DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 51: Epilog


__ADS_3

6 bulan telah berlalu semenjak tragedi besar yang menghancurkan seluruh kerajaan Victoria itu terjadi dan telah diketahui oleh seluruh penghuni dunia karena ledakan yang terjadi saat itu juga berdampak bagi seluruh benua bukan hanya benua Lhigor.


Tragedi itu membuat kerajaan Victoria yang dianggap sebagai kerajaan terkuat menghilang dari peta dunia Lhigor.


Tidak ada yang tersisa sama sekali dari kerajaan besar itu kecuali dataran luas yang hampa, tapi untungnya beberapa desa yang terletak jauh dari kerajaan Victoria berhasil selamat karena dampak ledakan yang tidak mencapai wilayah itu.


Diantara banyak desa itu, desa Lumise adalah salah satu desa yang selamat.


Setelah beberapa bulan berlalu, kondisi dunia sekarang sudah stabil kembali. Hal itu tidak jauh dari campur tangan 5 entitas tertinggi.


Mungkin kalian bertanya-tanya bagaimana dengan nasib para penduduk kerajaan Victoria setelah runtuhnya kerajaan mereka. Saat ini para penduduk kerajaan Victoria telah diterima oleh kerajaan Mazzarri.


Kerajaan Victoria dan kerajaan Mazzarri bisa dibilang memiliki hubungan pertemanan yang erat. Jadi Raja kerajaan Mazzarri, Gallagher Ashton merasa prihatin dengan tragedi yang menimpa sahabatnya itu.


Untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang sahabat, Raja Gallagher kemudian bersedia untuk menampung para penduduk kerajaan Victoria sekaligus merawat putri Arcadia.


Ia merupakan satu-satunya keluarga kerajaan yang selamat dari tragedi itu walau mengalami masalah mental yang serius....


...


...


...


"Hanya itu yang bisa aku katakan tentang tragedi yang menimpa teman kalian...."


Leon, Leyn, Alexa, dan Asher benar-benar terkejut dan sedih dengan apa yang dikatakan oleh wanita di depan mereka.


"Jadi River telah meninggal karena ledakan itu, ya..." gumam Leon sedih.


"Lalu bagaimana dengan Finley?" tanya Leyn berusaha berpikir positif.


Wanita di depan mereka itu tampak sedikit terkejut, "Bukankah dia sudah kembali bersama kalian saat itu?" tanyanya.


"Tidak, dia tidak kembali bersama kita saat itu melainkan berlari menuju sinar di tengah ibukota saat itu." jawab Leyn.


"Melihat dahsyatnya ledakan yang terjadi, kemungkinan besar dia juga ikut meninggal sama seperti River." gumam wanita itu.


Wanita di depan mereka berempat adalah seorang wanita cantik dan sangat dihormati di akademi, dia juga merupakan salah satu orang yang berhasil selamat dari ledakan itu sama seperti putri Arcadia.


Mungkin daripada dibilang berhasil selamat, lebih tepatnya dia berhasil hidup kembali setelah mengalami kematian.


Benar, wanita itu adalah Aria Scarlet.


Namun apakah yang dia katakan kepada Leon, Leyn, Alexa, dan Asher tentang kematian River itu benar adanya?


Tentu saja tidak....


"Aku harus pergi karena masih ada banyak hal yang harus aku lakukan, sebaiknya kalian mengikhlaskan kepergian teman kalian." kata Aria lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka berempat yang masih berduka.


Leyn menundukkan kepalanya karena merasakan kesedihan dan keputusasaan akibat kehilangan seseorang yang ia cintai.


Melihat itu sang kakak mengelus rambut Leyn dengan lembut dan berkata, "Sebaiknya kau mengikhlaskan kepergiannya, mungkin saja ini memang sudah menjadi takdir yang tidak akan bisa kita ubah."


Leyn menikmati elusan kakaknya sejenak sebelum dia menepis tangan kakaknya itu dengan kasar.


"Ini semua salahmu...." ujar Leyn lirih sembari menghapus air matanya.


"Apa maksudmu?" tanya Leon kebingungan.


"Seandainya kita tidak meninggalkan mereka berdua disana, maka hal ini tidak akan pernah terjadi. Padahal saat itu aku sangat ingin mencari River, tapi kau malah menyetujui perkataan perempuan busuk itu untuk mengevakuasi diri!"


"Jaga perkataanmu Leyn!" bentak Leon.


Dia sangat tidak terima jika putri Arcadia yang merupakan cinta pertamanya itu dikatakan sebagai perempuan busuk oleh adiknya sendiri.


"Yang aku katakan itu memang benar adanya, kau begitu mudahnya diperintah oleh perempuan sepertinya. Kau tidak seperti orang yang aku kenal lagi..."


Leon dan Leyn memang sering bertengkar, walaupun begitu pertengkaran mereka tidak akan pernah melewati batas.


Namun sekarang mereka benar-benar bertengkar dan saling membenci satu sama lain, bahkan Alexa dan Asher kesulitan untuk memisahkan mereka berdua.


Pertengkaran mereka berdua semakin memanas hingga Leon berteriak dengan penuh emosi untuk mengusir Leyn.


"Sudah hentikan ini! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi di hadapanku, jadi pulanglah ke desa dan jangan pernah kembali lagi kesini!"

__ADS_1


"Aku juga tidak ingin melihatmu lagi..." ujar Leyn penuh kebencian.


Ia kemudian berbalik pergi untuk kembali ke desa sendirian.


"Leon, apa kau serius mengusir adikmu seperti ini? Kau tahu sendiri kan jika di luar sana terdapat banyak bahaya yang mungkin saja bisa mengancam keselamatannya." kata Asher meragukan keputusan Leon.


"Sebaiknya kau pikirkan kembali keputusanmu ini." sambung Alexa.


"Keputusanku sudah bulat, dia lebih baik pergi menjauh dariku daripada hanya tersiksa jika berada di dekatku..." ujar Leon tanpa menatap Asher dan Alexa.


Padahal keputusan Leon untuk pergi mengungsi itu juga karena dia khawatir dengan keselamatan adiknya, bukan hanya semata-mata mendengarkan perkataan putri Arcadia.


Tapi sekarang malah Leon yang disalahkan karena kejadian yang tidak ada hubungannya dengan dirinya, siapa yang tidak kesal karena hal itu?


Tapi walaupun begitu Leon juga memiliki kekhawatiran akan keselamatan adiknya yang pulang ke desa sendirian.


"Alexa, Asher, bisakah aku meminta sesuatu kepada kalian?"


"Apa itu?" tanya Asher.


"Kami akan membantumu sebisa kami." sambung Alexa.


Leon menghela nafas terlebih dahulu sebelum mengatakan tujuannya kepada kedua teman barunya itu, "Aku ingin kalian menemani Leyn pulang ke desa...."


...


...


...


Tragedi yang terjadi itu merupakan tragedi terbesar di benua Lhigor yang melibatkan banyak orang di dalamnya, namun tanpa semua orang sadari (termasuk pembaca), ada satu orang yang tidak pernah terlihat semasa tragedi itu terjadi.


Orang itu adalah orang yang cukup kuat dan merupakan teman satu kelas River sekaligus orang yang telah mengkhianati Olivia.


Orang itu adalah Issac Ryker....


...--------------------------------...


Disebuah singgasana gelap dengan penuh aura kegelapan, seorang pria paruh baya dengan tanduk dan sayap di punggungnya menatap Issac yang berlutut di hadapannya dengan tubuh yang gemetaran.


"Jadi wanita itu telah mendapatkan pewaris Dewa Kegelapan, ya?" tanya pria paruh baya itu.


"Jadi, kau datang kepadaku tanpa menghentikannya mendapatkan pewaris Dewa Kegelapan?"


"Maafkan saya yang mulia, tapi kekuatan wanita itu terlalu kuat untuk dilawan oleh orang lemah seperti saya..."


"Dasar bodoh! Memangnya kau pernah melakukan tugasmu dengan benar?! Bukannya membawa pewaris Dewa Kegelapan seperti yang telah aku perintahkan, tapi kau malah bermain-main dengan para wanita dari ras manusia itu!"


Pria paruh baya itu membentak dan mengintimidasi Issac dengan tatapannya yang penuh akan haus darah, membuat Issac sangat ketakutan hingga dia menundukkan kepalanya mencapai lantai.


"Maโ€” maafkan saya yang mulia, saya berjanji akan menebus kesalahan saya, jadi tolong berikan saya kesempatan sekali lagi!" kata Issac dengan penuh keputusasaan.


Pria paruh baya itu berdiri dari tempat duduknya dan menunjuk kearah Issac dengan penuh intimidasi, "Tidak ada lagi kesempatan kedua untuk seorang sampah." katanya dengan dingin.


Bersamaan dengan itu sebuah kilatan hitam melalui leher Issac dengan sangat cepat hingga memenggal kepalanya dengan seketika.


Mayat Issac Ryker tergeletak dengan menyedihkan di bawah tatapan dingin pria paruh baya itu.


Tak lama setelah itu kabut asap tercipta di belakang pria paruh baya itu.


"Kekekeke. Sepertinya yang mulia pengganti Dewa Kegelapan tidak ingin kedudukannya diambil alih oleh pewaris Dewa Kegelapan..." ujar orang yang baru saja muncul di belakang pria paruh baya itu sambil tertawa menjijikkan.


Pria paruh baya itu berbalik dan menatap orang di belakangnya itu, perasaan aneh muncul di benaknya setelah melihat orang itu yang ternyata mengenakan sebuah pakaian badut tapi ia memiliki aura iblis yang sangat kuat.


"Siapa kau?" tanya pria paruh baya itu.


"Salah satu dari 6 Demon Ancestor, aku adalah Demon Ancestor Simon. Bisa dibilang aku mempunyai sedikit dendam pribadi dengan Demon Ancestor Laplace, jadi kuharap kita bisa bekerjasama. Kekekeke...."


...--------------------------------...


Sementara itu di desa Lumise, seorang pria paruh baya dengan kumis dan jenggotnya yang terlihat tidak terawat tengah asyik menikmati minuman keras walaupun dia baru saja menerima kabar duka kematian anaknya.


Tak lama setelah itu datanglah seorang wanita yang merupakan istri pria tak terawat itu.


Dengan penuh kekesalan, wanita itu langsung mengambil minuman keras suaminya dan membantingnya ke lantai hingga pecah berkeping-keping.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan dasar jal*ng! Apa kau tahu berapa harga minuman itu!?"


* PLAK! *


Wanita itu tidak menjawab, melainkan melayangkan sebuah tamparan keras ke wajah suaminya itu hingga membuatnya tertegun.


"Apa kau sadar dengan apa yang telah kau lakukan?! Anak kita baru saja dikabarkan meninggal, tapi kau malah asyik menikmati minuman keras tanpa memikirkannya sama sekali!" bentak sang istri.


Mendengar perkataan sang istri, sebuah lonjakan kemarahan muncul dalam diri sang suami.


"Memangnya salah siapa jika dia mati!? Dia sendiri yang memutuskan untuk pergi meninggalkan desa demi bersekolah di akademi bersama dengan anak petualang sialan itu! Aku sudah melarangnya pergi, tapi kau lihat sendiri apa yang dia lakukan padaku? Dia membentakku! Jadi syukurlah kalau dia mati!" teriak sang suami.


Mereka berdua adalah ayah dan ibu River, atau lebih tepatnya keluarga Addeson. Semenjak kepergian River dari desa, hubungan harmonis keluarga itu menjadi hancur seketika.


"Apakah begini sikap seorang ayah kepada anaknya?" kata sang istri sedih melihat suaminya itu.


"Tidak, kau salah istriku ... satu-satunya anakku adalah Harley Addeson ... apa kau lupa jika kau hanya memungut dia dari bongkahan es saat itu?" tanya sang suami.


"Apa yang kau katakan?! Bukankah kau sudah setuju untuk tidak akan mengungkit masalah itu lagi sampai kapanpun! River adalah anak kita tak peduli walaupun kita tidak mempunyai hubungan darah sama sekali karena kitalah yang membesarkannya!"


Sementara itu seorang anak laki-laki yang berumur sekitar 10 tahun terlihat sedang mengintip pertengkaran kedua orang tuanya itu dengan hati yang diliputi kesedihan.


Anak laki-laki itu adalah adik River yang bernama Harley Addeson.


"Kakak...." gumam anak itu.


...--------------------------------...


Disebuah ruang bawah tanah atau dungeon yang terhubung dengan Great Dungeon, terlihat 3 orang berjubah hitam sedang berjalan menelusuri panjangnya dungeon itu.


Salah satu orang berjubah hitam yang berjalan paling depan melirik kedua rekannya yang berjalan di belakang mereka, ia adalah Riona sementara kedua orang di belakangnya itu adalah River dan Finley....


"Apa kau serius ingin membawa gadis itu bersama kita? Maksudku dia itu adalah putri Dewi Cahaya, dia ancaman besar bagi kita." ujar Riona kepada River.


"Apa kau lupa siapa yang telah menyelamatkan kita dari Dewi Cahaya?" tanya River.


"Aku tahu dia yang telah menyelamatkan kita dan aku sangat berterima kasih padanya, tapi membawanya bersama kita ke benua iblis akan terlalu beresiko." balas Riona.


"Aku bisa mengatasi itu." kata River singkat.


"Tch!"


Riona hanya bisa berdecak kesal.


Sudah wajar baginya yang merupakan seorang iblis sangat membenci sesuatu yang berhubungan dengan cahaya, apalagi jika itu ada hubungannya dengan Dewi Cahaya, tapi sekarang dia malah berjalan berdampingan dengan sesuatu yang paling ia benci.


Sama halnya dengan Riona, Finley juga sangat membenci Riona karena wanita itulah penyebab kematian ayahnya. Finley sangat ingin membunuh wanita itu, tapi ia tidak bisa melakukan apapun jika River tidak mengizinkannya.


"Biar aku ulangi tujuan kita. Kita akan menuju kekaisaran Dewa Kegelapan dan mengungkap semua misteri seputar Dewa Kegelapan. Tapi sepertinya itu tidak akan berjalan dengan mudah mengingat jika kita tidak bisa melewati wilayah kekuasaan 5 entitas tertinggi, seperti kita tidak bisa terbang di langit yang merupakan wilayah kekuasaan Dewi Cahaya, atau melewati lautan yang merupakan wilayah kekuasaan Dewa Lautan. Jadi bersiaplah untuk melalui petualangan menegangkan di Great Dungeon!" kata Riona penuh semangat.


Ini adalah petualangan pertama River dalam hidupnya, bukan hanya petualangan biasa tapi petualangan yang harus meninggalkan semua jejak jejak kehidupannya.


Mulai dari desa, keluarga, teman, bahkan benua Lhigor. River harus meninggalkan semua itu demi tujuannya kali ini....


...<๐€๐‘๐‚ ๐ˆ๐ˆ : ๐๐„๐‘๐’๐Ž๐๐€๐‹๐ˆ๐“๐˜ ๐‚๐‡๐€๐๐†๐„>...


...๐„๐๐ƒ...


...****************...


Hai, Author disini ๐Ÿ‘‹


โ€ขTerima kasih banyak buat yang udah support novel ini sampai sejauh ini. Dari yang rajin kasih like di setiap chapter sampai yang nggak pernah kasih like sama sekali, pokoknya aku ucapin terima kasih buat semuanya.


โ€ขNggak nyangka udah selesai 2 ARC aja dalam 27 chapter, sedangkan ARC 1 hanya 24 chapter. Sebenarnya aku pengen tamatin ARC 2 di chapter 50 eh taunya malah kelebihan 1 chapter jadinya tamat di chapter 51, tapi gpp yah.


โ€ขUntuk jalan cerita selanjutnya akan mengisahkan tentang MC yang berpetualang di Great Dungeon dan benua iblis demi membongkar misteri Dewa Kegelapan.


โ€ขKenapa Dewa Kegelapan berkhianat? kenapa malam hari masih ada sementara Dewa Kegelapan sudah berkhianat? Para Dewa dan Dewi tidak bisa mati, jadi dimana Dewa Kegelapan berada sekarang?


โ€ขJuga bakalan ada banyak karakter baru dan musuh kuat lainnya


โ€ขYah..... semoga aja semua misteri itu bisa terungkap di ARC 3 mendatang.....


โ€ขMungkin masih terdapat banyak kesalahan penulisan atau typo dalam novel ini karena aku upnya 2 chapter sehari, jadi gak terburu-buru. So... kalau kalian menemui Typo bisa komentar paragraf agar bisa cepat diperbaiki ๐Ÿ‘

__ADS_1


โ€ขOh ya, untuk ilustrasi karakter sendiri aku masih belum bisa buat sekarang karena masih bingung cari ilustrasinya yang sesuai, jadi maaf banget :)


Anyway, Thank you for reading this novel โ™ฅ๏ธ


__ADS_2