
...[๐๐๐ซ๐๐ง ๐ผ๐๐๐๐จ๐ค๐ฃ ๐๐๐]...
Setelah mengetahui musuhku yang sebenarnya adalah pewaris Demon Ancestor Laplace, aku menyiapkan diriku lebih serius lagi untuk menghadapinya.
Walaupun belum pasti jika dia memanglah musuhku, tapi aku tetap mempersiapkan diriku untuk keadaan yang tidak diketahui.
Masalahnya disini tingkat kekuatannya juga berada di level Half God sama sepertiku. Seharusnya aku lebih kuat darinya karena aku adalah seorang pewaris Dewa Kegelapan sebagai Dewa para Iblis.
Tapi menurut Zetton, orang itu tampaknya sudah menjadi pewaris Demon Ancestor jauh lebih lama dibandingkan denganku, jadi wajar jika dia sudah berhasil menguasai kekuatannya itu jauh lebih baik dariku.
Jadi aku akan mencoba belajar lebih dalam lagi tentang kekuatan Dewa Kegelapan milikku yang dilatih langsung oleh Zetton.....
...
...
...
Saat ini kami sedang berada di sebuah ruang hampa yang sama dengan tempat dimana aku bertemu Zetton untuk pertama kalinya, sebenarnya ini adalah dimensi lain yang merupakan tempat tinggal Zetton tapi letaknya masih berada dalam tubuhku.
Aku juga tidak terlalu mengerti dengan ini, tapi seperti itulah yang Zetton katakan.
Aku tidak tahu bagaimana dia bisa berada di tempat ini, saat aku menanyakannya juga dia tidak ingin menjawabnya....
{Sepertinya berlatih disini tidak terlalu nyaman, bagaimana kalau begini.}
Bersamaan dengan perkataan Zetton, ruang hampa di sekelilingku tiba-tiba berubah dan menjadi sebuah pemandangan padang rumput yang sangat luas dan indah.
{Bagaimana dengan sekarang?}
"Ini jauh lebih baik..." gumamku lalu mengalihkan pandanganku kearah Zetton.
"!!!"
Alangkah terkejutnya aku ketika melihat sosok Zetton yang sebenarnya. Tempat gelap dan hampa itu menjadi terang sekarang sehingga aku bisa melihat sosok asli Zetton.
Dia memiliki tubuh besar dan bersisik hitam legam serta diselimuti aura berwarna ungu dan gelap, sayapnya yang sangat panjang dan besar melampaui ukuran tubuhnya serta ekor yang sangat panjang.
Dia adalah seekor Leluhur Naga Kegelapan yang merupakan makhluk tunggangan Dewa Kegelapan dimasa lampau.
Sebenarnya aku sudah memperkirakan tentang ini dan aku tidak terkejut lagi dengan identitasnya, tapi yang membuatku terkejut adalah ada banyak sekali rantai emas yang mengikat tubuh Zetton dan mengekangnya.
{Kau pasti terkejut dengan kondisiku, tapi tidak ada yang perlu kau khawatirkan karena aku baik-baik saja dengan ini.}
Zetton mengatakan itu sambil tersenyum dengan moncong naganya, dari perkataannya sepertinya memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
"........ Apakah yang mencegahmu keluar dari dimensi ini adalah karena rantai itu?" tanyaku.
{....... Itu benar, tapi aku tidak keberatan dengan ini karena ini juga demi melindungimu.}
"Demi diriku?" aku sedikit kebingungan.
{Apa kau tidak merasa aneh dengan para 5 entitas tertinggi yang belum mengejarmu walaupun sebenarnya kau memiliki aura kegelapan yang sangat kuat sebagai pewaris Dewa Kegelapan?}
"Aku memang sedikit penasaran....."
Setahuku 5 entitas tertinggi memiliki kuasa mutlak akan dunia ini dan para penghuninya, kalau begitu seharusnya mereka sudah menemukan diriku di kerajaan ini dengan begitu mudahnya.
Tapi mereka sama sekali belum menemukanku.
{Kalau begitu akan aku beritahu alasannya. Sebenarnya walaupun aura kegelapanmu begitu kuat, tapi pancaran auramu itu tidak mencapai alam para Dewa karena aku ada disini untuk mencegah hal itu terjadi.}
__ADS_1
{Jika misalkan aku keluar dari tempat ini maka aura kegelapan yang kita berdua hasilkan pasti bisa dirasakan oleh 5 entitas tertinggi, lalu mereka pasti akan terus memburu kita kemanapun kita pergi kecuali kita melarikan diri ke dunia lainnya.} lanjut Zetton.
Aku mengerti, jadi Zetton mengorbankan kebebasannya demi melindungiku dari 5 entitas tertinggi ya....
"Walaupun begitu, aku tidak ingin mengorbankan kebebasan seseorang demi diriku sendiri. Aku pasti akan menemukan cara untuk membebaskanmu dari sini sekaligus mengatasi 5 entitas tertinggi! Aku berjanji...." kataku dengan serius.
Zetton menghela nafas dan tersenyum, {Aku tahu kau pasti akan mengatakan hal itu setelah aku menjelaskan kondisiku.... tapi aku akan memegang janjimu.}
{Ekhem, sudah saatnya untukmu berlatih.}
Zetton berdehem dan mengingatkanku pada tujuan awalku, "Kalau begitu ayo kita mulai pelatihannya." kataku.
Perlu diketahui jika tingkat kekuatanku saat ini adalah Half God level-3. Setelah aku bertanya beberapa pertanyaan seputar ranah kekuatan pada Zetton, aku akhirnya tahu jika di dunia ini terdapat 5 ranah kekuatan.
Dimulai dari ranah normal (Lv-1 sampai 7), ranah atas (Lv-1 sampai 7), ranah kaisar (Lv-1 sampai 7), ranah setelah dewa (Lv-1 sampai 5), dan ranah dewa (Lv-1 sampai 5).
Para manusia di benua Lhigor hanya mengetahui ranah normal level 7 adalah tingkatan kekuatan yang terkuat, tapi nyatanya masih ada tingkatan kekuatan yang jauh lebih kuat dari yang mereka bayangkan.
Dari sini bisa dilihat seberapa pesat kekuatanku bertambah dari yang awalnya hanya ranah normal naik ke ranah dewa atau Half God, dan itupun aku belum mencoba kekuatanku secara maksimal.
Tapi aku akan mencobanya sekarang juga karena ini merupakan tempat yang sangat aman.
'Jadi kekuatan apa yang harus aku gunakan pertama-tama....' batinku.
Aku sudah bisa menguasai seluruh teknik berpedang dewa kegelapan dari teknik pertama sampai teknik ketujuh, begitupun dengan seni bela diri. Apakah aku harus mencoba itu?
Tapi aku lebih tertarik untuk mencoba kekuatan sihirku karena sebelumnya aku tidak bisa menggunakan sihir, jadi aku sedikit bersemangat untuk mencobanya.
Walaupun aku sudah pernah menggunakannya sebelumnya untuk menghancurkan makam Ariella Rutherford, tapi itu hanyalah salah satu dari sekian banyak daftar sihir yang ingin aku coba.
Setelah memikirkannya beberapa saat, aku akhirnya tahu sihir apa yang akan aku coba.
ใDark God Magic : Become The Nightใ
Sihir ini sangat berguna bagiku untuk mendeteksi musuh atau melawan banyak musuh sekaligus karena aku memiliki banyak keunggulan dalam pengaruh sihir ini.
Salah satunya adalah dapat melihat sekelilingku dalam 360 derajat seolah-olah aku memiliki banyak mata yang bertebaran di kegelapan ini, aku juga bisa mendeteksi setiap kehidupan yang masuk dalam pengaruh sihir ini.
Namun aku hanya bisa menggunakan sihir ini dalam radius 10 kilometer. Mungkin jika levelku bertambah, aku bisa menyelimuti seluruh benua atau bahkan seluruh dunia dengan sihir ini.
Tapi untuk sekarang aku ingin mencoba sesuatu.
"Zetton, bisakah kau menciptakan beberapa musuh yang bisa aku lawan?" tanyaku.
{Tentu.} jawab Zetton lalu menciptakan ratusan monster golem yang setinggi 10 meter dan memiliki Rank-S.
Mereka semua langsung lari kearahku, membuat seluruh dataran berguncang hebat.
Aku tidak panik, melainkan bersiap menggunakan sihirku.
ใDark God Magic : Shadowverse : Dark Sword : Darkness Speed!ใ
Aku menggabungkan 3 sihir sekaligus dan melesat ke depan para golem dengan sangat cepat, pedang kegelapan terbentuk di kedua tanganku dan langsung memotong golem di depanku.
ใDark God Magic : Dark Manipulation!ใ
Aku menggunakan satu sihir lagi dan menatap puluhan golem di depanku dengan tajam, bersamaan dengan itu sebuah kilatan tipis terlihat di beberapa bagian tubuh golem itu.
Kilatan itu adalah sebuah petunjuk dimana letak kelemahan golem itu.
Aku memastikan gerakanku selanjutnya, lalu-
__ADS_1
* SWIING! *
* SWIING! *
* SWIING! *
Seluruh golem telah terpotong menjadi batu kecil-kecil karena seranganku yang secepat kilat.
"Huff....."
Aku menghembuskan nafas panjang, bersamaan dengan itu efek sihir Become The Night telah menghilang dan menjadikan tempat itu menjadi siang lagi.
"Bagaimana dengan yang tadi itu, Zetton?" tanyaku.
{Kau berhasil membunuh mereka dalam waktu 0,37 detik, itu cukup bagus.} kata Zetton.
0,37 detik ... itu sudah hampir 1 detik, mungkin pewaris Demon Ancestor bisa membunuhku dalam waktu itu jadi aku merasa belum begitu puas.
"Kita ulangi sekali lagi, tapi kali ini aku ingin kau membuat musuh yang lebih banyak dan lebih kuat lagi daripada sebelumnya." kataku.
{Baiklah kalau itu maumu.....}
Zetton menuruti perkataanku, dia kemudian membuat lebih banyak monster golem. Mungkin ribuan, atau mungkin mungkin juga jutaan aku tidak tahu pasti.
Yang pasti jumlah mereka telah memenuhi seluruh dataran padang rumput ini.
'Baiklah, ayo kita mulai sekali lagi dengan lebih serius....' batinku.
...
...
...
* Tok Tok Tok.... *
Aku membuka mataku dan menyadari ada seseorang yang mengetuk pintu asramaku.
Sebelumnya ketika kesadaranku berada di ruang hampa untuk berlatih bersama dengan Zetton, tubuh fisikku masih tertidur di kamarku sendiri.
Ini adalah hari liburku dalam sepekan yang padat ini, aku sudah menolak ajakan Finley dan Nereida bersaudara yang mengajakku jalan-jalan di ibukota kerajaan karena aku ingin menghabiskan waktu seharian di kamarku untuk berlatih.
Tapi siapa yang datang mengetuk pintu kamarku sekarang? Dia hanya menggangu latihanku saja...
Walaupun agak kesal tapi aku tetap akan menyambut tamu yang datang berkunjung jika dia memang memiliki tujuan baik.
Hanya dengan mengenakan pakaian polos biasa, aku menghampiri pintu untuk membukakannya dan melihat siapa yang datang.
* CKLEK! *
Pintu dibuka, bersamaan dengan itu aku sangat terkejut dengan siapa yang datang bertamu ke asramaku.
Wajah cantik, mata biru yang terlihat agak memerah karena mungkin kebanyakan menangis, dan rambut putih seputih salju yang sangat aku kenali.
Tidak salah lagi, dia adalah Olivia!
Tapi anehnya dia terlihat sedih dan lesu entah karena apa. Namun sebelum aku sempat menanyakan apa yang sebenarnya terjadi padanya, dia tiba-tiba memelukku.
...โฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆ...
...๐ฟ๐๐๐, ๐๐๐ก๐, ๐ด๐๐ ๐ถ๐๐๐๐๐๐ก ๐๐๐ก๐ข๐ ๐๐๐๐๐ข๐๐ข๐๐ ๐ด๐ข๐ก๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐ ๐ต๐๐๐๐๐๐ฆ๐...
__ADS_1
...~Chp 38 : 1418 kata~...