DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 109: Energi Qi


__ADS_3

River menyuruh Lightosy dan Carvath untuk tetap merahasiakan tentang kerjasama mereka dari Cain dan Rosemary, sedangkan dia akan memberitahu hal ini kepada Nolectre.


Mereka harus semaksimal mungkin agar terlihat tidak berkhianat karena Cain bisa memanggil sistem dunia dengan mudahnya.


Alasan kenapa sistem dunia tidak mendatangi River ketika ia berhasil menjadi Dewa adalah karena dia terlalu sibuk mengurus dunia yang tidak terhitung jumlahnya itu.


Bukan hanya dunia Aquila Phoroneuse17 dan Bumi, sebenarnya masih ada banyak lagi dunia lain di dimensi dan semesta yang berbeda, mungkin jika dibandingkan maka jumlahnya setara atau bahkan melebihi jumlah pasir yang ada di lautan.


Setiap dunia memiliki keistimewaannya masing-masing, contohnya dunia Aquila Phoroneuse17 yang memiliki pedang dan sihir dan Bumi yang memiliki teknologi tempur.


Dan mungkin saja ada banyak keistimewaan yang dimiliki oleh dunia yang tidak River ketahui.


Untuk mengurus dunia yang tidak terhitung jumlahnya itu sistem dunia tentunya sangat sibuk dan tidak punya cukup waktu untuk menyadari perubahan kecil di dunia Aquila Phoroneuse17.


Tapi setelah River mengalami evolusi keduanya yang bisa dibilang tidak normal untuk seorang Dewa berevolusi lagi, mungkin saja sistem dunia telah menyadari keanehan yang terjadi...


...


...


...


River kembali ke kastil bulan setelah berhasil memecahkan misteri kematian Raja Iblis Boris di benua Ealorath yang ternyata penyebabnya adalah Dewa Carvath Gaedistrer.


Dia tidak punya waktu untuk jalan-jalan di tempat itu, jadi River memilih untuk segera pulang tapi sebelum itu dia mengubah penampilannya seperti semula terlebih dahulu.


Seperti biasa kepulangan River selalu disambut dengan hangat oleh Finley dan Riona yang membuat River tersenyum hangat.


Dia merasa bahagia dengan mereka berdua yang selalu menyambut kepulangannya itu, dalam hatinya River bersumpah untuk melindungi kedua wanita itu sekuat tenaganya.


Dia tidak akan membiarkan kedamaian di depan matanya itu terenggut oleh takdir.


"Dimana Neo dan Yui?" tanya River pasalnya Neo dan Yui akan selalu ada ketika menyambut kedatangannya.


"Mereka berdua masih belum kembali dari tugas mereka untuk mengumpulkan kembali jiwa yang kabur dari neraka." jawab Finley.


"Mungkin mereka sedang bersenang-senang di kota manusia atau lain sebagainya." lanjut Riona.


"Kurasa membiarkan mereka bersenang-senang tidak ada salahnya." kata River.


Sebenarnya dia juga merindukan kampung halamannya dan ingin mengunjungi keluarganya walau sebentar, mungkin dia akan pergi dengan menyamar setelah urusannya selesai.

__ADS_1


"Dimana Clarion dan Zetton?"


"Mereka ada di tempat latihan." jawab Finley membuat River sedikit kebingungan karena tidak mungkin mereka berdua berlatih dengan kemampuan mereka yang sudah sangat kuat kan?


"Sebaiknya kau lihat sendiri apa yang mereka lakukan." lanjut Riona menyadari kebingungan River.


Tanpa pikir panjang River kemudian langsung beranjak pergi menuju ruang latihan, itu adalah tempat khusus dengan pelindung kuat agar tidak mengacaukan istana.


* DUAAARRRR!! *


Ledakan besar terdengar cukup keras dan menggetarkan seisi ruang latihan yang berupa arena besar itu.


River melihat pertarungan yang cukup sengit disana, Zetton dengan wujud manusianya dan Clarion dengan wujud iblisnya.


Mereka berdua bekerjasama untuk melawan satu orang yaitu Evelyn!


Panah darah ditembakkan oleh Evelyn hingga melesat dengan cepat ke arah Clarion yang melindungi tubuhnya menggunakan barrier sihir, namun barrier itu seketika hancur berkeping-keping ketika mengenai panah darah milik Evelyn.


Dalam momentum yang singkat itu Clarion ternyata bisa menghindari anak panah yang terus melesat tanpa henti itu hingga akhirnya mengenai pelindung yang mengitari ruang latihan.


River bisa melihat retakkan kecil di penghalang yang dikenai oleh anak panah itu dan sedikit terkejut dibuatnya.


Zetton dan Clarion juga terlihat sangat kesulitan menghadapi Evelyn walaupun dia hanya seorang diri, tapi tentu River bisa melihat jika mereka berdua menahan kekuatan mereka agar tidak terlalu berlebihan melawan gadis seperti Evelyn.


Jika mereka berdua benar-benar serius melawan Evelyn maka mereka bisa mengalahkan gadis itu dengan sangat mudah.


Sementara untuk Evelyn dia memiliki kekuatan unik yang bernama Qi yang membuat Clarion dan Zetton kesulitan mendekatinya, setiap mereka berdua mendekati Evelyn maka dia pasti akan mengeluarkan ledakan Qi yang sangat kuat.


Ledakan Qi itu menyebabkan distorsi ruang dan waktu yang sangat menggangu pergerakan Zetton dan Clarion, belum lagi sihir mereka akan hilang begitu saja ketika terkena Qi.


Dan sampai sekarang kekuatan yang dimiliki Evelyn masih menjadi misteri bagi River dan yang lainnya.


"Baiklah, kurasa sudah cukup sampai disini, tolong hentikanlah pertarungan kalian!" teriak River menghentikan pertarungan ketiga orang itu.


Zetton dan Clarion baru menyadari kedatangan River karena terlalu serius melawan Evelyn, sementara Evelyn sudah menyadarinya sedari tadi.


"Oh, River! Apa urusanmu di benua Ealorath sudah selesai?" kata Zetton yang berpindah tempat ke hadapan River.


"Sudah selesai dan berjalan dengan sangat baik, detailnya akan kuberitahu nanti. Sekarang bisa kau jelaskan untuk apa pertarungan berbahaya tadi?" ucap River.


"Kami hanya berlatih, benarkan begitu?" jawab Evelyn sambil berjalan menghampiri River.

__ADS_1


"Yah, itu benar, kita hanya berlatih." Clarion terkekeh sambil berbohong.


Tujuannya mengadakan pertarungan itu tidak lain adalah untuk menyelidiki kekuatan Qi milik Evelyn secara langsung, tapi sampai sekarang mereka masih belum tahu apa-apa.


River tentu tahu tujuan Clarion dan Zetton dengan jelas.


"Evelyn, bisa kau serang aku menggunakan Qi milikmu?" tanya River dibalas dengan anggukan setuju Evelyn.


Dia sama sekali tidak ragu karena yakin jika River bukanlah orang lemah yang bisa terluka dengan mudah oleh serangan rendahannya.


Evelyn mengambil posisi sejauh 30 meter dari River dan menyiapkan anak panahnya dengan serius sambil menatap River yang jauh di depannya.


River tidak membawa apapun, di hanya berdiri dengan santainya di dalam arena pertarungan dan menunggu kedatangan serangan Evelyn.


"Kau siap?" tanya Evelyn yang sudah bersiap melepaskan tembakan panahnya.


River sedikit mengangguk pertanda jika dia telah siap bersamaan dengan Evelyn yang menyalurkan energi Qi miliknya di anak panah itu.


River menggunakan God Eye miliknya sehingga bisa melihat aliran Qi milik Evelyn yang ternyata berpusat pada pusarnya, berbeda dengan pusat mana yang ada di dada.


Qi itu mirip seperti energi alam atau mana alam, setiap kali habis akan diisi sedikit demi sedikit.


* SWOOOSH!! *


Tembakan dilesatkan dengan River yang terus memperhatikan perubahan yang terjadi pada anak panah itu.


Ternyata anak panah yang telah dialiri oleh kekuatan Qi itu menyerap energi alam seiring berjalannya waktu sehingga membuat tembakan mana itu akan semakin kuat seiring jauh targetnya.


"Gluttony!"


River merentangkan tangannya dan melahap anak panah itu dengan mudahnya menggunakan kemampuan Gluttony miliknya.


Evelyn, Zetton, dan Clarion dibuat sangat terkejut dengan itu pasalnya barrier terkuatpun akan hancur jika terkena anak panah Evelyn.


[Sejumlah energi dunia lain memasuki tubuh Anda secara paksa, anda tidak memiliki tubuh dan jiwa yang cocok untuk menampung jenis energi ini.]


Rasa sakit yang luar biasa menyerang seluruh tubuh River ketika ia memaksa untuk menyerap Qi yang memang tidak cocok dengan tubuhnya, karena tidak kuat akhirnya River kembali melepaskan Qi yang diserapnya itu ke atas.


Karena efek spesial dari Gluttony yang bisa membalikkan kekuatan beberapa kali lipat, Qi yang River keluarkan juga bertambah kuat hingga menghancurkan pelindung ruang latihan.


Semua orang tercengang melihat hal itu sementara River mengelap sudut bibirnya yang berdarah dan bergumam, "Sepertinya aku harus melakukan Evolusi ketiga untuk bisa menggunakan Qi..."

__ADS_1


__ADS_2