DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
SPESIAL CHAPTER — Latihan Harley Addeson


__ADS_3

"Harley, apa kau mau ikut kami berkeliling di kota hari ini?"


"Maaf, aku tidak bisa ikut karena harus ke perpustakaan kota hari ini. Sekali lagi maaf!"


Harley menolak ajakan Alysa untuk berkeliling di kota setelah pelajaran di akademi selesai, dia kemudian langsung pergi dari hadapan Alysa dan teman-temannya dengan terburu-buru.


"Sepertinya Harley akhir-akhir ini sangat sibuk." gumam Alysa terlihat murung, jadi dia hanya bisa menghabiskan waktu di kota bersama kedua temannya yaitu Rian dan Evalina.


Sebenarnya Harley hanya beralasan jika dirinya akan pergi ke perpustakaan kota, dia tidak pergi ke tempat itu melainkan ke hutan sebelah kota Lumise.


Tapi sebelum pergi ke hutan Harley menyempatkan dirinya untuk membeli sebuah bekal makanan terlebih dahulu.


Dia menelusuri jalan hutan yang telah disediakan hingga jauh memasuki dalamnya hutan. Hutan itu sebelumnya adalah hutan monster tapi karena ledakan beberapa tahun lalu membuat sebagian besar monster yang ada disana telah punah.


Jadi sekarang hutan itu tidak lebih dari hutan lebat yang tidak berpenghuni.


Tapi di tengah hutan itu terdapat sebuah gua rahasia yang jika dimasuki akan memperlihatkan pemandangan padang rumput luas dengan sebuah rumah kecil di tengahnya.


Tak jauh dari rumah kecil itu terlihat seorang wanita berpenampilan serba putih yang tengah fokus berkonsentrasi dengan sebuah pedang panjang di tangannya.


Wanita itu membuat gerakan teknik berpedang yang sangat indah bagaikan sedang menari, membuat jubah putih dan rambut putihnya tergerai dengan indah.


Walaupun terlihat sangat indah dan cantik sebenarnya wanita itu sangatlah mematikan.


"Wow, itu teknik berpedang yang sangat indah, Master!" ujar Harley sambil memberikan tepuk tangan meriah kepada masternya.


Master yang ia sebut adalah wanita yang dijuluki sebagai Iblis Putih yang sekarang telah resmi menjadi Masternya.


Harley menghampiri Masternya, "Ayo kita sarapan dulu, Master." sarannya.


Wanita itu sedikit mengangguk dan duduk bersila di bawah pohon rindang yang tidak jauh dari sana.


Sembari menyiapkan makanan cepat saji yang dibelinya tadi, Harley menatap pemandangan indah di sekitarnya yang sejuk dan memanjakan mata.


"Syukurlah kita menemukan tempat yang bagus untuk tempat tinggal Master sekaligus tempat latihan..." kata Harley senang.


Wanita itu tidak bisa tinggal di kota Lumise karena terlalu menarik perhatian, jadi Harley memilih untuk membuat tempat tinggal di dalam hutan tapi tanpa sengaja menemukan tempat yang sekarang mereka pijaki itu.


Dan tanpa mereka sadari, tempat itu adalah tempat yang sama yang digunakan oleh River berlatih beberapa tahun lalu dan memiliki sejarah yang sangat panjang...


"Bagaimana dengan sekolahmu?" tanya Master datar.


"Baik, aku selalu bisa memenangkan latih tanding dengan menggunakan teknik berpedang, sihir, ataupun seni bela diri. Itu semua berkatmu Master.." jawab Harley tersenyum lembut.


Ia sama sekali tidak keberatan dengan sifat Masternya yang selalu datar dan jarang berbicara, satu-satunya yang dia ketahui Masternya itu tidak adalah orang yang sangat baik dan pengertian.


Walaupun dia tidak pernah memperlihatkan kebaikannya secara langsung sih...


"Ayo kita makan!" kata Harley menyodorkan jatah makan Masternya yang sengaja lebih banyak.


"Kau ambil saja yang ini." kata Masternya tiba-tiba langsung menukar makanannya dengan Harley.


"Tapi, Master-"


"Kau harus banyak makan untuk pertumbuhanmu." potong sang Master.


Jika Masternya sudah berkata seperti itu maka tidak ada yang bisa dia lakukan, mereka berdua akhirnya sarapan dengan makanan mereka masing-masing.

__ADS_1


Tapi sebelum Harley sempat memasukkan makanan di mulutnya, ia melirik Masternya terlebih dahulu yang membuka sedikit topengnya hingga memperlihatkan bibirnya saja.


Itu adalah bibir dari seorang wanita cantik dan sek*i, bibir merah muda yang sangat menawan bagi seorang wanita muda sepertinya.


Ia kemudian mulai memasukkan sesuap makanan dengan Harley yang terus-menerus memperhatikannya.


Karena penasaran dengan wajah asli Masternya Harley menundukkan kepalanya sedikit demi sedikit untuk mengintip wajah Masternya melalui sela-sela topeng putihnya.


Sebuah hidung mancung yang manis bisa Harley lihat dengan jelas, sedikit lagi dia akan melihat lebih jelas wajah Masternya tapi Masternya tiba-tiba kembali memakai topengnya.


"Sudah selesai." kata wanita itu yang sudah memakai topengnya kembali.


"Sudah selesai?!" teriak Harley kaget, ini terlalu cepat!.


Harley melihat mangkuk makanan Masternya dan benar saja itu sudah habis tak tersisa.


Padahal hampir saja aku bisa melihat wajahnya ... tapi tidak masalah, aku akan membawakan makanan yang lebih banyak lagi besok! - batin Harley bertekad kuat.


Ia kemudian menghabiskan makanannya dengan terburu-buru sebelum beranjak latihan...


...


...


...


"Fiuhh ... hari ini sangat melelahkan..." gumam Harley yang berbaring di atas rumput karena kelelahan dengan sebuah pedang kayu rusak yang tertancap di sebelahnya.


Sementara di depan sana terlihat sang Master yang tengah menyimpan pedang kayu miliknya.


"Kerja bagus untuk hari ini, kita akan lanjutkan pelatihanmu besok." kata Master datar sambil menghampiri Harley.


"Kau sudah berkembang cukup pesat." jawab wanita itu masih datar.


Apa yang membedakan si Iblis Putih dengan petualang lainnya? Itu adalah teknik berpedang miliknya yang beragam dan tidak hanya satu.


Teknik berpedang utama yang sering ia pakai adalah tarian peri salju, itu adalah teknik berpedang yang sangat mematikan karena memiliki serangkaian serangan beruntun dan melumpuhkan lawan dalam es yang sangat dingin.


Selain itu dia memiliki teknik berpedang sampingan seperti teknik berpedang penguasa lautan dan teknik berpedang roh angin.


Sedangkan untuk melatih Harley, ia tidak mewariskan teknik berpedang miliknya seperti River yang diwariskan teknik berpedang Dewa Kegelapan oleh Masternya.


Melainkan dia melatih Harley yang sebenarnya sudah memiliki bakat dalam teknik tarian pedang api sejak lahir.


Sangat jarang bagi seorang anak yang terlahir dengan bakat alami seperti Harley, biasanya jika seorang anak memiliki bakat dalam suatu teknik berpedang maka itu adalah hubungannya dengan orang tuanya.


Harley bangkit dari tidurnya dan menundukkan tubuhnya di hadapan sang Master.


"Terima kasih banyak untuk hari ini, Master!" ujar Harley penuh hormat sebelum akhirnya bergegas untuk pulang karena hari sudah mulai gelap.


Mungkin ibunya akan sangat khawatir jika Harley pulang telat lagi seperti kemarin.


"Harley, hati-hati diperjalanan." kata sang Master tiba-tiba yang membuat Harley berhenti melangkahkan kakinya.


Dia menatap Masternya sedikit kebingungan pasalnya ini adalah pertama kalinya Masternya berkata seperti itu dan sepertinya dia terlihat khawatir.


Tapi Harley tidak terlalu memikirkannya.

__ADS_1


"Hm, baiklah!" balas Harley dengan senyuman tulus.


...


...


...


Sementara itu di balai kota Lumise, Leyn dan orang-orang penting dari kota sedang melakukan rapat di ruang rapat biasanya.


Sementara dirinya menjadi walikota kota Lumise, kegiatan rapat seperti ini sudah menjadi rutinitas bagi dirinya.


Mau itu pagi, siang, bahkan malam sekalipun pasti selalu saja rapat yang akan ia ikuti. Pembahasan mereka juga tidak ada habisnya mulai dari masalah pertanian sampai dengan kemiliteran.


Dan rapat yang mereka lakukan sekarang ini membahas tentang kekuatan militer kota Lumise yang berkembang cukup pesat.


Dengan pengetahuan Leyn dari kehidupannya yang sebelumnya, Leyn berhasil menciptakan senjata meriam besar yang dipasang di setiap sisi tembok kota. Senjata itu sangat berguna untuk mengatasi serbuan musuh.


Selain itu senjata api sejenis senapan mesin bernama MG-42 juga telah berhasil diciptakan.


Itu adalah senjata api yang sangat populer di perang dunia kedua di dunia Leyn karena memiliki jumlah tembakan yang sangat tinggi sekitar 1.200 hingga 1.500 peluru per menit.


Tapi tentunya bagi penduduk dunia pedang dan sihir, menggunakan senjata jenis baru seperti itu pastinya akan membuat perubahan besar bagi dunia.


Yang awalnya konsep kekuatan dasar hanya ada tiga yaitu Magic, Sword Technique, dan Martial Arts akan bertambah Machine gun dan sebagainya.


Dan pemegang kekuatan baru itu adalah Leyn sendiri.


"Jadi bagaimana dengan pasukan kita, apakah mereka sudah bisa menguasai senapan mesin yang aku berikan?" tanya Leyn.


"Mohon maaf sebelumnya, tapi sepertinya mereka membutuhkan waktu agak lama untuk menguasai senjata yang baru mereka kenali." jawab Edward selaku pemegang kemiliteran.


Semua orang yang tergabung dalam kemiliteran kota Lumise diizinkan menggunakan senjata api tanpa memandang apakah dia mahir dalam sihir ataupun tidak.


Sebenarnya senapan api yang diciptakan Leyn bisa digunakan dengan menggabungkan sihir ke dalamnya dengan menggunakan konsep yang sama seperti Sword Magic dan Martial Magic.


Tapi sepertinya terlalu dini untuk para pasukan untuk menggabungkan sihir seperti itu...


"Kuharap kau bisa melatih mereka agar bisa menggunakan senapan api secepatnya karena rumor tentang teror Ratu Iblis mulai bermunculan di kalangan masyarakat." kata Leyn yang khawatir akan rumor Estienne.


"Baik Nona!" jawab Edward patuh.


Setelah menjalankan aktivitas rapat sementara beberapa saat, mereka akhirnya telah selesai dan bersiap untuk pergi setelah saling bersalaman.


Namun sebelum mereka keluar dari ruang rapat, tiba-tiba mereka semua merasakan hawa keberadaan orang lain di ruangan itu.


Apa-apaan aura kuat ini? - pikir Leyn waspada.


Sebagian besar dari orang-orang yang ada disana bukanlah seorang petarung, jadi Leyn dan Edward sebagai orang yang bisa bertarung berdiri di depan semua orang sambil waspada.


Perlahan namun pasti siluet manusia mulai muncul di ruang rapat, sepertinya dia memiliki kemampuan untuk menghilang dan menyembunyikan hawa keberadaannya. Oleh karena itu dia bisa melewati penjagaan ketat di luar sana.


Leyn memegang pedangnya erat-erat ketika melihat kemunculan sosok itu, namun seketika matanya membulat sempurna ketika menyadari siapa orang yang datang itu.


"Kakak ..." gumam Leyn tak percaya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 103 : 1455 kata~...


__ADS_2