DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 39: Sedikit Drama


__ADS_3

Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan Olivia sekarang ini. Sebenarnya aku mendengar rumor yang mengatakan jika Olivia tidak pernah masuk kelas lagi semenjak selesai ujian akhir.


Itu terdengar sedikit aneh karena Olivia memang dikenal sebagai murid rajin, tapi aku tidak terlalu menghiraukannya karena masih sibuk dengan urusan Ariella Rutherford palsu.


Tapi dia sekarang tiba-tiba datang kepadaku dan memelukku? Walaupun aku sangat kebingungan dengan situasi ini, tapi aku tetap mendorongnya agar menjauh dariku.


Aku tidak ingin menyebabkan kesalahpahaman jika ada yang melihat kita berdua.....


"Kenapa kau mendorongku, River?" kata Olivia terlihat sangat terkejut.


Aku mengalihkan pandanganku dan berkata dengan datar, "Untuk apa kau datang kepadaku?"


Aku enggan menatap wajahnya karena masih kecewa padanya.


"........"


Olivia terdiam, dia kemudian melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada orang yang melihat kita berdua dan berkata, "Sebaiknya kita bicarakan di dalam....."


Aku mengerti maksudnya, sama seperti dia aku juga tidak ingin ada orang yang melihat kita berdua sangat dekat.


Walaupun aku juga enggan mempersilahkan dia masuk ke asramaku....


"Masuklah." kataku.


Kita berdua masuk dan aku kemudian menutup pintu.


"Jadi apa yang ingin kau katakan?" tanyaku tidak ingin berbasa-basi.


Olivia tidak menjawab, melainkan melihat-lihat asramaku terlebih dahulu dari ruang tamu hingga dapur dengan ekspresi wajah yang aneh.


"Tidak ada yang berubah dari asrama ini setelah sekian lamanya waktu berlalu..." ujarnya.


Kalau tidak salah terakhir kali Olivia berkunjung ke asramaku itu sudah hampir 5 tahun lamanya, itupun ketika kita masih bersama sebagai sepasang kekasih.


Aku duduk dan mengambil secangkir teh untukku sendiri sambil menunggu Olivia selesai dengan sikap anehnya yang terus-menerus memperhatikan asramaku.


"Kau tidak menawarkanku minum?" ujar Olivia menyadari diriku tengah asyik menikmati secangkir teh.


"Kau bukan tamuku, bukan temanku, juga bukan kekasihku lagi. Jadi untuk apa aku memanjakanmu?" kataku sedikit risih.


Olivia menundukkan kepalanya terlihat sedih, "Kau ada benarnya...."


Aku tidak menghiraukannya, aku juga tidak ingin tahu apa alasannya terlihat sedih seperti ini, yang pasti aku ingin cepat-cepat mengusirnya dari asramaku.


"Kau sudah selesai melihat-lihat asramaku?" tanyaku.


Olivia menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Jadi sekarang katakanlah apa urusanmu datang kepadaku tiba-tiba begini?" lanjutku.


Olivia terdiam sejenak sebelum mengatakan sesuatu, "........ Aku baru saja diselingkuhi."


Aku terdiam.


Olivia diselingkuhi? Oleh siapa? Issac? Hanya Issac yang dekat dengan Olivia sejauh ini, jadi mungkin saja orang yang dia maksud memang Issac.


Olivia melanjutkan, "Dan yang lebih parahnya lagi, dia selingkuh dengan teman baikku. Aku tahu karena aku sendiri yang menciduk mereka sedang asyik berbuat mesum di kamar...."


Teman baik yang dia maksud itu Niselin ya.....


Sejak awal aku sudah merasa sedikit aneh dengan hubungan mereka bertiga (Olivia, Issac, Niselin). Olivia terlihat dekat dengan Issac, begitu juga dengan Niselin.


Tatapan mata Niselin kepada Issac tidak terlihat normal, begitu juga dengan Issac. Jadi aku tahu pasti ada sesuatu yang terjadi diantara mereka berdua, dan bodohnya lagi Olivia tidak menyadari hal itu.


Tapi....


"Tapi kenapa kau datang kepadaku?" tanyaku penuh curiga.


Olivia menundukkan kepalanya, "Aku hanya ingin teman curhat...." ujarnya.


"Apa kau sadar dengan siapa kau sedang curhat sekarang? Bukankah aku juga orang yang pernah selingkuh darimu? Jadi tidak seharusnya kau datang kepadaku, bukan?"


Aku membuatnya terpojok dengan memberikan pertanyaan beruntun.


"Lalu kenapa kau meninggalkanku?"


Olivia masih mengigit bibirnya, dia terlihat ingin mengatakan sesuatu tapi dia bersikeras menahannya agar tidak mengatakannya.


Tapi aku akan semakin membuatnya terpojok.


"Kau tidak bisa menjawabnya? Padahal sebelumnya kau bersikeras menuduhku sebagai tukang selingkuh, dan sekarang kau bilang bahwa kau tahu jika aku tidak selingkuh darimu?"


"........."


Olivia masih terdiam, aku kemudian bangkit dari tempat dudukku dan mendekatinya yang masih tidak ingin menatap mataku.


"Kau pasti tahu sesuatu tentang rumor itu...." kataku berbisik di telinganya.


".........."


Dia masih diam walaupun aku sudah memojokkannya sejauh ini ya.... Membuang-buang waktuku saja, lebih baik aku mengusirnya pergi.


Tapi sebelum aku sempat mengusirnya pergi, dia tiba-tiba menatap mataku dalam-dalam dan berkata, "Sebenarnya akulah yang menyebarkan rumor itu!"


"........."

__ADS_1


"Saat itu aku selalu mendapatkan ejekan dari teman-teman sekelasku karena menjadi kekasih orang lemah sepertimu. Aku sangat risih dengan itu dan berencana untuk berpisah denganmu, tapi aku tidak bisa mengatakannya secara langsung.... Jadi aku membuat rumor itu agar bisa berpisah denganmu, jadi maafkan aku..." lanjutnya.


".......... Minta maaf? Setelah semua yang telah kau lakukan kepadaku? Jangan bercanda!"


Aku sangat marah sehingga refleks memecahkan gelas di tanganku.


Ternyata semua yang terjadi kepadaku dimulai dari wanita ini ... aku dibully selama bertahun-tahun, berlatih mati-matian demi bisa menjadi lebih kuat dan menyusulnya.


Aku selalu berharap bisa kembali bersamanya, setiap hari aku selalu berharap tentang itu ... tapi ternyata sejak awal aku sudah salah memilih seseorang untuk dicintai.


Pertemuan pertama kami di desa adalah sebuah kesalahan, kami tidak seharusnya bertemu waktu itu....


"River tolong maafkan aku. Aku mohon terima aku kembali di sisimu, aku akan selalu menuruti perkataanmu apapun itu. Jadi, ayo kita mulai semuanya dari awal...."


Olivia mengulurkan tangannya untuk memelukku, tapi aku menepisnya dan sedikit mendorongnya hingga terjatuh di lantai, tapi aku tidak menghiraukannya dan hanya menatapnya dengan dingin.


"Semuanya sudah berakhir Olivia ... tidak ada lagi yang bisa diulang kembali setelah semua yang terjadi. Jadi aku ingin kau pergi dari kehidupanku....."


Sontak air mata keluar dari kelopak mata Olivia ketika aku mengatakan hal itu, "Tapi kenapa River? Bukankah sebelumnya kau berusaha keras agar kita bisa bersama kembali? Tapi kenapa kau menolakku sekarang? Kau berbeda dengan River yang aku kenal...."


Aku menaikan satu alisku mendengar perkataannya, "Aku? Berbeda? Tidak tidak tidak, kau salah Olivia, kaulah yang berbeda dari Olivia yang pernah aku kenal. Untuk kesekian kalinya aku ingin kembali pada dirimu yang dulu, tapi sayang aku tidak menemukan dirimu yang dulu itu. Aku tidak akan memaksamu tuk jadi yang dulu, mungkin inilah dirimu yang tidak pernah aku tahu. Jika memang ada orang lain sebagai penggantiku, aku tidak keberatan karena aku tidak ingin dicintai karena belas kasihan."


"......."


Olivia terdiam, dia kemudian bangkit dari lantai dan mengusap air matanya.


"Maafkan aku karena telah menggangu waktumu, kalau begitu aku pergi dulu." katanya lalu keluar dari asramaku.


Aku bisa melihatnya menahan air matanya agar tidak jatuh ketika pergi dari tempatku, tapi aku tidak menghentikannya melainkan hanya menatapnya dari jendela asramaku.


5 tahun kita telah berpisah. Aku merindukanmu, sangat merindukanmu. Tapi sejujurnya jika kau kembali padaku sekarang, aku tidak akan kembali padamu.


Aku tidak ingin rasa sakit itu terulang lagi karena aku tahu jika aku kembali padamu lagi, kau pasti akan menghancurkanku sama seperti sebelumnya. Kepercayaan dan cinta yang aku beri kepadamu itu tulus, tapi kau merusaknya.


Kita sudah menghabiskan banyak waktu bersama tapi kau lebih memilih dia yang baru saja muncul dalam kehidupanmu.


Jika kau bertanya 'apa aku kaget?'


Pada awalnya iya, semuanya datang tiba-tiba, lalu kau pergi meninggalkan semua kenangan dengan orang yang baru kau kenal.


Satu-satunya jalan terbaik menurutku adalah perpisahan kita untuk selamanya.


Dan benar saja itu memang terjadi karena keesokan harinya, Olivia dikabarkan telah pergi meninggalkan akademi.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...

__ADS_1


...~Chp 39 : 1143 kata~...


__ADS_2