
Bau amis darah yang sangat menyengat terus tercium di indra penciuman River, Riona, dan Yui. Namun mereka tetap menguatkan diri mereka sendiri untuk tetap berjalan menelusuri lorong di bawah tanah itu.
Hingga tak berselang lama kemudian mereka akhirnya melihat adanya cahaya di ujung lorong bawah tanah itu, dan bau darah yang mereka cium sedari tadi ternyata berasal dari tempat itu.
Mereka bertiga mempersiapkan mental untuk melihat kengerian yang pasti ada di depan mereka, dan benar saja ... mereka nyaris muntah saat melihat kengerian yang ada disana.
"Sungguh orang yang biadab..." gumam River sambil menggigit bibirnya.
"Ini sudah sangat berlebihan bagi orang jahat..." lanjut Riona.
Dirinya memang jahat dan dia menyadari hal itu, dia memang pernah membantai manusia tanpa ampun hanya untuk mendapatkan jiwa mereka, tapi apa yang terjadi di hadapannya itu sudah benar-benar berlebihan.
Ribuan sampai jutaan mayat tergeletak begitu saja dengan genangan darah yang menenggelamkan sebagian dari mereka, beberapa tulang belulang juga terlihat di tempat itu bersebelahan dengan mayat yang baru mati beberapa hari.
Mungkin jika mayat di hadapan mereka itu adalah manusia maka Riona tidak perlu merasa kesal, tapi nyatanya bukan hanya mayat manusia yang ada di tempat itu melainkan juga mayat Iblis, Elf, Dwarf, Angel, Naga, dan beberapa jenis monster lainnya.
Mereka benar-benar tidak mengerti jalan pikiran orang yang bernama Xander itu...
"Lewat sini." ujar Yui menunjukkan jalan ke tempat selanjutnya.
River dan Riona sedikit kebingungan pasalnya Yui sama sekali tidak bereaksi apapun terhadap pemandangan mengerikan di tempat itu.
Bahkan dia bisa berjalan dengan tenangnya di genangan darah yang mengotori pakaiannya yang indah.
Tapi mengingat Yui memang berasal dari tempat ini, jadi mereka sudah tidak heran lagi.
"Ayo!" ajak River lalu mengikuti jalan Yui.
Dalam hatinya River bersumpah untuk menghabisi orang yang bernama Xander itu, sementara Riona akan lebih fokus untuk membalaskan dendamnya yang tertunda selama 5000 tahun itu.
Aku pasti akan membunuhmu dengan tanganku sendiri, Simon! - pikir Riona bertekad kuat.
Perlahan-lahan Yui mulai mempercepat langkahnya hingga berlari dengan kencang menelusuri lorong yang sedang mereka telusuri itu.
River dan Riona kebingungan tapi tidak menghentikan langkah gadis itu melainkan hanya membuntutinya dari belakang.
Apa yang dia lakukan? - bingung River.
Namun beberapa tak berselang lama kemudian ia mulai menyadari apa yang sebenarnya membuat Yui menjadi bersikap aneh dan terlihat sangat cemas.
Ini? Bau darah lagi! - pikir River yang mulai merasakan firasat buruk.
Sebelumnya Yui sama sekali tidak bereaksi ketika melihat sekumpulan mayat yang sangat mengenaskan itu, tapi sekarang ia justru terlihat sangat cemas hanya karena bau darah yang sangat tipis.
Jadi sudah pasti jika gadis itu memiliki seseorang yang berharga di tempat ini...
"Teman-teman!" teriak Yui saat telah memasuki sebuah ruangan dengan banyak jeruji besi di dalamnya.
__ADS_1
Namun betapa terkejutnya dia ketika melihat ada seorang pria bertelanjang dada dengan rambut putih serta tubuh yang sedikit bersisik hitam di dalam jeruji besi itu.
Ia memegang sesuatu berwarna merah yang terus berdenyut-denyut di tangannya lalu memakannya dengan sekali lahap, itu adalah jantung.
"Aahh... sepertinya aku melupakan satu anak lagi..." ujar pria di dalam jeruji itu lalu mengalihkan pandangannya kearah Yui, River, dan Riona.
Dan ketika pandangan mata birunya menatap River, seringai mengerikan terlukis di bibir berlumuran darah miliknya.
"Dan kau membawa teman masa kecilku ke tempat ini, sungguh anak yang baik..." ujarnya lagi.
Teman masa kecil? - batin River sedikit kebingungan.
Dia memperhatikan pria berambut putih itu dengan baik-baik dan mulai menyadari jika itu adalah orang yang cukup ia kenali.
"Issac..." gumam River.
"Itu benar. Apa kau melupakan teman baikmu ini? Orang yang selalu kau abaikan di desa sekaligus orang yang merebut kekasihmu, Olivia..." balas pria itu yang ternyata memang benar adalah Issac Ryker.
Jujur saja River memang tidak terlalu mengenal sosok Issac ketika kecil, itu karena Issac yang selalu mengabaikannya dan seolah-olah jijik untuk berinteraksi dengan River, jadi semenjak saat itu River tidak pernah berusaha mendekati Issac lagi.
Dan sekarang orang itu kembali muncul di hadapan River dengan wujud dan aura yang sangat berbeda.
Dan perihal Olivia, River sudah tidak peduli lagi dengan wanita itu....
Disisi lain Yui mengepalkan tangannya erat-erat dengan mata yang melotot saat melihat ke arah lantai jeruji besi itu, disana sudah tergeletak beberapa anak mayat anak kecil yang seusia dengan Yui. Siapa lagi jika mereka bukan teman-teman Yui.
Setiap hari dia selalu melihat pembantaian kejam di depan matanya yang dilakukan oleh tuannya, Xander. Yui tidak bisa menentang perkataan orang itu karena telah diberikan kutukan yang langsung menyiksa jiwanya.
Jadi gadis itu harus selalu mengikuti perintah orang itu apapun jenisnya. Mulai dari membantai satu desa sampai dengan meneror satu kerajaan, semuanya sudah pernah Yui lakukan. Karena hal itu juga rasa kemanusiaan dalam dirinya sudah mulai memudar.
Yui sangat kesepian, dia selalu mendapatkan siksaan batin dari seluruh perintah keji yang sebenarnya tidak ingin dia lakukan.
Hingga suatu hari Xander kembali melakukan pemanggilan orang dari dunia lain, dan kali ini dia memanggil cukup banyak orang yang ternyata mereka semua berasal dari kelas yang sama di sekolahan mereka.
Namun Xander merasa tidak puas karena ternyata mereka semua tidak memiliki bakat sehebat Yui dan ingin membantai mereka semua, tapi Yui sangat memohon agar tidak membunuh orang-orang itu.
Xander menyetujui permohonan Yui dengan beberapa pertimbangan, membuat gadis itu sangat senang karena akhirnya memiliki teman baru.
Semua anak-anak dari dunia yang sama dengan dunia Yui sangat baik dan cepat akrab dengan Yui, mereka sangat senang mengobrol tentang dunia mereka sampai lupa waktu.
Ini adalah pertama kalinya Yui memiliki teman yang baik dan tulus, tidak seperti keluarganya di dunia sebelumnya yang selalu sibuk dengan urusan mereka sendiri. Bahkan saat mereka hendak pergi liburan, orang tua beserta kakaknya sama sekali tidak melirik Yui.
Mendapatkan banyak teman baru benar-benar membuat Yui sangat bahagia dalam hidupnya, tapi semua itu sirna karena direnggut oleh pria berambut putih di depannya itu.
Akan kubunuh orang itu... - batin Yui dengan amarah yang menggebu-gebu.
Tatapan matanya menajam sementara rambut birunya mulai melayang ke udara bersamaan dengan mana yang memadat di sekitar tubuh Yui.
__ADS_1
Apa-apaan dengan bocah ini! - pikir Issac sangat terkejut.
Dia harus aku singkirkan secepatnya! lanjutnya.
Issac menerobos jeruji besi itu hingga hancur berkeping-keping dan tiba dalam sepersekian detik di hadapan Yui yang masih berlutut di lantai.
"Mati kau bocah!" teriak Issac sambil melayangkan tangannya yang penuh dengan cakar tajam.
* SWOOOSH!! *
* TING!! *
"Tidak akan kubiarkan!" teriak River yang melesat muncul di depan Yui sambil menahan cakarnya menggunakan pedang hitamnya.
「Dark God Sword Technique : Second Technique : Furious Strike」
* SWOOOSH!! *
* SLAASH!! *
River kemudian menggunakan teknik berpedangnya untuk memotong lengan Issac dengan sangat cepat dan berhasil dengan sempurna.
"Tch!" decak Issac kesal.
Dan hanya dalam beberapa detik lengan Issac yang putus kembali tumbuh dengan sendirinya.
Regenerasi ya... - batin River.
Melihat bentrokan senjata yang sudah terjadi di depannya, mana mungkin Riona diam begitu saja.
Riona melompat ke atas sambil mengangkat sabit besarnya tinggi-tinggi berniat untuk menebas kepada Issac karena biasanya kepala adalah titik lemah makhluk yang memilki kemampuan regenerasi.
Tapi tentunya tidak akan berjalan semudah itu karena Issac siap untuk mengorbankan setiap bagian tubuhnya untuk melindungi kepalanya.
*SLAASH!! *
Kedua lengan Issac terpotong, membuat pria itu menjadi lebih kesal lalu menumbuhkan lebih banyak lengan di tubuhnya.
"Biar aku perlihatkan siapa yang terkuat diantara kita setelah aku di hidupkan kembali!" teriak Issac dengan suara yang menggema.
[Ilustrasi Issac Ryker yang sekarang]
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...
__ADS_1
...~Chp 76 : 1241 kata~...