
Setiap manusia dari dunia lain yang dipanggil atau dipindahkan ke dunia dengan konsep sihir seperti dunia Aquila Phoroneuse17 seharusnya tidak memiliki keistimewaan apapun.
Contohnya Yui yang dipanggil oleh Simon seharusnya tidak memiliki kemampuan sihir seperti sekarang.
Namun setelah River memeriksa tubuh Yui melalui System miliknya, ternyata sebuah sumber mana telah terpasang di dalam tubuhnya yang memungkinkan gadis itu bisa menggunakan sihir walaupun bukan penduduk asli dunia itu.
Jiwa yang dimiliki oleh manusia dari kedua dunia itu juga memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Di dunia Evelyn dan Yui yaitu Bumi tidak memiliki sihir atau kekuatan supranatural apapun, mereka hanya memiliki pengetahuan akan teknologi yang jauh lebih baik dari dunia lainnya.
Seharusnya Evelyn tidak memiliki kemampuan apapun dalam dirinya yang berhubungan dengan kekuatan supranatural, tapi dari pemeriksaan statistik yang River lakukan padanya jelas dia memiliki suatu kemampuan tersembunyi yang bernama Qi.
Itu jelas berbeda dengan mana namun masih memiliki beberapa kesamaan yang hampir mirip.
River menyimpulkan jika Evelyn bukan asli penduduk Bumi, mungkin saja dia berasal dari dunia lain yang pindah ke bumi. Namun belum ada bukti yang nyata akan hal itu...
...
...
...
Di hari yang sama River melakukan pertemuan rahasia dengan Clarion dan Zetton. River duduk di salah satu kursi dan menatap kedua temannya itu dengan serius.
Zetton dan Clarion sempat kebingungan dan ingin bertanya tentang alasan pertemuan mereka, tapi River sudah bicara terlebih dahulu.
"Aku akan menghadapi Dewi Kematian seorang diri."
Kedua pria di hadapannya itu cukup terkejut mendengar perkataan River.
"Apa kau yakin ingin melawannya seorang diri? Maksudku kau bisa saja disergap oleh para Dewa lainnya ketika sedang menghadapi Dewi Kematian." sargah Clarion.
"Aku memiliki caraku sendiri agar tidak ada yang mengganggu pertarungan kita." kata River serius.
"Tapi tetap saja-"
"Kalau itu keputusanmu maka lakukanlah." kata Zetton memotong perkataan Clarion yang ingin membantah niat River.
"Aku percaya pada dirimu yang sekarang bisa menghadapi sosok kuat seperti Dewi Kematian." lanjut Zetton percaya akan kekuatan River.
River tersenyum senang mendengar Zetton yang menyetujui keputusannya, "Mereka tidak melawanku semenjak berevolusi menjadi Dewa Kegelapan karena mereka takut memasuki wilayahku, tapi nyatanya aku tahu betul jika mereka terus mengawasiku."
Mungkin 5 orang Dewa dan Dewi yang takut melawan 1 orang yang baru saja menjadi seorang Dewa itu terdengar tidak masuk akal.
Tapi itu bukanlah omong kosong belaka, alasan mereka ragu melawan River adalah karena mereka tidak memiliki banyak kebebasan bertindak.
__ADS_1
Mereka tidak bisa memasuki wilayah Dewa lain tanpa seizin pemilik wilayah, tidak seperti River yang bisa memasuki wilayah manapun dengan bebas karena dia tidak terikat dengan sistem dunia beserta seluruh hukum yang mengikat para Dewa.
Wilayah River sendiri meliputi seluruh benua Dyuraz dan seluruh dunia Aquila Phoroneuse17 ketika malam hari, dan saat malam berganti pagi maka seluruh dunia adalah wilayah Dewi Cahaya.
Karena kebesaran wilayah mereka berdua itulah membuat Dewa Kegelapan dan Dewi Cahaya dijuluki juga sebagai penguasa dunia secara bergantian.
"Kalau itu keputusanmu maka aku tidak bisa menentangnya..." kata Clarion pasrah.
Clarion sebenarnya telah menganggap River sebagai anaknya sendiri semenjak dirinya menyamar sebagai seorang guru di Akademi Nethilor kala itu.
Jadi dia sedikit khawatir dengan keselamatan River.
River tersenyum, "Kalau begitu aku akan bergegas untuk ke alam kematian. Tolong rahasia kepergianku ini dari yang lainnya agar mereka tidak khawatir."
"Baiklah."
River kemudian pergi dengan cara berteleportasi meninggalkan Clarion dan Zetton di ruangan itu.
River sampai di sebuah gua besar yang terdapat di pinggiran benua Dyuraz, gua itu adalah pintu masuk ke Great Dungeon yang pernah dirinya dan teman-temannya dulu.
"Rasanya sudah lama sekali..." gumam River.
Sekarang River akan melawan Dewi Kematian, tapi tujuan utamanya adalah mengajak wanita itu berkerjasama untuk memusnahkan sistem dunia yang selama ini mengekangnya.
Namun jika Dewi Kematian tidak ingin bekerjasama dan tetap melakukan perlawanan maka mau tidak mau River harus melenyapkannya dari dunia ini...
Itu adalah tempat dimana segala konsep dunia tidak akan berfungsi, mulai dari ruang sampai dengan indra makhluk hidup tidak akan bisa berfungsi di tempat itu kecuali para Dewa yang tidak terikat oleh konsep dunia.
River melangkahkan kakinya memasuki Dark Elter yang berada tepat di depan matanya itu, tubuhnya ditelan kegelapan yang amat pekat tapi masih bisa digerakkan.
Perlahan namun pasti tubuh River melayang mengikuti arus Dark Elter untuk mencapai sisi lain dari Great Dungeon.
Namun bukan itu tujuan River melainkan turun ke bawah Dark Elter, dan dengan penuh tekad River melompat keluar dari jalur yang seharusnya.
Ia kemudian melesat menyelami kegelapan yang sangat pekat itu bagaikan menyelam di lautan yang sangat dalam.
Tak berselang lama kemudian kegelapan di sekeliling River mulai berubah warna menjadi merah gelap sebelum akhirnya River menyadari dirinya telah berada di dataran padang rumput yang sangat luas.
"Aku kira tidak akan pernah kembali ke tempat ini lagi..." gumam River.
Sekarang dia sudah berada di wilayah kekuasaan Dewi Kematian Nolectre Thanaesah, wanita itu pasti sudah menyadari kedatangan River saat ini.
Dan benar saja sebuah bola api hitam dilemparkan dari arah yang sangat jauh dan menghantam tubuh River secara langsung.
* BOOOMMM!! *
__ADS_1
Bola api hitam itu meledak dengan dahsyat dan menenggelamkan seluruh tubuh River dalam api hitam yang tak akan mampu dipadamkan oleh siapapun itu.
"Dia belum mati!" ujar si penyerang yang tidak lain adalah Nolectre Thanaesah.
Dengan mengangkat tangannya tinggi-tinggi, Nolectre kembali menciptakan 3 buah bola api hitam sebesar sebuah kastil hingga menutupi langit alam kematian.
Nolectre kemudian melemparkan ketiga serangan dahsyat itu satu persatu ke tempat dimana River berada.
* BOOOOMMMMM!! *
* BOOOOMMMMM!! *
* BOOOOMMMMM!! *
Ledakan yang lebih besar dan dahsyat dari sebelumnya membombardir tubuh River tanpa henti dan menghancurkan sebagian dataran padang pasir itu.
Namun tidak sampai disana Nolectre kembali mengeluarkan sebuah kristal yang sangat terang di tangannya.
Itu adalah kristal penyegel Dewa yang disiapkan langsung oleh para Dewa demi menyegel River sebagai musuh terbesar mereka.
* BYURR!! *
Api hitam yang seharusnya tidak bisa dipadamkan itu terhempas begitu saja dan menampilkan sosok River tanpa luka sedikitpun.
Dengan memegang pedang hitam miliknya di tangan kanannya, dengan segera River langsung melemparkannya dengan kuat ke arah Nolectre, tepatnya ke arah kristal penyegel yang ia pegang.
* SWOOOSH!! *
* CRACK!! *
Pedang yang River lemparkan melesat dengan cepat dan mengenai kristal yang Nolectre pegang hingga hancur berkeping-keping.
Nolectre sangat terkejut dan juga marah, namun tidak berhenti sampai disana pedang yang River lemparkan kembali berbalik arah bagaikan bumerang dan menebas salah satu lengan Nolectre hingga putus.
Nolectre menggertakkan giginya kesal, "Dia lebih kuat dari yang kami perkirakan..." gumamnya sambil menumbuhkan lengannya kembali dalam beberapa detik saja.
Jelas pria yang ada di depannya itu memiliki kekuatan yang lebih kuat daripada dirinya, serangan apo hitam miliknya tidak akan pernah bisa dipadamkan bahkan oleh seorang Dewa sekalipun.
Namun itu tidak berpengaruh bagi River dengan kemampuannya First Attack Immunity yang memungkinkannya untuk kebal terhadap serangan pertama dan serangan kejutan dan Preoceeding Attack Immunity yang memungkinkannya untuk kebal terhadap serangan lanjutan.
Selain itu River juga memiliki kemampuan Illness Immunity yang memungkinkannya untuk kebal terhadap segala jenis racun, kutukan, dan efek buruk lainnya. Oleh karena itu api hitam milik Nolectre tidak terpengaruh olehnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...
__ADS_1
...~Chp 96 : 1171 kata~...