DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 73: Peperangan Di Bulan


__ADS_3

Portal bulan mengangkat tubuh River, Riona, Finley, Raymond, Neo, dan Yui lalu memindahnya ke bulan dalam sekejap mata.


River melihat ke sekelilingnya dan merasa jika di tempat ini sangat berbeda dari di dunianya. Kepadatan mana di bulan jauh lebih tipis daripada di dunia, jadi mereka pasti akan kesulitan menggunakan sihir di tempat ini.


Tidak ada yang terlalu jauh berbeda selain tipisnya mana di tempat itu. Mereka masih bisa bernafas, bergerak dengan bebas, dan menggunakan berbagai macam jenis kekuatan.


Catatan: Ini adalah dunia fantasi, jadi keberadaan bulan disini berbeda dengan bulan di dunia nyata yang tidak punya gravitasi dll.


"Ayo kita bergerak sekarang!" ajak Riona.


Saat ini mereka tengah berada di sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat sebuah altar dunia mereka. Jika di dunia terdapat altar bulan maka sebaliknya di bulan terdapat altar dunia.


River mengangguk dan berjalan keluar dari ruangan semacam reruntuhan kuno itu dengan diikuti oleh yang lainnya di belakang.


Insting River semakin menajam ketika ketika semakin dekat dengan pintu keluar reruntuhan kuno itu, bersamaan dengan itu langkah kakinya perlahan-lahan semakin pelan.


"River ada apa?" tanya Finley yang tidak merasakan apa yang dirasakan River.


"Ada orang yang menunggu kita di luar reruntuhan ini." jawab River.


"Tapi aku tidak merasakan apapun."


"River adalah putra Dewa Kegelapan yang juga pemilik bulan, jadi dia pasti memiliki kemampuan spesialnya tersendiri di tempat ini." kata Riona memotong perkataan Finley.


Finley mengangguk patuh dan tidak memprotes Riona lagi karena ia tahu jika bukan saatnya untuk melakukan hal itu.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Raymond.


"Kita tidak bisa berbalik pulang lagi jika seperti ini, jadi sebaiknya kita hadapi saja mereka." kata River lalu mulai mempercepat langkahnya.


Tidak sia sia aku mengumpulkan banyak pasukan Undead - pikir Raymond merasa bersemangat.


Tak berselang lama kemudian mereka berenam telah sampai di pintu keluar reruntuhan itu, cahaya lampu yang sangat terang menyoroti mereka tak lama kemudian yang berasal dari luar reruntuhan.


"Yang Mulia Xander memerintahkan kalian para penyusup untuk menyerahkan diri kalian, jika kalian masih melakukan perlawanan maka jangan salahkan kami bersikap kasar!"

__ADS_1


Teriakkan seorang pria terdengar dari luar reruntuhan, memerintahkan River dan yang lainnya untuk menyerahkan diri. Namun mereka tidak berniat untuk menyerah sam sekali.


Hingga akhirnya River dan yang lainnya sudah keluar dari reruntuhan itu, terlihat jutaan pasukan ber-armor putih yang telah mengepung mereka dari segala arah.


"Seperti orang yang bernama Xander itu menyiapkan penyambutan yang meriah untuk kita..." ujar Raymond tersenyum pahit.


"Bukankah mereka adalah pasukan bulan? Seharusnya mereka tunduk kepada pewaris Dewa Kegelapan, kan?" sambung Riona.


"Pewaris Dewa Kegelapan? Itu semua hanyalah omong kosong belaka! Satu-satunya yang berhak menggantikan Dewa Kegelapan adalah Yang Mulia Xander seorang!" bantah salah satu orang yang mendengar perkataan Riona.


Dia memiliki armor putih dengan motif lain dari pasukan lainnya, mungkin saja dia adalah pemimpin dari para pasukan ini dan orang yang berteriak di awal tadi.


"Sepertinya kau pemimpinnya disini..." kata River menerka, lalu melanjutkan, "Katakan pada pemimpinmu itu kalau kami tidak akan pernah tunduk padanya, dan satu-satunya tujuanku datang kesini adalah untuk mewarisi posisi yang seharusnya menjadi milikku."


"Mimpi saja kau bisa merebut posisi Yang Mulia Xander dasar keparat!" teriak pemimpin itu dibarengi dengan teriakan penuh semangat dari jutaan pasukan di belakangnya.


River menghela nafas panjang terlihat kecewa, "Padahal aku sudah bersikap baik kepada kalian yang dulunya adalah bawahan ayahku ... tapi dengan sikap kalian yang seperti ini, maka aku tidak akan ragu lagi..."


"Kalau begitu maju dan perlihatkanlah kekuatanmu!" teriak pemimpin itu menantang River dengan sombong.


Beberapa detik kemudian River sudah menghilang dari tempatnya seolah-olah menyatu dengan kegelapan bulan.


Tapi sebelum pria itu bisa melakukannya-


* SWIIING!! *


* CRAASH!! *


"Eh?"


Pria itu begitu kebingungan pasalnya kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya hanya dengan satu tebasan dari seseorang yang tidak lain adalah River.


Asap hitam menggumpal di atas tubuh sang pemimpin yang sudah menjadi mayat itu lalu memperlihatkan wujud River dengan pedang hitamnya yang dilumuri darah.


"Kekuatanku sudah berkembang pesat semenjak petualanganku di benua Dyuraz. Jadi melawan sampah seperti ini akan terlalu mudah bagiku..." ujar River dingin sembari menatap mayat pemimpin itu.

__ADS_1


Seluruh pasukan yang jumlahnya mungkin mencapai 10 juta orang itu menelan ludah kasar karena melihat pemimpin mereka yang terkenal sangat kuat itu mati begitu saja.


Tubuh mereka bahkan menggigil dan kaki mereka bergerak mundur dengan sendirinya, namun tiba-tiba sebuah bisikan halus terdengar di kepala semua pasukan itu.


'Turuti setiap perintahku atau kau akan mati, sekarang bunuh semua bocah itu tanpa belas kasihan!'


Gejolak semangat yang luar biasa muncul dalam diri jutaan pasukan itu setelah mendengar bisikan di kepala mereka, bisikan itu juga menyingkirkan ketakutan dalam hati para pasukan itu hingga tak tersisa sama sekali.


Mereka mengangkat senjata mereka dengan penuh semangat lalu berteriak: ""Bunuh!!!""


Jutaan pasukan bulan itupun langsung menerjang kearah River, Finley, Riona, Raymond, Neo, dan Yui secara bersamaan dan penuh keganasan.


"Tch! Merepotkan..." gumam River lalu bersiap untuk menyerang.


Disisi lain Raymond tersenyum penuh semangat, ia mengangkat tongkat sihirnya tinggi-tinggi lalu berteriak: "Keluarlah para pasukanku!"


Permukaan bulan yang berwarna putih abu-abu itu mula menggelap dan perlahan-lahan sepasang tangan mulai keluar dari sana.


Itu adalah pasukan Undead milik Raymond yang jumlahnya tak kalah jauh dari jumlah pasukan bulan, bahkan jumlahnya yang sangat banyak itu mampu menutupi sedikit permukaan bulan.


Bukan hanya Undead biasa, tapi Raymond juga memiliki banyak koleksi Undead dari bawahan Demon Ancestor Simon yang berhasil mereka bunuh dalam perjalanan ke altar bulan.


Mereka juga memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat daripada saat masih hidup karena kemampuan Raymond yang dapat memperkuat pasukan yang di hidupkannya.


Bentrokan kedua belah pasukan besar itu tak terhindarkan lagi.


Belum ada 1 menit semenjak bentrokan dimulai, sudah banyak nyawa dari pasukan bulan yang melayang karena Undead mantan bawahan Simon yang begitu kuat.


Jiwa dari pasukan bulan yang berhasil terbunuh itu kemudian dimanfaatkan oleh Yui untuk membuat ribuan hantu yang memiliki kekuatan tak kalah kuat dari pasukan Undead Raymond.


Itu karena semakin kuat pemilik jiwa maka semakin kuat juga hantu yang diciptakannya.


Sementara untuk Finley, Riona, dan Neo juga ikut menyerang sekumpulan besar pasukan bintang itu dengan menggunakan sihirnya secara acak karena sejatinya sihir mereka akan selalu mengenai pasukan bulan yang jumlahnya sampai memenuhi dataran bulan itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 73 : 1038 kata~...


__ADS_2