DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 36: Misteri Masih Berlanjut


__ADS_3

Setelah sampai di pemakaman, River langsung melempar Alyssa Rutherford dengan kasar ke tanah.


"Bisakah kau sedikit lebih lembut kepada seorang wanita!?" teriaknya.


"Berisik, cepat tunjukkan makam saudarimu!" bentak River.


Walaupun sebenarnya tidak ingin melakukannya, tapi Alyssa sama sekali tidak memiliki keberanian yang cukup untuk menentang River.


Jadi mau tidak mau wanita itu menuntun River ke makam saudari kembarnya.


Pemakaman itu terlihat sangat menakutkan ketika tengah malam walaupun sebenarnya kuburan itu cukup mewah karena merupakan area kuburan untuk keluarga bangsawan.


Semua makam dihiasi dengan batu nisan yang terbuat dari emas, tidak seperti pemakaman rakyat jelata yang hanya diisi batu dan kayu sebagai batu nisannya.


Tapi tetap saja semua kemewahan itu tidak menghilangkan aura kematian yang ada di sana dan membuat Alyssa merinding ketakutan.


"Bisa kau percepat langkahmu?" tanya River melihat jalan Alyssa yang semakin melambat.


"Tapi ini terlalu menakutkan, seluruh tubuhku merinding dibuatnya...." balas Alyssa.


"Serius kau takut hantu?"


"Tentu saja, mereka makhluk paling menakutkan yang pernah ada. Mereka tidak memiliki fisik jadi kita tidak bisa melawannya, mereka juga bisa berpindah kemanapun seperti di bawah kasur atau di dalam toilet, dan saat kita sedang tidak waspada, mereka akan tiba-tiba muncul di depan kita! Itu sangat mengagetkan...." ujar Alyssa setengah mati.


River merasa jika sikap Alyssa sangatlah kekanak-kanakan.


Hantu adalah makhluk terlemah yang pernah ada, bahkan bisa dibilang tingkatan mereka jauh lebih lemah daripada Undead biasa.


Selama seseorang memiliki cukup keberanian, maka siapapun pasti bisa mengatasi ratusan Hantu sekaligus.


Tapi berkat kejadian ini, River menjadi semakin yakin jika Alyssa bukanlah Ariella...


Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya mereka berdua telah tiba di sebuah nisan yang bertuliskan Ariella Rutherford.


"Inilah makam saudari kembarku. Dia meninggal 10 tahun yang lalu karena melindungi ibukota dari gelombang monster...." ujar Alyssa tampak sedih.


"Saudarimu seorang ksatria?"


"Tidak, dia masih seorang siswa akademi Nethilor saat itu. Tapi karena situasi saat itu yang sedang darurat karena ada beberapa pihak melakukan korupsi, mau tidak mau siswa akademi juga diperintahkan untuk bertarung melawan monster. Hanya kelas 3 keatas yang diperintahkan saat itu, jadi aku yang hanya kelas 5 tidak bisa melakukan apapun selain ikut mengevakuasi diri...." jawab Alyssa terlihat menyesal.


River mengerti perasaan Alyssa yang merasa lemah hingga membiarkan orang yang berharga baginya tewas, tapi bagaimanapun River masih harus melakukan sesuatu yang jauh lebih penting.


"Mungkin ini sedikit kasar, tapi aku harus memastikan sesuatu...." kata River.


"Eh? Apa yang-"


ใ€ŒDark Magic : Dark Manipulation!ใ€


River menggunakan sihirnya dan langsung menghancurkan makam itu hingga berkeping-keping sementara Alyssa sangat terkejut.


"A-Apa yang kau lakukan!? Apa kau ingin membuat dewi kematian marah!?"


Ada mitos yang mengatakan jika mengganggu istirahat orang yang sudah mati akan mendatangkan malapetaka kepada orang yang mengganggu itu, terlebih lagi itu adalah malapetaka yang diberikan langsung oleh dewi kematian.


Tapi River menghiraukan hal itu, bagaimanapun dirinya memang adalah musuh dewi kematian dan dewa dewi lainnya.


"Tenanglah, aku akan mengembalikannya ke dalam kubur setelah sudah selesai." balas River cuek.


"Bukan itu masalahnya, saudariku....."


Alyssa mulai menangis, tapi River tidak berhenti dan tetap mengeluarkan mayat saudari Alyssa.


Peti mati berhasil dikeluarkan dari makam itu, tanpa basa basi River langsung membuka peti mati itu dan melihat ada mayat seorang gadis di dalamnya yang sudah terlihat sangat pucat.


Gadis itu sangat mirip dengan Alyssa sekaligus Ariella Rutherford yang menjadi guru River sebelumnya.


Sebenarnya bukan hanya mirip, tapi itu memang dia....


"Dia benar-benar sudah mati?" gumam River.


Tidak mungkin Ariella Rutherford baru saja dibunuh tadi jika dilihat dari ciri-ciri mayatnya, ini memang mayat yang sudah meninggal dalam waktu 10 tahun lalu.

__ADS_1


Jadi apa? Ariella Rutherford yang sebelumnya muncul sebagai guru River itu adalah orang lain yang sedang menyamar?


Tapi dengan kekuatan River yang sekarang, dia pasti bisa tahu jika seseorang menggunakan sihir penyamaran. Sekalipun itu adalah penyihir level 7, River masih bisa mengetahuinya.


Namun anehnya River sama sekali tidak merasakan jika Ariella Rutherford yang sebelumnya adalah seseorang yang menyamar.


Dan jika dilihat dari sikap orang lain, misalnya Issac, dia terlihat seperti sudah mengenal Ariella Rutherford dengan baik sebelumnya hingga mematuhi perkataannya.


Jadi pertanyaannya apakah Ariella Rutherford yang datang sebagai guru itu memang orang yang nyata, atau tidak?


Ini semakin membingungkan.....


* SWOOOSH! *


* TAP! *


Alyssa tiba-tiba melayangkan tamparan ke wajah River tapi River menangkap tangannya terlebih dahulu sebelum tamparan itu mengenai wajahnya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya River.


"Cukup sudah! Aku sudah muak dengan sikapmu yang semena-mena!" teriaknya dengan wajah penuh kebencian.


"......... Aku bisa memperbaiki makam saudarimu lagi, apa kau tidak menginginkan hal itu dan membiarkannya tetap berantakan seperti ini?"


"Ugh ... tolong perbaiki makam ini seperti semula..." pinta Alyssa dengan pasrah.


River menggunakan sihirnya untuk mengembalikan peti mati itu ke dalam makam dan menguburnya kembali menggunakan tanah.


Tapi River tidak bisa memperbaiki nisan yang sudah hancur berkeping-keping itu kembali.


"Bagaimana dengan ini saja?" kata River sambil meletakkan sebuah batu seukuran kepalan tangan sebagai pengganti nisannya.


"Apa yang telah kau lakukan!?" teriak Alyssa.


"Aku memperbaiki makamnya, bukankah itu maumu?"


"T-Tapi kenapa kau memakai batu biasa sebagai nisannya!"


"Memangnya apa salahnya? bukankah ini sama sama pemakaman?" balas River, lalu melanjutkan, "Aku sudah menghabiskan waktu terlalu banyak di sini, jadi aku akan segera pergi."


Alyssa sontak menjadi panik, "Bagaimana denganku? tidak mungkin kau meninggalkan seorang wanita sendirian di pemakaman yang mengerikan ini, kan?"


"Aku tidak punya cukup waktu untuk mengantarmu kembali pulang jadi pulanglah sendirian, bukankah kau sudah cukup dewasa untuk takut pada hantu?" kata River lalu menghilang begitu saja ke dalam kegelapan yang membuat Alyssa menjadi sangat ketakutan.


"Setidaknya pulangkan aku setelah kau menculikku!" teriak Alyssa.


* CRACK! *


Suara ranting patah tiba-tiba terdengar di belakang Alyssa, membuat Alyssa menjadi keringat dingin dan sangat ketakutan.


"HA-Hantu!!" teriak Alyssa ketakutan setengah mati.


"Nona apakah anda baik-baik saja?"


Alyssa mendengar suara seseorang yang sangat dia kenali di belakangnya, dia berbalik dan melihat pelayan pribadinya yang datang bersama dengan beberapa prajurit untuk mencari Alyssa yang sebelumnya diculik.


Sebenarnya River segera pergi dari tempat itu dan meninggalkan Alyssa disana karena kedatangan para prajurit itu.


Alyssa menjadi sangat lega karena akhirnya telah diselamatkan, sementara pelayan pribadinya dan para prajurit terlihat sangat terkejut dengan kondisi makam yang hancur berantakan.


...--------------------------------...


...[๐™๐™ž๐™ซ๐™š๐™ง ๐˜ผ๐™™๐™™๐™š๐™จ๐™ค๐™ฃ ๐™‹๐™Š๐™‘]...


๐™†๐™š๐™š๐™จ๐™ค๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™‹๐™–๐™œ๐™ž๐™ฃ๐™ฎ๐™–


Hari ini aku, Finley, Leon, dan Leyn sedang sarapan pagi bersama seperti biasanya di asramaku.


Ini sudah menjadi rutinitas sehari-hari kami berempat karena lebih menyenangkan sarapan pagi bersama daripada sarapan sendirian.


Finley, Leon, dan Leyn sedang tengah asyik sarapan pagi, sementara aku hanya melamun karena memikirkan kejadian janggal tadi malam....

__ADS_1


"River, apa masakanku tidak enak?"


Finley bertanya kepadaku, membuatku kembali ke dunia nyata setelah melamun cukup lama.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanyaku.


"Habisnya kau belum menyentuh makananmu sama sekali, jadi aku berpikir jika masakanku tidak enak kali ini." balas Finley.


Aku memakan beberapa sendok masakan Finley dan berkata, "Kurasa ini enak, ini bahkan lebih enak daripada sebelumnya."


Finley tersenyum hangat, melihat itu Leyn juga menyodorkan semangkuk sup buatannya, "Sekarang coba juga sup buatanku." katanya penuh semangat.


Aku mencicipinya dan sedikit terkejut dengan rasanya, "Ini juga sangat enak, kau telah berkembang cukup baik dalam beberapa hari ini, Leyn..."


"Hehe tentu saja, aku memang dilahirkan dengan bakat memasak, jadi Kakak River pasti akan senang jika menjadikanku seorang istri karena bisa merasakan masakan enak setiap hari." kata Leyn dengan bangga.


Aku akan pura-pura tidak mendengarnya.


Leon berdecak kesal, "Tch! yang mengajarimu itu kan Finley..."


"Apa kau bilang, sini bawa supku!" kata Leyn sambil mengambil sup milik Leon lagi.


Aku dan Finley hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah laku kedua saudara kembar itu.


...


...


...


Setelah beberapa saat, kamipun selesai sarapan.


"Sepertinya kau sedikit aneh hari ini, River." tanya Finley.


"Itu benar, kau jadi sering melamun pagi ini, apa kau punya masalah?" tanya Leon.


"Katakan saja apa masalahmu dan kami pasti akan berusaha sebaik mungkin untuk membantumu." ujar Leyn.


Mereka bertiga sangat peduli kepadaku, tapi aku tidak bisa mengatakan tujuanku yang ingin membunuh seorang guru, kan?


Tapi disini aku mulai mengingat sesuatu.


"Finley, bukankah kau cukup akrab dengan para guru akademi ini?" tanyaku.


"Kurasa sebutan akrab tidak terlalu tepat, aku hanya akrab dengan beberapa guru saja seperti Guru Fanela dan Mis Ayla, tapi aku tahu nama dan wajah semua guru akademi ini, memangnya ada apa?" jawab Finley.


Ini dia, mungkin saja Finley tahu sesuatu tentang Ariella Rutherford!


"Aku hanya ingin bertanya tentang seorang guru wanita yang bernama Ariella Rutherford. Maksudku apakah ada guru yang bernama Ariella Rutherford di akademi?"


"Ariella Rutherford....." gumam Finley mengingat-ingat, tapi setelah memikirkannya sejenak, Finley kemudian menggelengkan kepalanya, "Aku tidak pernah mendengar tentang guru yang bernama Ariella Rutherford."


Jika Finley sudah mengatakan hal itu, berarti memang benar jika Ariella Rutherford bukanlah seorang guru di akademi ini.


'Pada akhirnya misteri Ariella Rutherford masih berlanjut, ya....' batinku.


Setelah kami selesai sarapan, kami berempatpun berangkat untuk menuju kelas kami masing-masing.


Walaupun aku tidak mendapatkan informasi apapun tentang Guru Ariella, tapi aku masih tetap masuk kelas demi satu tujuan, yaitu apakah Ariella Rutherford akan kembali hadir lagi di kelasku atau tidak.


Jika dia kembali hadir maka tidak akan kubiarkan dia lolos kali ini....


Sebelum berpisah, Finley dan yang lainnya melambaikan tangannya kepadaku.


"Semoga hari pertamamu di kelas baru berjalan dengan lancar!" ujar Finley.


'Maksudnya hari kedua, kan?'


...โ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆ...


...๐ฟ๐‘–๐‘˜๐‘’, ๐‘‰๐‘œ๐‘ก๐‘’, ๐ด๐‘›๐‘‘ ๐ถ๐‘œ๐‘š๐‘š๐‘’๐‘›๐‘ก ๐‘ˆ๐‘›๐‘ก๐‘ข๐‘˜ ๐‘€๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘ข๐‘˜๐‘ข๐‘›๐‘” ๐ด๐‘ข๐‘ก๐’‰๐‘œ๐‘Ÿ ๐ท๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘š ๐ต๐‘’๐‘Ÿ๐‘˜๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ฆ๐‘Ž...

__ADS_1


...~Chp 36 : 1520 kata~...


__ADS_2