DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 102: Penaklukan Bangsa Elf


__ADS_3

River dan Nolectre telah resmi bekerjasama, namun apakah para Dewa lain tahu tentang hal ini?


Mereka hanya tahu kedatangan River ke wilayah kekuasaan Nolectre yaitu alam kematian karena sejatinya mereka selalu mengawasi River, tapi mereka tidak tahu apapun yang terjadi di alam kematian dan hanya Nolectre yang tahu hal yang terjadi.


Mereka memperkirakan jika River dan Nolectre pasti saling bertarung di tempat itu, dan benar saja perkiraan mereka memang benar karena hancurnya neraka tingkat 9 sampai 5 membuktikan adanya pertarungan diantara mereka.


Tidak ada yang tahu kejadian sebenarnya dan fakta tentang Nolectre yang telah bersekongkol dengan River. River juga menyuruh Nolectre untuk merahasiakan tentang kerjasama mereka dan tetap mengawasi pergerakan para Dewa secara langsung.


Dengan bersatunya kedua kekuatan besar Dewa Kegelapan dan Dewi Kematian, maka kekuatan tempur mereka juga telah meningkat drastis.


Nolectre memiliki pasukan kematian yang tidak terhitung jumlahnya dan juga 7 pangeran neraka yang akan segera dibangkitkan kembali meski membutuhkan waktu cukup lama.


River terbang di angkasa dan menatap luasnya dunia Aquila Phoroneuse17, itu adalah dunia yang bisa hancur kapan saja jika peperangan antara dirinya dan sistem dunia pecah.


Aku telah berhasil membuat Dewi Kematian berpihak kepadaku, sekarang saatnya untuk menaklukkan para Dewa lainnya satu persatu - pikir River.


Namun sebelum itu tentu dia harus pulang ke kastil bulan terlebih dahulu karena ada laporan mengenai penaklukan yang dilakukan oleh bawahannya khususnya Estienne.


...


...


...


Seluruh benua dan ras yang ada di dunia mengalami gejolak besar karena serangan Raja dan Ratu Iblis yang tiada hentinya.


Mereka mendatangi setiap wilayah untuk menaklukkan setiap bangsa yang ada dan memusnahkan yang melakukan perlawanan. Mereka melakukan semua itu dengan kejam dan tanpa belas kasihan.


Benua Lhigor diteror oleh Ratu Iblis Estienne yang namanya kini mulai dikenal oleh sebagian besar kalangan masyarakat. Itu semua berkat petualang rank Adamantite Gerald Briar dan Lovita Briar yang berhasil memecahkan misteri menghilangnya warga kerajaan Frostland.


Sementara itu Eve bertugas untuk menaklukkan ras Elf yang ada di benua Plovyn dan Boris yang bertugas untuk menaklukkan ras Dwarf di benua Ealorath.


Kita beralih ke sisi Eve yang tengah menaklukkan salah satu kerajaan yang ada di benua Plovyn...


* BOOOMMM!! *


* DUUUAAARR!! *


Ledakan besar terdengar di sebuah kerajaan Elf yang memiliki desain bangunan layaknya menyatu dengan alam.


Rumah para penduduk terbuat dari batang kayu sedang sementara istana kerajaan terbuat dari sebuah pohon terbesar yang ada di tempat itu.


Di tengah-tengah pohon besar itu terdapat sebuah kolam dengan air yang sangat jernih dan bersinar terang, itu adalah harta ras Elf sebagai sumber kehidupan dan keharmonisan yang dinamakan sebagai air suci.


Ras Elf adalah ras yang hidup harmonis, mereka ramah dan berbudi luhur yang menjadikan mereka salah satu ras paling suci melebihi ras malaikat yang sombong.


Namun situasi yang mereka hadapi kali ini sangat tidak pantas bagi ras suci seperti mereka.


Perumahan terbakar seiring ledakan terdengar dimana-mana, banyak penduduk yang tewas karena tidak sanggup bertahan di kekacauan seperti itu.


"Awalnya aku tidak ingin melakukan hal ini, tapi apa boleh buat karena Ratu sombong kalian menolak tawaranku untuk tunduk!" ujar orang yang menjadi penyebab kekacauan, dia adalah Ratu Iblis Eve.


Eve sangat kesal dengan ras Elf, menurut wanita itu ras Elf adalah ras yang sangat naif dan keras kepala. Mereka dengan tegas menolak sesuatu yang berhubungan dengan kegelapan dan hanya memuja cahaya.

__ADS_1


Dengan kata lain mereka tidak suka dengan Dewa Kegelapan, orang yang sangat dihormati oleh Eve, jadi Eve sangat marah karena tuannya direndahkan begitu saja dan berakhir membuat kekacauan di tempat itu.


Padahal aslinya Eve adalah seorang wanita yang tidak suka menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya, sangat berbeda dengan Estienne.


Eve berjalan dengan santai melangkahi mayat Elf yang tergeletak begitu saja di tanah, dia menuju satu tempat yaitu istana kerajaan yang terbuat dari pohon besar itu.


Sementara itu di tengah istana, terlihat seorang wanita Elf yang masih terlihat sangat cantik dan menawan padahal usianya sudah lebih dari 500 tahun.


Dia merintih kesakitan sambil memegangi pundaknya yang mengeluarkan darah segar, namun wanita itu berusaha bersikap tegar di hadapan putrinya.


Dia adalah seorang gadis Elf cantik berambut pirang panjang dan menggunakan tiara kecil di kepalanya, nama gadis itu adalah Charla Roshade.


"Charla ... cepatlah pergi dari tempat ini..." ujar sang ibu lirih.


Dia tahu bahwa mustahil untuk mengalahkan Eve, dirinya sedang terluka parah karena serangan mendadak Eve saat mereka bernegosiasi di perbatasan kerajaan. Itu semua terjadi karena dia menolak tawaran Eve untuk tunduk padanya.


"Tidak ibu, aku tidak mau pergi meninggalkan ibu..." jawab Charla dengan isak tangisnya.


"Dengarkan nasihat ibu, Nak. Kau harus selamat apapun yang terjadi karena kau akan memegang tanggung jawab besar di masa depan nanti."


Sang ibu kemudian memberikan sebuah kalung perak yang sangat indah dan memakainya di leher putrinya.


"Kalung ini adalah peninggalan bangsa kita, kunci untuk memanggil pahlawan dari dunia lain. Gunakanlah sebaik-baiknya untuk memanggil pahlawan yang akan membalaskan kematian bangsa kita dan membunuh seluruh Raja iblis beserta tuannya sang Dewa Kegelapan." lanjut sang Ibu penuh kemarahan.


Charla tertegun, baru kali ini dia melihat ibunya terlihat sangat marah seperti itu padahal aslinya dia adalah orang yang lemah lembut.


"Sekarang pergilah!" bantak sang ibu yang sukses membuat Charla terkejut.


Gadis itu kemudian mulai lari sesuai perintah ibunya walaupun sebenarnya dia terpaksa melakukannya.


Disana sudah terlihat Eve yang baru saja memasuki istana dan tidak tahu menahu tentang pembicaraan ibu dan anak tadi.


"Aku akan memberimu kesempatan sekali lagi-"


"Tidak akan pernah!" potong sang Ratu cepat.


"Kalau begitu semoga kau membusuk di neraka." kata Eve dingin lalu membakar sang Ratu Elf sampai menjadi abu dengan mudahnya.


"Akhir yang menyedihkan untuk ras suci..." gumam Eve lalu mengalihkan pandangannya ke arah air suci yang tertampung penuh tak jauh dari sana.


Perlahan senyuman kepuasan mulai terbentuk di wajah cantik Eve, "Sepertinya aku punya hadiah yang menarik untuk Tuanku..."


...


...


...


Eve berhasil menaklukkan ras Elf di kerajaan itu dengan menunjukkan kematian pemimpin mereka, seluruh ras Elf merasa putus asa dan bersedia untuk tunduk karena tidak ada pilihan lain lagi.


Adapun yang masih bersikeras melawan, Eve akan langsung membunuhnya di depan Elf lainnya dan membuat orang-orang yang ingin melawan menjadi ketakutan.


Meskipun seluruh Elf yang masih hidup berhasil ditaklukkan olehnya namun tanpa Eve sadari salah satu Elf berhasil kabur dari kampung halamannya itu. Dia adalah Charla, sosok yang kelak akan memanggil pahlawan dari dunia lain....

__ADS_1


Di hari yang sama dengan suksesnya penaklukan pertama Eve, dia dan Raja/Ratu Iblis lainnya langsung mengadakan pertemuan di kastil bulan karena perintah tuan mereka yaitu River.


River duduk di singgasana kebesarannya sambil menatap Estienne dan Eve yang berlutut di hadapannya sambil menundukkan kepalanya gugup pasalnya satu orang diantara mereka belum datang.


"Dimana Raja Iblis Boris?" tanya River dingin.


Dia berpikir bagaimana mungkin Boris mengabaikan perintahnya untuk segera melakukan pertemuan.


"Maafkan saya, tapi saya benar-benar tidak tahu alasan kenapa dia tidak hadir tepat waktu sekarang." jawab Eve gugup karena dia memang tidak tahu, dia baru saja kembali dari benua Plovyn dan tidak tahu apapun.


River menatap Estienne, wanita itu terlihat ingin berbicara namun merasa ragu.


"Apa ada yang ingin kau tanyakan, Estienne?" tanya River.


Estienne menghela nafas panjang sebelum berbicara, "S- sebenarnya saya mendapat kabar buruk mengenai Raja Iblis Boris..."


"Oh, apa itu?"


"Itu ... B- Boris dikabarkan gagal menaklukkan salah satu kerajaan yang ada di benua Ealorath dan tewas karena musuh kuat..."


River sedikit terkejut mendengar kabar yang disampaikan oleh Estienne. Gelar Raja atau Ratu Iblis bukan sekedar gelar biasa, itu adalah gelar kehormatan bagi Iblis yang telah mencapai tingkat evolusi tertentu dan menjadikan Raja diantara ras Iblis.


Dan Raja Iblis Boris tewas begitu saja melawan musuh kuat? River tidak percaya dengan hal itu.


River yakin mustahil bagi orang biasa untuk mengalahkan seorang Raja Iblis, tapi ada beberapa entitas yang memang memiliki kekuatan yang mampu untuk mengalahkan seorang Raja Iblis.


Misalnya seorang dengan gelar pahlawan, orang yang memiliki berkat Dewa atau Dewi, dan seorang Demon Ancestor.


Pembunuh Boris pastinya diantara mereka bertiga kecuali pahlawan yang sudah tidak ada di dunia itu lagi. Jika ada seorang pahlawan River pasti sudah mengetahuinya.


Sepertinya aku harus datang langsung ke benua Ealorath untuk menyelidiki masalah ini - pikir River.


"Lupakan tentang Boris, aku akan mengurusnya nanti. Sekarang bagaimana dengan penaklukan pertama kalian?" tanya River.


"Semuanya berjalan dengan lancar Yang Mulia, saya juga membawa hadiah bagus dari bangsa Elf yang saya taklukkan!" kata Eve bangga lalu memperlihatkan sebuah mangkuk besar yang berisi air bercahaya.


Eve mendekati River dan memberikan air suci itu kepadanya.


...----------𝕾𝖞𝖘𝖙𝖊𝖒----------...


...Holy water...


...Rank: SSS...


...Keterangan:...


...Sebuah harta berharga bagi bangsa Elf, air suci yang bisa memperpanjang umur makhluk hidup hanya dengan meminum satu tetesnya, jika meminum satu gelas maka akan mendapatkan keabadian absolute....


...----------𝕾𝖞𝖘𝖙𝖊𝖒----------...


Ini benda yang sangat bagus, walaupun aku sudah abadi tapi ini pasti akan sangat berguna bagi teman-temanku yang lainnya - batin River.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 102 : 1457 kata~...


__ADS_2