
Lucifer yang memiliki sifat alami sombong dan arogan sontak langsung emosi ketika pertanyaannya tadi tidak ditanggapi dengan serius oleh River, begitupun dengan Satan yang memang selalu marah dalam kondisi apapun.
Sedangkan orang lainnya seperti Belphegor sang kemalasan terlihat sangat malas untuk meladeni River, yang ingin dia lakukan hanyalah tiduran dan bermalas-malasan sepanjang hari.
Namun entah mengapa kali ini dia merasa harus ikut andil dalam bertarung seolah-olah ada dorongan yang memaksanya untuk itu. Tentu saja dorongan itu berasal dari Nolectre.
"Aku tidak tahu siapa sebenarnya dirimu yang datang dan mengacau di neraka ini, tapi sepertinya kau telah membuat kesalahan besar dengan memprovokasi kami..." ujar Lucifer geram, sementara Satan sudah bersiap dengan senjata pemukul besarnya.
"Majulah!" teriak River bersamaan dengan Satan yang meraung keras dan melompat ke atas langit.
* BOOOOMMM!! *
* CRACK!! *
Tanah tempat River berpijak hancur berkeping-keping bersamaan dengan kerasnya pukulan Satan dengan senjata besar yang berbentuk pentungan itu. Namun River sudah menghilang dari tempatnya berdiri.
Satan dan Lucifer mengernyitkan keningnya kebingungan, namun tak lama kemudian River tiba-tiba terlihat di belakang Satan dan melakukan tebasan vertikal hingga membuat lengan kanan Satan terpotong.
"Aaargh!"
Satan menjerit kesakitan ketika merasakan rasa sakit terbakar hebat dari lengannya yang terpotong.
Semua pangeran neraka sangat kebingungan pasalnya Satan adalah maniak petarung yang tak kenal ampun dan pantang berhenti jika musuhnya masih bernafas.
Walaupun seluruh tubuhnya terluka parah atau bahkan terpotong ia akan tetap bertarung sambil meregenerasi diri.
Namun hanya dengan satu tebasan pedang River sudah bisa membuat Satan sang maniak pertarungan itu menjerit histeris, ia juga tampaknya tidak bisa meregenerasi lengannya yang terpotong.
"Kau terlalu berisik." ucap River dingin lalu memenggal kepala Satan hanya dengan sekali tebasan.
Lucifer, Mamon, Asmodeus, Leviathan, Beelzebub, dan Belphegor terdiam dengan mulut menganga melihat kematian Satan untuk pertama kalinya. Mereka sebenarnya sangat ketakutan kepada River namun tidak lari karena pengaruh Nolectre.
'Habisi orang di depan kalian itu meskipun harus mengulang kematian miliaran kali.'
Begitulah bisikan Nolectre yang terdengar di benak mereka dan membuat mereka tetap ingin menghadapi River walaupun jelas mustahil.
Tak berselang lama kemudian Lucifer mendapatkan kembali kesadarannya, ia membentangkan tangannya ke arah River dengan tegas dan berkata, "Bunuh dia!"
Semua orang mengangguk termasuk Belphegor yang merupakan orang paling malas untuk bertarung.
__ADS_1
Dengan tubuh besarnya yang hampir setara dengan ukuran Naga dewasa, Leviathan menerjang River dan berniat memakannya menggunakan mulutnya yang besar dan dipenuhi gigi tajam.
Melihat itu River melompat ke atas dan mendarat tepat di kepala Leviathan, ia memutar pedangnya di udara beberapa kali sebelum menancapkannya dengan keras tepat di atas kepala makhluk itu.
"GROOOAAARGH!!"
Raungan kesakitan muncul dari mulut monster tanpa akal sehat itu, ia berguling ke tanah berharap bisa menyingkirkan River dari atas kepalanya.
Namun River memanfaatkan momentum itu dengan menarik pedangnya yang tertancap di kepala makhluk itu, ia berseluncur di atas tubuh bersisik Leviathan sambil menebas tiap bagian tubuhnya seperti sirip dan lainnya.
Leviathan kembali meraung lebih kencang dari sebelumnya karena merasakan rasa sakit yang luar biasa sama seperti Satan sebelumnya.
Pedang yang digunakan oleh River itu bukanlah pedang biasa, itu adalah pedang yang ia ciptakan khusus untuk membunuh iblis karena memiliki elemen cahaya yang besar.
Terlepas dari gelarnya sebagai Dewa Kegelapan, River tidak terpengaruh elemen cahaya dalam pedang itu karena mempunyai kemampuan Item Mastery Lord.
Dengan kemampuan itu River dapat menggunakan item apapun yang ia pegang dengan sangat mahir maupun itu senjata terkutuk sekalipun. Misalnya musuh memiliki pedang yang hanya bisa digunakan olehnya, namun keistimewaan itu langsung lenyap ketika disentuh oleh River.
Dengan kemampuan itu River tidak akan terpengaruh oleh elemen cahaya dari pedang di tangannya itu.
Melihat rekannya yang sangat tersiksa, Asmodeus dan Belphegor membantunya dengan cara menyerang River, berharap dia akan menjauh dari Leviathan.
River tidak bisa melihat ke sekelilingnya dengan jelas karena hanya terdapat kabut merah muda yang sangat menggoda di sekelilingnya.
Namun tak lama kemudian muncullah puluhan wanita cantik dan sek*i yang hanya mengenakan pakaian minim di sekitar River.
Mereka memiliki aura yang sangat menggoda dan bisa menghanyutkan setiap lelaki dalam belaian gairah muda yang penuh kenikmatan, mereka berjalan dengan manja mendekati River dan ingin memanjakannya.
Namun River tidak terpengaruh, ia hanya memasang wajah datar sambil menghela nafas.
"Kau kira trik rendahan ini bisa mempengaruhiku?" ujar River sambil mencekik salah satu gadis yang paling cantik.
Bersamaan dengan itu kabut merah muda menghilang begitu saja dengan para gadis lainnya, gadis yang River cekik juga telah berubah dan menampilkan wujud aslinya yaitu seorang iblis dengan dua tanduk dan sepasang sayap.
"M- mustahil ... kau bisa ... lepas ..." ujar Asmodeus lirih karena saking kerasnya cekikikan River.
"Ya, itu bukanlah hal yang sulit..." balas River dingin.
Sebenarnya River bisa terbebas dari kemampuan pemikat Asmodeus dengan cepat karena memiliki kemampuan Illness Immunity, jika tidak maka ia pasti akan membutuhkan waktu untuk lepas dari sana.
__ADS_1
Belphegor melesat dari belakang punggung River dengan niat untuk melakukan serangan diam-diam, namun tentu saja itu tidak luput dari insting River yang telah ditingkatkan hingga titik tertinggi.
Dengan cepat River membalik tubuhnya dan melemparkan Asmodeus yang ada di tangannya hingga membuat kedua orang itu bertabrakan.
Mereka berdua terjatuh ke dalam lava panas yang tidak jauh dari sana, tapi mereka tidak merasakan dampak apapun dari lava itu layaknya seperti air biasa dan ingin kembali bangkit.
"Tidak akan kubiarkan!" gumam River lalu menciptakan beberapa pedang di atasnya.
Pedang melesat dengan kencang dan menembus tubuh Asmodeus dan Belphegor berkali-kali hingga membuatnya seketika tewas di tempat.
Tidak lupa River juga melancarkan serangan yang sama kepada Leviathan dan mengakhiri hidupnya.
Maka dengan ini yang masih tersisa hanyalah Lucifer dan Beelzebub, namun tanpa disangka-sangka seseorang bangkit kembali dari tempat itu dan meraung-raung dengan lebih ganas.
"Dia lebih kuat setelah bangkit kembali..." gumam River melihat sosok merah menyala yang tengah meraung-raung di hadapannya.
Itu adalah Satan yang telah dibangkitkan kembali sama halnya dengan para iblis neraka yang hanya melihat jalannya pertarungan sedari tadi.
"Hahahaha! Kau kira dengan membunuh kami akan menjadi akhir bagi kami? Tidak! Kami akan terus bangkit kembali dengan tubuh fisik ataupun sihir yang jauh lebih kuat daripada sebelumnya!" teriak Lucifer tertawa lebar.
River melirik ke tempat dimana Asmodeus dan Belphegor tewas, rupanya mereka telah kembali bangkit dengan tubuh baru dan kekuatan yang lebih besar. Begitupun dengan Leviathan.
Setiap kali dibunuh maka mereka akan semakin kuat, ini sedikit merepotkan - pikir River.
Namun tak lama kemudian River menyeringai ketika mengingat sesuatu yang sangat penting, dia memiliki satu kemampuan spesial dengan kekuatan yang melampaui kemampuannya yang lain.
Infinity, itu adalah nama kemampuan spesial terkuatnya. Dengan kemampuan itu membuat River memiliki tingkatan kekuatan sedikitpun akan tetapi kekuatannya akan selalu berada dia atas lawannya.
Dengan kata lain kekuatan River tidak akan pernah dilampaui oleh siapapun karena semakin kuat lawannya maka semakin kuat River dirinya.
Selain itu River juga memiliki kemampuan Super Power Bleeding yang membuat pendarahan terhadapnya justru akan meningkatkan kekuatannya...
"Aku siap dengan seberapa kuat musuhku, jadi maju dan lawanlah aku sesuka hati kalian..." ucap River sambil menyeringai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...
...~Chp 99 : 1173 kata~...
__ADS_1