DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
SPESIAL CHAPTER— Hubungan Yang Retak


__ADS_3

Setelah perjalanan yang dipenuhi oleh pemandangan indah sebuah kota fantasi modern itu, Leyn bersama kedua rekannya akhirnya sampai di akademi baru yang telah selesai dibangun.


Disana Leyn sudah disambut dengan hormat oleh banyak orang-orang yang bertugas untuk membangun akademi itu.


Melihat wajah mereka yang senang dan bangga karena telah menyelesaikan tugas mereka dengan baik membuat Leyn juga tersenyum bangga.


"Terima kasih banyak semuanya, tanpa kalian maka kota ini tidak akan berkembang sebaik ini." ujar Leyn penuh hormat.


Apa yang dikatakan Leyn bukanlah omong kosong belaka, kota itu bisa berkembang pesat seperti sekarang ini adalah berkat orang-orang yang bekerja sebagai tukang itu.


Semua desain dan rencana pembangunan memang berasal dari Leyn, tapi orang yang memegang peranan penting demi mewujudkan rancangan Leyn adalah orang-orang di depan Leyn itu.


"Kami sangat tersanjung dengan kemurahan hati Anda Nona." kata kepala pembangunan dengan penuh haru.


Mendapatkan pujian langsung dari sosok pemimpin hebat seperti Leyn pasti membuatnya sangat bahagia.


"Kalau begitu bisakah aku berkeliling dan melihat-lihatnya secara langsung?"


"Tentu Nona!"


Leyn, Myra, dan June memasuki bangunan akademi yang sangat besar dan megah itu, mungkin luasnya setara dengan akademi Nethilor di ibukota kerajaan Victoria yang telah hancur itu.


Tapi jika soal kemegahan maka akademi Nethilor jauh tertinggal dari akademi baru itu. Ornamen emas dan silver menghiasi setiap lorong akademi, taman bunga yang lebih luas dan indah daripada akademi Nethilor.


Akademi baru itu juga memiliki banyak ruang kelas yang luasnya hampir sama dengan ruang kelas di akademi Nethilor.


Hanya saja desainnya yang lebih unik yaitu tempat duduk siswa dibuat menyerupai anak tangga. Barisan bangku akan semakin meninggi ke belakang.


Berjalan sedikit lebih jauh dari ruang kelas, disana terdapat aula yang besar untuk menampung seluruh murid akademi nantinya.


Terdapat sebuah panggung di depan saja untuk Leyn ataupun kepala akademi nantinya memberi penyampaian kepada para siswa, dan jauh di dinding atas panggung terdapat sebuah lukisan Leyn yang terpajang sangat besar.


"Bukankah ini sedikit berlebihan?" tanya Leyn, ia memang meminta untuk memajang gambarnya di aula akademi tapi tidak sebesar itu.


"Semakin besar maka akan semakin bagus, saya yakin hanya dengan melihat gambar diri Anda akan menumbuhkan sikap loyalitas tinggi kepada para siswa!" jawab June dengan mata berbinar.


Leyn hanya bisa menghela nafas panjang, lagipula dia tidak bisa melepas gambar yang sudah susah payah dipajang itu, jadi Leyn tidak ingin terlalu memikirkannya selagi itu tidak merugikan dirinya.


Beberapa saat kemudian Leyn, Myra, dan June akhirnya keluar dari akademi setelah puas melihat-lihat interior dalamnya.


"B- bagaimana dengan pekerjaan kami Nona?" tanya kepala pembangunan sedikit gugup, takut jika itu tidak sesuai harapan Leyn.


"Semuanya sudah sangat sempurna, kalian bisa mengambil cuti untuk beberapa bulan kedepan dan mendapatkan bonus gajih dari biasanya sebagai bentuk terima kasihku kepada kalian." jawab Leyn tersenyum lembut.

__ADS_1


""Terima kasih banyak Nona!"" ucap semua anggota pembangunan itu serentak.


Di hari yang sama Leyn dan yang lainnya langsung membuat acara peresmian akademi baru yang sekarang diberi nama Akademi Khisfire.


Beberapa tokoh masyarakat diundang dalam acara peresmian tersebut sebelum selebaran koran dibagikan ke masyarakat.


Selebaran itu berisi tentang persyaratan masuk akademi Khisfire, yaitu harus berusia di atas 10 tahun.


Akademi Khisfire sendiri tidak hanya menerima siswa dengan kemampuan bertarung seperti akademi pada umumnya, melainkan juga menerima siswa yang bahkan tidak bisa bertarung dan mendidiknya sama seperti siswa pada umumnya.


Tujuan utama dari dibangunnya akademi Khisfire bukan hanya semata-mata untuk menciptakan pasukan yang unggul, tapi juga untuk mencerdaskan bangsa.


Para orang tua sangat senang dengan penyampaian dari selebaran koran yang dibagikan tersebut, mereka dengan senang hati akan mendaftarkan anak mereka ke Akademi Khisfire karena biaya mendaftar yang bisa dibilang murah.


Tapi walaupun begitu masih ada beberapa orang tua yang melarang anaknya untuk memasuki akademi itu, contohnya keluarga River....


* PYARR!! *


Botol minuman keras dibanding dengan keras hingga pecah di lantai sementara seorang pria paruh baya berpenampilan acak-acakan menatap anaknya dengan kemarahan.


"Kau bilang kau ingin masuk akademi tidak jelas itu? Apa kau sadar berapa biaya yang diperlukan untuk itu?!" teriak pria paruh baya itu yang adalah ayah River.


Sementara anak di hadapannya itu adalah Harley, adik River. Dia hanya bisa diam mematung ketika permintaannya untuk memasuki akademi Khisfire ditolak mentah-mentah oleh ayahnya.


"Tapi ayah, kakak Leyn memberi tawaran khusus kepadaku untuk masuk akademi tanpa mengeluarkan sepeser uangpun, bahkan dia akan menyediakan asrama khusus untukku." kata Harley bersikeras.


"Jadi kau ingin pergi meninggalkan tanggung jawabmu sebagai pewaris pertanian kita?" tanya Ayahnya dengan mata mendelik.


Harley tahu betul jika keluarga Addeson sudah menjadi keluarga petani dalam beberapa generasi, tapi bukan berarti dia juga harus menjadi petani karena dia bebas menentukan pilihan hidupnya.


"Maaf ayah ... kurasa aku tidak bisa mewarisi pertanian keluarga Addeson..."


Mendengar kalimat itu dari putra bungsu yang sebelumnya sangat penurut membuat sang ayah menjadi sangat geram.


Matanya memerah menatap wajah anaknya penuh kemarahan sementara lengannya mengeluarkan urat dengan jelas.


"Jadi kau sudah mulai menentang perkataan ayah ya ... sama seperti kakakmu yang kurang ajar itu..." gumam sang ayah mulai mengingat pertengkarannya dengan River yang juga disebabkan karena ingin memasuki akademi.


"Kau kira berkat siapa kau bisa tetap hidup di dunia ini hah?! Itu semua berkatku! Tapi sekarang kau malah menentang perkataanku? Dasar anak tidak tahu diri!" teriak sang ayah murka.


Ia kemudian mengambil sebuah rotan yang tidak jauh dari tempatnya berdiri, bermaksud untuk menghukum anaknya itu dengan kasar.


Harley hanya diam saat ayahnya menghampiri dirinya dengan menggenggam sebuah rotan, ini bukan pertama kalinya ia mengalami hal ini jadi dia akan menerimanya dan membuat ayahnya puas memukulinya.

__ADS_1


Maka dengan itu mungkin saja ayahnya akan berubah pikiran tentang dirinya yang ingin memasuki akademi Khisfire.


Rotan diayunkan ke tubuh kecil Harley, namun sebelum itu mengenainya sebuah teriakan terdengar dari ibunya.


"Hentikan!"


Harley mengalihkan pandangannya dan menemukan ibunya yang baru memasuki rumah sambil membawa bakul kecil yang berisi sayur.


Ibu Harley menjatuhkan bakulnya ke lantai lalu berjalan dan berdiri di hadapan Harley, berniat untuk memisahkan anaknya dari suaminya yang kejam.


"Sudah cukup, aku sudah muak dengan kelakuanmu! Selama ini aku sudah berusaha keras untuk bersikap sabar menghadapi tingkahmu yang kian lama semakin memburuk, tapi tidak lagi untuk kali ini ... kami akan pergi dari rumah ini!" teriak Ibu Harley, membuat sang ayah tertegun.


"Nak ... kemasi barang-barangmu..." lanjut sang ibu berbicara pada Harley yang ada di belakangnya.


Melihat keseriusan hati ibunya, Harley tidak ingin bertanya untuk kedua kalinya dan langsung bergegas untuk mengemasi barang-barangnya dan ibunya.


Tak lama kemudian Harley keluar dengan membawa dua tas besar, ibunya membawa satu tas dan berniat untuk pergi di hari itu juga.


Tapi sebelum ia benar-benar meninggalkan tempat tinggalnya itu, dia sedikit melirik ke arah suaminya yang masih tertegun itu dan berkata, "Semoga harimu menyenangkan tanpa kami..."


Mereka berdua kemudian pergi meninggalkan pria paruh baya dengan penampilan acak-acakan itu tanpa menoleh ke belakang lagi.


Ekspresi wajahnya tampak sangat suram, dengan tatapan sayu dia melihat ke sekelilingnya yang dipenuhi dengan botol minuman keras berserakan itu.


Tubuhnya terasa sangat lemas, perlahan-lahan ia mulai berlutut dan terduduk lemas dengan bersandar di dinding yang terasa hampa tanpa keluarganya itu....


...


...


...


Malam telah tiba, Leyn yang baru saja menjalani hari-hari memberatkan seperti sebelumnya tengah duduk termenung di balkon kamarnya sambil menatap bulan yang sudah tidak berbentuk sama seperti sebelumnya lagi.


Itu bukanlah bulan bulat sempurna yang indah, melainkan bulan yang telah terbelah dua melengkung sehingga mirip dengan sabit, beberapa asteroid juga melayang memutari bulan sabit iyu hingga menciptakan sebuah cincin raksasa.


Tidak ada yang tahu siapa penyebab kehancuran bulan itu, yang orang-orang ketahui hanyalah itu adalah sebuah bencana alam.


Leyn juga tidak terlalu memikirkan hal itu karena tidak merugikan dirinya, tapi melihat bulan utuh yang retak itu mengingatkan Leyn pada keluarga Addeson yang juga telah retak.


Tadi siang Leyn tiba-tiba saja ditemui oleh Harley bersama dengan ibunya, mereka menceritakan tentang pertengkaran mereka dengan sang ayah lalu memilih untuk memisahkan diri.


Leyn merasa kasihan dan memberikan mereka tempat tinggal berupa penginapan yang tidak jauh dari akademi Khisfire, tempat dimana Harley akan bersekolah.

__ADS_1


"Seandainya kau tidak pergi meninggalkan kami pasti keluargamu masih utuh sampai sekarang..." gumam Leyn sedih.


__ADS_2