DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 45: Evolusi Demon Ancestor


__ADS_3

Setelah sampai di dungeon bawah tanah ibukota, aku melihat sekelilingku dan menyadari jika itu bukanlah sembarang dungeon karena terdapat beberapa kristal biru yang berkilauan di dalamnya.


Dungeon yang biasanya gelap gulita itupun menjadi sangat terang karena kristal biru itu yang mengeluarkan cahaya, sepertinya terdapat kandungan mana yang cukup besar dalam kristal itu.


Aku tidak pernah melihat kristal seperti ini, tapi aku yakin jika kristal ini berharga sangat mahal.


Lupakan tentang itu, tujuanku sekarang adalah mencari keberadaan wanita yang bernama Riona itu, tapi sebelum itu aku harus memastikan tentang dungeon ini terlebih dahulu.


"Zetton, kau tahu sesuatu tentang dungeon ini?" tanyaku.


{Mungkin saja dungeon ini ada hubungannya dengan Great Dungeon, aku bisa tahu karena hanya disana terdapat batu kristal seperti ini...}


"Great Dungeon ya...." gumamku.


Great Dungeon adalah dungeon terbesar yang ada di benua ini, tidak, tapi terbesar di seluruh dunia. Letaknya tidak hanya berada di benua Lhigor melainkan juga ada di benua Dyuraz atau benua iblis.


Dungeon ini sangatlah besar dan melintang jauh melintasi samudera Crusher dan samudra Agastia dan menghubungkan benua Lhigor dan benua Dyuraz.



Bukan hanya ukurannya yang luas tapi juga kedalamnya yang sangatlah dalam, bahkan rumor mengatakan jika Great Dungeon memiliki kedalaman hingga ke inti dunia.


Namun tidak ada yang bisa memastikan rumor itu karena belum ada yang bisa memasuki dungeon itu lebih dalam lagi, umat manusia hanya bisa memasuki lantai 1 dari entah sekian banyak lantai yang dimiliki dungeon itu karena banyaknya monster kuat disana.


Ngomong-ngomong aku mengetahui informasi mengenai Great Dungeon dari kedua orang tua Olivia sebagai salah satu orang yang pernah memasuki lantai 1 Great Dungeon dan berhasil keluar dengan selamat.


Mereka adalah petualang yang hebat....


Lupakan tentang itu, pasti ada alasan kenapa dungeon ini bisa berada di bawah tanah ibukota, dan itu pasti ada hubungannya dengan Riona.


'Aku harus mencari wanita itu secepatnya....' batinku.


Aku mulai berjalan menelusuri dungeon yang berbentuk lorong itu, semakin jauh aku berjalan semakin banyak juga kristal yang aku temui.


Aku juga menemui hewan-hewan aneh yang sebelumnya aku lihat melalui sihir pendeteksiku, mereka adalah hewan yang tidak berbahaya jadi aku bisa mengabaikannya dan terus berjalan.


Setelah berjalan beberapa saat, aku akhirnya menjumpai lorong yang bercabang dua. Sebelah kanan memiliki kepadatan mana yang banyak sementara sebelah kiri tidak, jadi aku memilih lorong sebelah kanan.


Bukan hanya sekali, tapi aku menemui lorong bercabang seperti sebelumnya berkali-kali, tapi aku bisa melaluinya dengan mudah dan memilih lorong yang tepat.


Hingga akhirnya aku sampai di tempat yang cukup luas, mungkin luasnya itu mencapai seluas akademi Nethilor. Tapi ada sesuatu yang membuatku kebingungan ketika melihat sebuah kepompong di tengah tempat luas itu.


Itu adalah kepompong berwarna hitam dengan aura ungu yang cukup kuat.


{Tidak salah lagi, wanita itu berada di dalam sana!} teriak Zetton.


Jika keberadaan wanita itu sudah dipastikan, apa lagi yang aku tunggu?


Aku langsung mencabut pedang hitamku dari sarungnya dan melesat kearah kepompong itu sebelum sesuatu yang lebih buruk terjadi.


Tapi aku rasa itu sudah terlambat....


CRACK!

__ADS_1


SWOOOSH!


Kepompong itu telah menetas, membuat hembusan angin yang sangat dahsyat hingga menghempaskanku ke dinding dengan keras.


Aku terbatuk beberapa kali sebelum melihat apa yang terjadi dengan kepompong itu. Jauh di depan sana, terlihat wanita yang bernama Riona itu tengah tergeletak di tanah.


Tapi anehnya rambut Riona yang awalnya berwarna hitam berubah menjadi putih pucat dan ada satu tanduk di dahinya, sepasang sayap berwarna hitam juga tumbuh di punggungnya.


Dia sekarang lebih mirip iblis daripada manusia, tidak, dia memang iblis!


{Ini gawat, sepertinya dia sudah berevolusi sepenuhnya menjadi seorang Demon Ancestor, dia bukan lagi pewaris Demon Ancestor melainkan memang Demon Ancestor!}


Zetton terdengar sangat khawatir, menandakan seberapa bahayanya wanita itu.


Dia sudah menjadi Demon Ancestor sepenuhnya sementara aku masihlah seorang pewaris, aku belum menjadi Dewa Kegelapan sepenuhnya!


Wanita itu mulai bangkit dengan wajah yang terlihat sangat kesal, "Sial.... Tidak ada yang bilang tentang berkat Dewi Cahaya ada di tempat ini....." ujarnya dengan lirih.


Dia kemudian melihat kearahku dengan mata predator.


"Dan kau? Kau masih belum berubah pikiran untuk memusnahkan umat manusia?" tanyanya.


Aku tidak bisa menjawab, jika aku mengatakan bahwa aku membela umat manusia maka dia pasti akan sangat marah dan murka.


Aku masih belum menemukan cara yang tepat untuk melawannya, jadi aku berkata, "Tidak, aku tidak membela siapapun. Aku hanya membela pihak yang menurutku benar dan melawan pihak yang menurutku salah, dalam kasus ini kaulah pihak yang salah."


Wanita itu menyeringai, "Menurutmu aku ini salah? Memangnya kau tahu apa tentang diriku! Kau tidak tahu apapun mengenai diriku dasar manusia busuk!!"


Ah tidak, aku malah membuatnya marah...


Dia kemudian merentangkan kedua tangannya,


ใ€ŒDemon Ancestor Magic : Annihilation Mega Magic!ใ€


Sinar yang amat dahsyat terpancar dari kedua tangan Riona dan melesat keatas hingga menghancurkan tanah diatas kita, sinar itu terus melesat tinggi ke langit bahkan sampai menembus atmosfer.


Bersamaan dengan itu seluruh dunia bergetar dengan hebat terutama di benua Lhigor, dia ingin memusnahkan seluruh umat manusia beserta dengan peradaban dan benuanya sekaligus.


Ini sudah sangat berlebihan.


"Apa kau sudah gila!? Kau ingin 5 entitas tertinggi mengetahui keberadaan kita dengan menggunakan sihir sebesar ini!!" teriakku sambil menahan tekanan yang amat dahsyat ini karena aku berada dekat dengannya.


"Aku tidak masalah dengan itu! Selama kau mati bersamaku maka aku akan puas!!"


Dia sudah benar-benar gila, mana mungkin aku mau mati bersamanya!!


...--------------------------------...


...[๐™‰๐™ค๐™ง๐™ข๐™–๐™ก ๐™‹๐™Š๐™‘]...


Sementara itu di luar Shelter pengungsian, terlihat Finley, Leon, Leyn, dan Alexa sedang fokus menghadapi orang-orang berjubah hitam yang menyerang mereka.


Tak ada seorang siswapun yang mau membantu mereka termasuk ketua Osis Henry.

__ADS_1


Walaupun begitu Finley dan yang lainnya berusaha keras untuk menahan orang-orang berjubah hitam. Finley tidak bisa menggunakan sihir serangan dengan baik, tetapi sihir penyembuhannya sangat membantu yang lainnya.


Alexa terlihat yang paling unggul diantara mereka berempat, dia bisa membunuh musuh sembari melindungi Finley yang selalu menjadi sasaran serangan orang berjubah hitam.


Tapi lama-kelamaan mereka berlima juga mulai kelelahan karena Finley hanya bisa menyembuhkan luka, bukan stamina.


Para penduduk melihat kelima siswa akademi itu yang berusaha keras untuk melindungi menjadi kasihan dan malu terhadap diri mereka sendiri.


"Apa yang kalian lakukan meringkuk bersama para warga!? Bukankah kalian ini adalah siswa akademi yang terlatih!? Seharusnya kalian ikut bertarung bersama mereka berlima, bukan hanya meringkuk ketakutan!!" teriak salah satu warga kepada para siswa yang meringkuk ketakutan.


"Apa yang kau katakan dasar rakyat jelata? Kami adalah seorang bangsawan, tidak sepantasnya kami mengorbankan nyawa kami untuk rakyat jelata seperti kalian!" balas salah satu siswa.


"Tch! Dasar bangsawan-bangsawan sombong! Kami tidak membutuhkan pengorbanan kalian, kami juga bisa melindungi nyawa kami sendiri!"


Warga itu berteriak dengan kesal lalu bangkit dan berjalan kearah pintu keluar Shelter lalu berbalik menatap warga lainnya dengan wajah serius.


"Siapa yang ingin bergabung denganku! Ayo kita bantu anak muda yang sedang bertarung mengorbankan nyawa mereka itu bersama-sama! Atau kalian hanya ingin diam disini saja sambil direndahkan oleh anak anak bangsawan sombong itu?" teriaknya.


Perkataan orang itu mampu menggerakkan hati seluruh warga, mereka kemudian bangkit berteriak dengan penuh semangat.


"Aku ikut denganmu! Aku sudah muak dengan para bangsawan yang selalu menyombongkan diri mereka itu!"


"Aku juga ikut denganmu!"


"Aku juga!"


Para pria memilih untuk bertarung sementara meninggalkan para wanita dan anak-anak di Shelter, tapi ada juga beberapa wanita yang bersikeras untuk ikut bertarung dengan alasan bisa menggunakan sihir.


Henry hanya tertawa dalam hatinya melihat para warga yang sok kuat itu.


'Mari kita lihat apa yang bisa dilakukan rakyat jelata seperti mereka....' batin Henry.


Finley dan yang lainnya mendapatkan bantuan yang besar dari para warga, bahkan mereka sempat dibuat terharu karena bantuan para warga yang baik hati.


Finley menguatkan tekadnya, dia berjanji tidak akan membiarkan seorang wargapun mati karena masih ada anak dan istri yang sedang menunggu mereka di dalam Shelter.


Pertarungan yang baru telah dimulai, Finley dan yang lainnya berhasil menumbangkan cukup banyak musuh karena mendapatkan banyak bantuan yang berguna.


Hingga beberapa saat kemudian, orang-orang berjubah hitam mulai mundur dan berhenti menyerang Shelter.


Semua warga berteriak dengan senang, tapi Finley dan yang lainnya masih merasa aneh dengan mundurnya orang-orang berjubah hitam secara tiba-tiba.


Hingga akhirnya Alexa merasakan sesuatu yang aneh, "Apa kau merasakan aura itu, Finley?" tanyanya.


Finley menganggukkan kepalanya, "Aku merasakannya, itu adalah aura yang menjijikkan."


Dan tak lama kemudian, tanah bergetar dengan hebat dan sebuah sinar terang tiba-tiba muncul dari tanah hingga melesat jauh ke langit.


Semua orang bisa merasakan ancaman yang sangat besar dari sinar misterius itu, bahkan hempasan angin yang dibuat oleh sinar itu sampai menghancurkan seluruh bangunan yang ia lewati.


Hempasan angin itu menuju Shelter dan pastinya akan menghancurkannya, tapi sebelum itu terjadi sebuah barrier sihir tercipta dengan kokoh yang melindungi Shelter dengan sempurna.


Semua orang kebingungan dengan asal sihir barrier itu hingga seorang wanita turun dari langit dibarengi dengan seorang pria berambut emas dan gadis berambut emas.

__ADS_1


Wanita itu adalah kepala akademi Nethilor, Aria Scarlet, bersama dengan pangeran Alexander dan putri Arcadia.


__ADS_2