
Aku berlari untuk menghindari serbuan Naga darat yang datang semakin banyak.
Mereka sangat ganas dan liar membuatku sangat sulit untuk melawannya, gerakan mereka sangat kacau dan tidak beraturan, sulit untuk mendeteksi pergerakan mereka selanjutnya.
「Dark God Sword Technique : First Technique : Dark Slash!」
* SLASH! *
* SLASH! *
「Dark God Sword Technique : Second Technique : Furious Strike!」
* SWOOOSH! *
Aku menggunakan semua teknik berpedang dewa kegelapan yang aku kuasai untuk menghabisi Naga darat yang menyerangku dengan ganasnya.
Tebasan demi tebasan telah aku lancarkan untuk menghabisi mereka.
Tubuh mereka yang bersisik juga hampir sama kerasnya dengan beruang iblis sebelumnya, itu membuatku tidak bisa membunuhnya hanya dengan satu tebasan.
Aku hanya bisa membunuhnya dengan satu tebasan jika menggunakan teknik ketiga dari teknik berpedang dewa kegelapan milikku.
Tapi lama kelamaan tubuhku tidak kuat lagi untuk menahan efek samping dari penggunaan teknik berpedang itu.
Aku kesulitan mengangkat pedangku, tanganku terasa mati rasa sementara aku kesulitan bernapas.
* GROOOOAAARRGH!! *
Mereka tidak membiarkanku beristirahat, setiap ada kesempatan maka mereka akan menyerangku tak peduli berapa banyak dari yang yang telah kubunuh, mereka terus berdatangan bagaikan serangga.
'Kalau seperti ini terus, aku tidak akan bisa bertahan...' batinku.
* CRACK! *
Tepat ketika aku berpikir seperti itu, pedangku tiba-tiba hancur setelah menebas salah satu Naga darat, aku sangat tertegun karena kejadian itu.
Tapi serangan ekor dari salah satu Naga darat langsung menyadarkanku.
* SWOOOSH! *
* BUGH! *
"Akh!"
Ekor besar nan panjang itu menghantam tubuhku hingga terlempar jauh ke dalam semak semak.
Setelah memuntahkan seteguk darah segar, aku menyadari jika sepertinya beberapa tulang rusukku telah patah akibat benturan hebat tadi.
Tulang yang patah itu bergesekan dengan paru-paruku ketika aku bergerak hingga memberikan rasa sakit yang sangat luar biasa.
Itu terasa sangat sakit hingga aku memilih untuk pingsan saja, tapi jika aku pingsan di tempat ini maka aku tidak akan pernah bisa bangun lagi.
Puluhan Naga darat itu mulai berlari kearahku dengan niat membunuh yang besar.
Aku kehilangan pedangku untuk kedua kalinya, bahkan belati cadangan yang sudah aku persiapkan sebelumnya telah hilang akibat terkena serangan ekor tadi.
'Sial, aku terpojok....' batinku.
Aku sangat kesal dengan situasi ini, kenapa nasibku selalu berakhir dengan tragis? Apakah dewa sedang mempermainkanku?
Ini sama sekali tidak lucu....
Lagipula untuk apa aku berjuang sekeras ini untuk bertahan hidup? Setelah putus asa karena kejadian sebelumnya, kurasa lebih baik aku mati saja...
Tidak ada yang peduli dengan keadaanku, bahkan ketika aku mati tidak akan ada yang bersedih ataupun berduka.
Bukankah akan lebih baik jika aku menyerah saja akan kehidupan menyedihkan ini?
__ADS_1
Aku masih terdiam melamun dan memikirkan nasibku sementara puluhan Naga darat itu menerjang kearahku dengan taring yang terbuka lebar.
Dalam sepersekian detik, aku mulai mengingat Finley yang tengah menungguku di akademi....
* BOOOOM! *
"Hiyaaa!!"
* BUGH! CRESSH! *
Satu Naga darat telah mati.
Aku melompat dari salah satu kepala naga darat dan melompat di naga lainnya untuk melayangkan tinjuku ke kepalanya dan membunuhnya.
"Persetan dengan alasanku bertahan hidup! Aku hidup untuk diriku sendiri dan orang yang menerimaku, hidupku bukan untuk menghibur orang lain!" teriakku meluapkan seluruh emosi yang terpendam dalam diriku.
Aku telah belajar sesuatu dari Finley.
Walaupun dia terus menerus diabaikan, walaupun tidak ada yang peduli dengannya, walaupun tidak ada yang mengenalnya, dia memilih untuk tetap hidup demi hal yang dia sukai.
Dia suka menolong orang, oleh sebab itu dia tekun dalam sihir penyembuhan.
Walau kekuatan yang dia miliki tidak sehebat dan sekuat orang orang, walau dia hanya bisa menguasai sihir cahaya, tapi Finley tidak membenci kelemahannya itu.
Sebaiknya dia mengubah kelemahannya itu menjadi kekuatan terbesarnya yang begitu berharga.
Aku juga ingin menjadi sepertinya, aku akan hidup demi diriku sendiri dan orang yang menerimaku, oleh sebab itu aku akan bertahan hidup dan keluar dari tempat ini hidup hidup.
"Hiyaaa!!"
「Dark God Martial Art : Fourth Arts : Intimidate Aura!」
* GROOOOAAARRGH!! *
Serangan mental telah aku lancarkan, membuat semua Naga darat meraung kesakitan dan menggila di tanah.
* BUGH! *
* BRUUUSH! *
Aku mengambil kesempatan untuk membunuh beberapa Naga darat yang tengah mengalami siksaan mental.
Mengabaikan rasa sakit di seluruh tubuhku dan efek samping dari penggunaan teknik berpedang dewa kegelapan, aku berhasil membunuh sebagian besar Naga darat sebelum efek Intimidate Aura berakhir.
Jika terus seperti ini maka kemenangan sudah pasti akan kudapatkan, dengan ini aku akan tetap bertahan hidup.
Ya, itu pasti....
* GREB! CRESSH! *
"Aaaarrgh! Tangankuuu!!!"
Aku berteriak histeris ketika salah satu Naga darat menggigit tangan kananku dengan sangat tiba-tiba.
Aku lengah ketika ingin melayangkan pukulan kepada salah satu Naga darat yang ternyata sudah terlepas dari efek Intimidate Aura, membuat lengan kananku langsung dimangsa oleh monster besar itu.
Dia menggerakkan moncongnya untuk mengoyak lenganku, itu berhasil membuatku berteriak kesakitan dan merasa sangat putus asa.
"Mana sudi aku mati di tempat ini!!"
* SWOOOSH! *
* CRACK! *
Dengan mengangkat kedua kakiku, aku melilitkannya ke leher Naga darat itu dan langsung memutar tubuhku dengan cepat membuat lehernya juga ikut terputar hingga patah dan mati.
Tapi karena itu lenganku juga ikut terkoyak dan putus dimakannya.
__ADS_1
Darah segar mengalir dengan deras dari lenganku yang putus sepenuhnya, aku hanya bisa memeganginya sambil menatap tajam kearah puluhan Naga darat yang sudah pulih dari efek Intimidate Aura....
...--------------------------------...
...[𝙉𝙤𝙧𝙢𝙖𝙡 𝙋𝙊𝙑]...
* PYARR! *
"........"
Master tanpa sengaja menjatuhkan gelasnya yang berisi air hingga pecah di lantai.m, sementara dia hanya diam tak bergeming di tempatnya.
Raymond yang tak jauh dari sana merasa sedikit aneh.
"Kau memecahkan gelasmu." ujar Raymond memberitahu.
"O-Oh ... aku tahu, maaf...."
Raymond merasa sedikit aneh dengan tingkah sahabat barunya itu.
"Ada apa denganmu hari ini? Kau terlihat sedikit aneh...."
"Aku ... aku hanya mendapat firasat buruk." kata Master sambil memunggut pecahan kaca gelasnya di lantai.
"Firasat buruk itu adalah hal yang normal bagi manusia, jadi jangan terlalu khawatir tentang hal itu..." kata Raymond menenangkan Master.
"Aku tahu itu."
"Kalau begitu apa yang kau tunggu? Cepat gerakan bidakmu." kata Raymond tidak sabar.
Ketika tidak ada River di tempat mereka, satu satunya yang mereka berdua lakukan hanyalah bermain catur untuk menghabiskan waktu.
Sebenarnya semasa hidupnya Raymond sangat suka dengan permainan catur dan sangat senang ketika mendapatkan teman bermain yang seimbang dengan dirinya.
Dia telah bermain catur ribuan sampai jutaan kali banyaknya dan sangat ahli dalam permainan yang satu itu, jadi terkadang dia merasa bosan karena terus menerus mendapatkan kemenangan dalam permainan itu.
Tapi dengan Master sebagai lawannya, tentunya Raymond tidak bisa mendapatkan kemenangan dengan mudah lagi.
Situasi permainan catur bahkan terasa seperti medan perang yang intens ketika mereka berdua mulai bermain dengan serius.
Tapi yang sekarang ini sangat berbeda.
"Skakmat." kata Raymond sambil menumbangkan raja milik Master dengan mudah.
"Ada apa denganmu hari ini? Tidak biasanya kau bisa aku kalahkan dengan mudah." tanya Raymond.
"......."
Master terdiam, dia hanya memainkan salah satu bidak catur di tangannya.
"....... Apa kau kepikiran dengan firasat buruk tadi?" tanya Raymond lagi.
"Itu benar ... aku merasa aneh tentang River saat ini...."
"Sebaiknya kita tunggu sampai dia datang kemari untuk memastikannya." saran Raymond.
"Itu ide yang bagus, terima kasih."
River telah berjanji untuk rutin datang ke tempat mereka dan menjalani latihan rutin untuk menggunakan seni bela diri dewa kegelapan barunya, jadi hal yang baik Raymond menyarankan untuk menunggu kedatangan River.
Selain itu hari sudah mulai sore dan jadwal pembelajaran akademi akan segera habis, jadi dia pasti akan datang tak lama lagi.
'Itu benar, dia pasti akan datang....' batin Master.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...
__ADS_1
...~Chp 20 : 1196 kata~...