DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 58: Kota Iblis


__ADS_3

Gerbong kereta dagangan yang kami naiki melaju dengan kencang di jalanan hutan lebat itu saat di tarik oleh seekor monster kadal.


Di depan kereta itu ada seorang pria gemuk sebagai kurir kereta, jika dilihat dengan baik pria itu bukanlah seorang manusia karena ada sepasang tanduk di dahinya.


Pria itu melirik ke belakang gerbongnya, tepatnya kearah kami dan berkata, "Untung saja kalian bertemu denganku di tempat ini, jika tidak maka kalian mungkin akan menghadapi bahaya mengerikan saat malam hari."


"Terima kasih banyak atas tumpangannya Tuan Gerald," balasku ramah.


Tuan Gerald, itu adalah nama pria gemuk di depan kami. Sementara aku di belakang sini bersama dengan Riona dan juga Finley.


Finley menggunakan jubah sihir milik Raymond yang telah aku berikan, gunanya adalah untuk menyamarkan aura manusia dan putri Dewi Cahaya.


Sementara Neo tidak boleh terlihat oleh masyarakat, jadi aku menyuruhnya untuk terbang di atas langit.


Kami beruntung mendapatkan tumpangan dari pedagang yang bernama Gerald itu. Setidaknya kami tidak harus berjalan kaki untuk menuju kota Iblis.


"Sebagai sesama Iblis sudah sepantasnya kita saling membantu." ujar Gerald ramah.


Seketika pandanganku terhadap iblis langsung berubah ketika melihat pria di depanku itu, ternyata ras Iblis tidaklah seburuk yang para manusia bayangkan di benua Lhigor.


Mereka juga sama seperti manusia yang memiliki belas kasihan dan hati nurani....


"Maksudnya menghadapi bahaya di malam hari ... bisa anda jelaskan?" ujarku sedikit kebingungan.


"Apakah tuan dan nyonya sekalian berasal dari luar Kerajaan Underland sehingga tidak mengetahui situasi kerajaan ini?"


"Bisa dibilang begitu..." jawabku.


'Jadi nama kerajaan di wilayah ini adalah Kerajaan Underland...' batinku mendapatkan sedikit informasi.


"Kalau begitu biarkan saya menjelaskannya untuk berjaga-jaga di masa depan nanti," kata Gerald, lalu menjelaskan.


"Situasi Kerajaan Underland akhir-akhir ini sedang kacau karena kemunculan sosok misterius yang gemar meneror orang-orang di malam hari, mereka seperti Hantu tapi jauh lebih berbahaya. Akibatnya tidak ada lagi orang-orang yang berani keluar saat malam hari, mereka lebih memilih untuk bersembunyi di dalam rumah mereka masing-masing..."


"Begitu ya..." gumamku.


Sebelumnya aku sudah pernah mengatakan jika Hantu adalah makhluk terlemah di dunia ini, mereka tidak memiliki kekuatan untuk menyakiti makhluk hidup dan hanya bisa menakut-nakutinya saja.


Selama seseorang mempunyai cukup keberanian, maka dia pasti bisa menghadapi berapapun jenis Hantu.


Tapi sekarang katanya ada hantu yang jauh lebih kuat dari hantu normal? ... aku penasaran dan ingin segera bertemu dengan makhluk itu...


"River, apa kau memikirkan hal yang sama?" ujar Riona sambil tersenyum.


"Tentu," jawabku.


...


...

__ADS_1


...


Tidak lama kemudian kami akhirnya sampai di kota Iblis. Kota itu memiliki tembok besar dan pintu gerbang yang terbuat dari tulang belulang.


Di atas pintu gerbang itu kami bisa melihat sebuah papan merah yang bertuliskan Kota Alba.


Antrian masuk kota itu sangat padat, jadi kami harus bersabar dan mengantri.


Disana aku juga memperhatikan orang-orang yang mengantri masuk Kota Alba, mereka semua adalah ras Iblis tapi memiliki rupa yang berbeda-beda.


Ada Iblis berkepala hewan, ada yang berbentuk manusia tapi memiliki tanduk, dan ada juga yang tidak memiliki tanduk sama sekali dan lebih terlihat mirip manusia daripada Iblis.


"Mereka semua berbeda karena memiliki nenek moyang yang berbeda juga, tapi tenang saja karena mereka semua juga sama-sama ras Iblis,"


Riona langsung menjawab kebingunganku.


"Mungkin lebih simpelnya anggap saja manusia berkulit putih dan manusia berkulit hitam, mereka berbeda tapi sama-sama seorang manusia," kata Finley melanjutkan.


'Akhirnya mereka berdua bisa diandalkan juga...' batinku.


Setelah beberapa saat, akhirnya giliran kita untuk memasuki Kota Alba, tapi sebelum itu kami harus diperiksa dulu oleh para penjaga.


Tapi semua itu berjalan dengan lancar karena ternyata Tuan Gerald mengenal para penjaga itu dengan baik. Dia juga menjelaskan tentang kami bertiga yang membuat proses pemeriksaan berjalan dengan cepat.


Setelah memasuki Kota Alba, pemandangan yang menakjubkan langsung menerpa mataku.


Walaupun bangunan para penduduk Kota ini tidak semewah bangunan penduduk Kerajaan Victoria, tapi bangunan di tempat ini memiliki keunikannya tersendiri.


Sejujurnya keanekaragaman para penduduknyalah yang membuatku sangat kagum.


"Sepertinya hanya sampai disini saja kebersamaan kita, Tuan dan Nyonya ... aku harap kalian senang berada di Kota ini," kata Tuan Gerald sambil memberhentikan keretanya.


"Terima kasih banyak atas Tuan, jadi ... berapa yang harus kami bayar untuk tumpangannya?" tanyaku.


"Hahahaha!"


Tuan Gerald malah tertawa lebar dan membuat kami menjadi sedikit kebingungan.


"Apa ada yang lucu?" tanyaku.


"Tidak, aku hanya tertawa karena kau menganggap diriku ini sebagai orang yang serakah. Aku tidak membutuhkan uang kalian, anggap saja bantuanku ini sedikit amal untuk kalian. Lain kali kalau kalian memiliki waktu luang datanglah ke perusahaanku di Ibukota Kerajaan Underland!" kata Tuan Gerald lalu pergi begitu saja sambil melambaikan tangannya.


"Dia Iblis yang unik..." ujar Finley.


"Hm, dia adalah Iblis yang baik," kataku sambil menganggukkan kepalaku.


"Jadi ... kita sudah sampai di kota Iblis, lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Finley.


Aku dan Riona menoleh kearah Finley bersamaan dan berkata, ""Kita tunggu sampai malam!""

__ADS_1


...


...


...


Aku dan Riona tujuan yang sama, yaitu ingin bertemu dengan Hantu malam yang dibicarakan oleh Tuan Gerald sebelumnya karena terlalu mencurigakan jika Hantu memiliki kekuatan yang bisa membuat semua Iblis menjadi takut keluar malam.


Hari ini masih siang, sembari menunggu datangnya malam kami berdua mencari restoran terlebih dahulu kemudian memesan penginapan.


Sudah berbulan-bulan lamanya kami tidak pernah memakan makanan yang layak karena berada di dungeon, jadi kami sedikit antusias dengan makanan di Kota ini.


Dan disinilah kami sekarang, berada di salah satu restoran Kota Alba dan langsung memesan makanan yang tertera di menu.


"Selamat datang di restoran kami, makanan apakah yang ingin Anda pesan?" ujar salah satu pelayan restoran.


"Tentu, aku ingin daging Rusa panggang," kataku.


""Aku juga sama!"" kata Riona dan Finley bersamaan.


"Baiklah mohon ditunggu!"


Pelayan wanita itu kemudian pergi dari hadapan kami untuk mempersiapkan pesanan makanan kami.


"Aku tidak menyangka di benua ini juga ada seekor Rusa," kataku.


"Yah ... walaupun sama-sama bernama Rusa tapi nyatanya Rusa benua Dyuraz dan Rusa benua Lhigor jauh berbeda, begitupun dengan hewan lainnya," jawab Riona.


Kalau begitu aku penasaran dengan apa perbedaan antara kedua Rusa itu....


Beberapa saat kemudian daging Rusa panggang pesanan kami akhirnya telah siap dihidangkan, dan ternyata memang benar jika itu memiliki perbedaan dengan Rusa di benua Lhigor.


Itu bisa dilihat dari ukuran dagingnya yang besar menandakan seberapa besar Rusa yang asli, sementara itu tekstur dagingnya juga sangat keras dan penuh dengan otot.


Walaupun sedikit sulit untuk di nikmati, tapi kami bertiga bisa kenyang dengan hidangan jumbo itu....


Setelah selesai sarapan kami bertiga langsung mencari penginapan, dan penginapan yang kami sewa itu merupakan penginapan paling mewah di Kota itu.


Ngomong-ngomong semua biaya yang kami keluarkan dari sejak memasuki Kota Alba adalah uang milik Riona, tanpa disangka-sangka ternyata dia itu memiliki sangat banyak uang.


Mungkin semua itu hasil dari rampasannya....


Tidak lama kemudian malam hari telah tiba, semua penduduk Kota Alba langsung memasuki rumahnya dan menutup pintu serta jendela mereka dengan rapat-rapat.


Kota yang awalnya ramai itu seketika menjadi hening....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...

__ADS_1


...~Chp 58 : 1162 kata~...


__ADS_2