DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
SPESIAL CHAPTER — Keluarga Briar Dan Iblis Putih


__ADS_3

Kabar mengenai kematian Ratu Isabell dari kerajaan Frostland tersebar cukup cepat dan didukung dengan menghilangkan para penduduk kerajaan secara misterius.


Badai yang melindungi kerajaan itu telah menghilang, jadi banyak petualang yang datang ke tempat itu demi membuktikan kebenaran kabar angin itu.


Dan benar saja mereka semua dibuat terkejut dengan kondisi kerajaan yang sangat sepi dengan beberapa kerusakan belas pertarungan di luar dan dalam tembok.


Mereka hanya bisa berspekulasi jika kerajaan itu diserang oleh sosok Iblis yang sangat kuat dan menculik para warganya.


Namun itu hanyalah spekulasi biasa mengingat jika kerajaan Frostland tertutup dari dunia luar yang membuatnya memiliki sedikit informasi untuk dikumpulkan.


Dengan menghilangnya kerajaan Frostland tentunya akan membuat keseimbangan benua itu menjadi terganggu mengingat sebelumnya kerajaan Victoria juga telah hilang.


Jadi benua Lhigor sekarang ini hanya dikuasai oleh 4 kerajaan saja yaitu kerajaan Mazzarri, kerajaan Arandelle, Kerajaan Avantazia, dan kerajaan Sirius.


Keempat kerajaan itu tengah waspada akan sosok yang menyebabkan menghilangnya kerajaan Frostland secara misterius itu.


Demi mencegah kehancuran di masa depan, keempat kerajaan itu mestilah harus mengumpulkan banyak orang-orang kuat di pihak mereka.


Seorang petualang adalah orang yang sangat dibutuhkan sebagai rekan karena hanya dengan membayar beberapa keping koin emas, mereka pasti akan mau patuh.


Tapi ada beberapa petualangan Rank tinggi yang tidak bisa digerakkan hanya dengan uang saja, diantaranya adalah petualang yang dijuluki Iblis putih dan pasangan petualang hebat dengan nama keluarga Briar....


...


...


...


Di salah satu guild petualang yang ada di kerajaan Mazzarri, terlihat pasangan suami istri yang sedang memasuki guild.


Mereka bukanlah sepasang suami istri biasa mengingat plat berwarna ungu di leher mereka yang menandakan jika mereka adalah seorang petualang Rank Adamantite, Rank tertinggi bagi seorang petualang.


Semua petualang terlihat sangat kagum dengan kedatangan dua pasangan hebat itu.


"Bukankah mereka keluarga Briar?"


"Itu benar! Mereka adalah keluarga petualang terhebat sepanjang sejarah!"


"Tapi apa yang mereka lakukan di guild kecil seperti ini?"


"Entahlah..."


Gerald dan Lovita tidak menanggapi orang-orang yang membicarakan mereka dari belakang dan hanya fokus pada papan Quest di depan mereka.


Disana terlihat beberapa jenis Quest dengan berbagai Rank, namun mereka berdua hanya fokus pada beberapa Quest saja yaitu tugas memecahkan misteri hilangnya warga kerajaan Frostland, membunuh Naga Salju, dan menghancurkan kereta api dari sebuah kota.


Dahi Gerald mengernyit ketika membaca Quest ketiga.


"Apa kau memikirkan hal yang aku pikirkan?" tanya Gerald pada sang istri yang masih terpaku pada Quest kereta api itu.


"Yah..." jawab Lovita singkat.


Gerald tersenyum lalu membawa Quest ketiga itu ke meja resepsionis.


"Dimana Guild Mastermu?" tanya Gerald tanpa basa-basi.


"B- biar saya antarkan Tuan dan Nyonya..."


Resepsionis itu sangat gugup ketika harus berhadapan dengan dua orang paling terkenal di seluruh kerajaan itu.


Ia kemudian mengantar Gerald dan Lovita ke lantai atas, tepatnya ruang kerja sang Guild Master.


Sesampainya disana mereka berdua disambut dengan hangat oleh sang Guild Master yang adalah seorang pria tua.


Mereka bertiga kemudian duduk di sofa yang telah disediakan dengan si resepsionis yang kembali ke tempatnya bekerja.

__ADS_1


"Saya tidak pernah menyangka guild kecil kami akan dikunjungi oleh orang terhormat seperti anda berdua, Tuan Gerald Briar dan Nyonya Lovita Briar." ujar sang Guild Master merendah.


"Kami tidak ingin berlama-lama di tempat ini. Bisa kau jelaskan tentang Quest ini?" kata Gerald sambil menyodorkan Quest yang tadi dia ambil.


"Tentu saja saya bisa menjelaskannya. Beberapa bulan yang lalu sebuah kota tiba-tiba berdiri di dekat kerajaan Mazzarri dengan beberapa teknologi mutahir miliknya, salah satunya adalah alat transportasi yang disebut kereta api itu."


"Kota itu telah mengambil banyak mitra kerjasama kerajaan ini, jadi Yang Mulia Raja Gallagher mengutus pasukannya untuk menyelidikinya beberapa minggu lalu." lanjut Guild Master menjelaskan.


"Hm... apa kau tahu Nama kota itu dan letaknya?" tanya Gerald setelah berpikir sejenak.


"Nama kota itu sendiri adalah Kota Lumise, dan letaknya bisa Anda lihat sendiri melalui peta ini." jawab Guild Master sambil menyodorkan sebuah peta.


Sementara Gerald dan Lovita dibuat sedikit terkejut dengan nama kota yang disebutkan itu.


"Apakah itu desa Lumise yang pernah kita kunjungi bersama putri kita, sayang?" tanya Lovita pada suaminya.


"Kemungkinan besar itu memang dia." jawab Gerald.


"Mohon maaf sebelumnya, tapi saya dengar jika putri Anda sedang berada di akademi Nethilor sebelum tempat itu musnah ... a- apakah itu benar?" tanya Guild Master dengan berat hati.


"... itu benar, tapi aku yakin dia tidak menjadi korban dari musnahnya tempat itu karena dari informasi yang aku dapatkan dia telah meninggalkan akademi sebelum tragedi itu terjadi..." ujar Gerald mencoba bersikap kuat.


Walaupun sebenarnya dia dan istrinya merasa sangat khawatir dengan kebutuhan putri mereka, Olivia Briar yang masih belum mereka temukan.


Bahkan semenjak kabar tentang musnahnya wilayah kerajaan Victoria, mereka berdua telah berpetualang cukup lama demi mencari Olivia yang menghilang secara misterius.


Mereka juga telah mendengar kabar tentang kematian teman masa kecil putrinya yaitu River dan sangat sedih dibuatnya.


Mereka sama sekali tidak tahu mengenai hubungan mereka berdua yang hancur ketika di akademi....


"Olivia adalah gadis yang kuat, jadi kami yakin dia pasti bisa bertahan hidup tanpa kami berdua disisinya..." kata Lovita serius.


Gerald menganggukkan kepalanya, sebenarnya urusannya di tempat itu telah selesai karena telah mendapatkan informasi yang ia inginkan.


"Akhir-akhir ini aku sering mendengar para petualang yang membicarakan tentang si Iblis Putih, apa kau tahu mengenai orang itu?"


"Wanita itu adalah orang yang sangat misterius, aku tidak tahu banyak tentangnya dan kemana dia pergi. Namun yang pasti dia memiliki kekuatan yang sangat hebat sampai bisa menyelesaikan Quest membunuh Naga Salju seorang diri..." ujar Guild Master mengingat kepala Naga Salju yang wanita itu keluarkan di guildnya.


Aku harap bisa menemuinya suatu hari nanti - pikir Gerald yang tidak sabar beradu kekuatan dengan si Iblis Putih.


...


...


...


Sementara itu disisi lain Leyn juga telah mengetahui informasi tentang menghilangnya warga kerajaan Frostland dari beberapa pedagang yang mengunjungi kotanya.


"Jika seperti itu kita harus memperkuat kekuatan militer kita untuk menghindari bencana di masa mendatang..." gumam Leyn.


Dia tidak ingin kota yang sudah susah payah ia bangun ini hancur begitu saja karena serangan iblis atau sejenisnya.


"Myra, tolong sampaikan kepada Edward untuk merekrut beberapa orang lagi ke dalam pasukan militer kita." kata Leyn pada Myra selaku sekretarisnya.


"Baik Nona!" jawab Myra patuh lalu bergegas menuju barak pelatihan.


Leyn berdiri dari meja kerjanya lalu berjalan mendekati jendela yang menampilkan pemandangan kota Lumise yang semakin hari semakin padat pengunjung.


Aku bersumpah akan melindungi kota ini dari ancaman apapun... - batin Leyn penuh tekad.


Disisi lain Harley yang baru saja menyelesaikan latihan berpedangnya di akademi tampak sangat senang dengan kemampuannya yang selalu dipuji oleh para guru.


Semenjak dirinya memasuki akademi Khisfire, dia telah menarik banyak perhatian dengan paras tampannya yang tak jauh dari sang kakak dan kemampuan teknik berpedangnya yang hebat.


Bisa dibilang Harley adalah anak yang jenius karena bisa menguasai beberapa teknik berpedang sekaligus dan memiliki kemampuan sihir yang hebat juga.

__ADS_1


Tapi tidak berarti Harley berpuas diri begitu saja dengan semua kemampuannya itu.


Aku masih jauh tertinggal dibandingkan dengan kakakku... - pikir Harley.


"Harley, jadwal pembelajaran telah selesai. Apa kau mau bersenang-senang dengan kami di kota?" ujar salah satu anak laki-laki menghampiri Harley.


"Maaf, sepertinya aku harus latihan lagi..." tolak Harley.


Salah satu anak perempuan berambut pirang pendek menghampiri Harley dengan wajahnya yang cemberut.


"Setidaknya luangkanlah waktumu sejenak untuk bersenang-senang dengan kami, kau tahu kata ibuku terlalu banyak latihan akan membuatmu stres!" ujar gadis itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Harley.


Harley mengalihkan pandangan matanya gugup, namun gadis itu lagi-lagi mendekati Harley dan mengganggunya.


"Alysa berhentilah mengganggu Harley.." ujar salah satu gadis berambut cokelat sambil menghela nafas panjang.


Ia benar-benar dibuat kerepotan dengan sikap kekanak-kanakan gadis bernama Alysa itu.


Mereka bertiga adalah teman dekat Harley, anak laki-laki itu bernama Rian, gadis berambut cokelat bernama Evalina, dan gadis berambut pirang itu bernama Alysa.


Melihat tingkah laku Alysa membuat Harley menghela nafas panjang, "Baiklah baiklah aku akan ikut dengan kalian..."


"Yey!"


Alysa bersorak senang ketika melihat Harley yang sudah pasrah untuk bersenang-senang, dia memang selalu bisa menggoda laki-laki keras kepala seperti Harley.


Mereka berempat kemudian bersenang-senang di kota Lumise yang penuh dengan sesuatu yang menyenangkan.


Alysa selalu menyeret mereka ke berbagai toko kue yang membuat ketiga temannya merasa tidak tahan lagi memakan kue yang sangat banyak itu.


Namun Alysa masih kuat untuk memakan kue yang ia beli, membuat ketiga temannya bertanya-tanya sebenarnya terbuat dari apa perut gadis itu.


"Selanjutnya kita akan ke toko kue itu!" teriak Alysa menunjuk salah satu toko kue.


Harley yang sudah tidak kuat untuk makan lagi akhirnya mencari alasan untuk tidak ikut dengan Alysa.


"Maaf, sepertinya ibuku memanggilku jadi aku harus pulang sekarang." kata Harley beralasan lalu pergi begitu saja tanpa menunggu tanggapan Alysa.


Sementara gadis itu sangat kesal karena tahu jika Harley berbohong pasalnya tidak mungkin ibu Harley bisa memanggil anaknya di tempat ramai seperti ini.


Jadi dia hanya bisa berteriak memanggil nama Harley dengan sangat kesal.


"Fiuh ... akhirnya aku bisa terbebas darinya..." gumam Harley sambil berlari.


* BRUK! *


Karena tidak fokus dalam berlari, alhasil Harley menabrak seseorang yang tidak ia kenali. Orang yang ditabraknya itu masih berdiri tegap sementara Harley terjatuh ke jalanan dan meringis kesakitan.


"Maafkan aku karena tidak hati-hati!" kata Harley yang meminta maaf terlebih dahulu sebelum meringis kesakitan.


Orang itu berdiri membelakangi Harley, jadi ia hanya bisa melihat belakang punggung orang itu yang mengenakan jubah putih polos.


"Anu..."


Harley sangat kebingungan dan ingin berbicara dengan orang itu lagi, namun sebelum dia berbicara orang itu telah berbalik dan menatap Harley yang membuat anak itu sontak tertegun.


Seorang wanita yang mengenakan jubah putih polos, topeng putih polos tanpa lubang bola mata, dan memiliki rambut putih seputih salju.


Dia adalah sosok yang sedang panas diperbincangkan di kalangan petualang hingga tersebar ke telinga masyarakat.


"Iblis Putih..." gumam Harley.


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 93 : 1606 kata~...

__ADS_1


__ADS_2