
"Bagaimana dengan persiapan perangnya?"
Leyn bertanya kepada Edward, saat ini dia tengah berada di atas tembok selatan kota Lumise sambil menatap dataran luas yang di dalamnya disertai oleh ribuan tenda prajurit.
"Semuanya sudah siap, bahkan teknologi tempur terbaru sudah selesai disiapkan dan tinggal menunggu peluncurannya." kata Edward memberikan laporannya.
Dia benar-benar kagum dengan ide Leyn yang bisa memikirkan sebuah teknologi tempur yang pastinya tidak pernah ada yang menyangkanya.
"Lalu pasukan yang dikirimkan?"
"Itu juga sudah siap, semua pasukan yang dikirim oleh wilayah-wilayah yang bekerjasama dengan kita telah mengirimkan pasukannya seperti yang telah tertera dalam perjanjian."
"Kalau begitu kita hanya tinggal bergerak maju untuk berperang, ya..."
"Itu benar Nona."
Semua persiapan sudah selesai dilakukan oleh kedua pihak, mereka sekarang sudah siap bergerak untuk menuju daerah masing-masing.
Ini adalah perang murni tanpa pihak ketiga sebagai pengadil, jadi segala jenis kelicikan dan penipuan diperbolehkan di peperangan kali ini.
Pasukan yang dikirim untuk membantu Leyn bisa datang dengan cepat karena adanya kereta api yang mengangkut mereka tanpa henti, tapi tidak menutup kemungkinan adanya musuh yang menyamar sebagai pasukan bantuan yang datang.
Seperti semalam seorang penyusup memasuki kamar Leyn, ia berniat untuk menghabisi nyawa Leyn saat tidur namun gagal karena Leyn yang terbangun karena merasakan bahaya dan membunuh balik penyusup itu.
Jika pemimpin musuh meninggal dunia sebelum peperangan maka dia akan kalah, Raja Gallagher jelas tahu bagaimana harus bersikap licik.
Untuk mencegah munculnya penyusup-penyusup lainnya Leyn memperketat pemeriksaan untuk pasukan bantuan dan orang-orang di dalam kota, itu jelas berhasil karena beberapa penyusup berhasil ditangkap dan diinterogasi.
Berkat itu Leyn mendapatkan informasi mengenai arah mana musuhnya akan menyerang.
"Nona, seseorang yang mencarimu."
Myra menghampiri Leyn saat sedang sibuk-sibuknya mengatur meriam di atas tembok kota demi pertahanan nanti jika kota disergap dari berbagai arah.
"Memangnya siapa orang itu? Apa dia tidak tahu kalau aku sedang sibuk?"
"Saya sudah bilang kalau Nona sedang sangat sibuk, tapi mereka masih bersikeras untuk menemui Nona. Saya tidak bisa menolaknya karena mereka adalah seorang petualang Rank Adamantite!" jawab Myra.
Leyn sedikit berpikir, hanya beberapa petualang yang bisa mencapai Rank Adamantite jadi orang yang ingin menemuinya pastilah sangat kuat.
Tidak baik membuat mereka menunggu jadi Leyn menyerahkan semua pekerjaannya kepada Edward dan mengikuti Myra yang berjalan menuntunnya untuk bertemu dengan petualang Rank Adamantite yang dimaksud.
Di ruang tamu balai kota, Leyn bisa melihat seorang pria dan wanita dewasa yang sangat menawan, hanya dengan melihatnya Leyn bisa tahu kalau mereka berdua adalah sepasang suami istri karena terlihat sangat cocok.
__ADS_1
Mereka adalah Gerald dan Lovita.
Pandangan mata Leyn bertemu dengan kedua orang itu, entah kenapa jantungnya berdetak kencang ketika melihat tatapan mata yang tidak asing baginya.
Meskipun merasa aneh, tapi Leyn tetap mencoba bersikap normal dan menanyai alasan kedatangan mereka berdua.
"Boleh saya tahu alasan kalian berdua datang ke kotaku?"
Leyn tidak akan terlalu mempercayai seorang petualang, mereka adalah orang-orang yang rela melakukan apapun jika dibayar. Jadi ada kemungkinan dua orang di depannya itu adalah orang bayaran Raja Gallagher.
Namun mereka sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda perlawanan, justru sebaliknya mereka saling menatap satu sama lain dengan senyuman indah yang terpancar di wajah menawan mereka.
"Itu benar, dia adalah putri kita." ujar Lovita yang sukses membuat Leyn mengerutkan keningnya.
"Maaf?"
"Kami berdua sudah lama mencarimu, Anna."
Leyn sontak membelalakkan matanya ketika mendengar nama yang disebutkan oleh wanita di depannya itu.
Dia diam mematung beberapa saat sebelum menyuruh Myra untuk keluar dari ruangan dan menutup pintu rapat-rapat.
Myra saat itu kebingungan, tapi dia mematuhi perintah Leyn karena sepertinya ini adalah hal yang serius.
Pintu ruangan di tutup sehingga menimbulkan keheningan yang begitu canggung untuk mereka bertiga sebelum Leyn berkata, "Siapa sebenarnya kalian? Bagaimana kalian tahu nama itu?"
Leyn benar-benar tercengang, ini adalah pertama kalinya dia mendapatkan kejutan besar seperti ini dalam hidupnya.
Kedua orang di depannya itu jelas mengetahui nama Leyn di kehidupan sebelumnya ketika ia belum bereinkarnasi, Anna adalah nama pemberian kedua orang tuanya.
Berkali-kali Leyn pernah berpikir tentang orang tuanya yang juga bereinkarnasi sama seperti dirinya tapi dia belum mendapatkan petunjuk sama sekali sampai pada akhirnya mereka berdua datang langsung menemui Leyn.
"Kalian telah mencariku selama bertahun-tahun, bagaimana kalian bisa menemukanku?" tanya Leyn dengan air mata haru.
"Sebenarnya..."
Lovita dan Gerald kemudian menceritakan semua yang telah mereka lalui selama bereinkarnasi di dunia itu.
Leyn mendengar kisah hidup mereka dengan seksama dan dibuat kagum oleh kegigihan mereka untuk berpetualang hanya untuk menemukan dirinya.
"Maafkan kami karena telah menjadi orang tua yang buruk untuk dirimu dan Yui, kami selalu sibuk dengan urusan kami masing-masing sehingga seringkali mengabaikan kalian." kata Gerald setelah menyelesaikan ceritanya.
Leyn menggelengkan kepalanya, "Tidak, kegigihan kalian demi mencari anak kalian yang telah hilang membuktikan bahwa kalian berdua sangat menyayangi anak-anak kalian."
__ADS_1
"Anna..."
Lovita sangat terharu dengan pernyataan anaknya di kehidupan sebelumnya itu, tanpa sadar tubuhnya bergerak karena naluri keibuannya dan memeluk Leyn erat.
Melihat kebersamaan Istri dan anaknya itu membuat Gerald menjadi bahagia dan ikut memeluk tubuh mereka berdua sebagai kepala keluarga.
Mereka terus berpelukan erat untuk melepas semua rindu yang selama ini mereka pendam sampai waktu memisahkan mereka.
"Aku sangat senang akhirnya bisa bertemu dengan kalian lagi Ayah, Ibu. Tapi tolong jangan panggil aku Anna lagi karena namaku sekarang adalah Leyn Nereida." ucap Leyn setelah mengusap air matanya.
"Baiklah Leyn, kau bisa memanggil kami dengan sebutan Ayah dan Ibu ketika tidak ada orang. Bisa gawat kalau ayah dan ibu kandungmu mendengar kau memanggil orang lain dengan sebutan Ayah dan Ibu." jawab Lovita.
"Jadi sekarang hanya Yui yang masih belum berhasil kita temukan, ya..." gumam Gerald yang menarik perhatian Leyn dan Lovita.
"Dia diserap ke sebuah portal beberapa saat sebelum kecelakaan mobil, jadi kemungkinan besar dia tidak bereinkarnasi seperti kita." kata Leyn mencoba menyimpulkan.
Gerald dan Lovita juga memberitahu kepada Leyn tentang alasan mereka bertiga bisa bereinkarnasi dari berbagai penyelidikan yang mereka lakukan.
Portal yang menyerap Yui adalah sebuah kekuatan ruang dimensi yang berasal dari dunia yang sedang mereka tempati saat ini, portal itu mengeluarkan semacam aura misterius yang lepas ketika kemunculannya.
Aura itu kemudian melekat pada jiwa Leyn, Gerald, dan Lovita karena mereka bertiga berada di dekatnya.
Jadi ketika mereka meninggal karena kecelakaan mobil jiwa mereka kemudian berpindah ke dunia ini dengan ingatan yang masih segar karena belum tersentuh oleh Dewa yang akan menghapus ingatan mereka.
Intinya jiwa mereka bertiga tidak sampai ke alam kematian karena berpindah ke dunia lain dan menempati tubuh seorang bayi.
Mereka sudah tahu tentang misteri dibalik reinkarnasi mereka bertiga, namun mereka masih belum tahu apapun tentang portal yang muncul dan melahap Yui itu.
Dalam hati mereka berdoa agar Yui selalu diberikan kesehatan kemanapun ia berada....
Namun tanpa mereka sadari, orang yang sedang mereka bicarakan tengah asyik melahap kue yang tersedia di toko kue kota Lumise.
"Hachu!!"
Yui tiba-tiba bersin ketika sedang asyik menikmati kue yang ia beli sampai-sampai membuat bibirnya berhamburan kue coklat.
"Apa kau pilek?" tanya Neo khawatir pasalnya Yui sudah menikmati banyak kue dari beberapa hari lalu.
"Dengan kekuatanku yang sekarang mana mungkin aku bisa pilek, mungkin ada orang yang sedang membicarakanku. Entahlah.." jawab Yui lalu melanjutkan melahap kuenya.
"Bagaimana kalau kita pulang sekarang? Lagipula aku dengar tempat ini sedang dalam masa yang kritis." ajak Neo khawatir dengan keselamatan Yui.
"Kurasa tidak untuk sekarang karena aku merasakan keberadaan jiwa yang tidak asing di tempat ini. Jadi aku harus menyelidikinya!"
__ADS_1
Yui terlihat sangat serius dengan pernyataannya namun hanya dibalas dengan tatapan datar Neo.
Menyelidikinya? Yang dia lakukan selama ini hanyalah berkeliling kota untuk mencicipi semua jenis kue yang ada - pikir Neo.