DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 116: Istana Bulan


__ADS_3

"M- mustahil, kau masih hidup, River..." ujar Leyn lirih.


River tidak menanggapi perkataan Leyn melainkan hanya menatapnya datar sebelum pandangannya kembali kepada Estienne.


"Kau menghabiskan terlalu banyak waktu di tempat, Estienne." kata River datar namun dengan penekanan saat menyebut nama wanita yang tengah berlutut dengan tubuh gemetaran hebat.


"Mohon maafkan saya Tuan..."


Leyn adalah orang yang pintar, hanya dengan sekali lihat interaksi antara River dan Estienne ia sudah tahu apa yang sebenarnya hubungan mereka.


Leyn menggelengkan kepalanya berkali-kali, berharap hal ini tidak mungkin terjadi sementara Leon juga melakukan hal yang sama.


"Sudahlah, sebaiknya kita kembali ke istana karena sesuatu yang buruk sedang terjadi." kata River bersiap untuk berbalik pergi, membuat Estienne sangat kebingungan.


"Tuan, b- bagaimana dengan menundukkan bangsa manusia? Saya bisa menundukkan mereka semua dalam beberapa menit saja jika saya serius-"


"Itu tidak perlu." potong River, manik matanya yang merah menatap Leyn, Leon, Gerald, dan Lovita satu persatu dengan datar lalu berkata, "Orang lemah seperti mereka tidak akan berguna untukku."


Entah kenapa hati Leyn merasa sakit ketika dikatakan lemah oleh orang yang ia cintai, tidak, Leyn bahkan ragu apakah dia masih mencintai pria yang sudah jauh berubah itu.


"Kalau itu perintah Anda maka akan saya patuhi!" jawab Estienne tegas mematuhi perintah River.


Leyn dan Leon hanya bisa berdiam diri melihat River yang kembali pergi meninggalkan mereka dengan cara berteleportasi, hati Leyn terasa hampa ketika menyadari bahwa dirinya sangat tidak berguna.


Dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada River, tapi satu hal yang ia ketahui jika River sudah jauh lebih kuat daripada dahulu kala. Sangat kuat sampai-sampai Leyn berpikir mustahil untuk mengejarnya.


"Kuharap kita bertemu lagi setelah ini." kata Estienne sambil tersenyum sinis, ia kemudian berteleportasi ke istana bulan menyusul River.


Bersamaan dengan kepergian Estienne tanaman rambat yang mengikat Gerald dan Lovita juga menghilang, mereka berdua kemudian menghampiri Leyn dan mengecek kondisinya.


"Kau baik-baik saja putriku?" tanya Lovita khawatir namun membuat Leon sedikit kebingungan karena panggilannya terhadap Leyn.


"Aku baik, hanya saja aku sedikit kelelahan..." jawab Leyn berusaha tersenyum.

__ADS_1


"Bertahanlah, ibu akan menyembuhkanmu." Lovita kemudian menggunakan sihirnya untuk menyembuhkan Leyn, hingga tak berselang lama kemudian seluruh luka yang di deritanya langsung sembuh.


Mungkin jika dibandingkan maka sihir penyembuhan Lovita setara dengan sihir penyembuhan Finley.


Tapi meskipun seluruh luka Leyn sudah sembuh namun tidak dengan kelelahannya.


"Kak Leyn, Kak Leon, hentikan ini sekarang juga!" sebuah teriakan terdengar tak jauh dari mereka.


Mereka menoleh dan melihat kedatangan Harley bersama dengan seorang wanita berpenampilan serba putih yang menggendong seorang gadis. Leon sangat mengenal gadis itu.


"Arcadia!" teriak Leon lalu menghampiri gadis yang digendong oleh wanita berpenampilan serba putih dan mendapatkan julukan iblis putih itu.


Dia adalah gadis yang dicintai oleh Leon, putri Arcadia yang sebelumnya di bawa kabur oleh Raja Gallagher.


"Harley, bagaimana kau bisa ada disini?" tanya Leyn pasalnya ia sudah melarang Harley untuk tidak pernah mendekati wilayah peperangan.


"Ceritanya panjang. Lupakan tentang itu, kak Leyn dan Kak Leon tolong berhenti bermusuhan karena sebenarnya Kak Leon hanya dimanfaatkan oleh Raja jahat itu!" jelas Harley panik yang hanya ditanggapi oleh senyuman Leyn.


"Tenanglah Harley, kami sudah berbaikan kok..."


Leyn mengalihkan pandangannya menatap putri Arcadia yang sedang dipeluk oleh Leon dengan sedikit kebingungan, "Bagaimana kau menemukan gadis itu?" tangannya.


"Ah, dia ... kami menjumpai Raja jahat yang menipu Kak Leon saat perjalanan datang ke tempat ini. Untungnya masterku bisa mengalahkannya dengan mudah." jawab Harley menunjuk Masternya.


Wanita berpenampilan putih itu tampak diam tertegun melihat keberadaan Gerald dan Lovita di tempat itu, sementara Gerald dan Lovita menatapnya dengan penuh selidik seolah sedang mencari tahu identitas gadis bertopeng di hadapan mereka.


Gerald dan Lovita adalah manusia terkuat yang pernah ada, walaupun kekuatannya jauh di bawah Estienne namun mereka masih tergolong sangat kuat.


Hanya dalam beberapa saat saja mereka berdua sudah bisa menebak identitas wanita berpenampilan serba putih itu dan sangat terkejut dibuatnya.


"Kau adalah-"


"Lebih baik kita bicarakan ini di tempat lain." potong Wanita itu lalu berjalan menjauh dari yang lainnya seolah mengisyaratkan Gerald dan Lovita untuk mengikutinya.

__ADS_1


Tentu interaksi mereka tidak luput dari pandangan yang lainnya, namun mereka tidak terlalu ingin ikut campur dengan urusan orang lain dan hanya fokus kepada diri mereka sendiri.


Manik mata indah Leyn menatap wajah Leon yang penuh kasih sayang kepada gadis yang ada di pelukannya, awal mereka bertemu dengan gadis itu adalah saat di ibukota kerajaan Victoria.


Gadis itu terlihat sangat cantik bagaikan bidadari saat tersenyum hangat sehangat warna rambut emasnya yang menyilaukan. Tapi sekarang ia tak lebih dari boneka dengan mata yang kehilangan sinarnya, ia tidak memiliki ekspresi dan tidak dapat bertindak sesuai keinginan. Jiwanya telah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi.


Melupakan tentang hal itu, Leyn memiliki hal yang jauh lebih penting untuk dibicarakan kepada teman-temannya yang mengenal River. Ia ingin memberitahu semuanya bahwa River masih hidup, dan mungkin ia akan menjadi musuh mereka....


...


...


...


Sementara itu di kastil bulan, tempat tinggal River dan seluruh orang-orang pentingnya, terlihat River yang sedang berjalan terburu-buru ke ruangan singgasananya.


Sebenarnya ia bisa langsung berteleportasi kesana namun River tidak melakukan hal itu karena ingin berpikir sejenak sebelum mengambil keputusan di ruang singgasana.


Beberapa bulan lalu setelah River berevolusi untuk kedua kalinya hingga menjadi Heavenly God Emperor, tanpa ia sadari tindakannya itu telah menarik perhatian Sistem Dunia untuk datang ke dunia Aquila Phoroneuse17.


Tapi bersamaan dengan itu seluruh persiapan untuk menghadapi perang antar Dewa sudah disiapkan oleh River dan bawahannya seperti penaklukan seluruh Ras Elf oleh Eve, penaklukan seluruh Ras Monster oleh Zetton, penaklukan seluruh Ras Dwarf oleh River sendiri, dan Penaklukan seluruh Ras Naga oleh penatua Naga Bintang.


Untuk Ras Iblis sendiri tidak ada masalah besar karena mereka telah siap tunduk kepada Dewa mereka yaitu River sendiri.


Sesampainya di ruang singgasana pemandangan yang sangat megah menerpa mata River, ia duduk dengan gagah di singgasana kebesarannya sementara di samping kiri dan kanannya ada Finley, Riona, dan Evelyn yang berdiri dengan anggun.


Sang Dewa telah duduk, membuat semua makhluk yang ada di hadapannya sontak bersujud di hadapan entitas besar di hadapan mereka.


Di sisi sebelah kiri berjejer para pangeran Neraka yang terdiri dari Lucifer sang kesombongan, Mamon sang keserakahan, Asmodeus sang hawa napsu, Leviathan sang iri hati, Beelzebub sang kerakusan, Satan sang kemarahan, dan Belphegor sang kemalasan. Mereka telah dihidupkan kembali oleh Nolectre untuk mematuhi perintah River dengan patuh.


Sementara itu di sisi sebelah kiri terdapat 7 malaikat suci yang terdiri dari Raphael sang Rendah Hati, Michael Amal, Ramiel Kebaikan, Azriel Kesabaran, Uriel Kesucian, Cassiel Kesederhanaan, dan Gabriel Ketekunan. Mereka adalah orang-orang yang dikirim oleh Lightosy Savannah.


Raja dan Ratu Iblis seperti Estienne, Eve, dan Clarion juga berlutut di hadapan River.

__ADS_1


Selain mereka ada juga banyak ras yang telah ditaklukkan oleh bawahan River yang juga berlutut walaupun mereka ditempatkan di luar istana namun mereka bisa melihat situasi di dalam dengan suatu sihir yang menampakkan layar transparan.


River menghentakkan kakinya keras ke lantai mengisyaratkan agar semua orang menatap dirinya secara langsung, "Aku akan menyampaikan sesuatu yang penting kepada kalian!"


__ADS_2