
...[๐๐ค๐ง๐ข๐๐ก ๐๐๐]...
Para siswa yang melihat River tenggelam dalam pusaran badai pasir yang sangat mengerikan itu sama sekali tak bergeming dan hanya diam mengabaikannya.
Sebaliknya mereka memuji kemampuan Asher yang sangat hebat bagi mereka.
Hingga salah seorang gadis pendiam dengan rambut kepang dan berkacamata bulat memberanikan diri untuk angkat bicara.
"Guโ guru, bukankah seharusnya kita menghentikan pertarungan ini?" kata gadis itu dengan gugup.
"Dia belum menyerah, jadi pertarungan masih berlanjut." kata Cedric tanpa rasa kepedulian sama sekali.
"Taโ tapi dia bisa mati kalau ini terus berlanjut!"
Gadis itu sedikit meninggikan nada bicaranya dan membuat Cedric sedikit kesal.
Cedric kemudian melirik gadis itu dengan matanya yang melotot dan penuh kebencian.
"Apa kau sudah berani memerintahku? Dasar gadis culun!"
Tubuh gadis itu bergetar hebat dan matanya penuh dengan ketakutan ketika dilirik oleh Cedric dengan sangat menyeramkan.
Bersamaan dengan itu bisik bisik terdengar dari siswa lainnya.
"Hua ... Dia sudah membuat guru Cedric marah..."
"Habislah dia, memangnya apa yang bisa dilakukan gadis culun sepertinya?"
Cedric ingin memberikan pelajaran pada gadis itu, namun suara seorang wanita yang terdengar sangat tegas dan marah tiba tiba mengalihkan perhatiannya.
"Apa yang kau lakukan dengan muridku!!"
Semua orang mengalihkan perhatian mereka ke asal suara dan melihat guru sihir mereka, Fanela dengan wajah penuh kemarahan.
"Mis Fanela, Iโ ini hanyalah bagian dari pembelajaranโ"
Fanela tidak mengubris perkataan Cedric melainkan mengibaskan tangannya kearah River yang berada dalam pusaran badai pasir, dan secara tiba tiba pusaran badai pasir itu langsung terhempas dan lenyap seketika.
Bersamaan dengan itu River jatuh tergeletak di tanah tak sadarkan diri, melihat itu Fanela bergegas menghampiri River dan memeriksa keadaannya.
'Lukanya sangat parah, dia harus segera mendapatkan perawatan...' batin Fanela khawatir.
Fanela menggunakan sihir angin untuk mengangkat River yang pingsan karena lukanya sangat parah.
Sebelum Fanela pergi meninggalkan tempat itu untuk membawa River, dia melirik Cedric sekali lagi dengan tajam.
"Kau sebut ini hanya pembelajaran? asal kau tahu kau itu hampir saja membunuhnya, kuharap kau memberikan alasan yang bagus atas perbuatanmu ini di depan kepala akademi nanti...." ujar Fanela dingin lalu mengalihkan matanya kepada Asher.
"Dan kau, apakah pantas bagimu untuk menggunakan sihir yang berbahaya seperti itu dalam latihan berpedang? Ini berarti kau sudah melanggar peraturan, nantikan saja hukuman dariku...."
Asher membatu tanpa suara setelah mendengar perkataan Fanela yang jelas jelas menghinanya, tapi dia tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun untuk membalas perkataan Fanela.
__ADS_1
Sihir Sandstrom Vortex yang merupakan sihir terkuatnya saja mampu dihancurkan oleh satu lambaian tangan Fanela yang hanya menggunakan sedikit sihir, jadi sudah jelas perbedaan kekuatan Asher dan Fanela itu bagaikan langit dan bumi.
Seperti itulah sikap Asher sebenarnya, dia hanya bisa bersikap sombong dan membully orang yang lebih lemah darinya, sementara itu dia akan diam dan hanya bisa menundukkan kepalanya di hadapan orang yang lebih kuat.
Fanela tidak menghiraukan Asher lagi dan malah melihat gadis berkaca mata yang masih tampak ketakutan itu dan memanggilnya, "Finley, ikutlah denganku."
"B-Baik Guru Fanela!" balas Fenley agak gugup.
Fanela, River dan gadis bernama Finley telah pergi meninggalkan Cedric, Asher dan murid lainnya yang masih diam membatu.
Mereka semua tidak percaya jika Fanela yang merupakan guru yang terkenal baik dan ceria bisa menjadi sangat menyeramkan ketika marah, terlebih lagi Fanela marah untuk seorang murid terlemah dan menyedihkan.
Cedric menggigit bibirnya karena kesal hingga berdarah melihat kepergian Fanela.
'Oleh karena itu aku sangat membencimu dasar peringkat terbawah! kau selalu saja bisa dekat dengan Fanela....' batinnya penuh kebencian.
...--------------------------------...
...[๐๐๐ซ๐๐ง ๐ผ๐๐๐๐จ๐ค๐ฃ ๐๐๐]...
Aku mendapatkan kembali kesadaranku dan merasakan rasa sakit yang menyengat di kepala dan seluruh tubuhku.
Aku melihat ke sekeliling dan menemukan diriku berada di tempat yang sangat kukenal karena sudah sering berada di sini.
"Ruang kesehatan ya...." gumamku kecil.
Aku mengingat dengan jelas bagaimana aku bisa berada di ruang kesehatan saat ini. Sudah kuduga jika aku akan kalah lagi dalam pertarungan sama seperti biasanya, tapi kali ini jauh lebih menyakitkan dari biasanya.
Aku sedikit merenung, padahal aku sudah berlatih mati matian dalam ilmu berpedang dan menguatkan kekuatan fisikku, tapi tetap saja aku bisa kalah dengan kekuatan sihir sederhana.
"Kau sudah sadar, ya?"
Aku mendengar suara seorang wanita di ruangan itu, mengalihkan pandangan aku melihat seorang dokter wanita yang berumur sekitar 23 tahunan.
Dia adalah Ayla Kynlee, salah satu perawat di akademi Nethilor sekaligus orang yang memeriksa kondisi tubuhku sebelumnya.
Bisa dibilang dia sudah banyak membantuku karena setiap aku terluka dialah yang merawatku hingga sembuh.
"Sepertinya aku merepotkanmu lagi, Mis Ayla...." ujarku merendah.
"Oh, kali ini bukan aku yang merawatmu melainkan murid pribadiku."
Murid pribadi? Aku tidak pernah tahu kalau dia memiliki murid pribadi...
Seolah olah tahu kebingungan yang kurasakan, mis Ayla kemudian menyuruh seseorang masuk ke dalam ruang kesehatan.
Dia adalah seorang gadis berambut kepang dan berkaca mata bulat, kalau tidak salah gadis itu adalah salah satu siswa dari kelasku tapi aku tidak terlalu mengenalnya karena dia adalah siswa yang pendiam dan pemalu.
"Apa yang kau tunggu? Cepat perkenalkan dirimu pada orang yang sudah kau rawat."
Mis Ayla menyuruh gadis itu memperkenalkan dirinya, sebenarnya aku juga sedikit penasaran dengan namanya karena aku memang tidak tahu.
__ADS_1
Wajahnya memerah, dia menundukkan kepalanya dengan gugup dan selalu memegangi ujung roknya dengan gelisah.
Dia benar benar gadis yang pemalu.
"A-Anu, n-namaku Finley Belle, S-Salam kenal!!"
* BUGH! *
"Akh!"
Kepala kami terbentur karena dia menundukkan kepalanya dengan cepat hingga tak sengaja membentur kepalaku.
Walaupun sudah dirawat akan tetapi lukaku masih belum sembuh sepenuhnya, jadi aku sedikit berteriak kesakitan karenanya.
"Uwah!!! Maafkan aku! Biar kusembuhkan lukamu, biar kusembuhkan lukamu!"
Dia panik dan mengguncang tubuhku berkali kali hingga membuatku sangat pusing dan kesakitan, jika terus seperti ini maka aku akan pingsan lagi dibuatnya...
"Hahaha, kalian akrab dengan sangat cepat ya ... baiklah, aku ada urusan penting jadi rawatlah River dengan baik~"
"G-Guru! Jangan tinggalkan aku sendiri!!"
Finley panik, dia ingin mencegah gurunya pergi tapi itu sudah terlambat karena mis Ayla sudah keluar ruangan, meninggalkanku tetap tersiksa bersama dengan gadis salah tingkah ini....
"Apa yang harus kulakukan...." gumam Finley putus asa.
Beberapa menit kemudian.
Dia akhirnya sudah tenang dan membiarkanku bernapas dengan lega. Dia sudah tidak lagi mengguncang tubuhku dengan bruntal, melainkan berlutut di lantai dengan wajah memelas.
"Maafkan aku ... silakan hukum aku semaumu...." ujarnya dengan lirih.
Aku memegangi belakang leherku, memeriksa leherku yang terasa ingin patah karena diguncang dengan bruntal oleh gadis pemalu namun kejam itu.
"Aku tidak akan menghukummu, jadi tolong jangan bersikap berlebihan seperti tadi...."
"Benarkah? Kau tidak akan menghukumku? Aku akan menerima hukuman apapun yang akan kau berikan lho...."
"Ugh ... tolong jangan berkata seperti itu pada seorang laki-laki dengan mudahnya..." kataku sambil mengalihkan pandanganku darinya.
Setelah dilihat lihat lagi ternyata gadis bernama Finley Belle ini tidaklah seburuk yang orang pikirkan.
Dibalik kacamata bulat itu terdapat mata yang sangat indah dan menawan. Rambutnya yang halus dan wangi. Wajah bayinya yang imut dan sangat menawan, dan yang lebih penting adalah postur tubuhnya sempurna. Tidak terlalu seksi dan tidak terlalu datar.
Yah.... Sekiranya itu pas di tangan.
Aku sangat yakin jika gadis ini akan menjadi gadis cantik yang menyaingi bunga sekolah akademi Nethilor, dan yang pasti, dia akan menyaingi Olivia....
'Apa yang sedang kupikirkan....' batinku sambil menggelengkan kepala.
...โฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆ...
__ADS_1
...๐ฟ๐๐๐, ๐๐๐ก๐, ๐ด๐๐ ๐ถ๐๐๐๐๐๐ก ๐๐๐ก๐ข๐ ๐๐๐๐๐ข๐๐ข๐๐ ๐ด๐ข๐ก๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐ ๐ต๐๐๐๐๐๐ฆ๐...
...~Chp 6 : 1181 kata~...