DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 12: Raja Undead


__ADS_3

Aku berjalan menelusuri reruntuhan kuno yang terlihat sangat tua ini, banyak tulisan dan lukisan kuno yang tidak dapat ku mengerti artinya di seluruh dinding reruntuhan.


* KRAK! *


* KRAK! *


* KRAK! *


Ketika aku tengah melihat lihat tulisan dan lukisan di dinding reruntuhan, perhatianku teralihkan oleh suara bising di salah satu lorong reruntuhan.


Aku berjalan pelan untuk mengintip makhluk apa yang ada di dalam lorong itu, dan seperti yang kuperkirakan, makhluk yang ada di dalam sana adalah sekumpulan undead yang tinggal berkerumun.


Wujudnya sangat mengerikan dan menjijikkan dengan tubuh yang hanya diisi oleh tulang belulang dengan sedikit daging busuk di dalamnya.


Undead tidak memiliki mana untuk bisa menggunakan sihir, mereka hanya menyerang menggunakan tangan mereka atau tulang runcing, jadi kurasa melawan mereka tidak terlalu sulit.


'Yosh! Sebaiknya aku maju!' batinku.


Aku menyiapkan pedangku di kedua tangan lalu masuk ke dalam lorong sehingga menarik perhatian para Undead.


Mereka mulai bergerak dan berlari kearahku dengan kaki tengkoraknya, membuat suara gesekan tulang bergema di tempat itu.


Ketika jarak kami tersisa 5 meter, aku mulai menggunakan teknik berpedangku.


[ Dark God Sword Technique : First Technique : Dark Slash! ]


* CRASSH! *


* CRASSH! *


* CRACK! *


Hanya dengan satu tebasan teknik pertama dari teknik berpedang yang ada, sebagian Undead langsung terpotong seketika dan menyisakan beberapa yang cukup kuat.


Sejauh ini aku hanya bisa menggunakan dua teknik berpedang dewa kegelapan dari tujuh teknik yang ada, yaitu teknik pertama Dark Slash dan teknik kedua Furious Strike.


Namun tentunya aku memiliki batasan dalam penggunan kedua teknik itu, jika aku terlalu sering menggunakannya dalam waktu bersamaan maka staminaku akan cepat terkuras, itu adalah hal yang fatal bagi pengguna teknik berpedang.


Oleh karena itu aku harus menghemat penggunaan teknik berpedang dewa kegelapan demi mempertahankan staminaku.


...


...


...


Beberapa menit kemudian, aku akhirnya bisa memusnahkan seluruh Undead itu dengan sedikit usaha karena tidak menggunakan teknik berpedang sama sekali.


Aku kembali berjalan menelusuri lorong reruntuhan demi mencari sarang raja undead yang menjaga permata yang dimaksud oleh master.


Di perjalanan menelusuri lorong, banyak Undead yang datang dan menghalangi jalanku, tapi semuanya bisa kukalahkan dengan sedikit usaha.


Undead sebenarnya masuk dalam kategori monster level-B ketika mereka sedang berkelompok dengan jumlah mencapai ratusan, tapi mereka hanyalah monster level-F ketika sendiri atau bersepuluh.


Aku bersyukur karena Undead yang datang menyerangku sejauh ini hanya berkelompok dengan jumlah 10 sampai 15, jadi aku bisa mengalahkan mereka dengan mudah.


Aku mencium bau menyengat dan perasaanku tiba tiba menjadi tidak nyaman ketika tengah menelusuri salah satu lorong reruntuhan.


Berjalan beberapa saat, aku melihat sesosok Undead yang jauh lebih mengerikan dan besar daripada Undead lainnya, dia memakai jubah hitam kumuh dan membawa tongkat dengan permata di ujungnya sementara banyak Undead biasa yang mengelilinginya.


'Itu adalah raja Undead.' batinku.


Karena aku sudah menjumpai tujuan, ada baiknya aku langsung menuntaskannya sebelum malam hari tiba.


Sebenarnya aku tidak tahu kapan malam hari akan tiba karena aku berada di dalam reruntuhan, walaupun berada di luar aku juga tidak tahu karena hutan monster yang sangat gelap.


Jadi sebaiknya aku menyelesaikan ini dengan cepat.


ใ€ŒDark God Sword Technique : First Technique : Dark Slash!ใ€

__ADS_1


* SWOOOSH! *


* SLASH! *


* SLASH! *


Aku berlari menerjang kearah sekumpulan Undead yang masih tidak menyadari keberadaanku dan menggunakan teknik berpedang dewa kegelapan untuk membunuh mereka.


Para Undead yang masih hidup mengalihkan perhatiannya padaku, aku mempersiapkan diriku untuk melawan sekumpulan Undead yang lebih banyak dari sebelumnya.


Tapi anehnya ... mereka tidak menyerangku sama sekali melainkan hanya diam menatapku.


'Ada yang aneh....' batinku.


"Apa yang kau lakukan di tempat ini, manusia?"


Aku tiba tiba mendengar suara yang agak berat dan membuatku sedikit kebingungan, tak ada seorangpun di tempat ini kecuali diriku dan para Undead di depanku.


Jadi aku refleks mencari sumber suara.


"Apa yang kau cari? Aku ada tepat di depanmu!"


Aku sedikit tercengang, mengalihkan pandanganku aku menatap raja Undead yang juga menatapku dengan matanya yang bersinar layaknya sebuah api


'Mungkinkah.... Raja Undead itu bisa bicara?'


..


..


..


Situasi ini benar benar membingungkan, setahuku hanya monster berlevel SSS dan binatang suci yang bisa berbicara dan memiliki kecerdasan layaknya manusia, tapi raja Undead di depanku ini jelas bisa berbicara dan sepertinya memiliki kecerdasan juga.


Kalau memang begitu apakah dia berlevel-SSS atau setingkatnya? Jika itu benar maka ini akan sangat gawat....


Tidak baik membuatnya emosi selagi aku belum tahu tingkat kekuatannya yang sebenarnya, jadi aku membalas perkataannya.


"Masterku, dia yang menyuruhku datang ke sini."


"Ah, jadi begitu ... lalu apa tujuannya mengirimmu ke tempatku?"


"Itu-"


"Biar kutebak, dia pasti menginginkan permata yang ada padaku, 'kan?"


Sepertinya sudah ada banyak orang yang datang kesini untuk mendapatkan permata yang dimaksud oleh master, jadi dia sudah mengerti tujuanku.


"Itu benar..." balasku jujur.


"Ah ... tapi sayang sekali ... sudah banyak petualang dan prajurit yang datang ke tempat ini demi mendapatkan permata itu, tapi sekarang semuanya sudah menjadi pasukan Undeadku yang setia..."


Sudah kuduga.


"Senang bicara denganmu walau hanya sebentar, tapi karena kau sudah berani beraninya masuk ke tempatku dan membunuh pasukanku, jadi aku tidak akan melepaskanmu dengan semudah itu."


Auranya tiba tiba berubah mencekam, para pasukan Undead yang ada di sekitarnya mulai bergerak dan bersiap untuk menyerangku.


"Kulihat kau memiliki teknik berpedang yang unik dan tidak pernah aku lihat sebelumnya, jadi aku akan menjadikanmu sebagai pasukan Undeadku yang istimewa!"


"Cih! Aku tidak akan pernah sudi menjadi makhluk menjijikkan sepertimu!" kataku lalu bersiap untuk bertarung.


Dia tidak memiliki sihir, jadi kurasa aku bisa melawannya dengan usaha ekstra.


ใ€ŒDark Magic : Phantom Bullet!ใ€


Aku terkejut hingga membuka mataku lebar lebar ketika dia menggunakan sihir tepat di depan mataku.


Undead tidak memiliki tubuh yang berguna untuk menampung mana, mereka bahkan tidak memiliki jiwa, jadi seharusnya mereka tidak bisa menggunakan sihir sama sekali. Tapi entah bagaimana Raja Undead itu bisa menggunakannya.

__ADS_1


Dia menggerakkan tongkatnya yang berisi permata merah itu untuk menggunakan sihir, sekilas aku bisa melihat permata itu berkedip beberapa kali ketika dia menggunakan sihir.


'Apa permata itu yang membuat Raja Undead bisa menggunakan sihir? Apa itu permata yang Master maksud?' batinku.


* SWOOOSH! *


SWOOOSH!


SWOOOSH!


Aku tidak bisa memikirkannya lebih jauh lagi karena peluru hitam yang Raja Undead tembakan melesat dengan cepat kearahku.


* TING! *


* TING! *


* TING! *


Aku menghindari sebagian peluru hitam yang bisa kuhindari dan menangkis beberapa yang tak bisa kuhindari.


Tapi tak berselang lama setelah aku menangkis serangannya, pedangku tiba tiba meleleh hingga hancur sepenuhnya yang membuatku sangat terkejut.


"Hahahaha! Phantom Bullet adalah sihir yang dapat mengikis benda apapun yang disentuhnya dengan mudah! Kau sudah tidak memiliki pedang, sekarang apa yang akan kau lakukan?"


Situasi ini benar benar gawat, aku tidak memiliki pedang lagi, begitupun dengan sihir. Yang kumiliki saat ini hanyalah kemampuan seni bela diri.


Tapi menggunakan seni bela diri untuk melawan musuh sebanyak ini bukanlah ide yang tepat, aku juga tidak terlalu menguasai seni bela diri karena hanya fokus di teknik berpedang.


Apa yang harus kulakukan? Apakah aku harus lari? Master pasti tidak akan memaafkanku jika aku lari sekarang.


Lagipula ini hanya latihan, tidak sepantasnya aku mati menyedihkan di sini...


...--------------------------------...


...[๐™ˆ๐™–๐™จ๐™ฉ๐™š๐™ง ๐™‹๐™Š๐™‘]...


Saat ini masih sore hari dan aku masih duduk di luar reruntuhan kuno untuk menunggu River yang sedang dalam pelatihannya di dalam reruntuhan kuno.


Sebenarnya aku tidak ingin membuatnya menjalani latihan tidak masuk akal ini, aku tidak tega lagi melihat dia kesakitan dan begitu menderita sejak pertemuan pertama kami.


Tapi melalui latih tanding kami pagi tadi, aku sadar jika dia memiliki bakat yang tidak biasa dalam teknik berpedang dewa kegelapan.


Aku benar benar terkejut ketika melihatnya mampu menggunakan dua teknik berpedang dewa kegelapan secara berturut-turut, walaupun belum terlalu kuat dan stabil tapi itu sudah di luar perkiraanku.


Kurasa memilihnya menjadi penerus teknik berpedang dewa kegelapan adalah hal yang tepat, oleh karena itu aku memutuskan untuk memberinya pelatihan ini secepatnya.


Reruntuhan kuno yang ada di depanku ini adalah bekas bangunan gereja suci dari era kekaisaran sekitar 5000 tahun lalu, itu adalah era dimana benua Lhigor hanya dikuasai oleh satu kekuatan besar, yaitu kekaisaran Equestria.


Masyarakat di era itu hanya memuja satu Dewi, yaitu Dewi Lightosy Savannah yang menjadi lambang cahaya kehidupan dan kesucian.


Lalu dibuatlah kepercayaan cahaya atau agama cahaya yang memuja Dewi Lightosy Savannah.


Dengan berdirinya gereja cahaya yang memiliki banyak pengikut membuat keberlangsungan kekaisaran Equestria menjadi terancam, oleh karena itu sang kaisar memiliki rencana licik dengan memfitnah pendeta besar gereja cahaya bersekongkol dengan ras iblis.


Pengikut gereja cahaya menganggap ras iblis sebagai sosok yang jahat dan harus dimusnahkan, jadi setelah sang kaisar memfitnah pendeta besar bersekongkol dengan ras iblis, itu membuat masyarakat menjadi murka dan mengeksekusinya secara beramai-ramai.


Aku tidak tahu pasti tentang apa yang terjadi, tapi kabarnya karena termakan oleh kebencian pendeta itupun berubah menjadi makhluk paling kotor dan menjijikkan, yaitu Raja Undead.


Itulah sejarah tentang raja Undead yang ada di reruntuhan kuno itu.


Untuk permata yang menjadi tujuan River tidak lebih hanyalah sebuah objek semata yang sama sekali tidak berguna untukku.


Yah ... aku hanya ingin menguji teknik berpedang dewa kegelapan miliknya. Apakah dia bisa menggunakan kemampuan spesial dari teknik berpedang itu atau tidak, itu tergantung dirinya....


...โ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆ...


...๐ฟ๐‘–๐‘˜๐‘’, ๐‘‰๐‘œ๐‘ก๐‘’, ๐ด๐‘›๐‘‘ ๐ถ๐‘œ๐‘š๐‘š๐‘’๐‘›๐‘ก ๐‘ˆ๐‘›๐‘ก๐‘ข๐‘˜ ๐‘€๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘ข๐‘˜๐‘ข๐‘›๐‘” ๐ด๐‘ข๐‘ก๐’‰๐‘œ๐‘Ÿ ๐ท๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘š ๐ต๐‘’๐‘Ÿ๐‘˜๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ฆ๐‘Ž...


...~Chp 12 : 1504 kata~...

__ADS_1


__ADS_2