DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 48: Serangan Terakhir


__ADS_3

...[๐™๐™ž๐™ซ๐™š๐™ง ๐˜ผ๐™™๐™™๐™š๐™จ๐™ค๐™ฃ ๐™‹๐™Š๐™‘]...


Kami berdua bergerak dengan cepat untuk menyerang Riona, Raja Laurence dengan teknik berpedang cahaya ilahi miliknya dan aku dengan teknik berpedang palsu yang aku buat.


Intinya aku hanya meneriakkan nama dari teknik berpedang milikku, tapi untuk serangannya aku menggunakan bantuan sihir agar seolah-olah itu adalah teknik berpedang yang aku miliki.


Terlalu beresiko untuk menunjukkan teknik berpedang dewa kegelapan di hadapannya sekarang.


Sebenarnya pertempuran ini tidak terlalu sulit karena Riona hanya bertahan menggunakan barrier miliknya, sesekali dia menyerang menggunakan sihir jarak jauh dan beberapa bawahannya juga datang untuk menghentikan kami.


Yang membuat pertempuran ini sulit adalah karena aku juga harus menjaga jarak dari Raja Laurence agar tidak terkena dampak dari serangan sucinya.


"Apa apaan dengan barrier ini? Harus sebanyak apa lagi kita harus menyerangnya untuk menghancurkannya!" teriak Raja Laurence terlihat kesusahan.


Aku bisa melihat jika barrier itu semakin melemah setelah terkena serangan suci Raja Laurence, tapi Riona juga terus memperbaiki barrier miliknya.


"Serang saja terus dan jangan pernah berhenti." kataku.


Jika aku tidak bisa menghancurkan barrier Riona, setidaknya aku harus melemahkan Raja Laurence....


Alur pertempuran masih sama hingga Riona akhirnya melakukan sesuatu yang diluar dugaan.


"Dengan semua darah dan jiwa yang sudah aku kumpulkan selama ini, aku memanggilmu para Arc Demon!"


ใ€ŒDemon Ancestor Magic : Dark Summoning : Arc Demon Summoning!ใ€


Darah orang-orang berjubah hitam yang berceceran di tanah bergerak ke satu tempat dan membentuk sebuah lingkaran sihir dan mengeluarkan bau busuk yang amat menyengat.


Aku mulai mengerti alasan kenapa dia membiarkan semua bawahannya mati di tempat ini, dia ingin mengorbankan darah mereka semua untuk melakukan pemanggilan ini.


Dan anehnya lagi orang-orang berjubah hitam yang masih hidup tiba-tiba mati begitu saja.


'Sepertinya dia sudah menghilangkan sihir realitasnya....' batinku.


"Hah hah hah......"


Aku bisa mendengar nafas Raja Laurence yang terengah-engah di sebelahku, lukanya semakin parah, orang normal pasti akan langsung mati dalam kondisi itu tapi pria di sampingku ini masih bisa berdiri dengan kedua kakinya.


Aku juga tidak ingin dia mati secepat ini mengingat musuh yang akan kami hadapi lebih kuat daripada orang-orang berjubah hitam.


"Kekekeke!"


Suara tawa yang menjijikkan keluar dari dalam lingkaran sihir itu, tak lama kemudian muncullah sosok iblis gemuk dengan sayap hitam dan dua tanduk panjang di dahinya.


Arc Demon adalah sebutan bagi seorang iblis yang sudah melakukan banyak tindakan kejam sebelumnya, mereka bisa dibilang sangat kuat walau masih berada di bawah Demon Ancestor.


Arc Demon itu menggerakkan mulutnya yang penuh dengan taring itu untuk berbicara, "Suatu kehormatan bisa dipanggil oleh Demon Ancestor yang agung." ujarnya sambil menundukkan kepalanya di hadapan Riona.


Riona menyeringai dan memberikan perintahnya kepada Arc Demon itu, "Bunuh pria tua itu tapi sisakan pria muda itu."


"Baik yang mulia!" balas Arc Demon itu kemudian menghilang dari tempatnya.


Dan dalam sekejap mata dia tiba-tiba muncul di belakang Raja Laurence sambil melancarkan pukulan besarnya.

__ADS_1


Sebenarnya aku bisa menahannya, tapi aku tidak melakukan itu.


* BUGH! *


* BRAK! *


"Gukhak!"


Pukulan keras itu mengenai tubuh Raja Laurence dengan telak, membuatnya terpental jauh dan menabrak dinding batu di sekitar kita hingga memuntahkan seteguk darah segar.


Aku hanya menatapnya dengan datar kemudian bertanya, "Apa anda butuh bantuan?"


"Tidak usah......kau urus saja wanita itu....." balasnya lirih kemudian kembali dihajar oleh Arc Demon itu.


'Memang itu yang aku inginkan dirimu, semoga kau bisa menahan Arc Demon itu sebelum mati dengan menyedihkan....' batinku.


"Baiklah, sekarang bagaimana dengan pertarungan kita?" tanyaku pada Riona.


Riona tidak menjawab, melainkan hanya tersenyum.


"Apa kau sudah gila?" tanyaku datar.


"Tidak, hanya saja kau cukup licik juga bisa membuat pria merepotkan sepertinya menjadi bonekamu......dengan begini kau bisa menyingkirkan dua musuh sekaligus. Sekali mendayung dua pulau terlewati, begitulah istilahnya." jawabnya sambil tersenyum.


"Sudah aku bilang sebelumnya jika aku tidak memihak siapapun. Seandainya kau datang kepadaku dengan lebih ramah, maka kita mungkin bisa bekerjasama dan menjadi sekutu yang dekat."


"Aku tersanjung dengan perkataanmu itu, tapi bukan berarti aku akan menghentikan sihir penghancur ini...."


Aku menaikan sebelah alisku mendengar perkataannya, "Kenapa?" tanyaku.


Dia wanita yang keras kepala...


"Sepertinya tidak ada pilihan lain selain menggunakan kekerasan...." kataku sambil menghela nafas.


"Silakan." balasnya.


Aku mengeluarkan kembali pedang hitam milikku dan mencabut pedang itu dari sarungnya. Aku bersiap untuk menyerang tapi sebelum itu terjadi Riona tiba-tiba menyeringai.


"Lihatlah semua ingatanku." gumamnya yang bisa aku dengar.


Sebuah cahaya putih tiba-tiba melesat dari kening Riona dan memasuki keningku, hal itu terjadi terlalu cepat hingga aku tidak bisa meresponnya walau memiliki mata spesial Eye Of Time yang bisa melihat sekilas masa depan.


Bersamaan dengan itu sebuah ingatan seseorang tiba-tiba terputar di kepalaku, lebih tepatnya itu adalah ingatan milik Riona.


Itu bukanlah ingatan dalam jangka waktu pendek melainkan dalam waktu yang sangat lama hingga mencapai ratusan tahun.


Dipaksa untuk menerima semua ingatan itu membuat kepalaku menjadi sangat sakit hingga hampir pecah rasanya.


Aku sangat kenal dengan sensasi rasa sakit ini, ini hampir mirip dengan jurus seni bela diri intimidasi aura milikku yang langsung menyerang mental seseorang dengan banyaknya penderitaan si pengguna.


Tapi ini jauh lebih kuat daripada intimidasi aura milikku hingga membuatku berteriak kesakitan sambil memegangi kepalaku.


Aku kembali mendapatkan kesadaranku setelah beberapa saat, sebenarnya kejadian itu hanya berlangsung dalam sepersekian detik tapi bagiku itu terjadi selama ratusan tahun karena menelusuri banyaknya ingatan milik Riona.

__ADS_1


Aku bangkit dengan susah payah, lalu menatap wajah Riona yang sedang tersenyum hangat.


"Kau......"


"Hiyaaa!"


* BOOOOOOOM! *


Aku tiba-tiba mendengar teriakkan dari belakangku, lebih tepatnya itu berasal dari Raja Laurence.


Aku berbalik ke belakang dan melihat Arc Demon yang baru saja dipanggil oleh Riona telah tewas dengan tubuh yang terbakar api suci.


Disana juga aku bisa melihat Raja Laurence dengan tubuhnya yang bersinar emas bersama dengan pedangnya yang juga mengeluarkan cahaya emas yang sangat suci.


"Terima serangan terakhirku dasar iblis menjijikkan!"


ใ€ŒDivine Light Sword Technique: Seventh Technique: -ใ€


'Gawat, dia menggunakan serangan terkuatnya!' batinku.


Raja Laurence mengangkat pedang emasnya tinggi-tinggi, cahaya emas yang menyelimuti pedang itu memancar keatas langit sama halnya dengan sihir penghancur milik Riona. Sinar emas itu memancar tinggi ke langit hingga menembus atmosfer.


Kekuatan yang begitu suci itu berhasil menekanku bersama dengan Riona.


{Bocah, gunakan pedangmu juga!}


Aku mendengar teriakkan Zetton di benakku.


Sekarang aku menyadarinya, pedang hitam peninggalan Master juga bergetar dengan lebih hebat sekarang sambil diselimuti oleh aura ungu.


Tanpa pikir panjang aku langsung berdiri di depan Riona yang menjadi target Raja Laurence dan mengangkat pedangku tinggi-tinggi mengikuti gaya Raja Laurence.


Melihat aura kegelapan yang begitu pekat keluar dari diriku beserta pedang hitamku, tampak ekspresi terkejut di wajah Raja Laurence.


"Seharusnya aku menyadari jika kau itu adalah musuhku!" ujarnya.


"Sepertinya kau terlambat menyadarinya." balasku datar.


Dia memang pria yang bodoh.....


Raja Laurence terlihat sangat kesal ketika mengetahui jika aku baru saja mempermainkannya.


"Kalau begitu aku akan memusnahkan kalian berdua!" teriaknya.


"Seharusnya itu kata-kataku."


ใ€ŒDark God Sword Technique : Seventh Technique : -ใ€


Kami berdua menggunakan teknik terakhir dalam teknik berpedang kami yang sangat berlawanan, yaitu kekuatan Dewa kegelapan melawan kekuatan Dewi Cahaya.


Aura ungu yang menyelimuti pedangku juga terpancarkan ke langit hingga menembus atmosfer, menjadikan ada tiga sinar cahaya yang bisa disaksikan oleh seluruh dunia.


...โ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆฮฉโ„ฆโ„ฆ...

__ADS_1


...๐ฟ๐‘–๐‘˜๐‘’, ๐‘‰๐‘œ๐‘ก๐‘’, ๐ด๐‘›๐‘‘ ๐ถ๐‘œ๐‘š๐‘š๐‘’๐‘›๐‘ก ๐‘ˆ๐‘›๐‘ก๐‘ข๐‘˜ ๐‘€๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘ข๐‘˜๐‘ข๐‘›๐‘” ๐ด๐‘ข๐‘ก๐’‰๐‘œ๐‘Ÿ ๐ท๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘š ๐ต๐‘’๐‘Ÿ๐‘˜๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ฆ๐‘Ž...


...~Chp 48 : 1181 kata~...


__ADS_2