
Lonceng di menara ibukota berbunyi dengan keras menandakan bahwa ada bahaya yang mendekati ibukota, begitupun dengan alarm peringatan bahaya di akademi Nethilor.
Aku, Leyn, dan Alexa keluar dari perpustakaan dan langsung menuju halaman akademi, tempat semua siswa diarahkan untuk berkumpul.
Disana aku juga melihat Finley dan Leon yang baru saja sampai.
"Finley, Leon, kalian baik-baik saja?" tanyaku.
"Kami baik, tapi sepertinya ada bahaya yang datang sehingga kami diarahkan untuk berkumpul di sini." balas Leon dibarengi dengan anggukan Finley.
"Aku tahu itu, jadi-"
"Semuanya tolong tenanglah!"
Aku mendengar teriakkan seseorang dari tempat kami berada, itu adalah Henry bersama dengan beberapa anggota Osis. Dia menyuruh semua siswa untuk tenang terlebih dahulu sebelum melanjutkan pengumuman yang dia buat.
"Kami baru saja mendapatkan informasi bahwa akan ada gelombang monster yang menuju ibukota, parahnya lagi gelombang monster itu jauh lebih besar dibandingkan gelombang monster 10 tahun lalu." kata Henry.
Bukannya menjadi tenang setelah mendengar perkataan Henry, justru sebaliknya semua orang malah menjadi semakin khawatir.
Gelombang monster yang terjadi 10 tahun lalu mungkin saja gelombang monster yang dikatakan oleh Alyssa Rutherford sebelumnya.
Itu adalah tragedi terburuk yang pernah dialami masyarakat kerajaan Victoria dan juga juga merupakan tragedi yang menewaskan Ariella Rutherford yang asli.
Dan katanya gelombang monster yang sekarang jauh lebih besar daripada sebelumnya?
Melihat para siswa yang menjadi panik, Henry melanjutkan, "Kalian semua tenang saja, para siswa akademi tidak akan diperintahkan maju melawan gelombang monster seperti 10 tahun lalu. Kita hanya diperintahkan untuk mengevakuasi penduduk dan ikut ke Shelter setelah semuanya selesai."
Mendengar perkataan Henry, para siswa yang awalnya khawatir sekarang sudah menjadi tenang karena mereka tidak diperintahkan bertarung melawan monster.
"Apa yang kalian tunggu sekarang!? Bergeraklah dan evakuasi warga secepatnya!" perintah Henry.
Semua siswa mulai bergerak keluar akademi kecuali aku.
"Apa yang kau tunggu River? Kita harus mengevakuasi warga secepatnya sebelum gelombang monster mencapai ibukota." kata Alexa yang melihat aku masih tidak bergerak.
"Ah, aku baru ingat ada sesuatu yang tertinggal di kelas, jadi aku akan pergi terlebih dahulu untuk mengambilnya." kataku berbohong.
"Kenapa kakak bisa ceroboh seperti ini?" ujar Leyn.
Sementara Finley hanya menatapku dengan penuh curiga, tapi dia pura-pura tidak tahu dan berkata, "Kalau begitu pergilah, tapi jangan berlama-lama..."
"Terima kasih banyak, aku akan segera kembali setelah kalian tiba di Shelter." kataku lalu kembali memasuki akademi.
Tampaknya Finley tahu jika aku hanya berbohong mengenai barang yang ketinggalan, tapi syukurlah dia mau bekerja sama denganku.
Aku merasa aneh dengan gelombang monster yang datang secara tiba-tiba ini. Sebenarnya firasat buruk yang aku rasakan sebelumnya bukan hanya berasal dari gelombang monster, melainkan sesuatu yang jauh lebih berbahaya.
Auranya yang sangat mengerikan tiba-tiba muncul begitu saja di tempat ini padahal sebelumnya masih normal-normal saja, itu seolah-olah dia menahan aura mengerikan miliknya sedari lama dan baru mengeluarkannya sekarang.
Itu bukan aura yang biasa dimiliki oleh manusia, melainkan aura iblis!
{Sepertinya itu adalah aura milik Demon Ancestor Laplace, atau lebih tepatnya itu adalah pewarisnya.}
Zetton tiba-tiba memberitahuku sesuatu.
'Sudah kuduga.' batinku.
__ADS_1
Lupakan tentang mengevakuasi para warga karena sudah banyak siswa yang melakukannya termasuk teman-temanku.
Satu-satunya hal yang harus aku lakukan adalah melawan Demon Ancestor Laplace.
{Apa kau serius ingin melawannya seorang diri?} tanya Zetton.
Aku tahu apa yang Zetton maksud. Pewaris Demon Ancestor Laplace baru saja muncul setelah beberapa hari kemunculannya sebagai Ariella Rutherford. Dia pasti pasti menyiapkan sesuatu untuk melawanku
"Daripada mengkhawatirkan tentang melawan pewaris Demon Ancestor Laplace, sebenarnya aku lebih khawatir tentang realitas ini." ujarku.
{Apa maksudmu?}
"Maksudku apakah realitas ini adalah realitas asliku atau sudah direkayasa olehnya sama seperti sebelumnya...." kataku menjelaskan.
Dia adalah orang yang waspada, bahkan untuk menemuiku saja dia menyiapkan persiapan yang sangat matang. Jadi kali ini dia pasti sudah benar-benar siap melawanku.
{Setahuku sihir tingkat tinggi seperti itu tidak bisa digunakan sesuka hati, pasti ada beberapa persyaratan khusus yang diperlukan untuk menggunakannya jadi kau tidak perlu khawatir dengan realitas yang sekarang ini.}
"Syukurlah kalau begitu." ujarku.
Jika Zetton telah berkata seperti itu, maka itu pasti benar.
'Lebih baik aku bergerak secepatnya.' batinku.
「Dark Magic : Shadow Camouflage!」
Aku menggunakan sihir untuk menyatu dengan bayangan. Tapi aku masih khawatir jika musuhku menyadarinya jadi aku menggunakan sihir lain lagi seperti penyembunyian aura dan sihir lainnya.
Setelah itu aku mulai bergerak dalam wujud bayangan benda untuk berpindah dengan cepat dari satu bayangan ke bayangan lainnya.
Aku juga melihat Finley dan yang lainnya yang sedang menuntun anak anak kecil menuju Shelter yang merupakan satu-satunya tempat aman di ibukota.
Ratusan prajurit dan ksatria kerajaan juga terlihat sudah bergerak dengan cepat menuju gerbang ibukota untuk melawan para monster yang terletak di sebelah Utara ibukota.
Aku yang masih dalam wujud bayangan masuk ke dalam bayangan salah satu ksatria pria yang bersenjatakan sebuah panah.
Para ksatria kemudian naik keatas dinding ibukota untuk melihat situasi yang sedang terjadi. Karena aku sedang berada di bayangan salah satu ksatria, jadi aku juga bisa melihat situasi yang sedang terjadi.
Jauh di depan sana terlihat pepohonan hutan monster yang terguncang hingga roboh dengan sangat dahsyat, bersamaan dengan itu tanah terus bergetar dengan kencang menandakan akan banyak monster yang menghentakkan kakinya secara bersamaan.
Ini adalah bencana berjalan yang sesungguhnya.....
"Regu penyihir dan pemanah persiapkan diri kalian, kita akan melakukan serangan jauh sesuai dengan aba-abaku!" perintah sang jendral kepada para ksatria.
""Mengerti Jendral!"" jawab para ksatria serentak.
Regu pemanah dan penyihir mempersiapkan diri mereka, tak lama setelah itu sang jendral mulai memberikan aba-aba, "3 2 1 tembak!"
「Magic Arrow : Fire Arrow」
「Fire Magic : Fireball」
* SWOOOSH! *
* SWOOOSH! *
* SWOOOSH! *
__ADS_1
Anak panah dan serangan sihir ditembakkan secara bersamaan kearah hutan monster yang terletak cukup jauh dari tempat mereka berdiri.
Ratusan anak panah dan sihir api itu melesat dengan cepat dan jatuh tepat di hutan monster hingga membakar pepohonan yang di dalamnya terdapat ribuan monster.
Para ksatria adalah orang-orang hebat yang telah berhasil lulus dari akademi Nethilor, jadi serangan mereka sama sekali tidak bisa diremehkan.
Raungan monster yang sekarat bisa didengar dari seluruh penjuru kerajaan, tapi tidak semua monster berhasil dibunuh melainkan hanya monster-monster lemah dengan Rank-C kebawah.
Walaupun sudah menerima serangan yang cukup hebat dari para ksatria tapi monster Rank-B keatas masih bisa selamat seolah-olah mereka telah diperkuat oleh seseorang.
'Ini pasti ulah pewaris Demon Ancestor Laplace...' batinku, lalu melanjutkan, 'Apakah aku harus membantu mereka? Jawabannya tentu saja....'
"Kita akan melakukan serangan yang sama lagi! Jangan tahan diri kalian kali ini dan keluarkan semua kekuatan yang kalian peroleh selama ini dari akademi!" perintah sang Jendral.
Semua orang memasang wajah serius dan kembali mempersiapkan diri mereka untuk melakukan serangan yang jauh lebih besar.
Tapi aku tahu pasti jika sebesar apapun serangan yang mereka lancarkan, mereka masih tidak bisa membunuh semua monster mengingat para monster yang sudah diperkuat oleh orang itu.
Jadi disinilah aku akan membantu mereka.
Regu pemanah mulai menarik panah mereka sementara regu penyihir mulai merapal mantra mereka, bersamaan dengan itu aku menyalurkan sihir Buffed milikku yang cukup besar kepada semua orang melalui bayangan mereka.
Aku tahu jika semua orang merasakan jika ada sihir Buffed yang mengalir dalam tubuh mereka, tapi mereka menghiraukannya karena mengira jika sihir Buffed itu berasal dari rekan mereka.
"Sekarang tembak!" perintah sang jendral.
* SWOOOSH! *
* SWOOOSH! *
* SWOOOSH! *
Serangan yang lebih besar kembali dilancarkan, itu melesat dan menghantam para monster Rank-A keatas dengan sangat dahsyat dan membuat mereka sekarat seketika.
Hal ini membuat para ksatria sangat terkejut.
"Serangan ini terlalu kuat, apakah itu karena sihir Buffed yang barusan?"
"Dimana orang yang memberikan kita sihir Buffed?"
Sayangnya mereka tidak akan pernah bisa menemukanku.
"Lupakan tentang itu yang terpenting adalah kita telah berhasil melumpuhkan para monster." ujar sang jendral, lalu memerintahkan para prajurit yang bersiap di depan gerbang dari tadi, "Prajurit kerajaan Victoria, ini adalah giliran kalian menunjukkan kemampuan kalian! Segera bunuh para monster yang sedang sekarat!"
""OORRRRAA!"" teriak ribuan prajurit itu serentak.
Mereka berlari dan menerjang para monster yang tengah sekarat dengan penuh keberanian dan tekad yang kuat.
Sang jendral ingin turun dan memimpin para prajurit, tapi sebelum dia melakukan itu salah seorang prajurit datang memberikan pesan kepadanya yang membuat semua orang terkejut termasuk aku.
"Lapor jendral! Gelombang monster juga terlihat dari arah Selatan, Barat, dan Timur ibukota kerajaan! Kita telah terkepung!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...
...~Chp 41 : 1376 kata~...
__ADS_1