
River, Riona, dan Yui terjun secara langsung memasuki lubang retakan di dataran bulan yang terus memancarkan cahaya biru itu.
Lubang itu sangatlah dalam, jadi mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai di dasar lubang.
Dan ketika mereka sudah mendarat dengan sempurna di dasar lubang, mereka langsung disambut dengan serangan puluhan anak panah berwarna merah darah.
"Menghindar!" teriak River mengingatkan.
River dan Riona menghindari semua anak panah yang ditembakkan kepada mereka dengan cukup lincah sementara Yui memiliki makhluk panggilannya yang melindungi dirinya dengan cara menghempaskan anak panah merah itu.
Namun karena saking cepatnya tembakan anak panah itu, manusia burung milik Yui tidak bisa menghempaskan semuanya yang membuat salah satu anak panah menancap di sayapnya dan membuat makhluk itu lumpuh seketika.
"Ada apa dengannya?" tanya Riona sedikit kebingungan.
Yui menghampiri makhluk panggilannya itu dan mengecek kondisinya.
"Dia mengalami kelumpuhan yang sama dengan Ray!" jawab Yui menyimpulkan.
Apa panah itu adalah serangan yang Raymond bilang? - batin River bertanya-tanya, namun Zetton tiba-tiba menyela.
{Sepertinya itu memang serangan yang dia maksud, itu adalah serangan yang langsung menyerap energi kehidupan serta kekuatan seseorang hanya dengan satu goresan saja, jadi kau harus waspada karena aku tidak bisa menyembuhkan luka dari serangan semacam itu!}
Kali ini Raymond terdengar sangat serius, jadi River tidak bisa mengabaikan peringatannya itu.
Raymond adalah seorang Undead jadi dia tidak memiliki energi kehidupan, tapi serangan itu juga menyerap kekuatan seseorang yang menjadi alasan kematian Raymond.
Tidak akan kumaafkan orang itu... - batin River geram lalu mengalihkan perhatiannya ke arah serangan panah sebelumnya.
Seluruh tempat di lubang retakan bulan ini mengeluarkan cahaya biru yang cukup terang, tapi sebaliknya di hadapan mereka terdapat tempat yang sangat gelap. Dari sanalah serangan itu berasal.
"Apa makhluk panggilanmu masih bisa bertarung?" tanya River kepada Yui tanpa mengalihkan pandangannya pada kegelapan di depannya, waspada jika ada serangan susulan.
"Dia membutuhkan waktu untuk pulih."
"Kalau begitu kau mundur dulu sambil menunggunya pulih."
Manusia berkepala burung itu berbeda dengan makhluk hidup yang memiliki energi kehidupan dan sumber kekuatan, jadi dia masih bisa pulih dari serangan mematikan Xander selama bukan Yui yang terkena serangannya.
Riona yang sudah dalam wujud Demon Ancestor miliknya bersiaga di sebelah River yang menggunakan sihir untuk melihat menembus kegelapan.
Seketika ekspresi River langsung berubah saat melihat apa yang ada di dalam kegelapan itu.
__ADS_1
"Memangnya apa yang ada disana?" tanya Riona kebingungan.
"Laba-laba."
"Eh?"
Suara makhluk yang merangkak terdengar sebelum keluarnya puluhan laba-laba sebesar manusia dari dalam kegelapan itu.
Mereka memiliki delapan kaki yang runcing dengan 6 mata yang berwarna merah darah, sementara mulutnya terus mengeluarkan suara khasnya untuk mengintimidasi lawannya.
"Sepertinya mereka ingin melindungi sesuatu yang ada di dalam kegelapan itu." tebak Riona.
River melihat lebih jelas ke dalam kegelapan itu dan menyadari ada seseorang yang ada di dalam sana, itu adalah Finley yang diikat di jaring laba-laba raksasa.
"Finley ada di dalam sana, kita harus segera menyelamatkannya!" kata River lalu mempersiapkan pedangnya.
Dan tanpa aba-aba River langsung menerjang ke arah puluhan laba-laba itu dan memotong tubuh mereka menjadi kecil.
Semua laba-laba yang terlihat perkasa itu dapat dihabisi dengan mudah oleh River yang sudah sangat serius sementara Riona hanya menampilkan wajah datar karena tidak mendapat bagian.
Tanpa membuang-buang waktu lagi River langsung memasuki kegelapan itu lalu menebas jaring laba-laba yang mengikat Finley.
"Finley, sadarlah!" kata River sambil menggoyangkan tubuh Finley yang ada di pangkuannya.
"Ada apa dengannya, apakah dia dihipnotis?" tanya Riona kebingungan.
"Sepertinya begitu ... sebaiknya kita bawa dia keluar terlebih dahulu dari tempat ini..." jawab River lalu bangkit sambil menggendong Finley di kedua tangannya.
"Siapa yang mengizinkanmu untuk pergi?"
Sebuah suara terdengar dari belakang River ketika ia ingin beranjak pergi, seketika instingnya menajam dan langsung membalikkan badannya dengan cepat.
{Bocah jangan lihat matanya!}
Zetton memperingati River dengan keras, tapi itu sudah terlambat karena River dan Riona sudah menatap mata pria itu.
Sebuah bola mata hitam dengan pupil berwarna merah darah, ketika melihat itu pandangan River dan Riona langsung memudar dengan pikiran yang kosong.
Dalam sepersekian detik, River bisa melihat serangan bilah merah darah yang melayang tepat di depan matanya, tapi tidak ada yang bisa ia lakukan sebelum siluet Zetton terlihat di pikirannya yang kosong itu.
* SWOOOSH!! *
__ADS_1
* DUAAAARR!! *
Bilah merah darah melesat dan menghantam bebatuan di belakang tubuh River sementara ekspresi terkejut tampak depan jelas di wajah pria bermata memikat itu.
Dia menatap River dengan tajam sambil menggertakkan giginya, "Kau masih bisa sadar bahkan setelah melihat mataku?" ujarnya.
Sebelumnya yang terjadi adalah River menggerakkan sedikit tubuhnya ke samping untuk menghindari serangan bilah yang mengarah padanya.
Tapi sebenarnya bukan River yang melakukan itu melainkan Zetton yang merasuki tubuh River.
Sama seperti saat transfer kekuatan yang dilakukan oleh Arions dan saat membunuh kepala akademi Aria Scarlet, Zetton pernah merasuki tubuh River sementara.
Dan sekarang ia melakukannya lagi.
Sepertinya aku merepotkanmu lagi Zetton - kata River dalam hatinya.
{Tidak masalah, lagipula aku juga tidak akan membiarkanmu mati begitu saja} balas Zetton dalam hati.
Pria itu ... apakah dia orang yang bernama Xander? - tanya River melihat pria yang menghipnotisnya secara tidak langsung.
{Sepertinya begitu. Mulai dari sekarang aku akan mengambil alih tubuhmu karena aku tidak terpengaruh hipnotis matanya itu.}
(Catatan: karena tubuh River yang dirasuki Zetton, jadi penyebutan River akan dirubah menjadi Zetton.)
Aura di sekitar Zetton yang berhasil mengendalikan tubuh River semakin bergejolak, rambut hitam pekatnya layu hingga menutupi kedua matanya.
Melalui sela-sela helai rambut hitam legamnya itu, terlihat tatapan mata predator yang sedang mengintai mangsanya. Zetton hanya menatap satu objek yaitu mata Xander.
Keringat dingin terlihat di kening Xander ketika merasakan keanehan dari aura bocah di depannya itu, dia tidak berani berbicara ataupun bergerak.
Aura ini ... aura yang pernah aku lihat namun terlalu tipis hingga tak bisa kukenali ... terlebih lagi dia tidak terpengaruh walaupun menatap mataku secara langsung - pikir Xander.
Zetton mulai bergerak, membuat Xander menjadi semakin waspada. Tapi nyatanya dia hanya bergerak untuk meletakkan Finley yang masih ada di tangannya itu ke lantai.
Finley dan Riona telah terkena hipnotis, tapi untungnya mereka tidak bisa dikendalikan oleh Xander karena seluruh bawahan yang terkena pengendalian pikiran adalah berkat Simon.
Apa yang aku pikirkan? Dia hanyalah anak kecil, tidak mungkin dia memiliki kekuatan gila yang bisa melampauiku. Jadi tidak seharusnya aku gemetaran karenanya - pikir Xander mulai mendapatkan kepercayaan dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...
__ADS_1
...~Chp 79 : 1050 kata~...