DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 32: Hasil Ujian Yang Memuaskan


__ADS_3

Pagi berikutnya Finley, Leon, dan Leyn datang ke asramaku untuk sarapan pagi bersama.


Asramaku dan asrama Leon bisa dibilang berdekatan karena berada di bangunan yang sama, sementara asrama Finley dan Leyn berada di bangunan khusus perempuan.


Rutinitasku dan Finley di pagi hari biasanya adalah sarapan bersama, entah itu di taman ataupun di ruang kesehatan.


Tapi sekarang jumlah teman kami sudah bertambah jadi kami memutuskan untuk sarapan pagi bersama di asramaku.


Finley dan Leyn datang pagi-pagi buta untuk memasak di dapur asramaku, sebenarnya Leyn tidak terlalu pintar memasak tapi Finley mengajarinya dengan baik.


Hingga beberapa saat kemudian, makanan yang dimasak oleh kedua gadis itu akhirnya telah selesai, kami berempatpun langsung duduk di meja makan.


Tapi ada yang aneh dengan ekspresi Leon yang tampak murung dan lesu.


"Ada apa denganmu pagi-pagi seperti ini? Makanan sudah siap, apa kau tidak ingin makan?" ujarku.


Leon tidak menghiraukanku.


Aku menoleh kearah Leyn, "Kau tahu sesuatu?" tanyaku.


"Mungkin ini ada hubungannya dengan dirinya yang mencari Olivia kemarin." balas Leyn seolah tak peduli.


"Aku mengerti, jadi dia gagal ya...." gumamku.


Leon akhirnya mau berbicara menanggapi perkataanku.


"Kemarin aku gagal bahkan sebelum mencoba, dia tidak mau bicara denganku, dia mengabaikanku begitu saja padahal aku sudah mencarinya susah payah....." kata Leon dengan lesu.


Aku hanya bisa memberikan tatapan kasihan.


"Sudah kubilang, bukan? Kau hanya melakukan tindakan sia-sia...." kataku.


"Hm, maafkan aku karena mengabaikan perkataanmu." balas Leon.


"Sudahlah, ayo kita makan sebelum makanannya dingin." ajakku.


"Hm."


Leon mengangkat sendoknya dan mulai mencicipi sup ikan yang ada di depannya, seketika matanya yang seperti ikan mati itu bersinar penuh kehidupan.


"Enak! Sudah aku duga gadis sebaik Finley pasti pintar memasak, tidak seperti gadis satunya itu...." ujar Leon memuji Finley sekaligus menyindir adiknya, Leyn.


Finley tersenyum hangat, "Sebenarnya yang membuat sup itu adalah Leyn, aku hanya memberi tahunya bumbu bumbu yang sesuai."


"Eh!? Benarkah itu?"


Leon tampak terkejut sementara Leyn tampak kesal karena baru saja disindir oleh kakaknya sendiri.


"Kalau kau berkata seperti itu, kembalikan saja sup buatanku." kata Leyn mengambil sup milik Leon.


"Ehh?"


Aku tersenyum hangat melihat keharmonisan yang sudah lama tidak aku rasakan ini.

__ADS_1


Selain itu aku senang Leon tidak murung terlalu lama dan malah jadi kehilangan semangat membaranya, itu semua berkat masakan adiknya sendiri.


Aku juga senang melihat Finley dan Leyn yang akrab dan bisa saling membantu walaupun ada kalanya mereka berdua bertengkar.


...


...


...


Beberapa saat kemudian sarapan pagi kami akhirnya selesai.


Leon bersandar di kursi sambil memegangi perutnya yang kembung karena terlalu banyak makan.


"Walaupun tidak bisa merasakan sup buatan adikku, tapi makanan buatan Finley juga sangat enak...." gumamnya.


"Itu salahmu sendiri karena menyindir adikmu." balasku dengan datar sambil mengelap mulutku dengan tisu setelah makan.


Sedangkan Finley dan Leyn tengah mencuci piring yang kami gunakan tadi di dapur yang tidak jauh dari tempatku dan Leon berada.


Jadi kami masih bisa mengobrol bersama.


"Jadi, apa yang akan kita lakukan hari ini?" tanya Leyn.


"Bukankah hari ini adalah hari dimana hasil ujian kemarin akan diumumkan?" jawab Finley.


"Benar juga, bagaimana kalau kita melihat hasilnya bersama-sama?"


"Itu ide yang bagus."


"Tentu, lagipula aku tidak punya kesibukan lain." jawabku lalu menoleh kearah Leon, "Bagaimana denganmu Leon?" tanyaku.


"Aku ikut denganmu saja." balas Leon.


Setelah kami berempat telah sepakat, kamipun langsung menuju ke tempat dimana hasil ujian diumumkan.


Tanpa kami duga disana sudah ada banyak siswa yang berkumpul untuk melihat hasil ujian mereka juga, mereka semua berkumpul di depan papan besar yang terdapat banyak terdapat nama-nama siswa, nilai ujian yang mereka dapatkan dan kelas dimana mereka naik.


Cukup banyak siswa yang terlihat sedih atau bahkan menangis karena mengetahui jika nilai yang mereka peroleh sangat rendah hingga membuat mereka tidak bisa naik ke kelas berikutnya.


Sementara siswa yang memperoleh nilai bagus terlihat sangat senang karena berhasil naik ke kelas berikutnya.


Walaupun hanya bisa naik satu tingkat kelas tapi itu sudah sangat membahagiakan mereka setelah bertahun-tahun tetap tinggal di kelas yang sama.


"Ini papan pengumuman untuk siswa baru!" teriak Leon setelah mendapatkan papan pengumuman untuk siswa baru.


Disana terlihat daftar nama para siswa baru yang mungkin berjumlah sekitar 200 orang.


"Ayo kita cari namamu, Leyn." ajak Finley.


Kami membantu mencari nama Leyn dan Leon di papan pengumuman itu dari atas ke bawah, tak lama kemudian akhirnya aku menemukan nama Leon di sana.


"Leon Nereida, nilai yang diperoleh 600 poin, diterima bersekolah di akademi Nethilor dan langsung ditempatkan di kelas 3-A." kataku membaca informasi yang tersedia.

__ADS_1


Leon tampak bangga dengan prestasi yang didapatnya.


Tak lama kemudian Finley menemukan nama Leyn juga di papan pengumuman itu.


"Leyn Nereida, nilai yang diperoleh 650 poin, diterima bersekolah di akademi Nethilor dan langsung ditempatkan di kelas 3-A." kata Finley membaca informasi yang tersedia.


Leyn berdecak kesal, "Tch, padahal hanya beberapa poin saja maka aku bisa berada di kelas 2-E, kenapa aku harus berada di kelas yang sama dengan orang bodoh ini."


"Sepertinya takdir tidak mengizinkan kita berpisah, adikku yang manis...." kata Leon menyeringai sombong.


"Menjijikkan." balas Leyn menatap jijik kakaknya itu.


"Sudahlah, ayo kita melihat nilai yang aku dan River peroleh sekarang." ujar Finley melerai keduanya.


Kami kemudian beralih ke papan lainnya untuk melihat hasil ujian yang aku dan Finley dapatkan, beberapa saat kemudian kami akhirnya menemukannya dan langsung mencari namaku dan Finley di sana.


"Itu namaku disana." kata Finley yang sudah menemukan namanya.


"Finley Belle, nilai yang diperoleh 620 poin, langsung naik ke kelas 3-A." lanjut Finley.


"Yey! kita berada di kelas yang sama, Finley!" kata Leyn dengan gembira.


"Hm, aku senang kita bisa bersama-sama." jawab Finley senang.


Finley berkembang cukup pesat dari yang awalnya terjebak di dalam kelas 5-E selama beberapa tahun, akhirnya bisa naik ke kelas 3-A yang sama dengan kelas Leyn dan Leon.


Aku bisa tenang sekarang karena bisa meninggalkan Finley tanpa pengawasan mengingat ada Leon dan Leyn yang selalu bersamanya, setidaknya dia tidak akan mengalami pembullyan di kelasnya yang baru nanti.


"River bukankah itu namamu?" ujar Leon.


"Kau menemukannya?" tanyaku.


"Iya, itu berada tepat di bawah nama Finley."


Aku melihat di tempat yang Leon maksud, dan benar saja disana terdapat namaku.


"River Addeson, nilai yang diperoleh 990 poin, naik ke kelas 1-A." kataku membaca informasi yang tersedia.


Aku bisa melihat keterkejutan yang amat besar dari Leon dan Leyn melihat jumlah poin yang aku dapatkan.


"990 poin? itu sangat besar! dan kau bilang kau sebelumnya sangat lemah hingga menjadi target bully orang orang? siapa yang percaya omong kosong itu!" teriak Leon.


"Kakak River sangat hebat...." puji Leyn.


Aku merasakan hal yang aneh, setelah sekian lama terjebak di kelas yang sama akhirnya aku bisa naik ke kelas berikutnya.


Tapi bukan itu perasaan aneh yang aku maksud, melainkan kenapa aku mendapatkan nilai 990? menurut perhitunganku, setidaknya aku akan mendapatkan poin di atas 1000 dan berhak untuk lulus dari akademi ini setelah aku memperlihatkan kekuatanku.


Seseorang pasti memanipulasi nilaiku.....


tiba-tiba aku menyadari sesuatu, 'Wanita itu, dia melakukan sejauh ini untuk mencegahku keluar dari akademi....'


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 32 : 1162 kata~...


__ADS_2