DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 62: Memulai Perjalanan


__ADS_3

"Terima kasih banyak tuan! Terima kasih banyak tua! Berkat bantuan Anda dan teman-teman Anda, akhirnya keluarga beserta seluruh penduduk Kota Alba yang terkena kutukan bisa diselamatkan."


Walikota menundukkan kepalanya di hadapan kami berkali-kali sambil berterima kasih yang sebesar-besarnya.


Aku mulai merasa bersalah karena semua kejadian ini memang disebabkan oleh teman baru kami Yui, tapi aku bersyukur karena semuanya sekarang sudah selesai.


"Tidak usah terlalu berlebihan seperti itu, kami juga melakukan ini karena memiliki tujuan yaitu mendapatkan hartamu," kataku.


"Kalau begitu tolong ikuti saya ke ruang harta saya," balas walikota.


Dia masih terlihat senang walau kami akan merampoknya....


Setelah berjalan mengikuti tuan walikota selama beberapa saat, akhirnya kami tiba di sebuah ruangan yang sepertinya adalah ruang hartanya.


Pintu ruangan dibuka dan memperlihatkan banyak harta berharga yang berlimpah di tempat itu, ada juga banyak senjata indah yang dipajang rapi di dinding ruangan.


"Semua ini adalah harta keluargaku, ambil berapapun yang kalian inginkan," kata tuan walikota dengan rendah hati.


"Kalau begitu kami tidak akan ragu."


Kami berempat berjalan di ruangan besar itu sembari melihat-lihat benda yang kami inginkan.


Baru saja memasuki ruangan, Riona langsung mengambil senjata yang menarik perhatiannya. Itu adalah sebuah sabit besar yang dihiasi dengan tengkorak.


"Ini senjata yang indah..." gumam Riona.


Aku melemparkan sebuah kristal Apprisial kepada Riona dan menyuruhnya untuk memeriksa status senjata itu dengan lebih detail.


"T- tuan, apakah itu kristal Apprisial?" tanya tuan walikota yang terlihat sangat terkejut ketika aku memberikan kristal Apprisial kepada Riona.


"Ya, memangnya ada apa?" tanyaku acuh tak acuh.


"B- bukan masalah besar, hanya saja kristal Apprisial adalah item yang sangat langka di benua ini, jadi kalau bisa apakah saya bisa membelinya dari Anda?" tanya tuan walikota.


Sebenarnya kristal itu adalah milik Raymond, aku memiliki banyak jadi kurasa tidak masalah memberikan satu padanya.


"Ini ambillah," kataku sambil melemparkan satu kristal Apprisial.


"Dan harganya?"


"Tidak usah dipikirkan," kataku lalu langsung kembali memilih perlengkapan yang aku inginkan.


Aku sudah memiliki pedang hitam peninggalan Master yang sangat kuat dan kokoh meski sudah melalui banyak pertempuran, jadi aku tidak membutuhkan senjata lagi.


Tapi tidak masalah jika aku mengambil beberapa senjata jenis lain yang belum pernah aku miliki sebelumnya seperti panah dan yang lainnya.


...----------𝔖𝔱𝔞𝔱𝔦𝔰𝔱𝔦𝔨----------...


...Night Blood Arrow...


...Rank: SS+...


...Elements: Dark, Fire, Wind....


...Special Elements: Blood....

__ADS_1


...Keterangan:...


...Sebuah panah legendaris yang pernah dimiliki oleh leluhur Vampir pada era kekacauan. Menggunakan darah sebagai anak panahnya sehingga dapat di kendalikan sesuka hati sang pengguna....


...----------𝔖𝔱𝔞𝔱𝔦𝔰𝔱𝔦𝔨----------...


Itulah statistik yang terlihat ketika aku menggunakan kristal Apprisial pada salah satu panah yang menarik perhatianku.


"Ini sangat bagus," gumamku.


Walaupun menggunakan darah penggunanya sebagai anak panah, tapi itu setara dengan manfaatnya yaitu aku tidak akan pernah kehabisan anak panah.


Aku mengambil panah merah darah itu kemudian melihat-lihat benda lainnya lagi, dan tak jauh dari letak panah itu aku melihat sebuah batu kristal hitam yang memancarkan aura kegelapan.


Kemudian aku mengecek statistik batu kristal itu dengan menggunakan kristal Apprisial.


...----------𝔖𝔱𝔞𝔱𝔦𝔰𝔱𝔦𝔨----------...


...Dark Orb...


...Rank: S...


...Elements: Dark....


...Spesial Elements: -...


...Keterangan:...


...Sebuah Orb yang mengandung kekuatan kegelapan sangat banyak, pengguna elemen kegelapan dapat menyerap Orb ini untuk memperkuat elemen kegelapan miliknya....


...----------𝔖𝔱𝔞𝔱𝔦𝔰𝔱𝔦𝔨----------...


...


...


...


Beberapa saat kemudian kami berempat kembali berkumpul di ruang tamu dengan barang yang telah kami pilih.


Riona mengambil sebuah sabit besar yang sejak awal dia pilih, Finley mengambil sebuah tongkat dengan elemen cahaya.


Mungkin terkesan aneh jika seorang Iblis menyimpan benda dengan kekuatan cahaya, tapi itu sama halnya dengan manusia yang menyimpan benda dengan kekuatan kegelapan.


Intinya tongkat sihir itu adalah benda keramat bagi ras Iblis, butuh usaha keras untuk meyakinkan tuan walikota jika tongkat sihir itu akan diambil oleh Finley.


Dan untuk Yui ... dia sama sekali tidak mengambil apapun dari ruang harta milik tuan walikota, sebaliknya dia malah mengambil semua biskuit di dapur....


"Apa Anda semua yakin hanya mengambil benda-benda itu? Aku tidak keberatan jika kalian mengambil lebih banyak lagi..."


"Tidak, kurasa ini saja sudah cukup," kataku.


"Kalau begitu terimalah ini untuk terakhir kali," ujar tuan walikota sembari menyodorkan sebuah kantong yang penuh dengan uang serta beberapa gulung kertas.


"Gulungan itu berisi semua informasi yang Anda inginkan," kata tuan walikota sambil menunjuk gulungan kertas itu.

__ADS_1


"Terima kasih banyak. Dan ... bisakah aku meminta satu hal lagi?" tanyaku.


"Ya, katakan saja apa yang Anda inginkan."


"Kami membutuhkan kendaraan untuk menuju Ibukota Kerajaan Underland, bisakah kau mengurus hal itu?"


"Tentu."


...


...


...


Di hari yang sama, tuan walikota telah menyiapkan sebuah kereta yang cukup besar dan mewah ditarik oleh seekor kadal angin.


Menurut perkataan Riona, sebuah kereta yang ditarik oleh kadal angin termasuk kereta yang sangat berharga karena kadal angin memiliki kecepatan berlari yang sangat cepat.


Selain itu kadal angin dapat membawa kami dengan sendirinya, jadi kami tidak perlu menjadi kurirnya.


Bukan hanya menyiapkan kereta tapi tuan walikota juga menyiapkan sebuah surat untuk penjaga gerbang di Ibukota Kerajaan Underland, itu sangat berguna karena mempercepat proses masuk Ibukota.


"Terima kasih banyak atas bantuan Anda semua, dengan ini Kota Alba akan selalu menyambut kedatangan Anda kapanpun itu, jadi jangan ragu untuk datang berkunjung,"


Tuan walikota mengucapkan salam perpisahan kepada kami dengan berlinang air mata.


Bukan hanya dia tapi ada istri dan anaknya juga yang mengucapkan rasa terima kasihnya karena kami telah melepaskan kutukan mereka.


"Baiklah, kami harus pergi sekarang," kataku.


"Semoga perjalanan Anda semua lancar!"


Akhirnya perjalanan kami kembali dimulai, sekarang tujuan kami adalah Ibukota Kerajaan Underland.


Tapi sebenarnya dimanakah tujuan utama kami?


Aku membuka salah satu gulungan kertas yang diberikan oleh tuan walikota, itu adalah kertas yang berisi gambar peta benua Dyuraz walaupun tidak terlalu detail.



"Jadi tujuan kita adalah kita adalah Dark Mountain yang ada di ujung benua, ya..." gumamku.


"Itu benar, disana kita akan menemukan sebuah portal yang akan memindahkan kita ke bulan, tepatnya ke Kekaisaran Dewa Kegelapan," kata Riona.


Tidak mungkin kami terbang ke bulan untuk menuju kekaisaran Dewa Kegelapan kan? Selain langit adalah kekuasaan Dewi Cahaya, ada juga hukum dunia yang tidak bisa kami langgar, salah satunya adalah kami tidak bisa berpindah ke planet lain.


Tapi kami bisa melakukan hal itu jika melewati portal yang ada di Dark Mountain atau pegunungan kegelapan.


Tapi untuk mencapai tempat itu kami harus melewati banyak tempat-tempat berbahaya dan pastinya akan memakan waktu yang sangat lama....


Seandainya saja aku memiliki kemampuan teleportasi ... jika aku menginginkan hal itu, aku harus berevolusi secepatnya menjadi Dewa Kegelapan.


'Kurasa aku harus mempersiapkan diriku untuk melakukan hal itu....' batinku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 62 : 1174 kata~...


__ADS_2