DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 16: Kembali Ke Sekolah


__ADS_3

...[𝙁𝙞𝙣𝙡𝙚𝙮 𝘽𝙚𝙡𝙡𝙚 𝙋𝙊𝙑]...


"River Addeson!? Apakah River Addeson tidak hadir lagi hari ini?"


Seorang guru mata pelajaran sejarah sedang mengabsen siswanya, tapi seperti hari hari sebelumnya River masih belum masuk ke akademi.


Padahal ini sudah 10 hari semenjak dia tidak terlihat lagi di akademi. Aku, guru Fanela, beserta Mis Ayla sudah benar benar khawatir dengan keadaannya tapi tidak ada yang bisa kami lakukan.


"Aku tanya apakah River Addeson tidak datang lagi hari ini!?"


Guru sejarah sedikit kesal dan meninggikan nada suaranya karena tidak ditanggapi oleh siswa lainnya.


"Sudahlah guru ... abaikan saja orang seperti dia!"


"Bukankah bagus kelas kita tidak ada hama sepertinya?"


"Palingan dia sudah melarikan diri dari akademi."


Tanggapan dari siswa lainnya mengenai River masih sama buruknya, mereka tampak seolah olah senang dengan kepergian River padahal mereka tidak tahu apapun mengenainya.


"Baiklah kalau begitu, tidak usah membuang buang banyak waktu ayo kita mulai pembelajaran kita hari ini."


Pelajaran kembali dimulai tanpa diikuti oleh River.


Seperti biasa aku menjadi orang yang tak terlihat lagi di kelas, tidak ada yang peduli denganku bahkan melirikpun mereka malas. Aku bertaruh tidak ada orang yang tahu namaku di kelas ini selain River....


Sejak kecil aku memang memiliki kepribadian yang pemalu dan jarang bicara, aku selalu khawatir mengenai pandangan orang lain terhadapku dan memilih untuk menghindarinya.


Seumur hidupku hanya River yang sudah aku anggap sebagai temanku, dia adalah teman pertama dan seseorang yang berharga bagiku.


Tapi sekarang dia telah menghilang entah kemana....


..


..


..


Pelajaran sejarah telah selesai dan seperti biasa aku menghabiskan waktu di kamar asramaku sambil menatap kearah gerbang akademi, berharap dia akan datang kembali.


Disini aku mulai merenungkan perkataan Mis Ayla dan Guru Fanela sebelumnya ketika di ruang kesehatan.


Setelah kepergian River yang sangat terpukul akan fakta yang ia dapatkan, Mis Ayla mengatakan sesuatu kepadaku.


'Kemampuan sihir River itu sangat kuat hingga bisa membahayakan orang lain dan dirinya sendiri, jadi aku minta tolong padamu untuk menjaganya dan selalu memantau dirinya.'


Itulah yang dia katakan.


Adapun alasan kenapa Mis Ayla memilihku itu karena hanya aku satu satunya orang yang dekat dengannya atau bisa dibilang hanya aku sahabatnya di akademi.


Aku sendiri juga tidak ingin River dalam bahaya karena kekuatannya sendiri, tapi aku tidak tahu apakah orang sepertiku pantas mengemban tugas itu?


Aku selalu memperhatikannya semenjak masuk akademi tapi takut untuk bicara dengannya, dia adalah orang yang baik dan cepat berteman dengan siapapun, sangat berbeda denganku.


Sosoknya yang bersinar terang itu membuat hatiku bergerak padanya.


Aku mencoba untuk menyapanya dan berteman dengannya, tapi setelah aku mendengar jika dia sudah memiliki kekasih aku mengurungkan niatku itu.


Aku sering melihatnya bermesraan dengan kekasihnya, jujur saja itu membuatku sedikit cemburu, tapi aku tak berhak mengatur mereka.

__ADS_1


Melihatnya dari jauh saja sudah membuatku senang.


Hingga kejadian dramatis yang memutus hubungan antara River dan kekasihnya terjadi, aku masih tetap memperhatikan River setelah kejadian itu.


Aku tidak percaya dengan rumor yang mengatakan jika River itu adalah seorang pria brengsek yang suka bermain dengan banyak gadis, itu karena aku selalu memperhatikan kegiatannya.


Stalker? Kurasa kau bisa menyebutku begitu...


Tapi satu hal yang pasti aku sangat membenci gadis yang sudah mencampakkan pria sebaik River, tidak berlebihan jika aku memanggilnya gadis bodoh karena percaya dengan sebuah rumor tak berdasar.


Dia pasti akan sangat menyesal di kemudian hari ketika melihat diriku bersama River.


Yah ... itu adalah impian yang tinggi...


Ketika aku tengah melamun di jendela sambil menatap gerbang akademi, aku melihat seseorang yang sangat kukenal dan selalu aku tunggu memasuki gerbang akademi.


"Itu River! Dia sudah kembali!" teriakku kegirangan.


Untuk memastikannya sekali lagi, aku menggosok mataku khawatir aku berhalusinasi seperti kemarin.


Tapi ini jelas bukan halusinasi.


"Aku harus menemuinya!"


Karena orang yang aku tunggu tunggu akhirnya kembali juga, aku bergegas untuk turun dari asramaku dan menemuinya.


...--------------------------------...


...[𝙍𝙞𝙫𝙚𝙧 𝘼𝙙𝙙𝙚𝙨𝙤𝙣 𝙋𝙊𝙑]...


Karena terlalu serius untuk berlatih aku sampai tidak sadar jika sudah tidak masuk akademi selama 10 hari tanpa kabar sama sekali, nilaiku kehadiranku pasti berkurang sangat banyak.


Belum lagi orang-orang dekatku seperti guru Fanela, Mis Ayla, Profesor Watson, dan Finley pasti akan sangat khawatir.


Baru saja memasuki gerbang akademi, aku sudah disapa oleh seseorang dari kejauhan, jika dilihat dari dekat maka itu adalah Finley yang terlihat sangat khawatir.


"River! Akhirnya kau kembali juga!"


Dia berteriak sangat keras dan bertentangan dengan sikapnya yang pemalu dan pendiam, dia pasti sangat khawatir kepadaku.


"Bodoh! Kenapa kau pergi begitu saja tanpa kabar!? Kau tahu aku sangat mengkhawatirkanmu!!"


Finley berteriak dan memarahiku setelah tiba di hadapanku, matanya berkaca-kaca di balik kacamata bulatnya yang menunjukkan kesedihan.


Melihat hal ini aku merasa bersalah, jadi aku menepuk pundaknya dan menenangkannya.


"Maafkan aku karena sudah membuatmu khawatir ... kau bisa memarahiku sesuka hatimu aku tidak akan membuatmu menangis..." kataku sambil mengelap air matanya.


Aku begitu ceroboh hingga membuat gadis sepertinya menangis, dia sangat berbeda dengan Olivia yang selalu sempurna dan tidak pernah menunjukkan perasaannya.


Untungnya gerbang akademi sedang sepi saat ini, jadi tidak akan ada orang yang curiga dengan hubungan kami berdua.


"Apa kau sudah baikan?" tanyaku.


"Hm, terima kasih banyak...." balas Finley dengan sedikit senyuman.


"Sebaiknya kau kembali ke asramamu karena hari sudah mulai gelap."


"Tidak, Aku ingin bersamamu lebih lama lagi!"

__ADS_1


Finley menolak untuk kembali ke asramanya padahal hari sudah mau gelap, entah kenapa sisinya yang seperti ini sedikit menjengkelkan, tapi aku tidak membencinya...


..


..


..


Keesokan harinya di jam mata pelajaran pertama, aku menghadiri kelas dengan mata panda karena kurang tidur.


Aku melihat Finley yang duduk di tempat duduknya dengan penampilan sama seperti biasanya, yaitu berkacamata bulat dengan rambut yang dikepang.


Kacamatanya memantulkan cahaya putih sehingga aku tidak bisa melihat matanya dan ekspresinya selalu datar.


Aku bertanya-tanya bagaimana bisa dia begitu tenang setelah kejadian tadi malam seolah olah tidak terjadi apapun diantara kita?


Karena Finley yang tidak ingin berpisah denganku, aku terpaksa mengajaknya untuk bermalam bersama, tapi bukan di asramaku melainkan di ruang kesehatan.


Kami beruntung Mis Ayla tidak datang ke sana kemarin malam, jika itu terjadi maka kami pasti akan mendapatkan masalah besar yang lebih besar dari sebelumnya.


Yah ... sebenarnya kami hanya tidur di ruangan yang sama tapi berbeda kasur, aku bersumpah tidak ada sesuatu seperti itu diantara kita!


Tapi memikirkan tidur di ruangan yang sama dengan seorang gadis yang terlihat sangat menawan saat membuka kacamatanya dan membiarkan rambutnya terurai dengan tubuh mungil nan sexy, itu membuatku tidak bisa tidur semalaman.


'Sial! Apakah itu penampilan Finley yang sebenarnya? Dia memiliki paras yang sangat cantik melebihi seorang putri kerajaan! Itu sangat berbeda dengan penampilan culunnya setiap hari!' batinku.


Selain mengagumi penampilan tak terduga Finley, aku sedikit penasaran dengan alasannya berpenampilan seperti ini.


Dia pasti akan menjadi gadis populer di seluruh akademi jika dia berpenampilan seperti itu...


"River Addeson... River Addeson!!"


Panggilan tegas dari guru sejarah membuatku langsung tersadar dari lamunanku, aku mengalihkan pandanganku ke depan dan melihat guru pelajaran sejarah beserta siswa lainnya yang menatapku dengan risih.


"Kau baru datang setelah berhari-hari tidak hadir tanpa hal yang jelas, dan sekarang kau tidak memperhatikan pelajaranku dengan baik? Memangnya akademi ini milik ayahmu?"


"E-Em ... maafkan saya..." kataku sambil membungkukkan badan.


Bersamaan dengan itu siswa lainnya mulai berbisik bisik penuh ejekan kepadaku seperti biasanya.


"Aku tidak menyangka dia akan kembali ke akademi ini."


"Kukira dia sudah mati di luar sana."


"Hah ... hidup kita pasti akan berat lagi dengan keberadaannya...."


"Hei, peringkat terendah ... aku senang kau tidak melarikan diri dengan menyedihkan dari akademi ini..." kata Asher penuh ejekan.


Aku hanya bisa menahan diriku seperti biasa, walaupun aku yakin dengan kekuatanku yang sekarang ini sudah cukup kuat, tapi aku tidak ingin ceroboh.


"Sudahlah ... River, untuk hukumanmu karena tidak masuk ke pelajaranku selama ini, kau harus membuat catatan seluruh sejarah umat manusia di dunia ini beserta lengkap dengan peradabannya, kau harus mengumpulkannya akhir pekan nanti." kata guru sejarah.


"Baik, guru." balasku.


Kurasa hukuman ini tidak terlalu sulit karena aku memiliki buku yang kupinjam dari profesor Watson.


Dan sekarang aku memikirkannya ... aku sama sekali belum pernah membaca buku itu lagi karena saking sibuknya hari hariku...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 16 : 1321 kata~...


__ADS_2