DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 55: Melewati Dark Elter


__ADS_3

"Hanya mereka yang aku miliki di tempat ini," kata Neo menunjukkan bawahannya.


Kami semua tertegun melihat para bawahan Neo, mereka semua bukanlah monster biasa melainkan monster Rank-SSS yang berjenis Naga dan monster terbang lainnya seperti Wvren dan Griffin.


Mereka semua adalah monster kuat yang memiliki akal sehat dan bisa bicara, tapi mereka semua sekarang sedang menundukkan kepala mereka dengan patuh di hadapan kami, tidak, lebih tepatnya di hadapan Neo.


"Baiklah, seperti yang kalian lihat di sini, rekan-rekan baruku ingin menuju benua Dyuraz dengan melewati dungeon ini. Jadi, siapakah yang ingin jadi tunggangannya?" kata Neo dengan tegas.


Sungguh, sikapnya yang seperti ini sangat tidak cocok setelah melihat dirinya yang putus asa dan menyedihkan sebelumnya...


Tapi walaupun begitu para monster kuat itu mau patuh pada Naga kecil nan mungil itu.


Salah satu Naga Angin maju sambil menundukkan kepalanya, diapun berkata, "Tolong izinkan hamba menjadi hewan tunggangan anda."


Ras Naga Angin memiliki kecepatan dan kelincahan yang luar biasa, selain itu sisiknya tidak sekeras dan seberbahaya Naga lainnya, jadi kita bisa beristirahat dengan nyaman di atas punggungnya.


"Kalau begitu aku percayakan padamu untuk mengantar kita," kataku menyetujuinya.


Finley juga maju dan mengelus moncong Naga Angin itu dengan halus sambil tersenyum hangat, "Mulai sekarang mohon bantuannya."


Kami bertiga menaiki punggung Naga Angin tersebut, Finley duduk paling depan sementara aku berada di belakangnya. Dan untuk Riona ... aku bisa mendengarnya mengumpat kesal di belakangku.


"Dasar perempuan sialan, bisa-bisanya dia mengambil kesempatan di saat seperti ini..."


Aku mengabaikannya dan mengalihkan pandanganku kearah Neo yang masih memberikan ucapan perpisahan kepada para bawahannya.


"Terima kasih banyak atas kehadiran kalian yang selalu menemani saat-saat terpurukku. Aku ingin selalu ada di sini bersama kalian tapi apa boleh buat, aku memiliki tugas yang harus aku selesaikan. Tapi tenang saja, aku pasti akan menemui kalian lagi jika semuanya sudah selesai..."


Itu adalah perpisahan menyentuh hati yang pernah aku lihat, tapi tanpa kusadari para monster itu sebenarnya merasa sangat lega karena akhirnya berpisah dengan Naga menjengkelkan yang mengekang mereka....


...


...


...


Perjalanan telah dimulai, saat ini kami tengah berada di punggung Naga Angin yang terbang dengan kencang dan melalui semua rintangan dungeon yang ada.


Kami sama sekali tidak terkena dampak dari angin yang ditimbulkannya walaupun sedang berada dalam kecepatan tinggi, itu karena Naga Angin telah memasang sihirnya untuk menghalau angin yang menyentuh kami.


Alhasil kami bisa beristirahat dengan tenang di atas punggung Naga Angin tersebut....


"Ngomong-ngomong Neo, kenapa kau menggunakan nama Zetton dan menggunakan gelar Dewa Naga sebelumnya?" tanyaku penasaran.


Yah ... walaupun aku menanyakan itu untuk menghabiskan waktu luang kita yang banyak ini di punggung Naga Angin....


"Ah ... aku hanya sangat terobsesi dengan Zetton sang Dewa Naga, jadi aku menggunakan namanya untuk menyebar ketakutan di seluruh dungeon ini ... tapi aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengan Zetton yang asli, dan parahnya dia memarahiku karena menggunakan namanya sembarangan..." ujar Neo tampak murung.


Melihat itu Finley langsung mengelus kepalanya dengan lembut hingga membuatnya mendengkur layaknya seekor kucing.

__ADS_1


"Boleh aku bertanya?" ujar Finley.


"Tentu."


"Siapa itu Zetton sang Dewa Naga?" tanya Finley kebingungan.


Melihat itu Riona sedikit tertawa dan mengejek ketidaktahuan Finley, "Seharusnya kau belajar sejarah di sekolahmu sebelumnya, bukannya sibuk berpacaran."


"Memangnya apa yang kau tahu tentang diriku? Aku memang sudah giat belajar, tapi tidak ada buku yang membahas tentang Dewa Naga sama sekali," balas Finley kesal.


"Sudahlah biar aku beritahu, Naga yang bernama Zetton itu adalah seorang Naga Kegelapan dan merupakan leluhur dari Ras Naga yang sudah ada sejak dulu. Dia juga adalah hewan peliharaan Dewa Kegelapan," kataku menjelaskan.


Bersamaan dengan itu aku bisa mendengar Zetton yang menggerutu dengan kesal.


{Hewan peliharaan? Kasar sekali mulutmu bocah...}


'Bukankah itu benar? Bahkan Master menyebutmu sebagai hewan peliharaan Dewa Kegelapan,' batinku.


{Terserahmu saja ... tapi perlu kau ketahui jika aku juga merupakan salah satu Hewan Suci yang ada di dunia ini.}


Zetton terdengar bangga setelah menyebut dirinya sendiri sebagai Hewan Suci.


Bagaimana tidak, Hewan Suci sudah sangat berbeda dengan monster, mereka adalah makhluk yang hampir sama keberadaannya dengan para Dewa.


Jadi sudah jelas jika Zetton bangga dengan hal itu....


"Aku mengerti," jawab Finley setelah aku menjelaskan tentang Zetton.


{Bocah, sepertinya kau dan gadis itu benar-benar cocok menjadi pasangan ... karena mulut kalian berdua sama kasarnya!}


Zetton kembali berteriak dengan kesal, tapi aku mengabaikannya karena si Naga Angin tunggangan kami tiba-tiba mengatakan sesuatu yang membuatku kebingungan.


"Kita akan memasuki Dark Elter, berpeganganlah dengan erat!"


"Dark Elter?" gumamku kebingungan.


"Itu adalah kawasan inti dari Great Dungeon, aku tidak menyangka jika kita bisa sampai di tempat ini dengan begitu cepatnya..." kata Riona menjawab gumamanku.


Aku melihat ke depan dan menemukan adanya kegelapan yang sangat pekat, 'Apakah itu Dark Elter?' batinku.


Dan benar saja ketika kami memasuki kegelapan yang bernama Dark Elter itu, seluruh tubuhku langsung menjadi kaku, bahkan aliran mana yang ada di tubuhku berhenti mengalir.


Bahkan aku tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali....


{Jangan memaksakan dirimu bocah, jangan sampai kau mengubah jalurnya!}


Zetton memperingatiku dalam benakku.


Ketika aku tengah berpikir apa yang Zetton maksud dengan 'alur', aku baru menyadari jika si Naga Angin tunggangan kami tidak terbang, melainkan mengapung seperti di air.

__ADS_1


Aku juga menyadari jika di tempat gelap ini terdapat banyak sekali bebatuan dan tulang belulang monster yang mengapung.


{Di tempat ini, konsep dunia tidak akan berlaku. Mulai dari sihir hingga indra makhluk hidup, semua itu tidak akan berlaku di tempat ini. Kau dan teman-temanmu masih bisa hidup hanya karena masih berada di jalur Dark Elter yang sesuai.}


Begitu ya ... sekarang setelah aku perhatikan baik-baik, benda-benda yang melayang di sekitar kita bergerak tak terarah, tidak seperti kami yang melayang terarah.


'Jadi inilah yang Zetton maksud dengan bergerak sesuai jalur Dark Elter....'


Jika seperti itu lebih baik aku diam saja dan tidak melakukan sesuatu yang beresiko mengubah jalur kita....


...


...


...


Beberapa hari telah berlalu dan saat yang kami tunggu-tunggu akhirnya telah tiba, kami akhirnya berhasil keluar dari Dark Elter dengan selamat!


"Huahh! Itu adalah momen yang tidak akan pernah aku lupakan dalam hidupku!" teriak Finley ketika telah keluar dari tempat mengerikan itu.


"Aku juga...." balas Riona kali ini setuju dengan Finley.


Sudah berhari-hari kami tidak bisa bicara dan bergerak, jadi refleks kami langsung mengecek setiap persendian kami dengan cara menggerakkannya seperti sedang melakukan pemanasan.


"Sebaiknya kita beristirahat sejenak di sini," saran si Naga Angin.


Dia belum pernah beristirahat sama sekali semenjak kita memulai perjalanan kami, jadi aku menyetujuinya.


"Ngomong-ngomong tempat yang tadi itu sangat mengerikan, aku tidak bisa membayangkan akan ada seseorang yang melewatinya dengan begitu bebas," ujar Finley.


"Tidak, kau salah. Satu-satunya orang yang bisa melewati Dark Elter sesuka hatinya adalah para Dewa dan Dewi sebab mereka memiliki kekuatan yang telah melampaui konsep dunia," balas Neo.


"Itu sangat hebat..." gumam Finley kagum.


Setelah dipikir-pikir apa yang dikatakan Neo memang benar. Dark Elter hanya membuat konsep dunia tidak berlaku di dalamnya, tapi di hadapan para Dewa dan Dewi yang mempunyai sejatinya tidak terikat konsep dunia, maka mereka pasti bisa bebas di Dark Elter....


"Lupakan tentang itu, apa kalian sadar kita sedang berada di mana?" kata Riona memasuki percakapan.


"Sudah jelas kita berada di dungeon," balas Finley.


"Tidak. Maksudnya memang benar kita berada di dungeon, tapi tepatnya sekarang kita berada di Great Dungeon wilayah benua Dyuraz!"


Benar apa yang dikatakan oleh Riona, kita sudah melewati Dark Elter yang menjadi inti dari Great Dungeon sekaligus pembatas antara benua Lhigor dan benua Dyuraz.


Jadi sekarang kita sudah di wilayah benua Dyuraz!


"Jadi kita hanya harus keluar dari dungeon ini ya...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 55 : 1250 kata~...


__ADS_2