DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 75: Evolusi Luar Biasa Neo


__ADS_3

"Apa yang sebenarnya terjadi disana..." gumam Finley sambil melihat sebuah sinar terang jauh di depannya.


"Aku bisa merasakan aura Naga yang sangat kuat dari sana..." gumam Raymond di dekat Finley yang membuat gadis itu sedikit kebingungan.


"Aura Naga?" ujarnya.


Tak berselang lama mana yang ada di udara tiba-tiba tertarik ke dalam cahaya itu bagaikan terserap oleh pusaran air.


Kejadian yang sangat mendadak itu juga sempat membuat pertempuran yang terjadi di tempat itu berhenti.


Mana yang berkumpul itu memadat dengan sendirinya lalu perlahan-lahan semakin membesar hingga menciptakan ledakan cosmik yang indah sekaligus sangat mengerikan.


「Light Magic : Divine Protection!」


Finley menggunakan sihir cahayanya untuk menciptakan barrier yang melindungi dirinya beserta dengan Raymond sebelum ledakan cosmik itu menyapu habis para pasukan bulan dan pasukan Undead milik Raymond.


"Pasukan yang sudah aku kumpulkan selama ini musnah begitu saja..." gumam Raymond tersenyum pahit.


"Yang penting kita selamat, kan?" balas Finley.


"Hm, itu benar."


Setidaknya sudah tidak tersisa pasukan bulan lagi yang harus mereka lawan....


Finley dan Raymond mengalihkan pandangan mereka ke arah sumber ledakan dan melihat sosok yang sangat kuat berdiri di atas langit dengan gagah berani.


Itu bukanlah seorang pria, melainkan seorang anak kecil yang berumur sekitar 10 tahunan. Anak itu memiliki rambut berwarna biru panjang dengan wajahnya yang cantik tapi mengeluarkan aura kejantanan.


Dan jangan lupakan simbol bintang yang berwarna ungu di keningnya itu yang membuat Finley dan Raymond mengernyit keheranan.


"Sepertinya aku pernah melihat simbol bintang itu, tapi dimana ya..." ujar Raymond.


"Apa yang kau katakan? Sudah jelas itu Neo!" kata Finley dengan keras, membuat Raymond langsung paham.


Sama seperti dirinya yang bisa memiliki fisik manusia walaupun adalah seorang Undead, Neo juga bisa memiliki wujud manusia jika mencapai tingkat evolusi tertentu.


Jadi Raymond tidak heran lagi dengan hal itu.


Tapi ... tingkatan evolusi miliknya sudah berbeda jauh dari apa yang dinamakan makhluk fana... - pikir Raymond sembari meneguk ludah.


Disisi lain penatua Naga Bintang sangat terkejut dengan fisik dan aura Neo yang benar-benar berubah drastis.


"Ini mustahil ... bagaimana bisa bocah sepertimu memiliki kekuatan Naga Surgawi sang penguasa seluruh galaksi dengan kekuatan yang setara dengan Dewa Naga Zetton!" teriak sang penatua.


Sementara Neo hanya menatap penatua itu dengan dingin, ia kemudian menatap tangannya dengan perasaan yang aneh.


Ini benar-benar mengagumkan - pikir Neo tanpa merubah wajah datarnya.


Ia kembali menatap sang penatua Naga Bintang beserta Naga Bintang lainnya, "Aku tidak ingin menyakiti kalian, jadi sebaiknya kalian berhenti melakukan perlawanan." ujarnya.


Hanya dengan satu perkataan Neo saja sudah membuat semua Naga Bintang yang terkenal kuat dan perkasa itu menjadi gemetaran.

__ADS_1


Mereka kemudian mulai mundur perlahan-lahan ke belakang karena merasa tidak sanggup untuk melawannya.


Namun sebuah bisikan tiba-tiba terdengar di kepala semua Naga Bintang itu.


'Turuti perkataanku atau kau akan mati, tangkap bocah bintang itu lalu bawa ke hadapanku.'


Mereka semua berhenti melangkah mundur lalu menatap Neo dengan wajah serius, sedangkan Neo sedikit mengernyitkan dahinya merasakan keanehan yang terjadi.


"Ada apa dengan ka-"


* SWOOOSH!! *


* BOOOOOOOM!! *


Sebelum Neo sempat menyelesaikan kalimatnya, penatua Naga Bintang tiba-tiba menyerangnya dengan menyemburkan sinar mematikan dari moncongnya.


Neo menghindari serangan cepat itu hanya dengan sedikit memiringkan kepalanya, lalu kembali menatap penatua itu dengan dingin.


"Apa kau serius ingin melawanku?" ujarnya dingin.


Penatua dan yang lainnya tidak menjawab, mereka kehilangan cahaya kehidupan di matanya bagaikan sebuah boneka rusak.


Mereka tidak menanggapi perkataan Neo dan malah menyerangnya dengan serangkaian serangan yang sama.


Tidak ada gunanya berbicara dengan mereka sekarang - pikir Neo sambil menghindari serangan yang diarahkan padanya.


Serangan yang terlihat sangat cepat itu nyatanya sangatlah lambat di mata Neo.


Neo seketika menghilang dari tempatnya dalam sekejap lalu muncul tepat di hadapan penatua Naga Bintang, ia menggenggam moncong Naga besar itu lalu membantingnya ke permukaan bulan.


Dampak yang dihasilkan dari bantingan itu membuat sebagian permukaan bulan menjadi hancur walaupun sebenarnya ia belum menggunakan 100% kekuatannya.


Aku harus mengontrol kekuatanku - pikir Neo.


Ia menyadari jika dirinya bukan lagi berada di dunia Aquila Phoroneuse17 yang jauh lebih kuat dari bulan, bahkan dari ukuran kedua planet itu saja sudah jelas berbeda jauh.


Penatua itu meronta-ronta karena tubuhnya yang di tekan oleh Neo hanya dengan menggunakan satu tangannya, dari sini sudah jelas bagaimana perbedaan kekuatan antara kedua Naga itu.


"Kau diamlah disini sebentar..." ujar Neo lalu menggunakan kemampuan spesialnya.


「Heavenly Dragon Ability : Time Stop!」


Penatua Naga berhenti bergerak, bahkan jantungnya berhenti berdetak seperti orang yang telah mati, tapi sebenarnya Neo hanya mematikan waktu yang bekerja pada penatua itu.


Ability adalah suatu kemampuan alami atau kemampuan spesial yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja.


Sangat berbeda dengan Magic atau sihir yang harus mengendalikan mana terlebih untuk menciptakannya, menggunakan Ability cukup hanya dengan mengucapkan namanya saja.


Neo berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk melakukan hal yang sama dengan Naga Bintang lainnya, yaitu menghentikan waktu mereka.


Gerakan Neo yang cepat bagaikan sedang berteleportasi membuat puluhan Naga Bintang itu kesulitan menyerang dirinya.

__ADS_1


Hingga tak berselang lama kemudian, seluruh Naga Bintang akhirnya berhasil dihentikan pergerakannya oleh Neo.


Aku harus menyelesaikan sumber masalahnya untuk membebaskan mereka - pikir Neo sambil menatap kastil Dewa Kegelapan.


River, Riona, dan Yui sudah tidak terlihat di sana yang menandakan jika mereka sudah berhasil masuk ke dalam kastil.


Aku harus menyusulnya! - batin Neo lalu melesat kearah kastil besar itu.


Harusnya tidak ada halangan untuk sampai di tempat itu dalam sekejap mata, namun-


* PYAAAR!! *


Neo menabrak sebuah cermin yang muncul entah darimana hingga pecahan cermin itu berserakan di sekitar dirinya.


Neo sedikit tertegun karena dirinya sudah tidak berada di bulan lagi, melainkan sebuh tempat abstrak yang menampilkan ruangan yang aneh dan membingungkan.


"Apa yang-"


"Selamat datang di dunia cermin!"


Suara seorang pria tiba-tiba memotong perkataan Neo, Neo kebingungan dan mencari ke segala tempat tapi tidak menemukan adanya orang lain di tempat itu.


Dunia cermin? Apa apaan ini... - pikir Neo.


...


...


...


Disisi lain, River, Riona, dan Finley yang sudah memasuki kastil dibuat sangat kebingungan dengan apa yang mereka temukan di dalam kastil itu.


"Tidak ada apapun disini..." gumam Riona yang melihat jika di dalam kastil itu kosong.


Tidak ada benda apapun di tempat itu seolah-olah semua benda yang ada sudah dipindahkan.


Tatapan mata River menajam lalu melihat ke sekelilingnya dengan teliti hingga menyadari jika ada sebuah pintu rahasia di dalam kastil itu.


"Mungkin mereka ada di dalam sini." kata River menunjuk pintu rahasia yang menuju ruang bawah tanah itu.


Ia membuka pintu itu dengan kasar lalu memasukinya bersama dengan Riona dan Yui di belakangnya.


Hingga tak lama kemudian, mereka bertiga tiba-tiba mencium bau amis yang sangat menyengat.


"Ini bau darah!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 75 : 1102 kata~...

__ADS_1


__ADS_2