DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 59: Hantu Malam Dan Gadis Kecil


__ADS_3

Aku, Riona, dan Finley sedang berada di kamar penginapan yang telah kami sewa sembari mengawasi situasi di luar Kota melalui jendela.


"Tidak ada hal aneh yang terjadi," kataku.


"Mungkin makhluk itu akan keluar jika ada seseorang di luar rumah," kata Riona.


Setelah memikirkan perkataan Riona yang ada benarnya juga, aku langsung melompat keluar dari jendela tanpa berpikir panjang.


Riona dan Finley juga ikut menyusulku setelah beberapa saat aku turun.


Masih tidak ada yang terjadi walaupun kami bertiga sudah berada di luar, kami kemudian berjalan menelusuri jalanan Kota itu sembari menatap sepinya kota.


Hingga tiba-tiba sebuah kobaran api besar muncul di belakang kami bertiga, kami sedikit terkejut dan mengalihkan pandangan kami dengan cepat kebelakang, ternyata itu bukanlah api biasa melainkan api biru.


Tak berselang lama kemudian, makhluk semacam Undead tapi memiliki tubuh yang transparan tiba-tiba keluar dari kobaran api itu, yang keluar dari sana bukan hanya satu melainkan puluhan.


Mereka berjalan dengan lambat kearah kami dengan wajahnya bodoh mereka.


"Apa itu Hantu yang dimaksud?" tanya Finley.


"Mereka terlihat lemah," lanjut Riona.


Tanpa aba-aba sama sekali, Riona langsung menebaskan pedangnya kearah puluhan makhluk itu dan menghempaskannya seketika.


"Apa hanya ini kekuatan mereka?" ujar Riona dengan sombong.


"Lihat mereka hidup kembali," kataku menunjuk puluhan makhluk yang baru saja di tumbangkan oleh Riona.


Mereka kemudian kembali berjalan dengan sangat lambat kearah kami.


"Mungkin serangan fisik tidak akan mempengaruhi mereka," kata Finley lalu menggunakan sihirnya.


「Light Magic : Holy Light!」


Serangan sihir cahaya milik Finley langsung menghanguskan seluruh tubuh makhluk itu hingga tak tersisa.


'Sepertinya benar jika makhluk lemah terhadap sihir, tidak lebih tepatnya makhluk itu lemah terhadap sihir cahaya!' batinku.


Ras Iblis tidak bisa menggunakan sihir Cahaya, jadi wajar jika mereka tidak bisa mengatasi makhluk selemah ini.


"Sepertinya ada dalang dari datangnya makhluk-makhluk ini..." kata Riona memberikan kesimpulannya.


Sebenarnya aku juga berpikir seperti itu.


「Dark God Magic : Simulation Detection!」


Aku menggunakan sihir deteksiku, bersamaan dengan itu sebuah simulasi Kota Alba muncul di pikiranku dengan begitu sempurna.


Semua penduduk sedang berada di dalam rumahnya kecuali kita bertiga, tapi ada seseorang yang sedang bersembunyi di luar Kota dan memperhatikan kita dari jauh.


"Disana!" teriakku sambil menunjuk salah satu atap bangunan besar.


Terlihat siluet hitam yang langsung berlari ketika kami bertiga menoleh kearah sana bersamaan.


"Dia ingin lari!" teriak Riona.

__ADS_1


Riona menghentakkan kakinya dengan keras hingga menghancurkan pijakannya, kemudian ia melompat dengan cepat kearah siluet hitam itu dan langsung menangkapnya.


"Kena kau!" ucap Riona ketika berhasil menangkap orang itu.


Aku dan Finley langsung menghampiri Riona yang sudah menangkap orang yang menjadi dalang munculnya makhluk aneh tadi, dan alangkah terkejutnya kami ketika melihat orang itu.


"Seorang gadis?" ujarku.


Tidak, lebih tepatnya seorang gadis kecil yang berusia sekitar 10 tahunan.


Dia memiliki pipi yang tembem dan matanya berwarna ungu sementara rambutnya berwarna biru, tapi penampilan sedikit tak terawat.


Bahkan dia hanya mengenakan jubah hitam tanpa pakaian lagi di dalamnya.


Terlebih lagi dia itu manusia?


"Rupanya kau dalang dari semua ini dasar bocah kecil! Aku akan memukul pantatmu karena telah bertindak nakal!! Hehehe!!" kata Riona mengancam anak itu.


"Dasar perempuan kejam..." ujar Finley.


"Sepertinya dia tidak melawan, jadi sebaiknya kita interogasi dia terlebih dahulu," saranku.


Gadis kecil itu memang tidak melawan walaupun telah mendapatkan ancaman dari Riona, dia hanya menatap kami bertiga dengan tatapan pasrah dan siap untuk mati.


"Riona, tolong bawa dia ke penginapan kita,"


"Baik."


...


...


...


Kami juga membuatnya memakai gelang yang bisa mencegahnya dalam menggunakan sihir.


"Jadi, siapa namamu adik kecil?"


Ini adalah interogasi dengan cara halus ala Finley. Dan Riona ... aku menyuruhnya untuk diam di luar demi keselamatan gadis kecil itu.


"Buka pintunya! Biarkan aku memukul pantat bocah nakal itu!!"


Aku bisa mendengar teriakkan Riona dari luar kamar....


Abaikan dia untuk sekarang, aku bisa melihat jika gadis kecil itu sudah mau membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Finley.


"Yui, namaku adalah Yui..." jawab si gadis kecil yang ternyata bernama Yui.


"Baiklah Yui kecil ... apakah kau mempunyai orang tua? Atau keluarga? Kalau ada dimana mereka sekarang?" tanya Finley.


Yui kecil menganggukkan kepalanya tanda dia mempunyai keluarga.


"Yui punya ayah ... ibu ... dan kakak ... Tapi Yui tidak tahu mereka ada dimana..." kata Yui tampak sedih.


Finley mengelus rambut gadis kecil itu dengan lembut untuk menenangkannya lalu bertanya, "Bisa Yui cerita bagaimana bisa Yui berpisah dengan mereka?"

__ADS_1


Yui mengigit bibirnya tampak kesulitan untuk menceritakan yang sebenarnya dia alami, tidak baik menyiksa mentalnya yang masih kecil, jadi Finley berniat untuk menyudahi interogasinya.


"Sudahlah kalau Yui tidak bisa menceritakannya, kakak tidak akan- Eehhh!!!"


Finley sangat terkejut begitupun dengan diriku ketika melihat apa yang gadis kecil itu lakukan selanjutnya.


Gadis itu tiba-tiba membuka pakaiannya!!!


"River jangan lihat!" teriak Finley sambil menutupi mataku.


* BRAK!! *


Bersamaan dengan itu seseorang tiba-tiba memasuki kamar dengan mendobraknya, orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Riona.


"Apa yang terjadi?!" teriak Riona.


"Bantu aku menutup mata River!"


"Aku mengerti."


Mereka berdua kemudian menutupi mataku dengan sebuah kain hitam dan mengikatnya dengan sangat kencang sehingga menyiksa kepalaku.


Ini sudah benar-benar berlebihan, haruskah melakukan sejauh ini hanya demi tubuh seorang gadis yang belum matang?


Ini serius! Aku bahkan sudah pernah mandi dengan semua anak-anak perempuan di desa! Jadi aku sudah mengenal semua lekuk tubuh gadis di usia itu....


"Oke tenang, semuanya sudah baik-baik saja, mata predator River sudah kita tutup. Jadi apa selanjutnya?"


"Entahlah, bukankah aku baru saja masuk? Jadi aku tidak tahu situasinya."


Mereka berdua sangat naif ... mereka berdua tidak memperkirakan sama sekali bahwa aku memiliki kemampuan untuk melihat menembus kain tipis ini.


「Dark Magic : Night Vision!」


Aku menggunakan sihirku untuk melihat menembus kain tipis ini, sebenarnya sihir yang aku gunakan ini hanyalah sihir untuk melihat dalam gelap, tapi aku juga bisa menggunakannya di hadapan kain tipis ini.


Di depanku Riona dan Finley sedang bertengkar, aku kemudian mengalihkan pandanganku kearah Yui yang masih duduk di kursi.


Jubah hitamnya berada di bawah lantai, aku menaikan pandanganku perlahan kearah kakinya yang sangat mulus walau terdapat beberapa luka goresan.


Terus naik ke atas aku bisa melihat tubuhnya yang tanpa sehelai kain itu dengan sempurna, itu adalah tubuh anak perempuan yang sudah biasa aku lihat ketika mandi bersama anak-anak perempuan di desa.


Terlihat sangat indah bagaikan ciptaan langsung dari sang Dewi, tapi tidak berguna sama sekali karena kedua aset berharganya itu belum tumbuh dengan sempurna...


Lupakan tentang kedua aset mungil itu, sebenarnya ada sesuatu yang aneh dari tubuh gadis itu, yaitu ada sebuah simbol hitam tepat di antara kedua aset mungilnya itu.


Aku bisa merasakan adanya kekuatan sihir yang terpancar dari sana.


'Apakah itu semacam kutukan?'


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 59 : 1104 kata~...

__ADS_1


__ADS_2