
5 bulan kemudian.
"Saya rasa hanya sampai disini saja saya bisa menemani Anda." ucap Jendral Devon kepada River dan yang lainnya.
Dia adalah orang yang sama dengan orang yang mengantar mereka untuk menemui Raja Iblis Clarion sebelumnya, dan merupakan orang kepercayaan Clarion.
"Tidak masalah, berkatmu juga kami bisa mengatasi segala rintangan yang menghalangi jalan kami." kata River dengan tulus.
River dan yang lainnya telah tiba di Dark Mountain hanya dalam waktu 5 bulan berkat menunggangi Griffin miliknya.
Jika tidak ada dirinya mungkin mereka akan sampai di tempat ini memakan waktu hingga bertahun-tahun.
Selama 5 bulan ini sudah banyak peristiwa yang mereka alami, mulai dari cuaca ekstrem sampai dengan kemunculan musuh kuat yang menghalangi jalan mereka.
Setelah mencari tahu-nya lebih lanjut, musuh-musuh yang mereka hadapi selama perjalanan ternyata adalah bawahan Demon Ancestor Simon yang juga memiliki julukan Raja Boneka.
Hal itu dikarenakan Demon Ancestor Simon memiliki banyak orang-orang kuat di bawahnya. Dia adalah orang yang licik dan manipulatif gemar memanfaatkan seseorang.
Tapi semua orang-orang kuat yang Demon Ancestor Simon kirim kepada mereka dapat mereka atasi dengan beberapa usaha ekstra.
"Kalian bisa berjalan lurus dari sini untuk menemukan portal bulan yang akan membawa kalian ke bulan, disana kalian akan menemukan kekaisaran Dewa Kegelapan."
"Dan satu lagi, bisakah Anda menyuruh rekan Anda yang selalu mengawasi kita di langit itu untuk turun?" lanjut Devon sambil menatap ke atas langit gelap.
Tak berselang lama kemudian Neo turun dari langit dan mendarat tepat di depan Devon.
"Jadi kau sudah mengetahui keberadaanku dari awal, ya? Tidak buruk juga untuk seukuran Iblis biasa." ucap Neo dengan gagahnya.
Devon masih menatap Neo dengan wajah datarnya, "Hm, Naga Bintang ya?"
"Memangnya kenapa?"
"Tidak ... hanya saja ras Naga Bintang adalah ras Naga terkuat setelah Dewa Naga Zetton, tapi aku masih bisa mendeteksi keberadaanmu yang menjadi pertanda jika dirimu belumlah sekuat Naga Bintang lainnya." kata Devon yang menghina Neo dengan wajah datarnya.
"Apa katamu?!" geram Neo emosi.
Namun River segera menahannya agar tidak membuat masalah dengan orang sepertinya.
Aku masih belum tahu pasti tingkat kekuatannya, bahkan ras miliknya juga tidak begitu jelas.
Dia adalah ras Iblis, itu sudah jelas. Tapi mereka tidak tahu ras iblis jenis apa dirinya itu...
"Sudahlah. Ayo kita berangkat sekarang." kata River melerai pertikaian Devon dan Neo.
"Kalau begitu sampai jumpa lain kali, Devon." lanjut River memberi perpisahan kepada Devon.
Mereka berenam-pun pergi setelah itu.
...
...
...
Dark Mountain atau pegunungan gelap, seperti namanya ini adalah sebuah pegunungan yang sangat gelap dan tidak pernah terjangkau oleh sinar matahari.
Tanah dam bebatuan yang mereka pijaki berwarna gelap, begitupun dengan seluruh pepohonan kering di sekitar mereka.
Semua cahaya yang mereka keluarkan disini tidak akan berpengaruh termasuk sihir cahaya milik Finley seolah-olah tempat ini dikhususkan untuk kegelapan.
Monster yang muncul menyerang mereka hanyalah monster jenis Undead biasa, tapi mereka langsung menundukkan tubuh mereka ketika melihat sosok Raymond yang notabenenya adalah Raja Undead.
Jadi di tempat ini Raymond memperoleh cukup banyak pasukan Undead...
__ADS_1
"Hah... sejauh apa lagi kita akan berjalan..." ujar Finley mengeluh pasalnya mereka sudah berjalan cukup lama di tempat minim cahaya ini.
"Jangan mengeluh dan percepat langkahmu." balas Riona yang masih bugar.
"Tch! dasar Iblis..."
"Tch! dasar manusia..."
Sifat mereka berdua masih belum berubah meskipun setelah mereka semua telah melakukan petualangan bersama dalam waktu yang sangat lama...
"Berhentilah bicara omong kosong, coba lihat anak manusia itu yang masih sangat ceria." kata Neo memasuki pembicaraan sambil menunjuk ke arah Yui yang sedang di gendong di punggung Raymond.
"Dia bahkan tidak menggerakkan kakinya semenjak kita berangkat dari Kerajaan Underland..." kesal Riona.
"Dia masih anak-anak, jangan samakan dengan dirimu dasar nenek-nenek..." balas Finley menyindir umur Riona.
"Sudahlah hentikan itu, aku bisa merasakan jika kita sudah dekat dengan portal bulan." ucap River melerai keduanya.
Setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka tiba di sebuah altar berbentuk bulan purnama dengan lima bangunan candi di setiap sisinya.
"Inikah portal bulan?" tanya Finley.
"Sepertinya ini memang portal bulan tapi belum aktif" ujar Raymond.
"Jadi bagaimana cara kita mengaktifkannya?" tanya Finley lagi.
Semua orang terdiam karena memang tidak ada yang tahu cara mengaktifkan portalnya, bahkan ini adalah pertama kalinya mereka semua berada di tempat ini.
"Ray, turunkan Yui." kata Yui tiba-tiba memecah keheningan.
Raymond menurunkan Yui dari punggungnya, gadis itu kemudian sedikit berlari ke tengah-tengah altar bulan lalu berjongkok untuk membersihkan debu di tengah altar itu.
Apa yang dia lakukan? - pikir River kebingungan.
Tak lama kemudian Riona berbicara, "Mungkin dia tahu caranya mengaktifkan portal bulan!"
"Jadi maksudmu Yui sudah pernah melewati portal bulan?" ucap River memotong perkataan Finley.
"Hm, itu bisa jadi." jawab Finley sambil mengangguk.
River kembali melihat Yui yang masih membersihkan debu di altar bulan itu hingga akhirnya selesai, disana ternyata ada sebuah simbol bintang yang sebelumnya ditutupi oleh debu sebelumnya.
"Apa maksudnya ini Yui?" tanya Finley penasaran.
"Kita butuh cahaya, untuk mengaktifkan portal ini." jawab Yui.
"Itu mustahil bukan? Kita bahkan tidak bisa membuat cahaya di tempat ini." balas Riona.
Namun Yui masih bersikeras jika kita bisa membuat cahaya di tempat ini.
Dia menunjuk ke arah atas langit, tepatnya pada bulan merah yang ada di langit gelap.
"Kita bisa menggunakan cahaya itu..." kata Yui.
Dia cukup cerdik untuk anak seusianya, tapi tetap saja mustahil menggunakan cahaya bulan. Maksudku cahaya bulan bahkan tidak mencapai tempat kita - pikir River.
Tapi River mulai menyadari sesuatu saat mengamati simbol bintang yang terdapat di tengah-tengah altar bulan itu.
Bukankah itu simbol yang sama dengan yang ada di dahi Neo? - batin River.
"Neo kemarilah." panggilnya.
Neo mengangguk patuh, ia kemudian mendekati River, River kemudian menyuruh Naga kecil itu untuk melihat simbol bintang yang ada di altar itu lebih dekat.
__ADS_1
Dan ketika ia berdekatan, simbol bintang itu di atas altar bulan itu tiba-tiba bersinar bersamaan dengan simbol bintang di dahi Neo.
"Hebattt...." gumam Neo kagum.
"Neo, coba kau terbang ke langit sampai menyentuh sinar bulan." ucap River.
"Baiklah!"
Dengan penuh semangat, Neo kemudian melesat terbang keatas langit hingga mencapai jangkauan sinar bulan.
Bersamaan dengan itu simbol bintang di dahi Neo menyerap cahaya bulan dan kemudian memantulkannya kearah simbol bintang di altar bulan.
Tak lama setelah itu kelima candi yang ada di setiap sisi altar bintang itupun juga bersinar terang dan memantulkan cahaya dengan simbol bintang.
""Portalnya sudah aktif!"" ucap Riona dan Finley bersamaan.
Mereka semua berada tepat di tengah-tengah altar bintang yang sedang bercahaya terang di tengah-tengah gelapnya Dark Mountain.
Dengan tubuh yang diselimuti cahaya bulan, mereka berenam-pun langsung dipindahkan langsung ke bulan.
...--------------------------------...
Sementara itu di kekaisaran Dewa Kegelapan, terlihat seorang pria paruh baya yang sedang duduk di singgasananya dengan ekspresi penuh kekhawatiran.
Ia mengalihkan pandangannya kearah seorang pria pendek berpakaian badut menyeramkan dengan wajah kesal.
"Siomon! Apa apaan dengan semua bawahan yang kau kirim untuk membunuh pewaris Dewa Kegelapan itu?! Mereka semua dapat dibunuh oleh sekumpulan bocah itu dengan begitu mudahnya, dasar tidak berguna!" geram pria itu.
"... Ini diluar dugaanku, aku tidak menyangka Demon Ancestor Clayman akan ikut campur dalam urusanku..." gumam Simon dengan tubuh yang menggigil.
Pria itu kebingungan dan sedikit terkejut dengan reaksi Simon yang baru pertama kali ia lihat, "Apa maksudmu, Simon? Aku tidak melihat adanya Demon Ancestor Clayman bersama para bocah itu."
"Kau belum menyadarinya Xander ... orang yang aku maksud sebagai Clayman adalah pria yang bernama Devon itu." ucap Simon yang sukses membuat pria yang bernama Xander itu sangat terkejut.
"T- tidak mungkin orang itu adalah Clayman! Aku tidak bisa merasakan aura Demon Ancestor dari dalam dirinya!"
"Clayman, dia juga dikenal sebagai leluhur Iblis dengan banyak wajah. Tidak ada yang tahu rupa sebenarnya diantara kami para Six Demon Ancestor karena dia selalu muncul dengan rupa yang berbeda-beda."
"Tapi yang pasti aku dengan orang itu tidak memiliki hubungan yang baik, dia pasti bekerjasama dengan para bocah itu untuk membunuh kita..." lanjut Simon tampak khawatir.
Xander berpikir sejenak, "Lalu dimanakah keberadaan para Demon Ancestor lainnya?" tanyanya.
Sejauh ini Demon Ancestor yang muncul hanya 3 orang, yaitu Demon Ancestor Simon, Demon Ancestor Laplace yang baru, dan Demon Ancestor Clayman.
Jadi wajar jika Xander penasaran dengan para Demon Ancestor yang lainnya.
"Entahlah. Semenjak Dewa Kegelapan mendapatkan hukumannya, kami berenam langsung terpecah-belah. Mungkin beberapa dari kita telah mati dan berakhir mewariskan kekuatan kami seperti Demon Ancestor Laplace..." jawab Simon.
"Kalau begitu lupakan tentang itu. Sekarang para bocah itu sudah berhasil mengaktifkan portal menuju tempat ini, terlebih lagi mereka memiliki Naga Bintang di pihak mereka. Bukankah semua ras Naga Bintang sudah kau taklukkan?" tanya Xander.
"Mungkin dia salah satu Naga Bintang yang berhasil kabur dari sihir penaklukanku." jawab Simon.
"Sebaiknya kita mempersiapkan ritual evolusi untukmu sebelum bocah-bocah menjengkelkan itu datang dan menggangumu." lanjut Simon.
Xander adalah seorang pengganti Dewa Kegelapan, bisa dibilang seorang Dewa palsu atau Dewa semu.
Tidak seperti para Dewa dan Dewi lainnya yang memiliki banyak larangan dan kebebasan yang dibatasi, Xander memiliki kebebasan mutlak karena ia bukanlah Dewa asli.
Walaupun begitu Xander masih kalah jauh jika dibandingkan dengan kekuatan para Dewa dan Dewi itu.
Jadi dia ingin berevolusi menjadi Dewa seutuhnya demi mendapatkan kekuatan absolute walaupun harus mengorbankan kebebasannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...
...~Chp 72 : 1508 kata~...