.


Namun sangat berbeda dengan Arshadow yang menganggap jika Nolectre adalah wanita yang kuat dan pemberani, dia juga menganggap jika Nolectre adalah penunjang kehidupan yang paling penting.


Oleh karena itu Nolectre menyukai Arshadow dalam diam dan merasa sangat sakit hati ketika mengetahui fakta jika pujaan hatinya telah memiliki anak dengan seorang manusia.


Dan tanpa dia sadari, anak dari pujaan hatinya itu adalah River sendiri...


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya River sedikit risih dengan tatapan Nolectre.


"Ah tidak, aku hanya berpikir jika kau itu mirip persis dengan Dewa Kegelapan terdahulu..." jawab Nolectre agak gugup.


Tentu saja karena aku ini anaknya - pikir River, tapi dia tidak ingin memberitahu hal itu sekarang.


"Kalau begitu urusanku di tempat ini telah selesai, jadi aku akan kembali ke kastilku sekarang." kata River yang ingin berbalik pergi.


"Tunggu dulu!"


Nolectre tiba-tiba mencegah kepergian River yang membuat River sedikit kebingungan.

__ADS_1


"Apa ada hal lain yang ingin kau katakan?" tanya River.


"Soal itu ... karena hancurnya neraka tingkat 9 sampai 5 telah membuat sejumlah besar roh yang tersimpan di dalamnya melarikan diri. Bisakah kau membantuku untuk mengurusnya?" ucap Nolectre agak khawatir.


Jika dibiarkan terlalu lama roh yang berhasil bebas dari alam kematian itu akan bertambah kuat dan mungkin saja menjadi hantu yang akan meneror penduduk dunia.


Mendengar perkataan Nolectre, River hanya berkata dengan santai, "Tenang saja karena aku tahu orang yang tepat untuk berurusan dengan hantu."


...


...


...


Sementara itu di kastil bulan tepatnya di taman bunganya, terlihat Neo yang sedang menghibur Yui dengan susah payah. Berkali-kali dia harus melakukan tindakan konyol untuk membuat Yui tertawa.


Awalnya hasilnya jelas nihil sampai pada akhirnya Yui terpengaruh dan tertawa terbahak-bahak melihat Neo yang menghibur dirinya dengan tingkah konyolnya.


"Senang melihatmu tertawa lagi, Yui."


Yui mengusap air matanya akibat tertawa tadi, "Maaf karena telah membuatmu khawatir, benar juga katamu kalau aku tidak boleh bersedih terlalu lama."


Yui tersenyum lembut membuat Neo tersipu malu, dia sudah tahu identitas Yui yang sebenarnya berasal dari dunia lain dan tidak masalah dengan itu.


Ketika mereka sedang asyik memandangi taman bunga yang penuh berisi bunga Moonflower berwarna putih menyala layaknya bulan, namun tiba-tiba sebuah telepati terdengar di kepala mereka yang berasal dari River.


"Yui, aku tahu kau sedang bersedih tapi bisakah kau menangkap para roh yang terlepas dari alam kematian untukku?" tanya River melalui telepati.


Yui menganggukkan kepalanya, "Hm, Yui akan berusaha!"


"Bagus. Dan Neo aku tahu kau sedang bersama Yui sekarang, bisakah kau menemani Yui ketika sedang menangkap roh yang lepas?" kata River melalui telepati ke kepala Neo.


"B- baik!" kata Neo sedikit terkejut.


Dalam benaknya Neo bertanya-tanya bagaimana River bisa tahu jika dirinya sedang bersama dengan Yui, apakah selama ini Neo sering menghabiskan waktunya bersama Yui?


Tentu saja itu benar...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 101 : 1098 kata~...


__ADS_2