DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 24: Epilog


__ADS_3

...[๐™‰๐™ค๐™ง๐™ข๐™–๐™ก ๐™‹๐™Š๐™‘]...


Jauh di bagian Utara benua Lhigor, terlihat sekumpulan orang dengan jubah hitam dengan pedang mereka sedang membantai penduduk dari sebuah kota.


Mereka melompat dari rumah ke rumah sambil menebas siapapun yang mereka lihat tak peduli entah itu seorang wanita atau anak anak, semuanya mereka bantai dengan sadis.


Para penjaga kota datang dan berteriak penuh kemarahan kepada sekumpulan orang itu.


"Dasar sekte hitam! entah sudah berapa banyak orang yang sudah kalian bunuh, raja kami pasti akan menghukum kalian!"


* SWIING!! *


* CRASH! *


Prajurit yang berteriak itu langsung dipenggal oleh salah satu orang berjubah hitam yang merupakan anggota sekte hitam.


Setelah memenggal prajurit itu, orang berjubah itupun langsung melanjutkan memenggal prajurit lainnya dengan sangat mudah seolah olah tidak ada perlawanan yang berarti.


Dalam seketika kota itu menjadi lautan darah....


Jauh di atas menara jam yang menjulang sangat tinggi di kota itu, seorang wanita berjubah hitam sedang melihat pembantaian yang terjadi di depan matanya sambil melipat kakinya dengan santai.


Tidak ada jejak rasa kasihan di mata wanita itu.


"Sang Raja akan menghukum kita, ya? memangnya apa yang bisa dilakukan tua bangka yang gemar ke rumah bordil itu? jika kami mau kami pasti sudah membunuhnya dari lama...." gumam wanita itu.


Tak lama setelah itu salah satu orang berjubah hitam tiba-tiba muncul di sampingnya sambil berlutut.


"Tumbal yang kita perlukan sudah siap, Ketua! kita bisa melakukan pemanggilan kapanpun juga." lapor orang itu.


Wanita itu tersenyum manis, "Hm, dengan ini akhirnya tujuanku akan tercapai."


Wanita itu kemudian bangkit dari duduknya dan bersiap untuk memerintahkan seluruh anggotanya, tapi sebelum dia sempat melakukan hal itu jantungnya tiba-tiba berdetak kencang.


Dia kemudian refleks mengalihkan pandangannya kearah hutan monster dengan matanya yang membulat tak percaya.


"K-Ketua, aura ini!" ucap orang berjubah hitam yang melapor tadi.


Tidak hanya Wanita itu yang merasakan aura kegelapan yang sangat mengerikan dari hutan monster tapi juga seluruh orang yang ada di kota atau bahkan benua itu.


"Tidak salah lagi, aura ini adalah aura Dewa Kegelapan. Tapi kenapa dia tiba-tiba muncul sekarang? sebenarnya apa yang telah terjadi." kata Wanita itu dengan sangat kebingungan.


Wanita itu kemudian berbicara kepada orang berjubah hitam disampingnya dengan sedikit terburu-buru.


"Cepat selesaikan pemanggilannya! kita akan segera menuju hutan monster, setelah itu kita akan langsung menyerang kerajaan selatan!" perintah Wanita itu.


"Laksanakan!" jawab orang itu lalu pergi dari sana.


'Pewaris Dewa Kegelapan ... akhirnya kau muncul juga, aku tidak sabar bertemu denganmu....' batin Wanita itu sambil tersenyum manis.


...--------------------------------...


Sementara itu di tempat lain juga merasakan aura kegelapan yang sangat pekat dari hutan monster, khususnya kerajaan Victoria yang merupakan wilayah terdekat dengan hutan monster.

__ADS_1


Raja Laurence selaku Raja dari kerajaan Victoria langsung mengadakan rapat darurat setelah merasakan aura yang sangat mengerikan itu.


Raja Laurence duduk di singgasana kebesarannya menatap para bangsawan dengan wajah serius di depannya yang tengah berdebat panik tanpa menghiraukan keberadaan Raja Laurence.


"Apa apaan aura kegelapan tadi? apakah itu aura iblis?"


"Sudah lebih dari 500 tahun iblis tidak pernah datang ke benua kita, tidak mungkin itu aura iblis!"


"Tapi hanya ras iblis yang mempunyai aura kegelapan yang begitu pekat seperti itu!"


* BRAK! *


Raja Laurence menghentakkan kakinya dengan keras ke langit yang sukses membuat semua orang terdiam dan hanya bisa tunduk ketakutan karena sudah mengabaikan sang Raja.


"Sudah selesai berdebatnya?" tanya Raja Laurence dengan tatapan sinis.


""S-Sudah Yang Mulia..." jawab para bangsawan dengan gugup.


"Aku tahu kalian semua khawatir dengan keselamatan kerajaan kita dari bahaya yang tidak kita ketahui, apa lagi jika bahaya itu sangat dekat dengan kerajaan kita yaitu hutan monster, tapi bukan berarti kalian harus panik seperti ini sampai-sampai mengabaikanku." kata Raja Laurence.


Para bangsawan merasa menyesal dan meminta maaf kepada Raja Laurence.


"Karena situasi sudah tenang, jadi kita bisa melanjutkan rapat daruratnya." ujar Raja Laurence.


Raja Laurence terkenal bijak dan baik kepada rakyatnya dan membuat banyak orang senang dengannya, dia juga adalah pemimpin yang pandai mengambil keputusan yang terbaik.


Raja Laurence menyarankan untuk melakukan penjagaan ke berbagai kota dan desa yang termasuk dalam wilayah kerajaan untuk mencegah gelombang monster dan serangan dari pemilik aura mengerikan sebelumnya.


Beberapa saat kemudian, sebagian besar masalah yang timbul akibat aura misterius itu telah terselesaikan berkat keputusan Raja Laurence yang bijak.


"Nona Aria, apakah ada siswa yang sedang melaksanakan misi atau berlatih di hutan monster?" tanya Raja Laurence.


"Akademi masih dalam jadwal pembelajaran ketika aura itu terpancar dari hutan monster, jadi seharusnya tidak ada siswa yang keluar untuk pergi ke hutan monster-"


Aria menjawab, tapi sekretarisnya langsung berbisik kepadanya membuat Aria langsung terdiam.


Raja Laurence mengerutkan keningnya, "Apa ada masalah Nona Aria?" tanya sang Raja.


"Sebenarnya ada beberapa penduduk yang melihat seorang siswa berlari ke dalam hutan monster sebelum aura itu muncul, dan sampai saat ini dia belum kembali...." balas Aria yang baru saja diberi informasi oleh sekretarisnya.


Ekspresi wajah Raja Laurence sedikit rumit.


"Sebaiknya kau selidiki identitas siswa itu terlebih dahulu dan mengirim bala bantuan ke hutan monster untuk mencarinya ketika keadaan sudah tenang, kita tidak boleh kehilangan bibit unggul bagi kerajaan kita...." saran Raja Laurence.


"Saya akan melaksanakannya." balas Aria.


...--------------------------------...


Sementara itu di alam kematian.


Dewi kematian Nolectre Thanaesah tengah duduk di singgasananya dengan ekspresi wajah yang tidak senang setelah gagal menangkap seseorang yang selama ini dia cari.


Tiba-tiba sebuah portal yang memperlihatkan bayangan seorang pria terbuka di depannya.

__ADS_1


"Apa kau sadar dengan apa yang telah kau lakukan, Nolectre?" ujar pria itu yang merupakan salah satu dari 6 entitas tertinggi.


"Aku tahu, aku telah membiarkan pewaris orang itu lepas, kan?" balas Nolectre dengan datar dan sedikit cuek.


".....Sepertinya kau tidak terlalu serius dengan hal ini, apa kau masih memiliki perasaan kepada pengkhianat itu?"


"......."


Nolectre terdiam, bukan rahasia lagi jika Nolectre memiliki perasaan kepada Dewa Kegelapan, tapi dia selalu memendamnya dalam dalam.


"Kau tahu kan kalau kita tidak boleh memiliki perasaan seperti itu? sejak awal tidak seharusnya kita memiliki perasaan seperti para manusia, kau harus fokus pada tugasmu atau kau akan mendapatkan konsekuensi seperti pengkhianat itu." ujar pria itu.


"Aku tahu itu, jadi kembalilah bertugas ke tempatmu." balas Nolectre dengan cuek.


Pria itu kemudian pergi dari tempat Nolectre.


Nolectre bersandar di singgasananya dengan lesu dan menghembuskan nafas panjang.


'Kenapa kau harus mengkhianati kita, Ars....' batin Nolectre.


...<๐€๐‘๐‚ ๐ˆ : ๐๐„๐‚๐Ž๐Œ๐„ ๐’๐“๐‘๐Ž๐๐†๐„๐‘๐’>...


...๐„๐๐ƒ...


...****************...


Hai Author disini ๐Ÿ‘‹


โ€ขTidak terasa Arc pertama dari cerita ini sudah berakhir, yah.... ini berakhir hanya dalam 24 chapter, cukup cepat....


โ€ขDi Arc pertama ini banyak memunculkan penjelasan tentang latar belakang jalannya cerita yaitu kerajaan Victoria, Benua Lhigor, dan dunia Aquila Phoroneuse17 bahkan sejarahnya.


โ€ขSelain itu disini juga ada banyak penjelasan tentang sistem kekuatan seperti Magic, Sword Technique, Martial Art, Martial Magic, Sword Magic dan banyak lagi.


โ€ขYah, itu dibutuhkan untuk memperjelas latar belakang jalannya cerita, dan semoga dengan ilustrasi map yang sudah aku bikin bisa mempermudah imajinasi kalian.


โ€ขMungkin di Arc pertama ini MCnya masih belum terlalu kuat dan sifatnya yang naif sedikit cengeng, tapi kurasa itu dibutuhkan bagi perkembangan karakter menjadi lebih baik.


โ€ขIni bukan Novel isekai yang MCnya sudah op parah dan badas semenjak masuk isekai, terlebih lagi MCnya itu masih remaja labil, tidak ada anak remaja yang sikapnya begitu sempurna tanpa melakukan kesalahan.


โ€ขSebenarnya Novel ini terinspirasi dari Manga Ryuu Kusunari No Ori, aku cuman baca manganya sampai chapter 18 jadi ngak tahu kelanjutan karena ngak baca WN-nya.


โ€ขHanya tema-nya yang mirip seperti MC yang dikhianati heroine dan cara pengkhianatannya, sama keputusasaan MC, tapi nanti untuk alur cerita kedepannya bakal sangat berbeda.


โ€ขKalau kalian tidak terima dengan ini maka bisa keluhkan saja di kolom komentar, bila perlu aku bakal revisi lagi biar nggak ada mirip miripnya sama sekali....


โ€ขIntinya aku hanya suka perjuangan Mc dari manga itu.


โ€ขTapi banyak juga pembaca yang minta MC agar menjadi lebih kuat agar bisa balas dendam sama mantannya :v. yah, aku juga kesel sama karakter itu jadi bakal kubikin MC kita balas dendam (tertawa jahat)


โ€ขWalau sebenarnya aku juga gak ingin kehilangan para pembaca karena ceritanya yang tidak sesuai harapan pembaca :v


โ€ขTapi jangan harap aku bakal pake kekerasan fisik buat balas dendamnya, aku bakalan bikin dia itu menyesal dulu karena sudah mengkhianati MC kita, jadi balas dendamnya pake perasaan dulu baru kekerasan fisik (tertawa jahat)

__ADS_1


โ€ขKurasa cukup sampai disini penyampaian dariku kali ini, kurasa ini sudah terlalu banyak karena memang dari awal chapter aku belum pernah bikin penyampaian, jadi banyak yang ingin aku katakan :)


Anyway, Thank you for reading this novel ๐Ÿ˜Š, I love you all โ™ฅ๏ธ


__ADS_2