DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
SPESIAL CHAPTER — Sebuah Keluarga [ARC 4]


__ADS_3


...𝐃𝐫𝐚𝐠𝐨𝐧 𝐂𝐡𝐚𝐢𝐧 𝐄𝐦𝐩𝐞𝐫𝐨𝐫...


...<𝐀𝐑𝐂 𝐈𝐕: 𝐓𝐇𝐄 𝐆𝐑𝐄𝐀𝐓 𝐖𝐀𝐑 𝐀𝐍𝐃 𝐅𝐈𝐍𝐀𝐋>...


...--------------------------------...


...[𝙉𝙤𝙧𝙢𝙖𝙡 𝙋𝙊𝙑]...


Di pagi hari yang cerah, terlihat seorang gadis cantik yang tengah tertidur lelap di ranjangnya yang empuk dan nyaman.


Gorden putih yang menutupi jendela kamar terhempas angin sejuk dan menerpa wajah gadis itu hingga membuatnya perlahan-lahan tersadar dari tidur lelapnya.


Gadis itu bangkit dan meregangkan tubuhnya sebelum menatap pemandangan kota modern dari jendela kamarnya.


Pagi hari yang cerah ini penduduk kota sudah mulai beraktivitas dengan senyuman kebahagiaan yang menghiasi wajah mereka.


"Satu hari yang indah lagi di kota Lumise yang damai..." ujar gadis itu yang adalah Leyn.


...


...


...


"Selamat pagi semuanya!"


Leyn menyapa orang-orang di meja makan, mereka adalah ayah, ibu, dan neneknya yang sentiasa menunggu dirinya untuk sarapan pagi bersama.


"Pagi Leyn, seperti biasa kau tampak ceria hari ini."


"Kau terlihat lebih cantik hari ini, apakah ada yang spesial?"


Ayah dan ibunya membalas sapaan Leyn dengan hangat sementara neneknya hanya menampilkan senyuman bahagia di wajahnya yang masih terlihat muda.


Penampilan Leyn memang lebih menawan hari ini, ia mengenakan dress hitam yang terlihat cocok dengan rambut hitamnya yang sudah lebih panjang dari sebelumnya.


"Tidak ada yang spesial, aku hanya ingin menghadiri acara rapat nanti dengan lebih formal." jawab Leyn memberikan alasan jujur.


Mendengar kata 'rapat' dari bibir anaknya yang masih muda membuat sang ayah merasa sangat bersalah dibuatnya.

__ADS_1


Dia menundukkan kepalanya kecewa pada dirinya sendiri.


"Maafkan ayah nak ... seharusnya ayahlah yang bekerja untuk menafkahi keluarga, tapi ayah malah membiarkanmu mengemban tanggung jawab yang besar sebagai seorang walikota."


Leyn tahu betul penyesalan ayahnya. Ayahnya itu adalah seorang pria sejati yang selalu bertanggung jawab atas keluarganya, jadi ketika tanggung jawabnya itu direnggut begitu saja oleh anaknya maka harga dirinya juga telah hancur.


Semua orang yang awalnya hanya warga desa biasa telah mendapatkan kehormatan dan kebahagiaan mereka sendiri berkat Leyn termasuk keluarganya yang mendapatkan kehormatan untuk tinggal di balai kota bersama dengan Leyn.


Kontribusi Leyn untuk kampung halamannya jauh lebih besar daripada sang ayah, jadi sudah jelas jika ayahnya itu merasa gagal sebagai ayah, kepala keluarga, dan manusia.


"Sejak dirimu dan kakakmu, Leon lahir di keluarga Nereida yang hanyalah keluarga penebang kayu, kami sangat senang karena memiliki anak seperti kalian."


"Walaupun sikapmu sepertinya jauh lebih dewasa daripada kakakmu tapi kami selalu menyayangi kalian berdua. Tidak kusangka kau bisa menjadi orang sehebat ini..." lanjut sang ayah, sementara sang ibu hanya menatapnya sayu.


Kedua orangtuanya meringihkan air mata kebahagiaan yang membuat Leyn sedikit tertegun. Dalam sepersekian detik dia bisa melihat bayangan kedua orang tuanya di kehidupan sebelumnya.


Seorang ayah yang gagal menjadi ayah karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan mengabaikan anak-anaknya, tapi ia tidak gagal sebagai kepala keluarga karena berkat uang pemberiannyalah keluarga Leyn kala itu bisa hidup enak.


Seorang ibu yang jarang memberikan kasih sayang dan memasakkan makanan kepada anak-anaknya, tapi sekalinya dia memberikan kasih sayang maka kasih sayangnya itu jauh melebihi bintang di langit.


Dan seorang adik yang manis dan imut, namun selalu diabaikan oleh kedua orang tuanya termasuk Leyn sendiri sebagai seorang kakak karena terlalu sibuk dengan circlenya.


Seandainya kami bisa bertemu kembali di dunia ini - batin Leyn penuh harap, dan tanpa sadar dia meneteskan setetes air matanya.


"Leyn, apa kau baik-baik saja?"


Pertanyaan dari sang ibu langsung membuyarkan lamunan Leyn akan masa lalunya yang penuh penyesalan itu.


Leyn mengusap air matanya yang jatuh tanpa sadar itu dan berkata, "A- aku baik-baik saja..."


Ia kemudian menatap kembali ayahnya yang berekspresi cemas itu dengan senyuman khasnya yang lebih tulus.


"Tidak usah menyalahkan dirimu sendiri, ayah. Kau adalah ayah terbaik yang pernah aku miliki, berkatmu aku bisa mempelajari nilai-nilai moral dan arti dari sebuah keluarga."


"Tanpamu aku tidak akan pernah tahu apa itu arti dari keluarga di dunia ini ... maupun di duniaku sebelumnya..." lanjut Leyn yang semakin merendahkan volumenya tapi masih bisa di dengar oleh ketiga anggota keluarganya itu.


"Dunia sebelumnya? Apa maksudmu Leyn?" tanya sang ayah sambil mengernyitkan dahinya dibarengi dengan sang ibu dan sang nenek yang tampak kebingungan.


Leyn menghela nafas panjang terlebih dahulu sebelum menatap keluarganya itu dengan serius, "Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting, maukah kalian mendengarnya dan merahasiakannya?"


Ayah, ibu, dan neneknya mengangguk patuh karena melihat keseriusan Leyn yang tidak main-main.

__ADS_1


Setelah mendapatkan persetujuan, Leyn langsung berkata: "Sebenarnya aku adalah reinkarnasi orang dari dunia lain."


Keluarga Leyn sangat terkejut mendengar kalimat yang dilontarkan dari gadis di hadapan mereka itu, namun sebisa mungkin mereka menahan diri agar tidak panik dan mendengar penjelasan Leyn lebih lengkap.


"Bisa kau jelaskan?" tanya sang ayah dibarengi dengan anggukan dua anggota keluarga lainnya.


Leyn mengangguk dan senang dengan sikap keluarganya yang tidak terlalu berlebihan, ia kemudian mulai menceritakan kehidupannya di sebuah dunia bernama bumi dan kronologi kematiannya.


Beberapa saat setelah mendengar cerita Leyn, ekspresi prihatin tampak dengan jelas di wajah keluarganya.


Mereka ikut sedih mendengar jika Leyn tidak mendapatkan cukup kasih sayang dari keluarganya di kehidupan sebelumnya itu dan tragedi kematian Leyn yang sangat tragis.


"Apa kalian bisa percaya semua itu?" tanya Leyn ragu jika keluarganya malah menganggap dirinya sudah gila.


""Kami percaya"" ucap keluarganya bersamaan, membuat Leyn sedikit terkejut.


"K- kalian bisa percaya dengan cerita tidak masuk akal itu dengan mudahnya?"


"Tentu saja, memangnya kapan Leyn kecilku pernah berbohong." ucap ibunya.


"Di dunia ini ada yang namanya sihir dimensi dan realitas, jadi cerita itu bukanlah cerita omong kosong belaka." lanjut sang ayah.


"Atau mungkin itu adalah sihir kuno?" kata sang Nenek.


Tanggapan mereka bertiga membuat Leyn lega dan sangat bahagia karena akhirnya beban di pikirannya itu bisa tersingkir.


Sudah terlalu lama Leyn mengemban rahasia yang sangat besar dari keluarga dan orang-orang terdekatnya, dia sudah tidak sanggup lagi dan akhirnya menceritakan semuanya kepada keluarganya.


Penduduk dunia Aquila Phoroneuse17 sudah tidak asing lagi dengan sebuah fakta jika masih ada dunia lain selain dunia mereka dan tentang adanya siklus reinkarnasi.


Itu karena mereka memiliki pengetahuan yang dibagikan oleh Dewa Ilmu pengetahuan Carvath Gaedistrer.


Tapi umumnya orang yang bereinkarnasi itu tidak memiliki ingatan tentang kehidupannya yang sebelumnya, oleh karena itu keluarga Leyn sangat terkejut karena ternyata Leyn masih memiliki ingatan yang jelas.


Apakah itu karena pengaruh sihir portal yang menelan adiknya, Yui? Entahlah ... yang pasti adalah kasih sayang keluarganya tidak akan berkurang setelah mengetahui hal itu....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 84 : 1054 kata~...

__ADS_1


__ADS_2